Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang

Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang
AKSA SAKIT


__ADS_3

Ting...


Alexa segera membuka kiriman foto yang Frans kirimkan. Tiba tiba...


Deg....


Jantung Alexa terasa berhenti berdetak.


" Apa ini? Kenapa kau melakukan ini padaku? Aku harap ini hanya jebakan dari pelakor itu." Gumam Alexa.


Alexa tidak mau memikirkan apa yang belum tentu kebenarannya. Ia memilih fokus pada Aksa supaya Aksa bisa tidur dengan lelap.


Sampai jam dua belas malam Aksa masih terjaga namun ia tidak rewel seperti tadi.


Drt... Drt...


Ponsel Alexa berdering tanda panggilan video masuk. Ia menatap id pemanggil yang tak lain adalah Frans. Dengan malas ia mengangkatnya.


" Malam sayang." Nampak jelas wajah dan senyum Frans di kamera ponselnya.


" Lhoh Aksa belum tidur jam segini? Kenapa dia sayang? Apa dia sakit?" Tanya Frans heran.


" Tidak perlu mengkhawatirkan Aksa Pi, ada aku di sini." Sahut Alexa ketus.


" Sayang kenapa nada bicaramu seperti itu? Apa aku membuat kesalahan?" Tanya Frans heran.


" Tidak, aku lelah mau istirahat." Ucap Alexa mematikan sambungan ponselnya.


Frans menghembuskan nafasnya kasar.


" Ada apa dengan Alexa? Kenapa sepertinya dia marah sama aku? Kesalahan apa yang aku buat? Apa.... " Frans menjeda ucapannya. Ia segera memeriksa ponselnya. Bersih...


" Lebih baik aku tidur saja, aku akan menanyakan padanya besok pagi." Ujar Frans.


...****************...


Pagi harinya Frans memarkirkan mobilnya di depan rumahnya. Ia segera masuk ke dalam rumah menuju kamarnya.


" Sepi... Kemana Aksa dan Alexa?" Gumam Frans mengerutkan keningnya.


Frans mencari Alexa dan Aksa di setiap penjuru rumah namun nihil.


" Aku akan mencarger ponselku dulu." Frans menyalakan charger ponselnya.


Ya semalam ponsel Frans kehabisan daya, pagi hari ia tidak sempat mengecashnya karena ia keburu buru pulang. Soalnya di mobil tidak ada charger.


Setelah terisi Frans menyalakan ponselnya. Lima panggilan tak terjawab dari Alexa jam tiga pagi.


" Ada apa Alexa telp pagi pagi, apa terjadi sesuatu dengan Aksa?"


Frans segera menelepon Alexa, panggilan pertama tak terjawab. Ia mencoba menelepon lagi sampai Alexa menjawabnya.


Panggilan terjawab namun Alexa diam saja.


" Halo sayang, kalian dimana?" Tanya Frans.

__ADS_1


Alexa benar benar malas untuk menjawabnya.


" Alexa... Kalau ada masalah bicarakan baik baik! Jangan bersikap seperti anak kecil seperti ini! Sekarang katakan dimana kalian!" Ucap Frans penuh penekanan.


" Di rumah sakit." Ucap Alexa.


" Apa? Di rumah sakit? Siapa yang sakit?" Tanya Frans cemas.


" Aksa." Sahut Alexa.


" Ya Tuhan putraku... Kenapa dia bisa sampai masuk rumah sakit Alexa?" Frans kembali bertanya.


" Karena dia merindukanmu tapi kamu malah asyik dengan wanita lain."


Klik...


Alexa menutup panggilan teleponnya.


" Apa maksud ucapan Alexa? Wanita yang lain? Wanita yang mana?" Monolog Frans.


" Aksa.... Aku harus segera ke rumah sakit." Ujar Frans teringat Aksa.


Tanpa pikir panjang, Frans segera berlari ke mobilnya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan cepat menuju rumah sakit.


Sesampainya di sana Frans segera menuju ruang rawat Aksa setelah bertanya pada bagian informasi.


Ceklek...


Frans masuk ke dalam. Ia menatap Arian dan Dira yang berada di sana.


" Semalam Alexa telepon kami, dia meminta bantuan pada kami untuk menemaninya ke sini. Aksa demam tinggi Frans." Sahut Arian.


" Terima kasih sudah membantu kami." Ucap Frans di balas anggukan kepala oleh Arian.


" Sayang maafkan aku! Ponselku mati dan aku lupa mengecashnya. Aku tidak tahu kalau kamu meneleponku. Maafkan aku!" Ucap Frans menatap Alexa.


Alexa memalingkan wajahnya. Ia masih merasa kesal dengan kiriman foto yang ia terima dimana Frans sedang berciuman dengan wanita lain.


