
Hamil di luar nikah dan menjalani masa masa kehamilan sendirian adalah hal terberat yang akan Alexa lalui. Setelah pulang dari klinik, ia kembali ke apartemennya. Ia duduk di tepi ranjang sambil melihat kertas hasil USG nya.
" Kamu hadir di saat yang tidak tepat sayang, mama bingung harus bagaimana? Apakah mama harus menemui papamu dan memberitahu tentang kehadiranmu? Atau mama harus diam dan membesarkanmu sendirian?" Monolog Alexa.
Alexa nampak berpikir bagaimana baiknya.
" Aku tidak mau merusak hubungan Frans dan Sinta, ya.. Aku harus membesarkannya sendirian. Aku akan pindah dan menjual apartemen ini. Aku akan mulai merintis usaha untuk menghidupi kehidupan kami karena kedepannya aku akan membutuhkan banyak biaya untuk membesarkan anakku nanti." Tekad Alexa.
Alexa ke cafe menemui Rio. Mereka berdua duduk berhadapan di ruangan Rio.
" Ada apa Xa?" Tanya Rio.
" Aku ingin mengundurkan diri Yo." Jawab.
Tio mengerutkan keningnya menatap Alexa.
" Kenapa?" Tanya Rio.
" Aku ingin merintis usaha sendiri untuk masa depanku ke depannya. Aku akan menjual apartemenku untuk membeli rumah dan modal usaha Yo." Ujar Alexa.
" Kenapa kamu tidak menempati rumah orang tuamu saja?" Rio kembali bertanya.
" Di sana ada bibiku Yo, aku nggak mungkin kembali ke sana. Nanti dia berpikir kalau aku mau mengambil rumah itu. Biarlah aku berdiri di atas kakiku sendiri." Ujar Alexa.
" Aku merasa kau menyimpan sesuatu darimu Xa." Ucap Rio penuh arti.
" Iya. Aku hamil Yo." Alexa menundukkan kepalanya.
" Apa?" Pekik Rio tidak percaya.
" Bukankah ini berita bagus? Kau bisa kembali lagi dengan Arian karena anak ini kan." Ujar Rio.
Alexa menatap Rio begitupun sebaliknya.
" Aku hamil dengan orang lain." Ucap Alexa.
Mata Rio membulat, mulutnya menganga lebar.
" Karena kesalahan satu malam yang aku lakukan dengannya, kini aku mendapatkan hasilnya. Aku harus membesarkan anakku sendiri karena tidak mungkin aku menuntut tanggung jawab darinya karena dia punya keluarga sendiri." Terang Alexa.
" Maksud kamu, kamu hamil dengan suami orang begitu?" Selidik Rio.
Alexa mengangguk. Rio menyugar kasar rambutnya.
__ADS_1
" Ya Tuhan... Kenapa ini bisa terjadi padamu Alexa?" Tanya Rio.
" Aku juga tidak tahu jika akan seperti ini Yo, aku menyesali perbuatanku sendiri." Ucap Alexa.
" Ya sudah jangan bersedih! Aku akan membantumu menjual apartemen itu, lalu belilah rumah di samping rumahku! Kebutuhan rumah itu hendak di jual oleh pemiliknya. Aku akan membantu merawatmu, kau tidak boleh tinggal sendiri selama hamil. Jangan katakan pada mamaku kalau kamu hamil anak orang lain, yang mama tahu kau pasti hamil dengan Arian." Ujar Rio.
" Terima kasih Yo kau memang sahabat terbaikku." Ucap Alexa.
Rio menganggukkan kepalanya.
Setelah itu mereka mulai membahas usaha yang akan di jalani oleh Alexa nanti. Alexa memilih usaha restoran. Ia akan merekrut teman temannya yang berbakat di bidang itu.
" Aku akan membantumu, semoga kau sukses ke depannya." Ucap Rio.
" Amin." Sahut Alexa.
Satu masalah terselesaikan. Alexa harus fokus pada kehidupannya dan anaknya nanti.
Di tempat lain, tepatnya di rumah Frans. Ia baru saja bangun dari tidur siangnya. Hari ini ia tidak bekerja karena sakit kepala.
" Shhh kenapa kepalaku sakit sekali? Perutku terasa mual dan ingin muntah. Apa benar ya kalau aku sedang mengalami masa ngidam? Alexa... Apa Arian mau menerima anak itu sebagai anaknya? Atau dia akan mengusirmu dari rumahnya? Aku merasa tidak rela kalau anakku di akui orang lain. Ya Tuhan... Aku harus bagaimana?" Monolog Frans.
Tiba tiba Frans teringat kata kata Alexa untuk tidak mengganggunya apapun yang terjadi.
