Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang

Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang
BONCHAP 1


__ADS_3

Hari hari berlalu tak terasa tiga tahun sudah usia Aska dan Aksa. Sejak kelahiran kedua putranya, Alexa terus di sibukkan dengan mengurus mereka. Bahkan Alexa tidak sempat mengurus dirinya sendiri dan Frans. Hal itu membuat Frans merasa terabaikan.


Hari ini Frans sedang lembur di kantornya. Diana sang sekretaris menghampirinya dengan memberikan kopi panas buatannya.


" Kopinya Pak." Ucap Diana membungkukkan badannya meletakkan kopi di depan meja Frans.


Tatapan Frans tertuju pada sesuatu yang menyembul di belahan dada Diana yang nampak menggoda. Ada sesuatu yang merasuk hatinya.


Diana duduk di sofa dengan posisi menggoda. Frans terus menatapnya membuat hatinya semakin mendesak untuk mendekatinya.


Frans membawa kopinya lalu duduk di samping Diana.


" Kenapa kau belum pulang?" Tanya Frans menatap Diana.


" Saya sengaja ingin menemani bapak lembur di sini. Sekalian menemani minum kopi" Sahut Diana menatap Frans.


" Tapi kalau bapak mau di temani yang lain saya siap Pak." Sambung Diana penuh arti.


" Boleh juga, kita nikmati dulu secangkir kopi buatanmu ini." Ucap Frans menyesap kopinya.


" Bagaimana rasanya Pak?" Tanya Diana dengan nada manja.


" Manis, semanis orangnya." Sahut Frans.


Diana tersenyum manis, ia memajukan wajahnya membuat jarak di antara mereka hanya satu centi saja.


Cup...


Diana menempelkan bibirnya ke bibir Frans membuat jantung Frans berdesir hebat. Sudah lama ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan dari Alexa. Saat ia ingin memintanya ia selalu mengurungkan niatnya karena melihat Alexa yang terlihat kecapekan. Ia tidak tega memaksa Alex untuk melayaninya tapi ia lupa dengan resiko yang akan ia tanggung akibat perbuatannya sekarang.


Tak bisa menahan nafsunya, Frans menekan tengkuk Diana. Ia mencium bibir Diana dengan lembut. Keduanya sama sama terlena dengan situasi yang saling menguntungkan. Suara decapan memenuhi ruangan mereka. Frans memperdalam ciumannya, tanpa sadar tangan lainnya meremas gundukan kembar milik Diana membuat Diana mendesah.


Frans semakin terbakar oleh hasratnya sendiri. Ia mendorong pelan tubuh Diana ke sofa. Dengan perlahan ia membuka satu persatu kancing Diana hingga terlepas semuanya. Frans terus mencium bibir Diana sambil membuka baju Diana hingga menampakkan bra hitamnya saja.


Saat Frans hendak membuka pengait bra, tiba tiba...


" Frans!!" Teriak Alexa di depan pintu.


Deg...


Jantung Alexa terasa berhenti berdetak. Dunianya terasa serasa runtuh seketika. Matanya memerah dan tak terasa air mata menetes deras di pipinya. Hatinya sangat sakit melihat pengkhianatan suaminya.


" Sayang." Ucap Frans segera bangkit dari tubuh Diana. Ia berjalan mendekati Alexa namun Alexa menahannya dengan tangannya.


Alexa mendekati Diana yang sibuk memakai bajunya kembali. Ia menatap tajam Diana lalu..

__ADS_1


Plak...


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Diana.


" Sayang ini bu..


" Diam!!!" Bentak Alexa membuat Frans bungkam.


" Kau tidak perlu menunjukkan rasa cintamu dengan membela wanita ini." Tekan Alexa.


" Sayang bukan begitu maksudku, aku..


" Aku bilang diam!" Teriak Alexa.


Frans membungkam mulutnya.


" Apa kau tidak malu berbuat seperti ini dengan atasanmu sendiri? Apa kau tidak punya hati hingga kau melupakan jika atasanmu sudah beristri dan mempunyai keluarga?" Tanya Alexa menatap tajam Diana.


Pada dasarnya Diana memang tidak tahu malu ia pun menjawabnya. Apalagi ia merasa mendapat dukungan dari Frans.


" Tidak.. Aku tidak melakukannya sendirian. Kami melakukannya atas dasar suka sama suka. Jika kau menyalahkan aku, maka kau juga harus menyalahkan suamimu. Suamimu juga mau Nona. Bahkan dia yang memberikannya sedangkan aku hanya menikmatinya saja." Sahut Diana.


" Diamlah Diana!" Ucap Frans.


