
Satu bulan telah berlalu, Alexa merawat Aksa dengan baik. Setiap hari Frans menjenguknya, bahkan datang pagi pulang malam. Seperti pengangguran yang tidak punya pekerjaan saja.
Pagi ini setelah mandi, Alexa memandikan babby Aksa. Saat ia hendak memakaikan baju tiba tiba Frans datang mengagetkan nya.
" Biar aku saja!" Ucap Frans.
" Kau mengagetkanku saja." Sahut Alexa.
" Maaf jika aku mengagetkanmu." Ucap Frans mengambil baju di tangan Alexa.
Alexa membiarkannya, ia masuk ke dapur membuatkan secangkir kopi untuk Frans.
" Anak Papi udah mandi pagi pagi gini, uh tambah gembul aja nih pipi." Ucap Frans mencium pipi Aksa.
" Sebentar lagi kita akan tinggal bersama sayang, Papi akan menemanimu tidur biar kamu nggak kedinginan." Frans memakaikan celana pada Aksa setelah selesai, ia menggendong Aksa keluar kamar.
" Kopinya Frans." Ucap Alexa.
" Terima kasih Xa, menjalani hidup seperti ini aku merasa memiliki seorang istri, setiap pagi di buatkan kopi, sarapan, makan siang dan makan malam juga." Ujar Frans menatap Alexa.
" Bagaimana aku tidak menyiapkan semuanya jika kau sepanjang hari di sini, aku tidak tega membiarkanmu kelaparan apalagi kau sendiri yang membawa bahan bahan makanannya." Sahut Alexa.
Frans tersenyum menatapnya.
" Tinggal menunggu beberapa hari lagi, kita akan menikah dan akan hidup bersama dengan bahagia. Aku sudah menyiapkan semua berkas pernikahan kita." Ucap Frans.
" Aku belum memberikan jawabanku padamu, lalu kenapa kau bertindak sendirian seperti ini?" Ujar Alexa menatap Frans.
" Aku tidak menerima penolakan Xa, kalau kau tidak mau melakukan karena cinta setidaknya kau melakukan demi anak kita. Dia butuh kasih sayang utuh dari kedua orang tuanya. Dan hanya aku yang akan menjadi papinya selamanya." Sahut Frans ngotot.
Alexa mengehela nafasnya pelan. Beginilah Frans kalau menginginkan sesuatu. Dia harus mendapatkannya, sama seperti saat ia mendekati Alexa.
" Atau kau mau memilih?" Tanya FransFrans menatap Alexa.
" Kau tidak memberikan aku pilihan Frans, tapi jebakan. Kau tahu betul kalau aku pasti akan memilih Aksa, makanya kau menggunakan kesempatan itu untuk membuatku menikah denganmu." Ucap Alexa.
" Apa kau tidak bahagia menikah denganku?" Selidik Frans.
" Tergantung bagaimana dirimu memperlakukan aku Frans, aku akan mengikuti kemana takdir membawaku." Sahut Alexa.
" Terima kasih, aku berjanji padamu kalau aku akan membuatmu dan Aksa bahagia. Sekarang aku sama Aksa mau berjemur dulu di depan. Dah Mami... " Frans keluar rumah duduk di bawah sinar matahari pagi.
Alexa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Frans. Alexa menuju dapur menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
Nyonya Erna menghampiri Frans dan Aksa.
" Duh cucu Oma udah ganteng pagi pagi gini." Ucapnya.
" Iya donk Oma, kan mau di cium Papi masa' Papi datang Aksa masih bau acem." Sahut Frans menirukan suara anak kecil.
" Kalau Tante lihat lihat, wajah Aksa mirip banget sama kamu ya Frans." Ucap nyonya Erna curiga.
" Masa' sih Tan? Mungkin karena aku Papinya kali Tan, dan selama ini kami sangat dekat jadi wajahnya mengikuti aku." Ujar Frans.
Alexa sudah memberitahu Frans jika nyonya Erna tidak tahu yang sebenarnya terjadi padanya dan Alexa. Itu sebabnya ia hanya mengaku sebagai calon suami Alexa bukan ayah kandung Aksa.
" Iya juga ya, kapan kalian akan menikah?" Tanya nyonya Erna.
__ADS_1
" Dua minggu lagi Tan, do'ain semoga di beri kelancaran ya Tan." Ujar Frans.
" Tentu Frans, doa terbaik untuk kalian. Kalau kalian sudah menikah nanti sering sering mengunjungi Tante ya, Tante pasti akan sangat merindukan cucu Tante yang sangat tampan ini." Nyonya Erna mencubit pelan pipi Aksa.
" Iya Oma, Aksa akan sering main ke rumah Oma." Sahut Frans.
" Frans sarapan udah siap." Ucap Alexa berdiri di depan pintu.
" Eh ada Tante, ayo sarapan bareng Tan." Ajak Alexa.
" Tante sudah sarapan Xa, sini Aksa sama Tante aja kamu sarapan dulu." Ujar nyonya Erna menatap Frans.
" Maaf ya Tan merepotkan." Ucap Frans memberikan Frans pada nyonya Erna.
" Tidak merepotkan kok, Tante malah senang bisa menggendong Aksa." Sahut nyonya Erna.
" Terima kasih Tante." Ucap Frans.
Frans masuk ke dalam menghampiri Alexa di meja makan.
