Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang

Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang
JADI REBUTAN DUA PRIA TAMPAN


__ADS_3

Setelah kepergian Rio dan Sinta, Alexa memejamkan matanya. Ia ingin mengistirahatkan tubuhnya barang sesaat saja. Saat ia hendak menuju al mimpinya tiba tiba pintu di ketuk dari luar. Tak lama Arian masuk menghampirinya.


" Mas Arian." Gumam Alexa menatap Arian.


" Hai Xa, Mas ucapkan selamat ya atas kelahiran babby. Semoga menjadi anak sholeh dan kau bisa segera pulih." Ucap Arian menatap Alexa.


" Amin terima kasih Mas." Sahut Alexa.


Arian menatap Frans yang masih menggendong Aksa.


" Hai Frans." Sapa Arian.


" Hai." Sahut Frans.


" Aku tidak menyangka kalau kau bisa seluwes ini menggendong babby, sepertinya sudah saatnya kau harus mempunyai babby sendiri Bro." Ucap Arian.


" Aku sudah punya babby Bro." Sahut Frans.


Alexa memejamkan matanya, Ia tidak mau melukai hati Arian lagi jika Arian tahu kalau Frans ayah kandung dari babby nya.


" Owh ternyata kau sudah punya babby rupanya, selamat ya! Maaf aku tidak tahu!" Ucap Arian.


" Tidak masalah." Shaut Frans.


" Boleh gantian menggendongnya Bro?" Arian menatap Frans.


" Tidak boleh! Aksa milikku jadi kau tidak boleh mengambilnya dariku." Ucap Frans bercanda.


" Hey apa kau lupa? Aku ayahnya, dia anak dari istriku Bro." Sahut Arian tak mau kalah.


" Mantan, bukan istri lagi."


" Sama aja! Yang jelas dia anakku." Sahut Arian.


" Anak darimana? Orang kamu tidak membuat kok bisa bilang ini anak kamu." Ujar Frans.


" Kamu juga tidak ikut membuatnya, tapi kamu boleh mengakuinya."


" Siapa bilang aku tidak membuatnya? Ini putraku dan aku yang membuatnya Bro!"


Jeduar.....


Bagai di sambar petir di siang bolong. Tubuh Arian kaku tidak bisa di gerakkan. Ia menatap Alexa dengan penuh pertanyaan. Alexa menundukkan kepalanya menandakan tidak mau membantah ucapan Frans.


" Mas tidak menyangka Alexa.... Ternyata kau bermain dengan sahabatmu sendiri. Kalian menusukku dari belakang. Aku memberikan kepercayaan penuh pada persahabatan kalian berdua sejak lama, tapi apa? Setelah menikah kalian justru menjalin hubungan, kenapa Frans? Kenapa Alexa? Kenapa setelah menikah? Kenapa tidak dari dulu saja sebelum kalian punya pasangan masing masing?" Arian mengeluarkan kekecewaannya pada mereka berdua.


Melihat sikap Arian, Alexa tidak kuasa menahan tangisnya. Ia merasakan sakit yang Arian rasakan saat ini.

__ADS_1


" Maafkan aku Mas! Hiks.... " Isak Alexa.


" Jangan menyalahkan Alexa! Aku lah yang bersalah di sini. Aku yang mengejar Alexa selama ini, sudah berulang kali Alexa menolak perasaanku tapi aku terus mendekat hingga Alexa hampir menyambut perasaanku. Tapi sebelum itu terjadi, Alexa memutuskan untuk menjauh dariku. Dia memintaku untuk melupakan perasaanku padanya. Tapi aku tidak bisa melakukannya, aku hilang kendali dan sampai terjadi peristiwa malam itu. Malam dimana aku menyakiti dan menghancurkan hidup wanita yang aku cintai. Maafkan aku Arian!" Ucap Frans.


" Tapi aku tidak pernah menyesali perbuatanku malam itu setelah aku melihat putra tampanku yang sangat aku sayangi." Sambung Frans mencium pipi Aksa.


Arian mengepalkan erat tangannya.


" Aku akan mengambil Alexa kembali beserta putranya Frans, kami akan kembali bersama menjadi keluarga yang utuh." Ucap Arian.


" Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi Arian, aku akan mengambil dan mempertahankan apa yang menjadi milikku. Aku akan menikahi Alexa secepatnya." Ucap Frans penuh penekanan.


" Aku yang akan lebih dulu menikahi Alexa, pada dasarnya Alexa mencintaiku tidak mencintaimu. Perasaan nyaman yang pernah Alexa rasakan padamu bukanlah perasaan cinta, tapi hanya sekedar terbawa suasana saja." Ucap Arian.


Hati Frans mencelos mendengar ucapan Arian.