" Maaf ini urusan rumah tangga kalian, selesaikan sendiri masalah ini. Aku juga korban di dalamnya." Ucap Diana.


" Hiks... Hiks... " Tubuh Alexa luruh ke lantai. Hatinya hancur berkeping-keping. Bayangan Frans menyentuh Diana terlihat jelas di matanya.


" Sayang maafkan aku! Aku khilaf." Ucap Frans menyentuh bahu Alexa.


" Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu!" Bentak Alexa.


Frans berjongkok di depan Alexa


" Hiks... Kenapa kau lakukan ini padaku Frans? Kenapa? Kenapa hah?" Teriak Alexa mengguncang bahu Frans.


" Maaf sayang, tapi percayalah aku hanya menciumnya. Ini pun baru yang pertama kali, kami tidak melakukan apa apa." Ujar Frans.


" Jika saja aku tidak datang, kalian pasti


sudah melakukannya. Aku tidak terima semua ini, ini adalah pengkhianatan. Aku tidak terima dengan pengkhianatan yang kau lakukan padaku Frans. Jika kau sudah tidak menginginkan aku lagi, setidaknya kau katakan saja. Jangan menusukku dari belakang seperti ini!"


" Tidak sayang, aku menginginkanmu. Aku mencintaimu, bahkan rasa cintaku masih sama saat pertama kali kita bertemu. Aku akui aku salah, aku khilaf sayang." Sahut Frans.


" Jika kau ingin aku memuaskan nafsumu, kenapa tidak kau minta padaku. Kenapa kau hanya diam saja? Jika kau memintanya, secapek apapun aku, aku pasti akan memberikannya. Kau mau berapa kali hah? Kau mau satu kali sehari, dua kali atau tiga kali? Katakan saja padaku. Kenapa kau ingin melampiaskannya pada orang lain hiksss... Sakit Frans... Hatiku sakit sekali hiks.." Isak Alexa.

__ADS_1


" Argh... " Alexa memukul dadanya sendiri.


" Sayang jangan seperti! Aku mohon!" Ucap Frans menarik Alexa ke dalam pelukannya.


" Lepaskan aku! Aku tidak mau di sentuh oleh pengkhianat sepertimu. Sekali pengkhianat maka selamanya kau akan menjadi pengkhianat Frans. Sudah menjadi kebiasaanmu untuk mendekati wanita lain. Lepaskan aku!" Alexa memukuli dada Frans.


Frans hanya diam saja, ia membiarkan Alexa mengeluarkan sesak di dadanya. Ia semakin mengeratkan pelukannya lalu menciumi pucuk kepala Alexa. Frans menyesal telah tergoda dengan sekretarisnya.


" Lepas!!" Alexa mendorong kasar tubuh Frans hingga pelukannya terlepas.


Alexa menatap Frans tajam.


" Sayang maafkan aku!" Ucap Frans.


" Aku tidak akan memaafkanmu! Aku tidak sudi lagi hidup bersama pria sepertimu. Kau tidak puas dengan satu wanita sehingga kau selalu mencari wanita lainnya. Aku tahu sifatmu sejak dulu Frans. Jadi lebih baik kita akhiri hubungan ini. Aku tidak mau lagi hidup bersamamu, lebih baik aku fokus pada anak anakku. Aku minta cerai darimu."


" Alexa!!!" Bentak Frans membuat Alexa berjingkak kaget.


" Jaga ucapanmu! Sampai kapan pun aku tidak akan menceraikanmu. Sekarang ayo kita pulang! Aku tahu kau sedang emosi saat ini. Tenangkan hatimu dulu!" Ucap Frans.


Frans menarik tangan Alexa keluar ruangannya.


" Aku bisa jalan sendiri." Alex menepis tangan Frans. Ia berlari menuju mobilnya.


" Alexa tunggu!" Teriak Frans.


Alexa segera masuk ke dalam mobil, ia melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan Frans. Frans segera mengikutinya dari belakang.


Di jalan raya Alexa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Bahkan ia menyalip mobil mobil lainnya membuat Frans panik.


" Astaga Alexa... Aku mohon kurangi kecepatannya! Ini sangat berbahaya sayang. Apalagi hari sudah malam." Monolog Frans.


Frans mencoba menelepon Alexa namun tidak di angkat. Frans terus mengikuti mobil Alex sampai.....


Brak....


" Aaaaaa"


Hayo... Siapa kira kira yang kecelakaan nih?


Author tunggu like koment vote dan hadiahnya biar author kasih banyak BONCHAP ya...


Terima kasih


Miss U All...

__ADS_1


TBC...


__ADS_2