Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang

Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang
PENCULIKKAN


__ADS_3

" Katakan ada apa Pi!" Tekan Alexa.


" Nia membawa kabur Aksa."


Jeduar......


Tubuh Alexa menegang saat mendengar ucapan Frans.


" Tidakk!!!!" Teriak Alexa menutup kedua telinganya.


" Sayang tenanglah! Aksa baik baik saja." Frans menarik Alexa ke dalam pelukannya.


" Aku tidak mau kehilangan Aksa, aku tidak mau, cari Aksa sekarang juga! Aku tidak mau kehilangan anakku." Teriak Alexa.


" Tenanglah sayang! Aku akan mencarinya, kau jangan khawatir! Aksa pasti baik baik saja sayang, Nia tidak akan berani menyakitinya." Ucap Frans mencoba menenangkan Alexa.


" Bagaimana aku bisa tenang hah? Anakku di culik, dan kau memintaku untuk tenang? Bagaimana kalau anakku kenapa napa? Bagaimana kalau Nia menjualnya kepada orang jahat? Bagaimana hah?... Aku tidak bisa hidup tanpa Aksa hiks.... " Ucap Alexa.


Alexa menatap tajam ke arah Frans.


" Ini semua gara gara kamu Frans." Alexa menunjuk wajah Frans.


" Kalau kau mau menjaga Aksa sebentar saja, aku tidak akan terlambat makan, aku tidak akan jatuh dari tangga dan Aksa tidak akan di culik, ini semua gara-gara kamu... hiks... Aksa.." Isak Alexa.


" Maafkan aku sayang." Ucap Frans.


" Aku tidak akan memaafkanmu!" Bentak Alexa.


" Kalau sampai terjadi apa apa pada putraku, aku akan pergi meninggalkanmu untuk selamanya. Kau memang tidak berguna! Kau bukan ayah yang baik untuk Aksa. Kau urus saja pekerjaanmu yang penting itu." Ucap Alexa. Frans memejamkan matanya menahan rasa sakit yang menjalar dalam hatinya.


Alexa mencabut jarum infus di tangannya.


" Sayang apa yang kau lakukan?" Tanya Frans khawatir.


" Aku mau mencari putraku, aku tidak mau kehilangannya." Ucap Alexa turun dari ranjang.


" Sayang aku yang akan mencarinya, kamu istirahat saja di sini, kamu belum pulih sayang." Ujar Frans menahan Alexa.


" Aku tidak akan mengandalkan orang lain dalam hal ini, aku harus mencarinya sendiri.


" Alexa berlari keluar ruangannya.


Ia menahan kepalanya yang terasa berdenyut. Ia lebih memikirkan keselamatan Aksa dari pada keselamatannya sendiri. Frans mengejarnya dari belakang.


" Sayang tunggu!" Teriak Frans.


Alexa menyetop taksi, ia kembali ke rumahnya berharap Aksa dan Nia sudah kembali.


Sesampainya di rumah Alexa berlari masuk ke dalam rumahnya.


" Mbak Nia.... Aksa... " Teriak Alexa memanggil mereka berdua.


Alexa membuka kamar Nia, kosong. Ia berlari menuju kamarnya, kosong.


" Ya Tuhan... Dimana Aksa? Kemana mbak Nia membawanya pergi? Hiks... Lindungilah putraku ya Rob, lindungi dia selama aku tidak bisa menjaganya, aku mohon kembalikan Aksa padaku, aku tidak bisa hidup tanpa Aksa hiks... Aksa... Pulanglah sayang, mami mengkhawatirkanmu hiks...." Ucap Alexa luruh ke lantai.


" Sayang." Frans masuk ke dalam menghampiri Alexa.

__ADS_1


" Sayang tenanglah! Jaga kondisimu!" Frans menyentuh kedua bahu Alexa.


" Jangan sentuh aku!" Bentak Alexa.


" Baiklah." Sahut Frans.


" Aku sudah meminta Tino dan teman temanku yang lain untuk mencari Aksa dan Nia sayang, kita berdoa semoga mereka bisa segera menemukannya." Ujar Frans.


" Aksa... Hiks.... Jangan tinggalkan Mami sayang hiks... Mami tidak bisa hidup tanpamu, kembalilah sayang! Mami tidak bisa hidup tanpamu hiks... "


Tiba tiba...


Brugh...


" Sayang." Pekik Frans saat melihat Alexa tidak sadarkan diri.


Frans membopong Alexa ke atas ranjang. Ia mencium kening Alexa dengan penuh rasa bersalah.


" Maafkan aku sayang, kamu benar, aku bukan ayah yang baik untuk Aksa. Aku tidak bisa melindungi putraku sendiri." Ucap Frans. Ia segera menelepon Toni menanyakan hasil pengejarannya.


" Bagaimana Ton?" Tanya Frans setelah Toni mengangkat panggilannya.


" Aku sudah menemukan mobilnya, sepertinya dia tidak sendiri Frans. Aku melihat seorang wanita bersamanya, dan wanita itu tidak asing bagiku." Ucap Toni.


