Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang

Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang
FIRASAT


__ADS_3

Saat Alexa dan Dira berbincang tiba tiba Aksa menangis.


" Ra aku ke atas dulu ya." Ucap Alexa.


" Oke." Sahut Dira.


Alexa segera berlari menaiki tangga menuju kamarnya. Sedangkan Dira masih duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


" Sayang buatkan aku kopi." Teriak Frans dari ruang kerja.


Dira tersenyum smirk. Ia segera ke dapur membuatkan kopi untuk Frans. Setelah selesai ia mengantarkan kopi itu ke ruang kerja Frans.


Ceklek....


" Letakkan di meja sayang!" Ucap Frans tanpa menoleh. Ia tetap fokus pada layar laptopnya.


Tanpa suara Dira mendekat, Frans menarik tangannya hingga Dira duduk di pangkuannya. Tepat di saat itu Alexa masuk ke dalam sambil menggendong Aksa.


Deg...


Jantungnya berdetak dua kali lebih kencang.


" Mas apa yang kau lakukan." Ucap Alexa.


Sadar dengan apa yang terjadi, Frans mendorong tubuh Dira hingga terjerembab di lantai.


" Awh Frans... Kenapa kau mendorongku? Kau sendiri yang menarikku ke pangkuanmu." Ucap Dira berdiri.


Alexa menatap tajam ke arah Frans.


" Bukan begitu sayang, aku kira dia kamu. Tadi aku menyuruhmu membuatkan kopi, tiba tiba dia datang membawa kopi untukku. Ya aku mengiranya dia kamu lah." Terang Frans.


" Kenapa tidak kau perhatikan dulu? Kenapa malah adalah narik orang sembarangan?" Tanya Alexa.


" Iya sayang maaf!" Sahut Frans.


Alexa gantian menatap Dira.


" Tadi kamu ke kamar, jadi aku membuatkan kopi untuk Frans. Saat aku mau keluar dia malah menarikku ke pangkuannya. Tapi aku yakin Frans mengenaliku, tidak mungkin kan dia tidak bisa membedakan mana aku mana kamu." Ucap Dira.


" Maksudmu aku sengaja begitu? Tidak Dira kau salah paham! Aku mengira kalau kamu itu Alexa, sumpah!" Ucap Frans mengangkat kedua jarinya sambil menatap Alexa.


" Ya sudah lah tidak usah di bahas, lain kali kamu harus teliti Pi. Aku tidak mau kejadian ini terulang lagi." Ujar Alexa.


" Maafkan aku sayang." Ucap Frans.


Alexa menganggukkan kepalanya.


" Dira, bawa kembali kopimu! Aku tidak suka kopi selain buatan Alexa." Ucap Frans.

__ADS_1


" Baiklah, maaf membuat kesalahpahaman ini terjadi." Ucap Dira mengambil kembali kopinya lalu keluar ruangan.


Alexa masih menatap Frans.


" Sayang jangan menatapku begitu! Aku tidak bohong." Ujar Frans.


" Entah kenapa aku merasa Dira sengaja melakukannya Pi, aku merasa Dira sengaja mendekatimu supaya terjadi kesalah pahaman di antara kita. Tadi saat datang tiba tiba dia jatuh, sekarang memberikan kopi tanpa bersuara. Apa dia belum benar benar berubah ya, apa dia sengaja meminta maaf padaku supaya dia bisa mendekatimu." Ujar Alexa.


" Aku tidak tahu sayang, tapi kita harus berhati hati dengannya! Aku tidak mau kejadian Sinta terulang kembali." Ujar Frans.


" Iya Pi, aku akan berhati hati kamu juga. Aku tidak mau rumah tangga kita hancur hanya karena orang ketiga. Cukup kejadian di masa lalu menjadi pelajaran untuk kita." Ucap Alexa.


" Iya sayang." Sahut Frans mengusap rambut Alexa.


Tanpa mereka sadari Dira mendengarkan semua pembicaraan mereka di balik pintu. Ia segera melanjutkan langkahnya menuju dapur.


" Aku harus berhati hati! Aku tidak boleh terlalu menampakkan rencanaku. Baiklah Dira untuk hari ini sampai di sini dulu, besok kita lanjutkan rencana selanjutnya. Maafkan aku melakukan semua ini Alexa. Aku tidak Terima Mas Arian terus mengabaikan aku karena dirimu. Selama Mas Arian masih memikirkanmu maka selama itu aku akan membuat keributan dalam rumah tanggamu." Gumam Dira tersenyum smirk.


Setelah itu Dira berpamitan pada Frans dan Alexa. Frans dan Alexa masih di ruang kerja.


" Sini sayang pangku Papi." Ucap Frans menepuk pahanya.


" Nggak mau bekas cewek lain." Sahut Alexa.


