
Hari ini tiba hari pernikahan Frans dan Alexa yang di selenggarakan di masjid besar yang tak jauh dari rumahnya. Dengan memakai baju kebaya putih dengan riasan natural membuat Alexa nampak sangat anggun. Bahkan tidak ada yang menyangka jika ia janda anak satu.
Frans menjabat tangan pak penghulu, dengan satu kali tarikan Alexa telah sah menjadi istrinya.
" Alhamdulillah." Ucap semua orang yang hadir.
Selesai membacakan doa, Alexa dan Frans mendatangani buku akta nikah. Mereka juga berfoto sebagai kenang kenangan nanti saat Aksa dewasa.
Setelah acara ijab qobul selesai, mereka berpindah ke rumah untuk melanjutkan acara resepsi mereka.
Mereka berdua di pajang di depan layaknya seorang putri dan raja. Para tamu undangan saling mengucapkan selamat kepada mereka berdua.
" Selamat sayang! Akhirnya kau tidak sendirian lagi merawat Aksa. Tante sudah tenang sekarang melepas Aksa kepadamu sepenuhnya. Semoga kalian selalu di beri kebahagiaan dan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warrohmah." Ucap nyonya Erna.
" Amin... Terima kasih Tante." Sahut Alexa.
Setelah acara selesai, para tamu meninggalkan rumah mereka. Hanya tersisa beberapa orang dari pihak WO yang sedang beberes.
Frans dan Alexa masuk ke dalam kamarnya.
" Kamu mandi dulu gih! Biar Aksa aku yang jagain." Ujar Frans.
" Iya." Sahut Alexa masuk ke kamar mandi.
Frans naik ke atas ranjang mendekati Aksa yang sedang tertidur pulas.
" Dedek Aksa bawaannya tidur terus sih! Ada Papi lhoh di sini! Ayo kita main! Oh ya Papi punya kabar gembira sayang. Selamat ya sayang sekarang kita sudah bersatu menjadi keluarga yang utuh. Ada Papi, Mami, dan Aksa. Semoga kita akan menjadi keluarga bahagia selamanya." Ucap Frans mencium pipi Aksa.
" Papi tidak menyangka kalau hari ini akan tiba sayang. Hati dimana mamimu menjadi milik Papi seutuhnya, dulu Papi hanya bisa berangan angan saja tapi ternyata Tuhan membuatnya menjadi kenyataan. Papi sangat bahagia sayang." Ujar Frans merasa bersyukur.
Ceklek....
Alexa keluar dari kamar mandi menghampiri Frans.
" Sekarang kamu mandi dulu! Aku udah siapkan airnya, handuk dan baju ganti juga ada di sana." Ucap Alexa.
" Oke." Sahut Frans.
Frans berdiri di depan Alexa sambil menatapnya.
" Kenapa menatapku seperti itu? Apa ada yang aneh dengan wajahku? Ah pasti kau merasa kalau aku jelek karena riasan nya udah aku hapus." Ucap Alexa.
" Tidak! Kau tetap cantik di mataku dari kamu masih gadis sampai menjadi istri orang, apalagi sekarang kau menjadi istriku, kau terlihat tambah cantik." Sahut Frans.
Frans menarik pinggang Alexa hingga mengikis jarak di antara keduanya.
" Ini malam pertama kita, jadi persiapkan dirimu dengan baik! Aku ingin mengukir kenangan indah malam ini sayang." Bisik Frans di telinga Alexa membuat tubuh Alexa meremang.
__ADS_1
Cup...
Alexa melongo saat Frans mengecup bibirnya.
" Jadi kangen sama gigitanmu sayang, aku sudah tidak sabar menanti gigitan lembut darimu yang membuat milikku bereaksi. Aku mandi dulu!" Ucap Frans masuk ke dalam kamar mandi.
" Tapi Frans aku... " Teriak Alexa ingin protes namun Frans keburu menutup pintunya.
" Hah... Apa aku bisa memberikan haknya malam ini sedangkan aku masih mengingat Mas Arian." Gumam Alexa.
Alexa duduk di tepi ranjang sambil merenung.
" Aku tidak boleh memikirkan pria lain selain suamiku! Aku tidak mau kembali terjerat hubungan ataupun perasaan terlarang lagi. Aku harus segera melupakan Mas Arian. Biarkan dia hidup bahagia bersama yang lainnya Alexa! Jangan mengingatnya lagi! Di sini ada suami yang harus aku jaga perasaannya. Sadarlah Alexa!!! Mas Arian sudah bukan milikmu lagi, aku harus melupakannya supaya aku bisa menjalani hidup bahagia bersama keluarga baruku." Monolog Alexa.