" Siapa wanita yang bersamanya? Aku yakin dialah yang menyuruh Nia menculik Aksa." Ujar Frans.


" Sinta."


" Apa? Sinta? Kenapa dia menculik putraku? Sebenarnya apa yang wanita itu inginkan? Aku sudah memaafkan kesalahannya saat menjebak ku, lalu bagaimana bisa dia melakukan semua ini padaku?" Tanya Frans seperti orang bodoh.


" Kurang ajar! Aku tidak akan memaafkannya kali ini Ton, kalau aku berhadapan dengannya aku akan menghabisinya saat itu juga." Geram Frans.


Drt drt...


" Kau benar Ton, dia meneleponku." Ucap Frans mematikan sambungan teleponnya, lalu ia mengangkat telepon Sinta.


" Halo."


" Aku rasa kau sudah tahu apa tujuanku meneleponmu Mas, kau kehilangan anakmu kan? Aku akan memberikannya kalau kau mau menikahiku. Ingat! Jangan bawa masalah ini ke polisi atau aku akan melenyapkan putramu." Tanpa menunggu jawaban dari Frans, Sinta menutup teleponnya.


" Sinta... Sinta." Teriak Frans.


" Arghh sial!!" Umpat Frans menyukai kasar rambutnya.


" Kau pikir kau lebih pintar dariku? Tidak Sinta... Kau tidak lebih dari seekor anjing yang patuh pada tuannya. Aku akan mendapatkan Gava tanpa menikahimu, kau belum tahu siapa aku." Ucap Frans tersenyum smirk.


Frans naik ke atas ranjang, ia berbaring miring menghadap Alexa sambil mengelus kepalanya.


" Tenanglah sayang! Aksa akan kembali pada kita. Toni akan membawanya pulang untuk, maafkan aku! Karena aku kau harus terluka dan kehilangan Aksa, aku berjanji akan segera membawa Aksa kepadamu." Ucap Frans mencium kening Alexa.


Sore hari Toni mengabari Frans kalau Sinta dan Nia sudah tertangkap. Toni membawanya ke markas tempat biasa Frans menghukum para pekerjanya yang melakukan korupsi. Frans segera bersiap untuk ke sana.


" Sayang." Frans menghampiri Alexa yang sedang duduk bersandar di tepi ranjang. Tidak henti hentinya Alex menangis sedari tadi.


" Toni berhasil menemukan Nia dan Aksa."


Alexa langsung menoleh menatap Frans.

__ADS_1


" Aku akan menjemputnya, apa kau mau ikut?" Tanya Frans.


Alexa menganggukkan kepalanya.


" Cuci muka dulu, kamu terlihat sembab begitu." Ucap Frans mengelus pipi Alexa.


Alexa segera menuju wastafel lalu mencuci wajahnya.


" Ayo!" Ajak Frans menggandeng tangan Alexa menuju mobilnya.


Frans melajukan mobilnya menuju markas. Tiga puluh menit kemudian mereka sampai, Frans dan Alexa langsung masuk ke dalam.


" Sayang." Alexa berlari menghampiri Toni yang sedang menggendong Aksa.


Alex menggendong Aksa, ia menciumi wajah Aksa berkali kali.


" Sayang maafkan Mami yang tidak bisa menjagamu." Ucap Alexa.


Alexa menoleh ke samping menatap dia orang yang duduk terikat di kursinya. Alexa memberikan Aksa pada Frans, ia mendekati Sinta sambil menatapnya dengan tajam.


Plak....


Tamparan keras mendarat di pipi kiri Sinta.


Plak...


Kali ini mendarat di pipi kanannya. Alexa menarik kasar rambut Sinta membuatnya mendongak.


" Awh." Pekik Sinta.


" Aku memaafkan perbuatanmu menjebak suamiku, tapi aku tidak akan memaafkanmu kali ini. Kau wanita licik yang menghalalkan berbagai cara demi ambisimu. Bukankah kau calon ibu? Lalu kenapa kau tega berbuat seperti ini padaku Sinta? Kau mencoba memisahkan aku dan putraku, bagaimana kalau aku melenyapkan calon anakmu itu?" Alexa menatap perut rata Sinta.


" Jangan Alexa!" Sinta menggelengkan kepalanya.


" Kenapa? Apa kau akan mempertahankan anakmu itu?"


Sinta menganggukkan kepalanya.


" Tapi aku akan membuatnya meninggalkanmu untuk selamanya." Alexa tersenyum smirk.


Alexa mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya. Sebuah botol kecil yang di dalamnya berisi obat.


" Jangan Alexa! Aku mohon maafkan aku! Jangan lakukan itu! Walaupun aku tidak menginginkan anak ini tapi aku menyayanginya Alexa, aku tidak mau kehilangannya. Aku mohon Alexa!" Pinta Sinta.


Alexa membuka tutup botolnya, lalu....


Lalu apa ya???


Penasaran?


Jangan lupa tekan like koment vote dan kasih 🌹yang banyak biar author semangat...


Terima kasih untuk readers yang telah mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All...


TBC....

__ADS_1


__ADS_2