
Tujuh tahun berlalu...
Hari ini adalah hari ulang tahun Aksa yang ke tujuh. Alexa mengadakan pesta di rumahnya dengan mengundang teman teman Aksa. Tak lupa ia juga mengundang Arian dan Dira.
Hubungan Arian dan Dira semakin hari semakin terlihat mesra. Sampai hari ini mereka belum di karuniai seorang anak. Itulah sebabnya mereka menganggap Aksa sebagai putra mereka. Alexa dan Frans tidak mempermasalahkan hal itu.
Arian dan Dira sering membawa Aksa menginap di rumah mereka. Aksa juga senang berada di sana. Ia merasa memiliki dua orang tua yang sangat menyayanginya.
Malam ini Dira sedang bersiap di depan meja riasnya.
" Mas kado untuk Aksa jangan sampai ketinggalan lhoh." Ucap Dira.
" Tidak sayang, aku sudah menaruhnya di mobil." Sahut Arian menyisir rambutnya.
" Oh ya Mas, ada sesuatu yang ingin aku kasih tahu sama kamu." Ujar Dira.
" Apa itu sayang?" Tanya Arian menatap Dira.
" Kemarin Alexa cerita sama aku, kalau beberapa bulan terakhir ini sikap Frans sedikit berubah Mas." Ujar Dira.
" Berubah gimana?" Arian bertanya lagi.
" Alexa merasa kalau Frans menyembunyikan sesuatu darinya Mas. Frans diam diam sering telepon dengan seseorang. Dan Alexa pernah mendengar Frans memanggilnya sayang. Apa mungkin Frans selingkuh ya Mas?" Ujar Dira.
" Kau tidak tahu sayang, semoga pikiran Alexa salah. Rasa rasanya tidak mungkin Frans berselingkuh, secara kan dia sangat mencintai Alexa dari dulu." Ucap Arian.
" Iya juga sih Mas, semoga saja pernikahan mereka baik baik saja." Ucap Dira.
" Amin... Ya udah ayo kita berangkat! Kalau terlambat Aksa pasti akan marah. Bisa bisa ngambek sampai satu minggu nggak mau bertemu dengan kita." Ucap Arian.
" Anak kita satu itu benar benar pintar ngambek ya Mas, sama persis kaya' maminya." Kekeh Dira.
" Iya." Sahut Arian.
Mereka berangkat menuju rumah Frans.
Di dalam kamar Alexa, saat ini Alexa sedang berdandan di kamarnya. Tiba tiba Frans memeluknya dari belakang.
" Pi, kau mengagetkanku saja." Ujar Alexa.
" Maaf sayang! Kamu cantik banget sih." Ucap Frans menatap Alexa melalui pantulan kaca.
" Hmm gombal." Sahut Alexa.
" Iya bener sayang." Ucap Frans mencium pipi Alexa.
" Iya bener, kamu gombal ha ha." Ucap Alexa tertawa.
" Kamu ini bisa aja bercandanya ya, dari dulu sampai sekarang sikap jahilnya emang nggak pernah berubah." Ucap Frans mencubit hidung Alexa.
" Aku tetap akan seperti ini selamanya Pi, aku tidak akan pernah berubah. Seperti cintaku padamu." Ujar Alexa.
" Tetaplah seperti ini sayang, inilah yang aku suka darimu. Aku juga selalu mencintai dan menyayangimu." Sahut Frans.
" Aku harap begitu Pi, aku tidak mau berbagi dirimu dengan wanita lain." Ucap Alexa menatap Frans.
__ADS_1
" Tentu sayang." Sahut Frans membuang pandangannya membuat Alexa semakin curiga.
" Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dariku Frans? Entah mengapa aku merasa kau sedang menyembunyikan sesuatu darimu saat ini. Semoga ini tidak memperngaruhi pernikahan kita." Batin Alexa.
" Mami, Papi." Panggil Aksa menghampiri keduanya.
" Iya sayang." Sahut Frans membalikkan badannya.
" Buruan turun ke bawah Pi! Teman teman Aksa sudah datang semua. Papa sama Mama juga udah datang. Mereka membawakan Aksa kado besar. Kira kira apa ya isinya Pi?" Ujar Aksa.
" Papi juga tidak tahu sayang. kamu turun dulu ya, kami akan segera menyusul." Sahut Frans.
" Oke Pi, Aksa sama teman teman dulu ya." Ujar Aksa.
" Oke sayang." Sahut Frans.
Frans menatap kepergian Aksa. Aksa kini tumbuh menjadi anak yang tampan, cerdas dan pintar membaca situasi. Tapi kalau ngambek nggak ketulungan, dia akan terus merasa kesal selama belum sembuh sendiri. Sama persis seperti Alexa.
