
Hari ini kedua bumil mengajak para suami berjalan jalan ke sebuah mall di kota ini. Tidak lupa Aksa ikut serta, ia di gandeng oleh kedua ayahnya. Sedangkan kedua ibunya berjalan di depan sambil melihat lihat barang kali ada stand yang mencuri hati mereka.
Alexa menghentikan langkahnya begitupun dengan Dira.
" Ada apa Xa?" Tanya Dira.
" Lihat pria itu Ra! Ganteng banget.... " Ucap Alexa dengan mata berbinar sambil menunjuk seorang pria tampan yang sedang berjalan ke arahnya.
Pria beparas tinggi, kulit putih, ada bulu bulu tipis menghiasi dagunya. Dan jangan lupakan tatto di tangannya.
" Iya kamu benar Xa, andai saja suami kita seperti itu. Maco Xa." Sahut Dira.
" Eh tapi kamu nggak ada niat menduakan Frans kan?" Tanya Dira menatap Alexa.
" Kita lihat saja!" Sahut Alexa.
" Kalian kenapa?" Tanya Frans mendekati Alexa.
" Aku mau foto bareng sama dia Pi. Dia ganteng banget kan? Aku ingin kalau anak kita cowok, bisa seganteng dan sekeren dia." Ucap Alexa kembali menunjuk pria itu.
Frans melihat ke arah yang di tunjuk Alexa.
" Tidak boleh." Sahut Frans cepat.
" Kenapa tidak boleh? Ini bukan kemauanku tapi kemauan anak kamu Pi. Kalau tidak keturutan nanti dia encesan lhoh." Ujar Alexa.
" Pokoknya tidak boleh Alexa." Ujar Frans.
" Ayo Ra kita samperin dia." Ucap Alexa menggandeng Dira mendekat pria itu tanpa mempedulikan Frans.
" Hai." Sapa Alexa berhenti di depannya.
" Hai, ada apa ya? Apa kita saling kenal?" Tanyanya.
" Ah tidak, tapi kenalkan aku Alexa dan ini Dira." Ucap Alexa mengulurkan tangannya.
" Oh,,, Aku Jackson." Ucapnya menyambut tangan Alexa.
" Boleh minta foto berdua?" Tanya Alexa menatapnya.
" Boleh." Sahut Jackson.
Alexa segera mengeluarkan ponselnya lalu meminta Dira untuk memfotonya dan Jackson.
Arian dan Frans yang melihatnya merasa kesal. Mau marah malu karena banyak pengunjung lain berlalu lalang. Alexa dan Jackson saling follow ig.
" Satu foto lagi ya." Ujar Alexa.
" Oke." Sahut Jackson.
__ADS_1
Mereka kembali berfoto. Frans membulatkan matanya saat Alexa berpose mencium pipi Jackson. Merasa tidak terima, ia segera menghampiri Alexa lalu menarik tangannya menjauh dari Jackson.
" Eh apa apaan sih Pi. Jangan main tarik tarik begini donk! Sakit tahu nggak sih!" Ujar Alexa mengikuti langkah Frans.
" Kamu keterlaluan sayang, bisa bisanya kamu mencium pria lain di depan suamimu sendiri." Ucap Frans.
" Aku refleks aja tadi. Aku gemes lihat wajahnya yang super tampan itu." Sahut Alexa enteng.
Frans menghentikan langkahnya, ia berbalik badan menatap Alexa.
" Super tampan? Apa menurutmu aku kurang tampan begitu?" Tanya Frans di balas anggukkan kepala oleh Alexa.
" Oh jadi aku kurang tampan, baiklah. Akan aku tunjukkan apa itu arti tampan bagi wanita lain." Ucap Frans kesal.
Tiba tiba Frans menarik seorang gadis yang lewat di sampingnya. Lalu...
Cup...
Frans mengecup bibir gadis itu membuat gadis itu terpesona dengan ketampanannya. Alexa melongo membuka sedikit mulutnya. Ia tidak menyangka Frans bisa berbuat seperti itu di depannya.
" Maaf!" Ucap Frans pada gadis itu.
Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya lalu pergi sambil menyentuh bibirnya.
" Sudah lihat? Dia saja sampai terpesona dengan ketampananku, berarti aku juga super tampan bagi wanita lainnya." Ucap Frans.
" Kau tega melakukan ini padaku Pi, kau jahat!" Alexa berlari menuju pintu keluar.
" Astaga kenapa dia?" Gumam Frans. Ia menatap Arian dan Dira yang berdiri tak jauh dari sana.
