Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang

Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang
CALON ISTRI ARIAN


__ADS_3

Satu minggu sudah Alexa mengabaikan Frans membuat hidup Frans bagai di neraka. Pagi ini Frans menghampiri Alexa yang sedang menyusui Aksa di ranjangnya.


" Sayang, aku mohon hentikan pertikaian ini! Kasihan Aksa sayang, dia harus ikut menikmati situasi dingin ini karena kemarahanmu. Aku sudah bilang tampar aku! Pukul aku! Luapkan amarahmu pada tubuhku! Jangan terus diam dan mengabaikan aku seperti ini! Jika kau merasa hina maka aku lebih hina sayang, aku yang mengejarmu, aku yang memojokkanmu untuk menerima perasaanku, aku yang salah di sini bukan kamu. Maafkan ucapanku yang telah menyakitimu sayang, maafkan aku!" Frans duduk bersimpuh di samping ranjang sambil menundukkan kepala.


Alexa menghembuskan nafasnya kasar. Ia merasa kasihan dengan Frans yang selama ini terus mengejar maaf darinya. Sejujurnya ia tidak marah dengan Frans tapi ia merasa insecure dengan dirinya sendiri karena perbuatannya yang telah mengkhianati Arian dulu.


" aku memaafkanmu Pi!" Ucap Alexa.


Frans mendongak menatap Alexa.


" Benarkah?" Tanya Frans memastikan.


" Sebenarnya aku tidak marah padamu, aku hanya malu pada diriku sendiri karena telah melakukan hal yang tidak seharusnya aku lakukan. Aku tidak tahu harus bagaimana, makanya aku hanya diam." Ujar Alexa.


" Jangan pernah merasa rendah sayang, lupakan semua yang pernah terjadi! Kita harus melangkah menyambut masa depan baru demi anak kita. Maafkan aku! Maafkan ucapanku! Aku tidak sadar mengatakan itu padamu. Aku terbakar api cemburu sayang, maaf!" Ucap Frans menangkup wajah Alexa.


Alexa menganggukkan kepala.


" Terima kasih sayang." Frans mengecup kening Alexa.


" Jangan abaikan aku lagi! Aku tidak bisa hidup dengan kemarahanmu sayang." Ucap Frans.


Lagi lagi Alexa menganggukkan kepalanya.


Frans menatap Aksa yang sedang menyesap put*ng susu Alexa dengan kuat. Ia tersenyum melihatnya.


" Maafkan Papi sayang yang telah membuatmu dan Mamimu bersedih! Papi berjanji tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Frans mencium pipi Aksa.


Drt drt drt


Ponsel Alexa berdering, ia segera mengangkat panggilan dari Arian tanpa ijin dari Frans.


" Halo Mas." Sapa Alexa.


Frans menatap ke arahnya.


" Xa Mas sudah berunding dengan keluarganya, kami sepakat untuk menikah besok pagi. Apa kau bisa datang ke acara pernikahan Mas?" Tanya Arian di sebrang sana.


" Mas apa dia menginginkan pernikahan ini?" Bukannya menjawab Alexa malah balik bertanya.


Bukan tanpa alasan Alexa bertanya seperti itu. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana Arian bisa hidup dengan gadis yang tidak ia cintai ataupun mencintainya. Bisa Alexa bayangkan kalau gadis itu akan memperlakukan Arian dengan buruk, apalagi Arian membuatnya gagal menikah dengan kekasihnya.


" Sebenarnya tidak Xa, tapi demi kebaikannya dia akhirnya mau menerimanya." Jawab Arian.


" Aku akan datang Mas, aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu. Semoga dia bisa menerimamu dan bisa segera mencintaimu, bwgitupun denganmu." Alexa menutup panggilannya.

__ADS_1


Tak terasa air mata menetes begitu saja di pipinya. Ia segera mengusapnya setelah menyadari jika Frans menatapnya.


" Kau sedih Arian mau menikahi wanita lain? Apa sebegitu cintanya kamu dengannya? Apa aku dan Aksa tidak ada artinya sedikitpun di dalam hatimu? Kau menangisi pria lain di depan suamimu sendiri. Kau tidak memikirkan perasaanku Lexa." Ucap Frans.