" Kok gitu sih Yank, aku kan nggak tahu tadi. Kalau aku tahu itu bukan kamu aku nggak mungkin narik tangannya. Ya udah aku mandi dulu dan akan aku buang baju dan celanaku ini biar nggak ada bekas cewek lain." Ujar Frans keluar ruangan menuju kamarnya.


" Kita ke taman belakang aja sayang." Ujar Alexa.


Alexa ke taman belakang sambil menggendong Aksa. Alexa duduk selonjor di gazebo sambil memangku Aksa di kakinya. Ia terus mengajak Aksa bicara membuat Aksa tertawa memamerkan gusinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dira masuk ke dalam rumahnya, ia langsung menuju kamarnya. Dira mengerutkan keningnya saat mendengar suara gemericik air.


" Mas Arian sudah pulang." Gumam Dira.


Dira segera mengambil baju ganti untuk Arian lalu meletakkannya di atas kasur. Tak lama Arian keluar hanya dengan memakai handuknya saja.


Glek...


Dira menelan kasar salivanya saat melihat tubuh Arian yang sangat menggoda. Perut sixpack, kulit putih di tambah tetesan air yang menetes di tubuhnya membuatnya nampak *@**@.


" Lap dulu encesmu!" Ucap Arian mengambil baju di samping Dira.


Dira mengelap bibirnya menggunakan tangannya. Arian terkekeh melihatnya.


" Kamu darimana?" Tanya Arian.


" Main ke rumah Alexa." Sahut Dira.

__ADS_1


" Aku harap kedatanganmu ke sana tidak membawa keributan untuk rumah tangga Alexa." Ucap Arian.


" Kenapa bilang seperti itu? Apa kau tidak percaya kalau aku benar benar tulus meminta maaf padanya?" Tanya Dira menatap Arian yang sedang menyisir rambutnya.


" Aku hanya mengutarakan apa yang ada di dalam hatiku saja. Daripada membuat masalah pada rumah tangga orang mendingan perbaiki rumah tangga kita dulu." Ujar Arian.


" Bagaimana aku bisa memperbaiki rumah tanggaku jika suamiku saja masih mengingat mantan istrinya. Dan dia tidak bisa melupakan cintanya pada sang mantan selama hidupnya."


Deg...


Ucapan Dira membuat Arian terkejut.


" Lalu aku harus bagaimana? Haruskah aku mengharapkan cinta yang tidak pasti? Haruskah aku mengharapkan kebahagiaan dari semua ini? Katakan Mas! Aku harus bagaimana hah?" Ucap Dira dengan nada tinggi.


Arian diam tidak bergeming.


" Kau tidak tahu kan aku harus bagaimana?" Ujar Dira.


" Ya kau benar Mas. Aku memang sengaja datang ke rumah Alexa untuk membuat keretakan rumah tangganya bersama Frans."


Mata Arian membola menatap Dira.


" Selama kau menyakiti hatiku maka selama itu aku akan menyakiti hati Alexa. Jika aku tidak bahagia maka Alexa juga tidak akan bahagia. Aku akan membuatnya ikut merasakan apa yang aku rasakan. Apa kau puas?" Dira menatap Arian dengan tatapan yang entah.


" Sikapku kepadamu tidak ada hubungannya dengan Alexa... Dira, semua yang aku rasakan saat ini bukan kesalahannya, tapi semua ini murni kesalahanku sendiri." Ujar Arian.


" Tapi karena dia kau tidak bisa move on darinya, karena dia kau tidak mau membuka hatimu untukku, lalu untuk apa pernikahan ini Mas? Semuanya tidak ada gunanya." Ujar Dira.


" Bukan tidak mau Dira tapi belum bisa. Cobalah mengerti! Lagian pernikahan kita baru beberapa hari, mana mungkin aku bisa mencintaimu secepat itu. Sedangkan aku mencintai Alexa selama puluhan tahun." Sahut Arian.


" Baiklah aku tidak akan melakukan pergerakan lagi, aku beri waktu tiga bulan kepadamu untuk bisa mencintaiku. Jika kau tidak bisa mencintaiku maka aku akan menghancurkan pernikahan Alexa." Ancam Dira.


Arian menghela nafasnya pelan. Ia tahu kalau Dira wanita nekat. Ia nampak sedikit berpikir lalu...


" Baiklah aku terima tantanganmu." Sahut Arian.


Dira tersenyum bahagia mendengarnya.


Ya... Dira jatuh hati pada Arian karena perhatian dan kasih sayang yang Arian berikan padanya selama ini. Ia tidak mau kehilangan Arian itu sebabnya ia berbuat nekat ingin menghancurkan pernikahan Alexa.


Bukankah semuanya adil dalam cinta dan perang? Pikir Dira.


Jangan lupa like koment vote dan kasih 🌹yang banyak buat author biar author makin semangat ngetiknya...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu..


Miss U All...


TBC....

__ADS_1


__ADS_2