Frans mencoba menuju dapur untuk membuat minuman. Ia berjalan dengan merambat rambat pada dinding seperti seorang tunanetra.
Setelah apartemen Alexa terjual, kini Alexa pindah ke sebuah rumah sederhana yang terlihat mewah karena susunan bangunannya. Dengan di bantu Rio ia memasukkan barang barang ke dalam.
" Tante senang sekali Alexa kamu yang membeli rumah ini, Tante tidak akan kesepian lagi karena ada temannya." Ucap nyonya Erna.
" Iya Tante, untuk kedepannya aku akan selalu merepotkan Tante." Ucap Alexa.
" Tidak pa pa, Tante sudah menganggapmu sebagai anak Tante sendiri meskipun Tante mengharap kamu menjadi menantu Tante." Ujar nyonya Erna melirik Rio.
Alexa membalasnya dengan senyuman saja.
" Andai Tante tahu bagaimana hinanya diriku ini, pasti Tante akan membenciku." Batin Alexa.
" Oh ya Alexa, selama hamil kamu tidak boleh kecapekan! Tidak boleh mengangkat benda benda berat! Kamu harus mejaga pola makan! Makanlah makanan yang banyak mengandung gizi ya, biar kamu dan babby selalu sehat." Tutur nyonya Erna.
" Iya Tante, terima kasih atas perhatian yang Tante berikan padaku. Aku jadi ingat dengan mama, kalau saja mama masih hidup pasti mama akan seperti Tante." Ucap Alexa sedih.
" Jangan bersedih sayang!" Nyonya Erna memeluk Alexa.
__ADS_1
" Kau bisa menganggapku sebagai Mamamu, Tante akan membantumu merawat babby nantinya." Ujar nyonya Erna.
" Terima kasih Tante." Ucap Alexa.
Alexa merasa bahagia masih di kelilingi orang orang baik seperti Rio dan mamanya. Ia merasa tidak sendirian lagi.
Setelah bebenah Alexa merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ia menatap langit langit kamar.
Drt... Drt...
Ponsel Alexa berdering, ia melihat id pemanggil yang ternyata Arian. Ia ragu antara menerima atau menolak.
Pada akhirnya Alexa mengangkatnya.
" Halo Mas."
" Alexa kamu dimana? Kenapa kamu menjual apartemenmu? Kau membelinya dengan susah payah, kau bahkan tidak jajan hanya untuk menabung untuk membeli apartemen ini kan." Ujar Arian di sebrang sana.
" Aku butuh modal untuk membuka usaha Mas, sekarang aku seorang single parent yang harus bertahan hidup untuk anakku dan diriku sendiri." Ucap Alexa.
" Anakmu? Kamu hamil?" Selidik Arian.
" Iya Mas."
Jeduar....
Arian benar benar terkejut mendengarnya. Ada rasa sakit di dalam hatinya.
" Maafkan aku Mas! Lagi lagi aku melukai hatimu." Ucap Alexa.
Tak terasa air mata menetes di pipi keduanya.
" Alexa kembalilah pada Mas sayang! Mas masih sangat mencintaimu, Mas akan menerima anak itu sebagai anak Mas sendiri. Jangan susahkan hidupmu sayang... Kita saling mencintai, kenapa kita tidak bisa bersatu? Mas mohon jangan egois sayang, semua terjadi bukan karena kesalahanmu. Mas lah yang salah di sini! Mas yang terlalu sering mengabaikanmu sehingga kau merasa nyaman dengan orang lain. Mas berjanji kalau kau mau kembali sama Mas, Mas akan mencari pekerjaan lain supaya Mas selalu ada waktu untukmu. Mas memaklumi kekhilafanmu sayang, Mas sudah memaafkanmu, kembalilah pada Mas. Mas akan merawatmu dan anak itu. Mas akan mengakui anak itu sebagai milik Mas. Kita akan hidup bahagia sayang." Ujar Arian panjang lebar.
" Hiks.... Hiks.... Aku tidak bisa Mas! Aku akan semakin merasa bersalah dan tersiksa jika aku tetap bersamamu. Aku bahkan tidak mampu melihat wajahmu Mas, aku terlalu dalam menyakitimu hiks... Maafkan aku Mas!" Alexa mematikan sambungan ponselnya.
" Hiks..... Maafkan aku Mas, aku juga masih mencintaimu tapi inilah yang terbaik untuk kita. Lupakan! Ikhlaskan! Semoga kau mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku." Monolog Alexa mengusap air matanya.
Kira kira Alexa akan bersatu dengan siapa ya?
Penasaran? Tekan like koment vote dan 🌹
Terima kaish untuk readers yang telah mensupport author, semoga sehat selalu...
__ADS_1
Miss U All...
TBC...