Frans semakin yakin jika ada masalah dengan hubungannya dan Alexa. Namun ia tidak mau ribut di depan Arian dan Dira. Ia akan menyelesaikannya nanti.


Frans menatap Aksa yang terbaring lemah di atas ranjang. Selang infus menancap pada kaki kanannya. Aksa masih terlelap saat ini.


Frans menciumi pipi Aksa dengan lembut.


" Maafkan Papi yang tidak bisa menjagamu." Ucap Frans.


" Alexa kalau begitu Mas pulang dulu ya." Ucap Arian.


" Iya Mas, terima kasih sudah membantuku." Ucap Alexa. Alexa menatap Dira.


" Terima kasih Ra, maaf metepotkan kalian berdua." Ucap Alexa.


" Sans aja kali Xa, kaya' sama siapa aja. Tetap tabah dan sabar ya! Aksa pasti akan baik baik saja." Ucap Dira menepuk bahu Alexa.


" Amin... Sekali lagi terima kasih." Ucap Alexa.

__ADS_1


Setelah berpamitan Dira dan Arian keluar dari ruangan Aksa. Frans menarik tangan Akexa menuju sofa. Keduanya duduk berdampingan.


" Sayang, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa sepertinya kamu marah padaku?" Tanya Frans menggenggam tangan Alexa.


" Aku ingin bertanya padamu Pi, jawab dengan jujur tanpa ada sesuatu yang kamu tutupi." Ucap Alexa menatap Frans.


" Aku akan menjawabnya dengan jujur." Ucap Frans.


" Kemana kamu semalam?" Tanya Alexa.


" Aku bertemu client di resto xx di kota itu." Sahut Frans jujur.


" Client?" Alexa mengerutkan keningnya.


" Iya, Nona Clarissa adalah clientku. Kebetulan aku berada di kotanya jadi dia membuat jadwal meeting semalam." Terang Frans.


" Kamu berciuman dengannya?"


Deg....


Jantung Frans berdetak dengan sangat kencang. Ia menatap Alexa yang saat ini menatap tajam ke arahnya.


" Aku... Aku...


" Aku tahu jawabanmu Pi. Tidak masalah kau mau mencium dia ataupun mau berbuat yang lainnya. Atau jika kau mau menikah dengannya, aku tidak keberatan." Ucap Alexa.


" Tidak sayang, aku tidak menginginkan semua itu. Aku tidak menciumnya tapi dia yang menciumku. Saat kami sedang meeting, ada mantan kekasihnya yang meninggalkannya demi wanita lain, dan tiba tiba dia menciumku. Aku juga kaget sayang, aku tidak menikmatinya, beneran... Sumpah." Frans mengacungkan dia jarinya.


" Apa aku harus percaya padamu?"


Frans menganggukkan kepalanya.


" Lalu dimana kau saat aku meneleponmu?" Tanya Alexa.


" Kau tidak meneleponku, aku yang meneleponmu kan." Ujar Frans.


" Aku meneleponmu dan yang mengangkat wanita itu. Dia bilang kau tidur karena kecapekan setelah menghabiskan waktu berdua. Dia juga mengirim foto saat kalian berciuman. Apa itu tidak bisa di jadikan bukti perselingkuhanmu dengannya?" Tanya Alexa tersenyum mengejek.


" Sayang aku tidak selingkuh. Aku tidak tahu jika dia melakukan itu. Aku sudah memeriksa ponselku tapi tidak ada riwayat chat ataupun panggilan pada kontakmu. Itu berarti Clarissa menghapusnya. Aku akan memberikan pelajaran padanya jika dia berani bermain main denganku." Ucap Frans dengan geram.


" Sayang percayalah padaku, aku tidak akan mengkhianati kamu. Aku hanya mencintaimu tidak ada wanita lainnya lagi." Ucap Frans.


" Aku muak jika harus menghadapi situasi seperti ini terus Pi. Kamu terlalu mudah di perdaya oleh wanita lain. Atau mungkin kau memang suka tergoda dengan wanita lain?" Sindir Alexa.


" Sayang kamu kok ngomongnya gitu sih, aku tidak begitu." Ucap Frans.


" Aku mau tidur Pi, semalaman aku tidak tidur karena jagain Aksa. Sekarang giliran kamu yang jagain dia." Ujar Alexa.


" Baiklah kau tidur saja, aku akan menjaga Aksa." Ucap Frans.


Alexa merebahkan tubuhnya di sofa dengan paham Frans sebagai bantalan. Ia memejamkan matanya sedangkan Frans memijat kepalanya dengan pelan.


" Tidurlah sayang, maafkan aku." Ucap Frans mencium kening Alexa.


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2