
" Apa yang ingin kalian jelaskan di sini? Jelaskan sekarang juga sebelum aku berasumsi jika kalian selingkuh di belakangku." Titah Alexa.
" Sayang maafkan aku! Aku..." Frans menjeda ucapannya.
Alexa menatap Frans begitupun sebaliknya.
" Aku apa Pi?" Selidik Alexa.
" Aku yang memberi Arsya hak untuk memanggilku Papa." Lirih Frans.
" Wow... " Alexa mengangkat kedua tangannya.
" Kau sangat marah saat pertama kali Aksa memanggil papa pada Mas Arian, tapi sekarang kau memberikan hak padanya untuk memanggilmu papa?" Alexa menunjuk Arsya.
" Apa kau mau balas dendam pada putramu? Atau memang dia putramu?" Tanya Alexa menatap Arsya sinis membuat Arsya ketakutan. Ia menyembunyikan tubuhnya di belakang ibunya.
" Tidak sayang, bukan begitu maksudku." Sahut Frans.
" Lalu apa maksudmu hah?" Teriak Alexa.
" Ini kan yang membuat akhir akhir ini kamu berubah, kau membohongiku dengan berbagai macam alasan. Aku tahu semua itu Frans." Ucap Alexa.
Deg...
Ucapan Alexa membuat Frans terkejut.
" Kau sering bolos kerja hanya untuk menemaninya bermain, kau sering mengaku lembur padahal kau ada di rumahnya. Kau membuat mereka sebagai rumah keduamu. Lalu alasan apa lagi yang mau kau katakan padaku hah? Atau kau mau mengakui kalau kau sudah menikahi Sinta begitu?"
" Alexa!!" Bentak Frans tanpa sadar.
" Ya.. Aku di sini. Kau tidak perlu berteriak seperti itu Frans. Aku tidak kemana mana, aku ada di depanmu." Sahut Alexa menantang Frans.
" Maaf sayang!" Ucap Frans menyadari kesalahannya.
" Aku bosan dengan kata maafmu. Selalu saja seperti ini dari dulu sampai sekarang. Bedanya dulu kau hanya melukaiku tapi sekarang kau melukai putraku." Teriak Alexa tidak terima.
" Dan kau." Alexa menunjuk wajah Sinta.
" Kau menghancurkan hari ulang tahun putraku dengan kehadiranmu dan putramu yang tidak di harapkan ini. Kau menghancurkan hati putraku karena keegoisanmu yang membiarkan putramu memanggil ayah dari putraku dengan sebutan Papa." Ucap Alexa.
" Kalau kau tidak bisa mengurusnya, kenapa kau melahirkannya?"
" Alexa jangan keterlaluan!" Ucap Frans.
" Aku keterlaluan? Lalu kalian apa hah? Dulu saat Sinta menginginkan status untuk anaknya, kau tidak mau menikahinya. Tapi sekarang apa? Kau bahkan membiarkannya menganggapmu sebagai papanya. Sebenarnya apa yang ingin kau tunjukkan kepadaku Frans." Ujar Alexa tersenyum sinis.
" Alexa aku hanya menolongnya, dia...
" Karena kalian bertiga." Sahut Alexa memotong ucapan Frans sambil menunjuk mereka bertiga.
" Karena kalian hati putraku hancur, hati putraku terluka, dan...
__ADS_1
" Dia juga putraku sayang." Sahut Frans.
" Bukan!!!" Teriak Alexa menatap tajam Frans.
" Dia bukan putramu, aku masih bisa menerima jika kau melukaiku Frans. Tapi aku tidak terima jika kau melukai hati putraku. Aku katakan padamu, mulai hari ini kau kehilangan hak atas putraku."
Jeduarrrr....
Bagai di sambar petir di siang bolong, tubuh Frans kaku saat mendengar teriakan Alexa.
" Sayang jangan..
" Jangan sebut Aksa sebagai putramu lagi! Jika kau ayah yang baik, kau tidak akan pernah melukai dan membuat putramu kecewa. Sampai di sini aku menyadari jika kau bukan ayah yang baik untuknya. Aku tidak mau putraku terluka lagi. Urus saja putra barumu itu!" Ucap Alexa keluar ruangan meninggalkan mereka.
" Alexa tunggu!" Teriak Frans.
Alexa tidak peduli, hatinya di liputi oleh amarah karena perbuatan Frans pada putranya. Mungkin ia bisa memaafkan Frans jika Frans tidak membohonginya.
Di dalam ruangan meeting Frans menatap tajam kearah Sinta. Sinta hanya menundukkan kepalanya.
" Aku sudah berkali kali bilang padamu, jangan pernah datang ke sini mengganggu keluargaku. Tapi kenapa kau malah membawa putramu untuk mengacaukan pesta ulang tahun putraku hah!" Bentak Frans.
