Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang

Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang
TAHU YANG SEBENARNYA


__ADS_3

Sembilan bulan telah berlalu, baru saja Alexa melahirkan seorang bayi laki laki tampan yang ia beri nama Aksa. Nyonya Erna dan Rio menungguinya di ruang rawat.


" Babby kamu tampan banget Alexa, andai saja ini cucu kandung Tante pasti Tante akan sangat sangat bahagia." Ucap nyonya Erna menimang babby Aksa.



" Tapi tenang saja! Tante akan menganggap putramu sebagai cucu Tante sendiri." Sambung nyonya Erna.


" Terima kasih Tante." Ucap Alexa yang saat ini hanya bisa berbaring di atas ranjang.


" Halo cucu Oma yang super duper tampan, cepat besar ya biar kita bisa main bareng." Ujar nyonya Erna.


" Baru juga lahir Ma, kalau Mama ingin mainan bareng, nanti nunggu satu tahun lagi." Sahut Rio.


" Iya Mama tahu, kapan kamu mau memberi cucu buat Mama?" Tanya nyonya Erna menatap Rio.


" Gimana mau memberi cucu, orang mau nikah aja nggak di restui." Ucap Rio.


" Kalau kamu nikahnya sama yang lainnya Mama pasti akan merestuinya, kalau sama dia sampai kapan pun Mama tidak akan merestuinya." Ujar nyonya Erna.


" Mending kamu nikah sama Alexa dan menjadi ayah dari babby Aksa, biar babby Aksa jadi cucu Oma beneran."


Ucapan nyonya Erna membuat Alexa dan Rio melongo dan saling melempar pandangan.


" Gimana?" Tanya nyonya Erna.


" Apa sih Ma! Aku itu menganggap Alexa sebagai teman saja Ma, anggap saja babby Aksa sebagai cucu Mama dan Mama bisa memilikinya sampai nanti Alexa menikah lagi." Ujar Rio.


" Kalau Alexa mau menikah lagi, mending nikah sama kamu aja." Ujar nyonya Erna.


" Tau ah." Rio pergi meninggalkan ruangan.


Nyonya Erna masih menimang babby Aksa. Ia merasa bahagia bisa ikut mengurus babby Aksa.


" Alexa, apa kamu tidak mau mengabari Arian tentang kelahiran putranya?" Tanya nyonya Erna menatap Alexa.


Deg...


Hati Alexa takut kalau nyonya Erna mengetahui sebenarnya. Selama ini ia merasa nyaman dengan perhatian nyonya Erna sebagai seorang ibu. Ia tidak mau kehilangan semua itu.


" Tidak Tante... Aku sudah tidak mau berhubungan dengan Mas Arian lagi apapun alasannya. Kalau dia mau menemuiku dan putranya biarkan dia sendiri yang ke sini." Ujar Alexa.


" Baiklah Tante memahami perasaanmu, maafkan Tante yang tanpa sengaja membuka luka di dalam hatimu." Ucap nyonya Erna.


" Tidak pa pa Tante." Sahut Alexa.


Alexa memangku babby nya dengan hati hati. Ia mulai menyusui babby Aksa dengan telaten. Walaupun rasanya tidak nyaman namun tetap ia paksakan.


Ia terus menatap mata jernih putranya dengan perasaan bahagia.

__ADS_1


" Aku bahagia Frans.. Terima kasih kau telah menitipkan putra setampan Aksa. Semoga kita bisa mencapai kebahagiaan masing masing." Batin Alexa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam ini Frans tidur dengan nyenyak, begitupun dengan Toni. Sudah tidak ada drama muntah muntah membuat Toni menyimpulkan kalau Alexa sudah melahirkan.


Pagi harinya pun juga begitu. Frans nampak bugar seperti orang orang pada umumnya. Ia sarapan dengan lahap membuat Toni geleng geleng kepala.


" Sepertinya lo balas dendam sama makanan Frans karena selama ini mereka tidak mau di telan oleh mulut lo itu." Ucap Toni.


" Iya, gue pengin bada gue kembali seperti dulu lagi, lo nggak lihat badan gue sampe kurus kering tinggal tulang gini." Ujar Frans sambil terus mengunyah makanannya.


Tiba tiba...


" Ton gue semalam mimpiin anak gue, dia kelihatan sangat tampan seperti gue. Gue jadi ingin melihatnya Ton dan perasaan cinta gue sama Alexa semakin mendalam. Setelah mimpi itu aku jadi punya keinginan untuk hidup bersama." Ujar Frans.


" Lo samperin aja Alexa ke rumahnya, biar lo nggak penasaran dengan mimpi lo itu. Yang ada nanti lo terus terusan kepikiran sama mimpi lo itu kan bisa bahaya. Gimana kalau tiba tiba lo jadi stres? Bisa pusing tujuh keliling gue ngurusnya." Ujar Toni.


