Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang

Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang
PINDAH KE RUMAH BARU


__ADS_3

Setelah memikirkan berbagai pertimbangan, akhirnya Alexa bersedia pindah ke rumah baru yang akan mereka tempati setelah menikah nanti. Rumah sederhana berlantai dua namun kelihatan mewah karena bangunannya yang modern.


Rio dan nyonya Erna ikut mengantar Alexa ke rumah barunya.


" Ayo masuk sayang, semoga kau suka dengan tatanan rumahnya." Ucap Frans membuka pintunya.


" Terima kasih." Sahut Alexa.


Mereka semua masuk ke dalam. Alexa terkagum melihat tatanan rumah Frans yang sama persis dengan rumah idaman yang selama ini di impikannya.


" Frans ini..... " Alexa menjeda ucapannya sambil mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru rumahnya.


" Ya, sesuai kriteria rumah idamanmu, kau pernah bercerita tentang semua ini dan hari ini aku mengabulkannya. Semoga kau betah tinggal di sini dan rumah ini aku hadiahkan untuk anak kita, Aksa." Ucap Frans.


Alexa terkejut mendengarnya, ia tidak menyangka begitu besar cinta Frans pada mereka berdua.


" Terima kasih." Ucap Alexa yang di balas senyuman oleh Frans.


" Wah Frans kau memang laki laki idaman, kau sangat peka dengan keinginan calon istrimu. Semoga kalian berbahagia." Ucap nyonya Erna.


" Amin, terima kasih Tante." Sahut Frans.


Frans membawa Alexa ke dalam kamarnya. Kamar bernuansakan putih dengan langit langit kamar yang di cat seperti langit di luar sana beserta tata surya nya membuat kamar Frans menjadi indah.


Ranjang besar dan sudah dapat di pastikan kenyamanannya. Alexa menengok ke kanan kiri mencari sesuatu yang tidak ada di sana.


" Aku sengaja tidak menaruh box bayi di sini karena aku ingin Aksa tidur di tengah tengah kita. Aku tidak mau Aksa kedinginan karena tidur sendiri, aku akan memberikan yang terbaik untuknya." Ucap Frans seolah tahu apa yang Alexa cari.


" Terima kasih sudah memberikan perhatian pada Aksa." Ucap Alexa.


" Itu sudah kewajibanku." Sahut Frans.


" Tante tidurkan Aksa ya di sini." Ujar nyonya Erna menidurkan Aksa di atas ranjang.


" Terima kasih Tante." Ucap Frans.


" Sama sama." Sahut nyonya Erna.


" Aksa sayang kita akan jarang bertemu nanti. Kalau sudah besar sering seringlah main ke rumah Oma ya.. Oma kesepian sayang." Nyonya Erna mencium pipi Aksa.


" Jangan sedih donk Tan! Tante bisa main ke sini setiap hari kan." Ucap Alexa.


" Iya kau benar Alexa, tapi Tante berharap kau yang mengunjungi Tante." Sahut nyonya Erna.

__ADS_1


" Siap Tante, aku akan mengantar Alexa dan Aksa ke sana." Sahut Frans.


Setelah makan siang Rio dan nyonya Erna pamit pulang.


" Xa aku pulang dulu ya, semoga kau betah tinggal di sini, ingat! Jangan merindukan aku! Karena menahan rindu itu berat, biar aku saja yang menahannya." Canda Rio.


" Bagaimana aku tidak merindukan sahabat sebaik dirimu? Aku pasti akan sangat merindukanmu. Jaga dirimu baik baik ya dan jangan lupa untuk mengunjungi ku setiap hari." Ucap Alexa.


" Siap bu bos!" Sahut Rio.


" Sayang, Tante pulang dulu ya! Jaga diri baik baik." Nyonya Erna memeluk Alexa sebentar.


" Terima kasih untuk semua yang Tante berikan padaku selama ini." Ucap Alexa di balas senyuman oleh nyonya Erna.


" Frans... Tante titip Alexa dan Aksa! Jangan pernah sakiti mereka atau Tante akan mengambil mereka kembali dan menjadikan Alexa sebagai menantu Tante." Ucap nyonya Erna sedikit memberikan ancaman.


" Tentu Tante, terima kasih sudah menjaga Alexa dan Aksa selama ini." Ucap Frans.


Nyonya Erna menganggukkan kepalanya.


Setelah kepergian keduanya, Frans dan Alexa kembali ke kamarnya. Mereka duduk di tepi ranjang sambil menatap Aksa yang sedang tertidur pulas.


" Kau istirahatlah! Aku akan membangunkanmu kalau Aksa haus nanti." Ucap Frans.


Frans membuka laptopnya mengerjakan pekerjaan yang belum ia selesaikan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alexa sedang memasak makan malam untuk mereka berdua. Frans menghampirinya lalu duduk di kursinya menatap Alexa yang sedang sibuk di depan kompor. Semua gerakan Alexa nampak begitu menawan hati Frans.