" Rasain kamu Frans, udah tahu bini lagi hamil. Emosinya labil bro... Malah kamu cari gara gara, ya marah lah dia." Ujar Arian.
" Ah sial!!! Aku cemburu tau nggak Yan melihat dia mencium pria asing itu. Aku sampai lupa kalau emosinya lagi labil." Sahut Frans.
" Ya udah aku pulang dulu, kalian lanjutin aja jalan jalannya. Aksa, Papi pulang duluan ya. Ucap Frans.
" Iya Pi, selamat membujuk Mami. Semoga berhasil." Sahut Aksa.
Frans berlari menuju parkiran. Ia membuka mobilnya, namun tidak ada Alexa di sana. Ia membuka GPS pada ponselnya yang terhubung dengan ponsel Alexa untuk melacak keberadaan Alexa.
" Perjalanan pulang." Gumam Frans.
Frans segera melajukan mobilnya menuju rumahnya. Sesampainya di rumah, ia segera berlari ke dalam.
" Sayang." Panggil Frans.
Frans menaiki tangga menuju kamarnya.
Ceklek....
__ADS_1
Frans masuk ke dalam kamarnya, ia menatap Alexa lalu menghampirinya. Ia merasa kasihan dengan Alexa tiduran sambil tengkurap di atas ranjang.
" Sayang jangan tengkurap seperti ini! Nanti dada kamu sesak karena sulit bernafas. Kasihan dedeknya sayang." Ucap Frans mengelus kepala Alexa.
Alexa tidak bergeming. Frans menghela nafasnya.
" Sayang maafkan aku! Aku terbawa emosi sesaat tadi. Aku cemburu melihatmu menciumnya. Itu sebabnya aku kesal dan membalasmu dengan mencium gadis itu. Tapi sungguh, aku tidak punya niatan untuk menduakanmu. Aku hanya mencintaimu saja, tidak ada yang lain. Percayalah sayang!" Ucap Frans lirih di akhir kalimatnya.
" Bodo' amat." Cebik Alexa.
" Sayang jangan gitu donk! Jangan marah lagi ya. Anggap aja kita satu sama. Kamu mencium pria itu dan aku mencium gadis itu. Maaf ya!" Ujar Frans lembut membujuk Alexa.
Alexa bangkit, ia duduk bersikap menghadap Frans.
" Aku hanya refleks saja tadi tapi kalau kamu sengaja mencium gadis itu untuk membalasku. Itu artinya kau jahat! Kau tidak memikirkan perasaanku Pi." Ucap Alexa.
" Iya sayang, aku jahat. Maafkan aku ya!" Ucap Alexa mengalah.
" Mengalah saja lah, kalau melawan ibu hamil pasti kalah, tidak ada menangnya. Mereka merasa benar sendiri kan? Jadi cari aman saja." Batin Frans.
" Aku akan menuruti apa yang kau mau jika kau mau memaafkan aku. Gimana?" Frans kembali membujuk Alexa.
Alexa sedikit berpikir.
" Apapun?" Tanya Alexa memastikan.
" Iya apa pun." Sahut Frans waspada.
" Baiklah aku memaafkanmu, tapi aku ingin makan bakso di tempat biasanya. Dan kamu harus makan empat mangkok sekaligus."
" Apa??" Pekik Frans tidak percaya.
" Empat mangkok." Alexa menunjukkan keempat jarinya.
" Aku tidak mau sayang, satu mangkok saja udah kenyang. Apalagi empat mangkok, alamat aku nggak bisa jalan nanti." Ujar Frans.
" Kalau nggak mau ya udah, aku nggak mau maafin kamu." Ucap Alexa mengerucutkan bibirnya.
" Sabar Frans... Sabar! Ingat! Emosi bumil. itu labil. Yang ada kalau dia kesal meledak ledak tuh emosinya." Batin Frans.
Frans menghela nafasnya pelan.
" Baiklah sayang, aku akan memakan empat mangkok bakso sekaligus. Bakso kosong tapi tanpa mie dan sayuran." Ujar Frans.
" Oke, ayo sekarang kita berangkat." Ajak Alexa antusias.
Frans mengambil kunci mobil di atas nakas. Ia menggandeng tangan Alexa menuju mobilnya. Ia melakukan mobilnya menuju kedai bakso tempat biasa ia dan Alexa makan.
Sampai di sana Frans memesan lima mangkok bakso. Setelah pesanan datang mereka makan dengan khidmat. Yang awalnya Alexa meminta Frans menghabiskan empat mangkok bakso, nyatanya ia tidak tega. Alhasil Alexa memakan tiga mangkok bakso dan Frans hanya du mangkok saja.
__ADS_1
TBC.....