" Tapi bagaimana janjiku dengan Alexa? Lo kan tahu kalau gue berjanji tidak akan mengganggu kehidupannya lagi. Gue takut kalau dia lihat wajah gue, dia jadi merasa semakin bersalah sama Arian karena pernah mengkhianatinya." Ucap Frans.


" Tapi bagaimana dengan lo? Bukankah lo ingin melihat anak lo?" Tanya Toni.


" Kita tidak tahu pasti apakah Alexa hamil atau tidak, lagian seandainya benar Alexa hamil anak gue, dia pasti ngakunya hamil anak Arian Ton, aku nggak mau membuat rumah tangganya hancur karena kedatangan gue. Biarlah rasa ini gue pendam saja, gue yakin kalau memang kami berjodoh atau di takdirkan bersama pasti kami akan bersama suatu hari nanti bagaimana pun jalannya." Ucap Frans pasrah pada takdir Tuhan.


" Tapi nggak baik pasrah sama keadaan sebelum berusaha Frans, tapi gue juga nggak bisa berbuat apa apa sih, terserah lo saja yang jelas gue ingatkan sama lo jangan sampai lo nyesel ke depannya nanti karena lo tidak mau mengikuti kata hati lo saat ini. Sekarang mending makan yang banyak terus kita lanjutkan pekerjaan kita." Ucap Toni.


Kini Frans dan Toni membuka usaha showroom mobil, jasa travel dan jasa pariwisata. Dan hasilnya sungguh di luar dugaan, keduanya bisa merauk keuntungan sampai lima ratus juta per bulan.


Frans berpikir ini rejeki dari Tuhan untuk anaknya. Namun ia belum berani mencari tahu kebenarannya karena tidak mau mengganggu pernikahan Alexa dan Arian.


" Ya Tuhan tolong tunjukkan jalan padaku, apakah aku harus menemui Alexa atau tidak. Aku mohon ya Rob, berikan petunjuk untuk kebaikan kami berdua." Ujar Frans dalam hati.


Selesai sarapan Frans dan Toni menuju showroom milik mereka. Sampai di sana mereka mengerjakan tugas di ruangan masing masing. Frans bagian pembukuan dan pemesanan sedangkan Toni bagian marketing.


Tok tok


Pintu ruangan Frans di ketuk oleh Tina, salah satu pegawainya.


" Ada apa?" Tanya Frans menatapnya.


" Ada pelanggan yang ingin menggunakan jasa pariwisata kita." Ucap Tina.


" Baiklah akan saya temui." Sahut Frans.


" Baik Pak." Sahut Tina meninggalkan ruangan Frans.


Frans berjalan menghampiri seorang pria yang sedang duduk di sofa tempat biasa para pelanggan bertransaksi.


" Selamat pagi Tuan." Sapa Frans duduk di sofa depannya.

__ADS_1


" A... Arian." Frans menunjuk Arian yang duduk di depannya.


" Kamu Frans kan? Temannya Alexa?" Arian balik bertanya.


" I.. Iya." Sahut Frans.


" Bagaimana kabar Alexa? Kenapa dia tidak ikut?" Tanya Frans memastikan.


" Aku dan Alexa sudah berpisah."


Jeduar....


Bagai di sambar petir di siang bolong, tubuh Frans terasa kaku mendengar ucapan Arian.


" Ber... Berpisah? Sejak kapan kalian berpisah?" Selidik Frans.


" Sembilan bulan lalu."


Deg....


" Sembilan bulan? Itu berarti setelah malam itu Alexa berpisah dengan Arian? Lalu kenapa Alexa membohongiku? Apa karena aku yang.... " Frans ingat jika dia mengatakan Ya saat Alexa bertanya tentang Sinta.


" Sial" Umpat Frans.


" Kenapa Frans?" Tanya Arian.


" Tidak tidak, sekarang Alexa tinggal dimana? Apa dia tinggal di apartementnya?" Tanya Frans kembali mengingat kejadian di apartemen itu.


" Dia sudah menjual apartemen itu demi membiayai kehidupannya dan calon anaknya."


Deg..


Lagi lagi jantung Frans seperti berhenti berdetak.


" Maaf, sebagai sahabat aku ingin tahu kenapa kalian berpisah? Apalagi ada anak di tengah tengah kalian? Bukankah itu yang di tunggu tunggu oleh sepasang suami istri?" Pancing Frans menatap Arian.


" Dia hamil dengan orang lain." Lirih Arian.


" Berarti dia hamil anakku, dan sampai saat ini Alexa tidak memberitahu Arian siapa pria yang sudah melakukannya, terima kasih Tuhan kau telah memberikan petunjuk kepadaku, aku akan mengejar Alexa. Aku akan bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan padanya. Sayangnya papi... Tunggu papi ya." Batin Frans tersenyum bahagia.


Nah loh Frans udah tahu semuanya...


Penasaran selanjutnya? Tekan like koment dan 🌹 nya dulu buat author..


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All..


TBC...

__ADS_1


__ADS_2