Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang

Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang
GARA GARA CIUMAN


__ADS_3

" Aku melakukannya karena aku ingin sedikit memberi gebrakan pada Mas Arian. Dengan aku berbuat seperti itu padamu, aku bisa sedikit memberinya ancaman. Aku ingin Mas Arian melupakanmu Xa, dengan begitu dia bisa belajar mencintaiku. Aku ingin menjalani pernikahan seperti wanita lainnya. Aku ingin hidup bahagia bersamanya Xa. Maafkan aku jika aku harus melibatkanmu karena aku yakin Mas Arian akan melakukan apapun demi kamu." Ujar Dira panjang lebar.


" Apa ucapanmu bisa di percaya?" Tanya Alexa menatap Dira dengan tatapan menyelidik.


" Aku berkata yang sebenarnya Xa. Aku tidak akan tega melukai wanita sebaik dirimu. Aku yakin dengan rencanaku kemarin, kau ataupun Frans pasti akan memberitahu Mas Arian tentang perilaku pada kalian berdua, itu sebabnya aku melakukannya. Dan benar saja, entah siapa yang mengadu padanya, Mas Arian bertanya padaku. Aku sengaja menjawab karena aku ingin menghancurkan pernikahanmu. Dia terlihat sedikit marah padaku." Ucap Dira.


" Aku memberikan tantangan padanya, dalam waktu tiga bulan dia harus belajar mencintaiku dan melupakanmu, jika dalam tiga bulan dia belum bisa melupakanmu aku mengancamnya akan melukaimu. Dan dia setuju dengan yang Aku katakan." Sambung Dira. Dira menggenggam tangan Alexa.


" Aku mohon doamu Xa, aku mohon doakan supaya Mas Arian bisa memenangkan tantangan itu, aku tidak ingin benar benar melukai dirimu Xa." Ujar Dira.


" Jika memang ucapanmu benar, aku merasa lega Ra. Aku akan selalu mendoakan kebahagiaan kalian berdua. Semangat dan bersabarlah untuk mendapatkan cinta Mas Arian! Aku yakin usahamu tidak akan sia-sia." Ucap Alexa.


" Amin, terima kasih Xa." Sahut Dira di balas senyuman oleh Alexa.


" By the way, apa kamu mencintai Mas Arian?" Selidik Alexa menatap Dira.


Dira tersenyum malu sambil menganggukkan kepalanya.


" Syukurlah kalau kau memang mencintai Mas Arian, semoga Mas Arian segera membalas perasaanmu Ra." Ucap Alexa.


" Semoga Xa." Sahut Dira.


Mereka melanjutkan mengobrol sampai terdengar suara tangisan Aksa dari kamarnya.


" Aku ke kamar dulu Ra." Ucap Alexa meninggalkan Dira.


Tak lama Alexa kembali bersama Aksa dalam gendongannya.


" Xa bolehkah aku menggendongnya?" Tanya Dira menatap Aksa.


" Boleh." Ujar Alexa memberikan Aksa pada Dira.


" Uluh uluh ponakan aunti, cakep banget sih. Mirip papa kamu banget nih wajahnya. Bukannya biasanya kalau anak laki laki lebih dominan mirip ibunya ya Xa? Tapi Aksa malah mirip Frans." Ujar Dira menatap Alexa.


" Mungkin Frans yang kepengin dia hadir kali ha ha." Kekeh Alexa.


" Bisa aja, nih karena gen Frans yang lebih banyak menyumbang ha ha ha." Ucap Dira tertawa.


Mereka mengobrol sambil bermain main dengan Aksa sampai tak terasa hari sudah siang.


" Sudah siang Xa, aku pulang dulu ya." Ucap Dira.

__ADS_1


" Oke, kapan kapan main lagi ya." Ujar Alexa.


" Siap... " Sahut Dira.


Alexa mengantar Dira keluar rumahnya, sampai di depan pintu mereka berpapasan dengan Frans.


" Dira, ngapain kamu ke sini?" Tanya Frans menatap Dira dan Alexa bergantian.


" Aku bermain sama Aksa dan Alexa." Sahut Dira santai.


" Jangan pernah berani menyentuh mereka apalagi menyakitinya Dira, atau aku akan membuatmu lenyap dari muka bumi ini." Ancam Frans menatap tajam ke arah Dira.


" Wow Frans.... Aku takut." Ucap Dira.