" Ayo sayang!" Frans menggandeng tangan Alexa.
Mereka turun ke bawah menemui tamu dan teman teman Aksa.
" Tuan Petter, terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk menghadiri acara dan mendoakan anak kami." Ucap Frans menjabat tangan tuan Petter, salah satu relasi bisnisnya. Kebetulan Aksa dan anaknya satu sekolah.
" Sama sama Tuan Frans, selamat atas hari kelahiran putra anda. Semoga menjadi anak sholeh dan sukses seperti Papanya." Ucap tuan Petter.
" Amin, terima kasih." Sahut Frans.
Dira menghampiri Alexa.
" Putra kita sudah besar Xa, semoga Aksa menjadi anak sholeh." Ucap Dira.
" Terima kasih Xa, kau telah memberikan kebahagiaan pada kami dengan menjadikan kami orang tua Aksa. Kami. jadi bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi orang tua, rasanya meluapkan kasih sayang kami pada anak, kalau tidak ada kamu, aku pasti akan kesepian karena hanya bisa berdiam diri di rumah sendirian." Ujar Dira menggenggam tangan Alexa.
" Sama sama Ra, kita sama sama berdoa untuk kebaikan kita bersama. Siapa tahu keajaiban Tuhan akan datang setelah ini. Aku hamil anak kedua dan kau hamil anak pertama." Ujar Alexa.
" Amin... Semoga ya Xa." Ucap Dira di balas anggukan kepala oleh Alexa
Acara segera di mulai, setelah acara pembukaan dan doa. Tibalah acara potong kue. Potongan kue pertama Aksa berikan pada Alexa dan yang kedua pada Frans. Namun sebelum sampai di mulut Frans tiba tiba...
" Papa."
Semua orang menoleh ke arah anak laki laki seusia Aksa yang sedang berdiri di depan pintu.
Tak lama muncul seorang wanita mendekati anak itu. Mereka yakin jika itu ibunya.
Deg...
Jantung Alexa terasa berhenti berdetak.
" Sinta." Gumam Alexa.
Tiba tiba anak laki laki itu berlari menghampiri Frans.
" Papa Arsya kangen." Ucap anak itu memeluk kaki Frans.
__ADS_1
Frans menatap Alexa yang menatapnya sambil melongo. Ia membulatkan matanya dan membuka mulutnya. Belum hilang keterkejutan Alexa tiba tiba...
" Sayang jangan mengganggu Papamu." Ucap Sinta menarik Arsya menjauh dari Frans.
Jeduarrrr....
Bagai di sambar di siang hari saat mendengar ucapan Sinta. Papa? Pikir Alexa
Aksa yang melihat itu segera membuang kuenya. Ia mendekat Arsya lalu menatapnya dengan tajam.
" Siapa kau?" Tanya Aksa.
" Aku Arsya." Sahutnya.
" Ada hubungan apa kau dengan Papiku?" Selidik Aksa.
" Dia Papaku." Sahut Arsya.
" Bukan, dia Papiku. Hanya Papiku bukan Papamu." Ucap Aksa.
" Tapi dia Papaku, buktinya dia selalu ke rumahku dan bermain denganku." Sahut Arsya.
Lagi lagi Alexa terkejut mendengar ucapan Arsya.
Aksa menatap Frans yang hanya diam saja.
" Papa jahat!!!!" Teriak Aksa. Ia berlari menaiki anak tangga.
" Aksa tunggu!" Ucap Alexa dan Frans bersamaan. Namun Aksa tidak mau mendengarnya.
Alexa menatap tamu undangan, ia melemparkan senyuman kepada mereka semua.
" Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, sepertinya ada kesalah pahaman di sini. Sebelumnya saya ucapkan maaf dan terima kasih atas kehadiran kalian semua. Sebelum kalian semua pulang silahkan di nikmati hidangannya." Ucap Alexa mempersilahkan mereka semua.
Alexa menatap Sinta dan anaknya, setelah itu ia menatap Frans.
" Kalian ikut aku!" Titah Alexa berjalan menuju lantai atas.
Frans dan Sinta segera mengikutinya.
" Mama siapa Tante itu?" Tanya Arsya.
" Diamlah sayang! Kau membawa masalah ke rumah ini." Ucap Sinta membuat Arsya diam.
Alexa masuk ke dalam ruangan yang biasa Frans pakai untuk meeting bersama pegawai intinya. Ia berdiri sambil melipat kedua tangan di dadanya.
" Apa yang ingin kalian jelaskan di sini? Jelaskan sekarang juga sebelum aku berasumsi jika kalian selingkuh di belakangku." Titah Alexa.
" Sayang maafkan aku! Aku...
Aku apa ya????
Tekan like untuk mendukung karya author...
Terima kasih..
__ADS_1
Miss U All...
TBC...