" Papa jangan marahi mama! Arsya...
" Diam kau!" Bentak Frans menunjuk Arsya membuat Arsya ketakutan.
" Frans maafkan aku! Tapi jangan bentak anakku. Aku akui aku memang salah, tapi aku punya alasan melakukan semua ini. Aku terpaksa melakukannya Frans." Ujar Sinta.
" Mungkin Arsya sangat merindukanmu Frans." Sambung Sinta.
" Kau selalu saja membuat masalah dalam hidupku Sinta. Mulai sekarang aku tidak mau terlibat lebih jauh lagi apapun alasannya. Beri pengertian pada putramu kalau aku bukan papanya. Aku tidak mau keluargaku hancur hanya karena masalah ini." Ucap Frans.
" Aku akan memberinya pengertian, tapi aku tidak bisa menjamin jika Arsya akan percaya padaku. Sekali lagi maafkan aku!" Ucap Sinta.
" Ayo sayang kita pulang!" Ajak Sinta menggandeng tangan Arsya.
" Tapi Arsya ingin bersama papa, Ma." Sahut Arsya.
" Arsya mengertilah! Keadaannya tidak memungkinkan sayang. Kita pulang dulu ya!" Bujuk Sinta.
" Tapi kapan papa akan pulang menemui Arsya?" Tanya Arsya menatap Frans.
Frans menjadi tidak tega melihat Arsya yang sangat mengharapkan kehadiran papanya.
" Kau pulanglah bersama mamamu! Papa akan pulang ke rumah besok." Ucap Frans terpaksa.
" Baiklah Pa, Arsya akan menunggu Papa di rumah." Sahut Arsya.
Tanpa mereka sadari Aksa melihat semua itu. Ia mengepalkan erat tangannya lalu segera pergi dari sana.
Sinta menggandeng tangan Arsya keluar ruangan. Saat melewati ruangan tengah Arsya menghentikan langkahnya.
__ADS_1
" Kenapa Arsya?" Tanya Sinta.
" Ma apa papa akan membuat pesta seperti ini saat ulang tahun Arsya nanti?" Tanya Arsya melihat teman teman Aksa yang sedang bermain bersama para badut yang di sewa oleh Frans.
" Tentu sayang, makanya kamu harus menurut pada papa ya. Sekarang kita pulang dulu! Kalau tidak papamu akan semakin marah." Ujar Sinta.
" Iya Ma." Sahut Arsya.
Mereka melanjutkan langkahnya keluar dari rumah Frans.
Frans masuk ke dalam kamar Aksa. Di sana ada Arian, Dira, Alexa dan Aksa yang sedang tiduran di pangkuan Arian. Ia menghampiri mereka semua.
" Aksa sayang, maafkan Papi ya! Ini hanya salah paham saja sayang. Dia bukan putra..
" Papa aku mau tidur di peluk sama Papa malam ini." Ucap Aksa mendongak menatap Arian tanpa mempedulikan Frans.
" Sayang Papi...
" Ayo Pa! Aksa sudah mengantuk." Aksa berbaring di atas ranjang dengan benar.
" Baiklah sayang, Papa akan memelukmu." Ucap Arian merebahkan tubuhnya di depan Aksa. Lalu ia membawa Aksa ke dalam pelukannya.
" Aku kembali ke bawah dulu Ra menemui tamu, menginaplah di sini menemani putramu." Ucap Alexa.
" Tentu Xa, terima kasih telah memberikan momen berharga ini." Ucap Dira di balas anggukkan kepala oleh Alexa.
Alexa keluar dari kamar Aksa di ikuti Frans dari belakang.
" Sayang."
Alexa tidak menghiraukan Frans, ia menemui para tamu lalu membubarkan pesta ulang tahun Aksa dengan penuh penyesalan. Ia kembali meminta maaf kepada para tamu atas insiden yang terjadi.
Setelah para tamu pulang, Alexa segera masuk ke kamarnya.
" Alexa kita harus berbicara! Dengarkan penjelasan dan alasanku kenapa Arsya bisa memanggilku Papa. Aku tidak mau kau berpikiran buruk tentang hubunganku dengan mereka. Karena memang aku tidak punya hubungan apa apa dengan mereka berdua." Ucap Frans menatap Alexa yang hendak tidur.
Alexa menghela nafasnya pelan. Ia menatap Frans sambil tersenyum kecut.
Frans duduk di samping Alexa. Ia menghirup nafas dalam dalam mengumpulkan keberanian untuk menceritakan semuanya.
" Pada tanggal dua puluh lima November, aku......
Gantung lagi ya biar penasaran....
Jangan lupa tekan like koment vote dan kasih 🌹yang banyak buat author...
Terima kasih untuk kalian semua yang telah mensuport author...
Semoga sehat selalu...
Miss U All....
__ADS_1
TBC....