
Hari ini tiba pernikahan Sinta dan Rio yang di selenggarakan di sebuah hotel ternama. Alexa, Frans, Arian dan Dira masuk ke dalam menghampiri dua calon pengantin yang akan mengucapkan janji suci.
" Terima kasih kalian sudah datang." Ucap Rio menatap mereka.
" Sama sama, semoga sukses Bro. Jangan nervous atau kau akan salah sebut nama nanti." Ucap Frans menggoda Rio.
" Tenang saja aku sudah tarik nafas dalam dalak kok. Nggak akan nervous lagi." Sahut Rio menganggukkan kepala.
Rio dan Sinta duduk di depan pak penghulu, Sinta menikah dengan wali hakim karena ayahnya sudah tiada.
Dengan satu kali tarikan Rio berhasil mengucap ijab qobul. Itu artinya Sinta telah resmi menjadi istrinya. Rio mencium kening Sinta sedangkan Sinta mencium punggung tangan Rio. Suara tepuk tangan mengiringi kebahagiaan mereka berdua.
Setelah acara ijab qobul selesai di lanjut acara resepsi. Para tamu undangan bergantian mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.
" Selamat Sinta, semoga kalian bahagia." Ucap Alexa memeluk Sinta.
" Amin, terima kasih Xa." Ucap Sinta.
" Oh ya dimana Aksa? Kenapa dia tidak ikut datang? Apa dia masih marah padaku dan Arsya?" Tanya Sinta.
" Dia sedang ada tugas sekolah, dia menitipkan salam untukmu dan Rio." Ujar Alexa.
" Salam kembali untuknya." Sahut Rio.
" Silahkan di nikmati hidangannya, ada hidangan spesial untukmu Alexa." Ujar Rio.
" Apa?" Alexa mengerutkan keningnya.
" Cumi dan udang pedas, ada di stand seafood." Sahut Rio menunjuk salah satu stand makanan yang ada di sana.
" Oke." Sahut Alexa.
" Ayo Pi!" Ajak Alexa.
Alexa menggandeng lengan Frans menuju stand seafood di ikuti Arian dan Dira. Mereka duduk di meja VVIP.
" Mau aku ambilkan makanan sayang?" Tanya Frans menatap Alexa.
" Cumi sama udang pedas, nasinya dikit aja. Dan sepiring berdua denganmu." Sahut Alexa mengerlingkan matanya.
" Oke sayang, sesuai permintaanmu." Sahut Frans.
" Kamu juga mau?" Arian menatap Dira yang di balas anggukkan kepala olehnya.
" Tunggu di sini sebentar, aku akan mengambilnya." Ujar Arian menyusul Frans.
" Banyak juga tamu undangannya Xa." Ujar Sinta mengedarkan pandangannya.
" Iya, teman teman Rio kan banyak. Belum lagi teman teman mamanya." Sahut Alexa.
Frans dan Arian kembali dengan membawa sepiring makanan untuk istri istri mereka.
" Ini sayang." Ucap Frans dan Arian bersamaan sambil meletakkan sepiring makanan di depan Alexa dan Dira.
__ADS_1
Tiba tiba...
Huek...
Alexa dan Dira membekap mulutnya, entah mengapa perutnya terasa sangat mual melihat cumi dan udang pedas di atas piring.
" Empt... " Alexa menatap Frans sambil menunjuk mulutnya.
" Ayo sayang!" Frans yang paham akan kode yang di berikan Alexa segera menarik tangan Alexa menuju toilet yang ada di sana.
Arian pun melakukan hal yang sama.
Huek... Huek...
Alexa dan Dira memuntahkan seluruh isi perutnya di wastafel kamar mandi secara bersamaan. Para suami siaga berdiri di belakang mereka sambil melihat pelan tengkuk keduanya.
" Kenapa sih dengan kalian berdua? Kenapa bisa muntah bareng gini juga." Ujar Frans.
" Sabar Bro! Mungkin mereka masuk angin." Sahut Arian.
Di rasa sudah mendingan, keduanya mencuci mulut mereka dengan air bersih lalu mengeringkannya menggunakan tisu yang mereka bawa dari rumah.
" Kalau mereka berdua hamil, berarti Alexa hamil anak lo dong Yan."
" Enak aja!!" Sahut Arian dan Alexa bersamaan sambil menatap tajam ke arah Frans.
" Kami tidak punya hubungan apa apa Pi." Sahut Alexa.
" Lalu anak siapa donk?" Tanya Frans seperti orang bego'.
