Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang

Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang
PERASAAN ARIAN


__ADS_3

" Apa maksudmu Dira?" Selidik Arian.


" Aku sudahi semuanya sampai di sini."


Jeduarrrr......


Tubuh Arian terasa kaku mendengar ucapan Dira. Ia merasa tidak rela dan ada sesuatu yang mengusik relung hatinya.


" Aku akan segera mengirim surat perpisahan untukmu."


" Nadira!!!" Bentak Arian membuat Dira berjingkrak kaget.


" Apa apaan kamu ini hah? Apa hanya karena hal itu kau memutuskan hubungan denganku? Apa kau menganggap pernikahan ini hanya main main saja begitu?" Tanya Arian menatap Dira dengan tajam.


" Lalu aku harus bagaimana hah? Kau sendiri tidak bisa melupakan masa lalumu, kau tidak bisa mencintaiku, lalu untuk apa hubungan ini berlanjut? Mending sudahi saja semuanya sampai di sini Mas. Aku tidak mau merasakan sakit hati lagi. Aku membebaskanmu dari pernikahan ini." Teriak Dira.


" Aku tidak akan menceraikanmu sampai kapan pun Dira. Kau hanya perlu bersabar menunggu aku mencintaimu. Jujur, saat ini aku sedang memastikan perasaanku padamu. Jangan berdebat lagi! Aku tidak mau ribut tentang masalah ini. Kalau kamu tidak mau, terserah kau mau melakukan apa, aku tidak peduli." Ucap Arian pergi meninggalkan kamar.


Dira duduk di tepi ranjang, ia berusaha memikirkan tentang ucapannya barusan.


" Arghhhh.. " Teriak Dira.


" Apa sih yang dia mau? Mencintaiku butuh waktu, melupakan Alexa tidak bisa, di minta pisah juga tidak mau. Lama lama bisa stress aku." Monolog Dira.


" Kau harus bersabar Dira... Jangan sampai kau melakukan hal yang membuatmu menyesal selamanya." Monolog Dira.


" Aku merasa Mas Arian mulai beda denganku, sepertinya dia mulai mencintaiku. Tunggu sebentar lagi Dira.... Tiga bulan belum selesai." Ucap Sandia.


" Aku akan membantumu menyadari perasaanmu padaku Mas." Gumam Dira tersenyum smirk.


Dira merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ia memejamkan matanya berharap bisa melupakan apa yang sedang terjadi.


...****************...


Pagi ini Dira sudah berdandan rapi, ia sedang duduk di depan meja rias. Arian yang baru keluar dari kamar mandi mengerutkan keningnya.


" Kamu mau kemana Dira? Tumben udah rapi." Ucap Arian menatap Dira.


" Aku mau ketemuan sama Yudha, katanya ada yang ingin di bicarakan padaku." Sahut Dira santai sambil mengoleskan lipstik di bibirnya.


" Apa? Yudha? Pacar kamu itu?" Tanya Arian memastikan.


" Iya." sahut Dira beranjak mengambil tas selempangnya.


" Aku tidak mengijinkan kamu pergi Dira." Ucap Arian.


Dira mendekati Arian lalu mengalungkan tangannya ke leher Arian.

__ADS_1


" Aku tidak meminta ijin darimu Mas, tadi kau bertanya jadi aku jawab." Sahut Dira mengelus pipi Arian.


Arian memejamkan matanya, tiba tiba Dira mengecup bibirnya. Jantung Arian terasa berhenti berdetak, tubuhnya mematung.


Dira mendongak menatap Arian begitupun sebaliknya.


" Kenapa kau diam saja? Kau tidak marah aku menciummu?" Tanya Dira.


" Kau istriku, jadi kau berhak melakukannya. Aku tidak akan marah ataupun melarangmu." Ucap Arian.


" Terima kasih sudah membiarkanku melakukan itu, aku harus pergi karena Yudha sudah menungguku." Ucap Dira membalikkan badannya.


" Jangan pergi!" Arian mencekal tangannya.


" Kenapa?" Tanya Dira menatap Arian.


" Karena aku... Aku... Aku tidak menginginkannya." Sahut Arian.


" Kita sudah membahas soal ini tadi, sekarang biarkan aku pergi!" Dira melepaskan tangan Arian lalu meninggalkan Arian sendiri.


Melihat itu, Arian segera memakai bajunya. Ia berlari menuju mobilnya, ia melakukan mobilnya mencari mobil Dira untuk mengikutinya.