" Kau selalu berasumsi sendiri akhir akhir ini, padahal dulu kamu tidak seperti ini Pi, aku menangis karena aku merasa bersalah pada Mas Arian. Aku telah menghancurkan hidupnya. Sejak aku mengkhianatinya dia harus menghadapi berbagai masalah. Dia hendak menikah dengan wanita yang tidak di cintai ataupun mencintainya, aku tidak bisa membayangkan bagaimana penderitaan Mas Arian." Ujar Alexa.


" Lalu bagaimana dengan penderitaanku?" Tanya Frans.


Alexa mengerutkan keningnya.


" Aku menikahi wanita yang aku cintai tapi dia tidak mencintaiku, jangankan mencoba membalasnya, dia bahkan tidak peduli dengan semua itu. Apa kau pikir aku tidak menderita Lexa?" Frans kembali terpancing emosi.


Entah mengapa ia menjadi pria yang cemburuan setelah menikah dengan Alexa, ia takut kehilangan Alexa dan putranya.


" Frans benar, aku tidak memikirkan perasaannya. Jika seperti ini bagaimana kami bisa hidup bahagia? Aku harus memperbaiki hubungan ini, aku tidak boleh memikirkan hidup orang lain. Aku tidak mau sampai pernikahan ini gagal lagi, apalagi ada Aksa yang sangat membutuhkan kasih sayang kami. Ayo Alexa!! Kamu pasti bisa! Fokus pada Frans dan Aksa." Batin Alexa.


" Aku minta maaf Pi!" Ucap Alexa.


" Maafkan aku yang tidak memikirkan perasaanmu, aku akan memperbaiki hubungan ini. Aku berjanji akan memberikan hati dan cinta ini padamu. Maafkan aku!" Ucap Alexa.


" Sudahlah tidak perlu di bahas! ini hanya akan membuat pertengkaran di antara kita." Ucap Frans keluar kamarnya.


Alexa menatap kepergiannya sambil menghela nafasnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Sayang kamu cantik sekali, aku tidak rela kecantikanmu di lihat banyak orang." Ucap Frans menghampiri Alexa.


" Apaan sih Pi! masa' aku mau pakai daster untuk menghadiri acara pernikahan kan nggak lucu." Ujar Alexa.


" Kau akan mengalahkan pesona pengantinnya nanti." Ucap Frans.


" Tidak lah, yang paling cantik itu pengantinnya bukan aku." Sahut Alexa.


Frans menarik pinggang Alexa mengikis jarak di antara mereka.


" Kau selalu cantik di mataku sampai kapan pun, aku mencintaimu." Frans mencium kening Alexa.


" Aku akan menanti kau membalas ungkapan cintaku." Sambung Frans.


" Maafkan aku! Tapi aku akan membalas secepatnya." Ucap Alexa.


" Tidak perlu memikirkan hal itu! Biarkan waktu yang menjawabnya." Ucap Frans.


Alexa menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Ayo kita berangkat!" Ajak Frans.


" Iya." Sahut Alexa.


Alexa menggendong Aksa sedangkan Frans menggandeng tangannya. Frans merasa bahagia setidaknya mereka sama sama melupakan masalah yang terjadi kemarin.


Frans melajukan mobilnya menuju alamat mempelai wanita. Sesampainya di sana keduanya masuk ke dalam rumah yang lumayan mewah dimana para tamu undangan sudah datang sebelumnya.


Mereka di sambut baik oleh keluarga calon istri Arian.


" Mana Mas Arian?" Alexa celingak celinguk mencari Arian.


" Itu dia sayang!" Frans menunjuk Arian yang duduk di meja ijab qobul.


Keduanya menghampiri Arian dan seorang wanita menggunakan gaun pengantin yang duduk di kursi roda.


" Mas Arian." Panggil Alexa membuat keduanya menoleh.


Deg...


Alexa menghentikan langkahnya saat melihat mempelai wanita.


" Alexa." Ucapnya.


" Dira." Gumam Alexa.


Alexa menatap Frans begitupun sebaliknya.


" Kenapa sayang?" Tanya Frans.


" Frans." Ucap Dira menatap Frans yang menggendong Aksa. Terlihat ia mengepalkan erat tangannya.


Frans menatap Dira sejenak lalu kembali menatap Alexa.


" Siapa dia sayang? Apa kamu mengenalnya?" Tanya Frans.


" Dia...


Dia siapa hayoo...


Jangan lupa tekan like untuk mendukung karya author...


Terima kasih untuk readers yang telah mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All...

__ADS_1


TBC...


__ADS_2