Alexa merebahkan tubuhnya di samping Aksa. Karena kelelahan ia pun tertidur dengan pulas.
Frans yang baru saja keluar dari kamar mandi mendekati Alexa.
Cup...
Frans mencium kening Alexa.
" Istirahatlah sayang! Aku akan menyelesaikan pekerjaanku lebih dulu." Ucap Frans keluar kamarnya menuju ruang kerjanya.
Setelah makan malam Alexa dan Frans masuk ke dalam kamarnya. Alexa duduk bersandar pada head board sambil menyusui babby Aksa. Sedangkan Frans duduk di samping Alexa.
" Kenapa malu? Aku suamimu Xa, udah ah nggak usah di tutupi gitu kasihan Aksa sumpek." Frans mengambil penutup di dada Alexa.
Frans tersenyum melihat sesuatu yang sudah halal ia lihat.
" Apa sih senyum senyum gitu!" Ujar Alexa.
" Bikin reaksi sayang." Sahut Frans terkekeh.
" Tuh kan!... Aku nggak tanggung jawab lhoh, kamu sendiri yang membukanya." Ucap Alexa.
" Ya harus tanggung jawab lah, salah sendiri punya body yang selalu bikin milikku reaksi. Selama ini aku selalu menahannya kita belum boleh melakukannya, sekarang karena kita sudah halal jadi kau harus memberikannya malam ini." Sahut Frans.
Frans menatap Aksa yang sedang menyesap ****** Alexa.
" Anak Papi sayang, kamu buruan tidur ya! Papi sana mami mau membuatkan adik buat kamu." Ucap Frans.
" Kamu ini, Aksa aja masih bayi bisa bisanya mau di buatkan adik." Kekeh Alexa.
" Ya nggak pa pa lah! Aku ingin punya anak banyak Xa." Ujar Frans.
" Tapi Frans, kamu kan tahu kalau pera....
__ADS_1
" Halo sayang... Anak Papi neteknya kuat banget sih, pipi kamu sampai gembul banget gini." Frans mencubit pelan pipi Aksa.
Alexa menghela nafasnya pelan. Ia tahu kalau Frans tidak mau mendengar ia mengucapkan tentang perasaannya.
" Asinya buat Papi donk sayang." Frans menekan payudar* Alexa hingga terlepas dari bibir Aksa.
Aksa menggejolkan kedua kakinya seolah tidak terima jika kegiatannya di ganggu.
" Aksa marah sayang." Ucap Frans.
Frans tidak tahu aja kalau sikapnya membuat Alexa terpaku. Bagaimana tidak? Sampai sekarang Frans masih menyentuh bagian sensitif nya.
Frans menatap tangannya lalu,
" Ah maaf!" Frans menjauhkan tangannya.
Oek... Oek...
Aksa menangis membuat wajahnya memerah.
" Sayang maafin Papi ya... cup cup cup sekarang minum lagi! Papi tidak akan mengganggu lagi." Ucap Frans salah tingkah.
Alexa kembali menyusui Aksa membuat Aksa terdiam.
Setengah jam berlalu...
Aksa belum juga tidur membuat Frans menghela nafasnya pelan. Ia menunggu sambil memainkan ponselnya.
Satu jam berlalu...
Aksa belum juga tidur, padahal ia sudah tidak menyusu tapi matanya masih terbuka lebar.
" Sepertinya Aksa tahu keinginanmu Xa." Ucap Frans.
Alexa menatap ke arahnya sambil mengerutkan keningnya.
" Aksa tahu kalau kamu belum mau aku sentuh makanya jam segini dia belum tidur juga." Ucap Frans.
Frans tidur memunggungi Alexa. Ia menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya. Hati Alexa mencelos melihatnya. Ia merasa kasihan dengan Frans. Entah mengapa dari dulu ia tidak tega menolak permintaan Frans. Entah hanya rasa kasihan atau karena memang ada perasaan lain, Alexa sendiri masih ragu menilainya.
Jangan lupa tekan like koment vote dan kasih 🌹yang banyak biar author semangat ngetiknya nih...
Terima kasih untuk readers yang telah mensupport author semoga sehat selalu...
Miss U All...
TBC...
__ADS_1