" Tenang saja! Aku tidak melakukan hal itu selama Mas Arian berada di dalam genggamanku. Tapi kalau tidak, aku tidak berjanji jika aku diam saja. Untuk itu bantu aku meluluhkan dan mendapatkan hati Mas Arian." Ucap Dira menepuk pundak Frans lalu pergi.


Frans menatap kepergian Dira sambil melongo. Ia tidak paham apa maksud Dira.


" Nanti aku jelaskan,sekarang masuklah Pi! Aku akan siapkan makan siang." Ucap Alexa.


" Baiklah." Ucap Frans mencium kening Alexa.


Mereka masuk ke dalam rumah menuju meja makan. Sambil menggendong Aksa, Alexa mengambilkan makanan untuk Frans. Frans menatapnya penuh bahagia. Sebenarnya Frans ingin mengambil sendiri namun Alexa melarangnya.


Frans menyendok makanan lalu menyodorkannya ke mulut Alexa. Alexa menatapnya.


" Kamu juga harus makan biar asi kamu banyak." Ucap Frans.


Alexa tersenyum lalu menerima suapan dari Frans. Alhasil mereka makan sepiring berdua begitupun dengan gelasnya.


Selesai makan mereka kembali ke kamar. Alexa duduk di atas ranjang sambil menjaga Aksa yang mulai aktif.


" Sayang, apa yang ingin kau jelaskan padaku?" Tanya Frans sambil membuka kemejanya.


" Apa yang Dira lakukan kemarin itu hanya sandiwaranya saja Pi, dia punya alasan sendiri untuk itu." Ujar Alexa.


" Apapun alasannya aku tidak menyukainya sayang, bisa saja itu hanya alasan dia saja untuk membantah tuduhanmu." Ujar Frans.


" Tidak Pi, dia bilang.....


Alexa menceritakan seperti apa yang Dira katakan kepadanya.

__ADS_1


" Tapi aku minta kamu harus tetap berhati hati dengannya, terutama selalu jaga Aksa darinya." Ucap Frans naik ke atas ranjang.


" Anak Papi udah pinter miring miring ya, bentar lagi bisa tengkurap sama terlentang sendiri. Terus bisa merangkak terus berdiri, tidak lama bisa jalan deh. Bisa Papi ajak lari lari ke taman nanti." Ujar Frans mengelus kepala Aksa.


" Iya donk Pi, kan Aksa anak sehat." Ucap Alexa menirukan suara anak kecil.


" Jadi anak sholeh sayang, kelak akan membanggakan Mami sama Papi. Saat kau dewasa nanti jagalah Mami untuk Papi sayang. Karena Papi tidak bisa terus menjaga Mamimu." Ucap Frans mencium dahi Aksa.


" Kok ngomongnya gitu sih Pi, jangan ngomong yang aneh aneh ah, aku tidak suka." Ucap Alexa.


" Tetaplah bersamaku selamanya, panjang umur dan sehat selalu. Aku ingin kau selalu menjagaku Pi. Menjaga kamu berdua, bahkan kau harus menjaga kami bertiga, berempat atau berlima." Ujar Alexa.


Frans merangkul pundak Alexa, ia mencium kening Alexa dengan lembut.


" Baiklah sayang aku akan selalu sehat, panjang umur, supaya aku bisa menjagamu dan anak anak kita selamanya." Ucap Frans.


" Terima kasih Pi." Ucap Alexa mencium pipi Frans.


Frans membulatkan matanya sambil melongo.


" Sayang... " Ucap Frans tak percaya Alexa agresif lebih dulu.


" Apa Pi?" Tanya Alexa dengan suara menggoda.


" Sayang kau menggodaku." Ujar Frans menyusupkan tangannya ke tengkuk Alexa.


Alexa dan Frans saling melempar tatapan. Alexa mengalungkan tangannya ke leher Frans. Ia memajukan wajahnya lalu mencium bibir Frans dengan lembut. Ia menyusupkan lidahnya mengekspos setiap inchinya.


Tak tahan di kuasai oleh Alexa, Frans mengambil alih perannya. Ia mencetak bibir Alexa dengan lembut. Suara decapan memenuhi kamar mereka. Keduanya saling menikmati manisnya bertukar saliva sampai suara tangisan Aksa menyadarkan mereka.


Alexa dan Frans menoleh ke asal suara dan...


" Astaga Aksa... " Pekik Alexa.


Nah loh kenapa ya si Aksa?


Tekan like untuk mendukung karya author...


Terima kasih...


Miss U All...

__ADS_1


TBC...


__ADS_2