" Mana bisa?" Sahut Sinta dan Frans bersamaan pula.
" Udah udah! Ngapain sih ributin masalah itu. Yang jelas kalau kalian berdua hamil itu berarti anak dari suami kalian masing masing. Dan aku akan sangat bahagia jika Dira benar benar hamil." Ujar Arian merangkul pundak Dira.
" Ya kalau hamil Mas, paling juga masuk angin seperti biasanya. Apalagi kamu kan tahu kalau aku punya penyakit asam lambung. Tidak perlu berharap lebih Mas, atau kau akan kecewa nanti." Ujar Dira.
" Iya sayang, aku tidak berharap banyak kok. Aku hanya berdoa saja, karena setiap ucapan yang kita keluarkan dari bibir kita adalah doa. Siapa tahu Tuhan mengabulkannya." Sahut Arian.
" Amin." Sahut Dira dan Alexa bersamaan.
" Ayo kembali ke meja kita, kita lanjutkan makan." Ajak Frans.
" Kepalaku pusing Pi, mending kita pamit pulang aja ya." Ujar Alexa memegangi kepalanya.
" Baiklah kita pulang saja, bagaimana denganmu Arian? Apa kau masih mau di sini?" Tanya Frans menatap Arian.
" Aku ikut pulang aja lah, lagian aku nggak kenal orang orang di sini." Sahut Arian.
" Baiklah kita pamitan dulu." Sahut Frans.
Setelah berpamitan mereka berempat pulang ke rumah masing masing. Di perjalanan Alexa kembali muntah muntah hingga Frans harus menepikan mobilnya di pinggir jalan.
Huek...
__ADS_1
" Sayang kita ke rumah sakit aja ya, aku tidak mau sampai kamu kenapa napa." Ujar Frans memegangi rambut Alexa.
Alexa menggelengkan kepalanya.
" Kalau kamu muntah muntah terus begini nanti kamu tambah sakit. Kalau kamu sakit siapa yang akan mengurusku dan Aksa?" Ujar Frans membujuk Alexa.
" Aku tidak pa pa Pi, sampai rumah aku mau istirahat aja. Nanti juga akan sembuh sendiri." Ujar Alexa.
Frans menghela nafasnya.
" Baiklah kita pulang saja." Sahut Frans.
Frans kembali melajukan mobilnya menuju rumah. Alexa menyadarkan kepalanya pada jok mobil sambil memijat pelipisnya.
" Ya Tuhan sebenarnya kenapa dengan Alexa? Aku tidak ingin sampai dia sakit, aku tidak tega melihatnya. Semoga Alexa cepat sembuh dan sehat seperti sebelumnya." Batin Frans.
Sesampainya di rumah, Frans menghentikan mobilnya. Ia menoleh ke arah Alexa yang memejamkan mata, Frans berpikir Alexa tidur.
" Sayang bangun!" Ucap Frans menepuk pelan pipi Alexa.
Alexa tidak bergeming.
" Sayang bangun! Kita sudah sampai." Frans menepuk pipi Alexa lagi.
" Apa Alexa pingsan ya? Astaga ya Tuhan... "
Frans segera turun dari mobil, ia membuka pintu mobil Alexa lalu menggendongnya ke dalam kamarnya.
" Papi Mami kenapa?" Tanya Aksa menghampiri Frans.
Frans merebahkan Alexa di atas ranjang.
" Mami pingsan sayang, sepertinya Mami sedang sakit. Dari tadi juga muntah muntah terus." Sahut Frans.
" Ya ampun Mami." Aksa naik ke atas ranjang. Ia duduk di samping Alexa lalu memeluk Alexa.
" Mami bangun! Jangan tinggalin Aksa! Aksa tidak mau kehilangan Mami hiks... " Isak Aksa khawatir.
" Jangan menangis sayang! Mami pasti baik baik saja." Ucap Frans.
" Cepat telepon dokter Pi! Suruh dia kemari mengobati Mami. Aksa tidak mau sampai Mami kenapa napa." Ucap Aksa.
" Iya sayang, Papi akan menelepon dokter Mila." Sahut Frans mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
Tak lama dokter Mila datang. Ia segera memeriksa Alexa. Ia mengerutkan keningnya, pasalnya ada yang aneh di sini.
" Bagaimana keadaan istri saya Dok?" Tanya Frans menatap dokter Mila.
" Istri anda terkena...
Apa hayooo
Jangan lupa like untuk mendukung karya author... Terima kasih.
__ADS_1
TBC...