Frans melihat rambut Alexa yang maju ke depan wajahnya sehingga mengganggu kegiatannya. Ia segera mendekati Alexa.


" Ikat rambutmu lepas, kenapa nggak di benerin dulu? Rambutmu jadi mengganggumu kan." Ujar Frans.


Alexa menatap Frans begitupun sebaliknya. Frans merapikan rambut Alexa membuat jantung Alexa merasa deg deg an berada dalam jarak sedekat ini dengan Frans. Sama seperti yang dulu ia rasakan saat mereka masih menjalin hubungan.


" Ya Tuhan perasaan ini muncul lagi." Batin Alexa.


"Alexa aku semakin tidak bisa menahan diriku jika berada di dekatmu seperti ini, aku semakin yakin jika cintaku kepadamu sepenuh hatiku. Tidak akan ada wanita lain yang bisa mencuri hatiku selain dirimu." Batin Frans.


Frans mengikat rambut Alexa setelah selesai ia menatap mata Alexa. Untuk sesaat keduanya saling melempar pandangan menyelami perasaan masing masing sampai keduanya mencium aroma yang sangat menusuk hidung.


Alexa dan Frans menoleh pada wajan yang ada di atas kompor dengan api yang masih menyala.

__ADS_1


" Astaga gosong!!" Pekik Alexa melihat madakanya yang berubah menjadi hitam.


" Kan jadi gosong masakanku.. Kamu sih Frans." Ucap Alexa membuat Frans tertawa.


" Kok malah ketawa sih! Lihat masakanku jadi mubadzir ini! Mana udah capek capek masak lagi." Ucap Alexa cemberut.


" Jangan cemberut gitu donk! Entar kalau aku khilaf gimana? Tiba tiba aku cium tuh bibir kamu yang ***** yang membuat aku candu selama ini." Ucap Frans mengerlingkan matanya.


Alexa menggelengkan kepalanya.


" Aku akan membuangnya dulu!" Alexa membuang makanan yang gosong tadi, setelah itu ia mencuci wajannya di wastafel.


" Aku delivery aja ya, mau makan apa?" Tanya Frans mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


" Aku mau makan bakso aja deh Frans, banyakin sayurnya." Ucap Alexa.


" Hmm sepertinya ada yang mau mengenang masa masa indah nih!" Goda Frans.


" Apa sih! Kamu ini... Udah ah buruan pesan aku sudah lapar banget nih." Ujar Alexa.


" Baiklah sayang, mau pesan berapa mangkok?" Tanya Frans.


" Dua." Sahut Alexa.


Frans segera memesan makanan melalui aplikasi g food. Sambil menunggu pesanan datang keduanya duduk di meja makan sambil membuat teh hangat. Frans tidak henti hentinya menatap Alexa membuat Alexa jadi salah tingkah.


" Jangan menatapku seperti itu Frans! Aku tidak nyaman." Ucap Alexa.


" Kau harus terbiasa dengan ini Xa, karena mulai saat ini aku akan selalu menatapmu setiap saat. Entah mengapa melihat wajah dan senyumanmu membuat hatiku merasa tenang dan damai. Itulah yang membuat aku tidak bisa move on darimu." Sahut Frans.


" Saat kau memintaku untuk melupakan perasaan masing masing, saat itu hatiku hancur Xa. Aku merasa hidupku tidak ada artinya, aku tidak bisa melanjutkan hidupku walaupun saat itu ada Sinta di sampingku. Aku benar benar tidak tahu harus bagaimana, itu sebabnya aku pergi ke club dan minum banyak di sana. Aku ingin melupakan kesedihan dalam hatiku, aku ingin menghilangkan beban di pikiranku. Tapi aku tidak sanggup menahan efek dari minuman itu. Beruntung kau yang menolongku, kalau bukan kamu aku tidak tahu apakah aku bisa hidup atau justru aku akan mati saat itu juga jika aku melakukannya dengan orang lain." Ucap Frans menggenggam tangan Alexa.


" Aku mohon Xa! Jangan pernah kau tinggalkan aku! Tuhan telah memberikan jalan untuk kita hidup bersama. Berusahalah menerimaku di dalam hidup dan di dalam hatimu. Aku benar benar mencintaimu Xa. Aku sangat mencintaimu." Frans mencium punggung tangan Alexa.


" Aku akan berusaha Frans. Aku menerima kemana takdir akan membawaku, jika memang kita di takdirkan untuk bersama, aku akan menjaga hubungan ini. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dengan orang lain. Aku berharap kau juga seperti itu" Ucap Alexa.


" Aku janji Xa." Ucap Frans.


Jangan lupa like koment vote dan kasih 🌹 yang banyak buat Alexa dan Frans ya...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All....

__ADS_1


TBC....


__ADS_2