" Kamu juga harus makan! Biar asi kamu banyak, karena setelah ini asi kamu akan di peras banyak oleh putraku." Ucap Frans duduk di meja makan.
" Baiklah." Alexa duduk di depan Frans.
Mereka berdua makan dengan khidmat. Sesekali Frans mencuri pandang ke arah Alexa.
" Masakanmu sangat lezat, aku jadi tambah gemuk sekarang." Ujar Frans.
" Berarti mulai besok aku nggak usah menyiapkan makanan untuk kamu biar kamu nggak tambah gemuk." Ucap Alexa.
" Eh ya jangan donk! Nanti aku akan kurus kalau begitu." Sahut Frans.
" Senyumanmu mengalihkan duniaku Xa." Ucap Frans.
" Apa sih! Bisanya cuma nge gombal terus dari dulu." Ucap Alexa terkekeh.
Alexa teringat saat saat mereka dekat.
" Entah kenapa aku bisa bersikap romantis denganmu, tapi kalau dengan yang lain aku nggak bisa. Mungkin perasaan ini memang hanya untukmu, aku berharap ke depannya kita akan hidup bahagia bersama Xa. Selamanya." Ucap Frans.
" InsyaAllah Frans." Sahut Alexa melanjutkan makannya.
Setelah selesai makan keduanya kembali ke depan menghampiri nyonya Erna.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jam sebelas malam Aksa rewel, tidak henti hentinya ia menangis. Badannya panas membuat Alexa sedikit panik.
" Sss sayang kamu kenapa sih? Tidak biasanya kamu nangis begini. Mana Rio sama Tante Erna lagi pergi lagi, aku harus gimana nih? Apa aku telepon Frans aja ya? Tapi kan Frans baru saja pulang, pasti dia lagi istirahat di rumah. Ya Tuhan bagaimana ini? Aku takut Aksa kenapa napa." Ujar Alexa sambil menggendong Aksa.
Alexa mencoba menenangkan Aksa namun tetap saja Aksa masih menangis. Akhirnya mau tidak mau Alexa menelepon Frans.
" Halo Xa, kenapa Aksa menangis begitu?" Tanya Frans saat mendengar suara tangisan Aksa.
" Aku tidak tahu Frans, aku bingung harus bagaimana." Sahut Alexa.
" Aku akan ke sana! Kamu tenang dulu ya, jangan panik. Kalau Aksa mau susui dia Xa." Ucap Frans.
__ADS_1
" Iya." Alexa mematikan sambungan teleponnya.
Aksa mencoba menyusui Aksa namun Aksa tidak mau.
" Sayang tenanglah! Jangan buat Mami panik gini donk! Hiks.. " Alexa terisak. Ia merasa tidak becus menjadi seorang ibu.
Tak lama Frans datang menghampirinya.
" Alexa." Panggil Frans.
" Frans, Aksa kenapa? Kenapa dia nangis terus begini?" Tanya Alexa menatap Frans.
" Kamu tenang saja ya! Sini biar aku yang gendong." Frans mengambil alih gendongan Aksa.
" Ssss Sayang ini Papi, tenang ya jangan menangis lagi! Kasihan Mami kamu sampai cemas begitu." Ujar Frans menciumi pipi Aksa.
Ajaib!!!
Tangisan Aksa berhenti. Ia menyusupkan wajahnya ke dada Frans. Alexa melongo melihatnya.
Inikah yang di namakan ikatan batin? Biasanya kalau baby sakit dia akan tenang bersama ibunya, tapi Aksa? Ia justru tenang bersama papinya. Benar benar luar biasa, pikir Alexa.
" Sebenarnya Aksa kenapa? Dia diam saat kau yang menggendongnya." Ujar Alexa.
" Dia tidak mau berpisah dariku Xa, dia ingin tidur bersama Papinya malam ini." Sahut Frans tersenyum.
" Benarkah?" Akexa menatap Frans.
" Benar lah, buktinya dia diam." Sahut Frans.
Alexa menganggukkan kepala.
" Mulai besok pindah lah ke rumah baru kita! Jadi aku bisa menemani Aksa tidur di malam hari. Aku juga bisa mengerjakan pekerjaanku di rumah tanpa harus bolak balik ke sana kemari. Lagian tinggal menghitung hari kita menikah Xa." Ujar Frans.
" Rumah baru? Memangnya kenapa dengan rumah lamamu?" Tanya Alexa.
" Aku jual! Aku ingin mengukir kenangan indah bersama kalian berdua tanpa adanya kenangan orang lain di sana." Jawab Frans.
Alexa paham maksud ucapan Frans.
" Tapi kau membeli kenangan baru dengan kenangan lama." Ujar Alexa.
" Tidak... Aku memakai uang tabunganku untuk membeli rumah baru kita, sedangkan uang hasil menjual rumah itu aku gunakan untuk membuka cabang di kota B." Terang Frans.
Alexa terkejut mendengarnya. Ia menatap Frans untuk sesaat.
" Kalian istimewa bagiku jadi aku harus memberikan yang spesial untuk kalian berdua. Mau kan kita pindah ke sana besok pagi?" Tanya Frans menatap Alexa.
" Aku...
Aku apa hayooo
Jangan lupa tekan like koment vote dan 🌹nya untuk mendukung author...
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
Miss U All...
__ADS_1
TBC....