Dira yang melihatnya dari spion, sengaja memperlambat laju mobilnya.


" Ikuti aku Mas! Aku akan membuatmu menyadari perasaanmu padaku. Jika caraku tidak berhasil, maka aku akan menyerah. Aku hanya bisa pasrah setelah ini." Monolog Dira.


" Hai, lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu hari ini?" Tanya Dira mengulurkan tangannya.


" Aku baik." Sahut Yudha menyambut tangan Dira.


" Kamu tambah cantik." Sambung Yudha menatap Dira.


" Terima kasih." Sahut Dira.


" By the way ada apa kamu memintaku ke sini?" Tanya Yudha.


" Aku ingin mendengar sesuatu dari bibirmu, apa kau tidak merasa punya hutang padaku?" Dira balik bertanya.


" Aku minta maaf. Maafkan aku yang telah meninggalkanmu begitu saja. Saat itu aku kalut, aku tidak bisa berpikir panjang tentangmu. Apalagi dokter mengatakan jika kau sulit sembuh dan kau.... " Yudha menjeda ucapannya.


" Dan aku tidak bisa hamil, begitu." Sahut Dira.


" Maaf." Ucap Yudha.


" Tidak masalah, aku justru merasa bersyukur karena kamu meninggalkan aku, aku jadi memiliki suami yang sangat baik hati seperti Mas Arian. Kalau tidak, aku pasti akan menyesal karena telah kehilangan jodoh sebaik dirinya." Ucap Dira.


Yudha menggenggam tangan Dira.

__ADS_1


" Dira, sejujurnya aku masih mencintaimu. Aku masih menyayangimu, mau kah kau meninggalkan suamimu dan kembali padaku?" Tanya Yudha menatap Dira.


" Beraninya kau."


Tiba tiba Arian datang lalu memukul Yudha.


Bugh.... Bugh...


" Mas hentikan!" Teriak Dira menghentikan Arian.


" Kenapa? Kenapa kau membelanya Dira?" Bentak Arian.


" Mas aku tidak membelanya, aku hanya tidak mau kau mengotori tanganmu karena dia." Sahut Dira.


Yudha menatap tajam ke arh Dira sambil mengusap darah di sudut bibirnya.


" Kau menjebak ku Dira, kau sengaja mengajak aku bertemu di sini supaya suamimu menghajar ku, begitu kan." Ucap Yudha tidak percaya.


" Tidak Yudha, aku... "


" Ah bullshit...Aku pergi. Ingat Dira! Apa yang aku ucapkan itu adalah kenyataan. Jika kau mau kembalilah padaku dan tinggalkan suamimu ini." Yudha berlalu melewati Arian begitu saja.


Kini gantian Arian yang menatap Dira dengan tajam.


" Kau harus menjelaskan masalah ini di rumah, sekarang kita pulang. Kalau tidak mau tidak usah pulang sekalian." Ucap Arian keluar menuju mobilnya.


Dira segera berlari menuju mobilnya juga. Keduanya melajukan mobil masing masing kembali ke rumah.


Sesampainya di rumah Arian menarik tangan Dira menuju kamarnya.


" Kenapa kau lakukan semua ini hah? Apa kau mau kembali padaYudha yang telah mencampakkanmu itu?" Selidik Arian.


" Apapun alasanku kau tidak perlu tahu Mas, yang jelas tidak ada niatan sedikit pun untuk kembali padanya. Aku sudah tidak mencintainya lagi sejak kehadiranmu. Aku juga tidak memikirkan dirinya sejak kau selalu ada di sisiku. Kau tidak perlu khawatir. Aku hanya ingin memastikan perasaanmu saja. Aku sengaja menemui Yudha karena aku ingin melihat reaksimu saat melihat semua itu. Aku ingin tahu perasaanmu padaku saat ini tanpa adanya dusta yang keluar dari bibirmu." Uajr Dira.


" Lalu apa yang kau dapatkan? Apa yang kau simpulkan tentang sikapku tadi?" Tanya Arian.


" Aku bisa melihat cinta di matamu Mas, aku bisa melihat kecemburuan dari sikapmu tadi, jika aku tidak salah menilai, aku ingin kau mengatakan cintamu padaku saat ini juga." Sahut Dira.


" Kenapa kau begitu percaya diri Dira? Kau salah, aku....


Aku apa ya????


Tekan like untuk mendukung karya author...


Terima kasih...


Miss U all...

__ADS_1


TBC...


__ADS_2