" Kenapa kau diam? Apa kau kehabisan kata kata? Atau kau mulai mengakui kekalahanmu? Orang tidak akan hidup bahagia tanpa adanya cinta Frans." Ujar Arian.


" Buktinya Alexa tidak bahagia hidup bersama cintamu Frans, dia lebih bahagia hidup dengan rasa nyaman yang aku berikan padanya. Itu menandakan cintamu tidak menjamin kebahagiaan untuknya." Sahut Frans menohok hati Arian.


" Dan ya... Tidak masalah kalau Alexa tidak mencintaiku, cinta yang aku miliki cukup untuk kami bertiga. Dan akan aku pastikan kalau cintaku akan membuatnya bahagia. Aku akan memberikan cintaku, perhatianku dan waktuku untuknya hingga dia lupa bagaimana rasanya kesepian." Sambung Frans.


Skak Mat!


Arian tidak bisa menjawab apa apa lagi. Ia merasa semua yang Frans ucapkan benar. Ia kehilangan Alexa karena dirinya sendiri.


" Aku tidak peduli ucapanmu Frans, yang jelas aku yakin kalau Alexa akan memilih kembali padaku pria yang sangat ia cintai daripada hidup bersamamu." Ucap Arian.


" Itu jika tidak ada anak di antara kami, sekarang hubungan kami menjadi kuat dengan hadirnya Aksa di tengah tengah kami Bro. Jika Alexa harus memilih maka dia harus memilih kamu atau Aksa." Ucap Frans.


" Apa maksudmu Frans?" Tanya Alexa mengerutkan keningnya.


" Ya... Jika kau memilih Aksa berarti kau harus hidup bersamaku, tapi jika kau memilih Arian maka kau akan kehilangan Aksa untuk selamanya. Aku akan membawa Aksa bersamaku bagaimana pun caranya. Walaupun aku harus menghabiskan seluruh hartaku untuk mendapatkannya." Sahut Frans.


Alexa menghembuskan nafasnya kasar. Kenapa ia harus menghadapi masalah hidup serumit ini?


"Maafkan aku Xa jika aku menggunakan Aksa untuk menekanmu." Batin Frans.


Arian menghela nafasnya pelan. Jika sudah seperti ini maka harapan untuk hidup bersama Alexa pupus sudah. Benar kata Frans kalau ikatan mereka lebih kuat di banding dirinya.


" Bagaimana Alexa? Apa yang akan kau putuskan untuk masalah ini? Aksa atau Arian?" Tanya Frans menatap Alexa.


" Aku tidak tahu Frans, aku tidak bisa berpikir jernih saat ini, terserah kalian saja mau bagaimana, aku mau tidur." Ujar Alexa memejamkan matanya.


" Baiklah sayang sekarang tidurlah." Ucap Frans dengan mesra.


Dengan kesal Arian keluar ruang rawat Alexa. Ia berjalan dengan cepat sampai...

__ADS_1


Brugh....


Tubuh Arian menindih seseorang di bawah sana. Bibirnya menempel pada bibir orang yang ia tindih.


Kenyal


Pikir Arian.


" Minggir!" Ucapnya mendorong tubuh Arian.


" Maaf Mbak!" Ucap Arian bangun dari tubuh gadis itu.


" Maaf maaf kepala lo peyang, kalau jalan lihat lihat donk! Kan sakit sama kotor badan gue." Gadis itu mengusap usap baju dan celananya.


" Sekali lagi maafkan saya!" Ucap Arian.


Gadis itu hanya diam saja.


" Dengan cara apa aku bisa menebus kesalahanku?" Tanya Arian.


" Dengan menikahiku!"


Jeduarrrrr...


Arian melongo membulatkan matanya dengan mulut sedikit terbuka.


" Ini gadis gila kali ya? Kenapa juga tidak langsung main minta di nikahi segala, benar benar hari yang menjengkelkan." Gerutu Arian dalam hati.


" Nih cowok tampan banget... Kelihatan udah dewasa lagi, a..... Aku menginginkannya Mak... " Jerit gadis itu dalam hati.


" Kalau boleh aku tahu siapa namamu?" Tanya gadis itu menatap Arian.


Arian hanya menatapnya dengan tajam.


" Kenalin aku Hena, kalau berubah pikiran mau nikahi aku segera calling ya, kartu namaku sudah ada di sakumu." Ucapnya mengerlingkan matanya dan berlalu meninggalkan Arian yang menatap kepergiannya sambil melongo.


Jodoh nggak ya kira kira?


Penasaran?


Jangan lupa tekan like koment vote dan kasih author🌹yang banyak


Terima kasih...


Miss U All...


TBC...

__ADS_1


__ADS_2