Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang

Terhanyut Dalam Perasaan Terlarang
BONCHAP 2


__ADS_3

Mobil Alexa menabrak trotoar karena menghindari truk yang melakukan kencang. Beruntung Alexa tidak apa apa, hanya kakinya saja yang terasa sakit. Setelah di periksa di sebuah klinik, Alexa pulang bersama Frans.


Di dalam perjalanan Alexa membungkam mulutnya membuat Frans frustasi.


" Sayang percayalah padaku! Aku tidak melakukan terlalu jauh sebelum kau datang. Aku akui aku salah, aku bodoh telah tergoda olehnya. Tapi sungguh, aku melakukannya karena nafsu dan tidak melibatkan hatiku." Ucap Frans menoleh sebentar ke arah Alexa. Alexa membuang muka dengan menatap ke luar kaca.


Frans menghela nafasnya pelan.


" Baiklah kalau kamu masih ingin diam. malam ini, aku harap besok pagi kau sudah bisa memaafkan aku!" Ucap Frans pasrah.


Sampai di rumah Alexa segera menuju ke kamar putranya dengan tertatih.


" Sayang aku bantu." Ucap Frans menuntun Alexa namun Alexa menepis tangannya. Alexa masuk ke kamar twins lalu menguncinya. Lagi lagi Frans menghela nafasnya.


Alexa duduk di atas ranjang, ia menatap kedua putranya yang sedang terlelap dalam tidurnya. Ia mengelus kepala Aska dan Aksa bergantian.


" Mami akan membawa kalian pergi dari sini. Mami tidak sanggup menghadapi sikap papi kalian yang selalu saja seperti ini. Selalu bodoh dalam bersikap dan bertindak. Ia tidak pernah memikirkan bagaimana ke belakangnya." Ujar Alexa mencium pipi kedua putranya.


Ia berbaring di sebelah Aska lalu memeluknya dari belakang. Alexa terlelap menuju alam mimpinya. Frans yang mengira Alexa mencabut kuncinya mencoba membuka pintu dengan kunci cadangan namun ia gagal.


" Maafkan aku sayang! Semoga kau akan memaafkan aku seperti biasa." Ujar Frans kembali ke kamarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi ini Alexa sedang menata makanan di meja makan untuk sarapan Frans. Ia membawa sarapannya dan kedua putranya ke kamar.


" Sayangnya Mami... Ayo kita makan dulu." Ucap Alexa duduk di lantai beralaskan karpet.


" Mami." Ucap Aska dan Aksa bersamaan mendekati Alexa.


" Sini Mami suapi."


Dengan telaten Alexa menyuapi Aska dan Aksa dari mangkok yang berbeda, alasannya karena kesehatan. Alexa akan memberikan yang terbaik untuk kedua jagoannya.


Frans yang tidak melihat mereka di meja makan segera menyusulnya di kamarnya.


" Anak Papi makan di sini rupanya, Papi tidak nafsu makan kalau harus makan sendiri." Ucap Frans duduk di sebelah Aska.


Alexa memutar bola matanya malas.


" Papi makan." Ucap Aska.

__ADS_1


" Iya sayang, kamu makan yang banyak biar cepat besar." Sahut Frans di balas anggukkan kepala oleh Aska.


Tatapan Frans tertuju pada dua koper yang tergeletak di samping ranjang.


" Sayang kamu kemana? Kenapa ada koper sebesar itu? Apa kau mau meninggalkan aku?" Selidik Frans menatap Alexa tajam.


Alexa tidak bergeming.


" Alexa katakan padaku! Jangan diam saja seperti ini!" Ucap Frans penuh penekanan.


" Ya aku akan pergi membawa anak anak dari rumah ini."


Jeduarrr..


" Apa?" Pekik Frans tidak percaya.


" Tidak! Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Kalian tidak boleh pergi dari sini." Ucap Frans.


" Sudah lah Frans jangan memaksa aku untuk tetap bersamamu. Aku sudah muak, aku tidak sanggup hidup bersama pria plin plan dan pengkhianat seperti dirimu. Mulai sekarang aku membebaskanmu dari semua kewajibanmu sebagai suamiku. Biarkan aku hidup tenang bersama kedua putraku." Ucap Alexa.


" Kau marah karena kesalahan yang telah aku lakukan semalam sehingga kau memilih untuk pergi dariku. Ini hanya kemarahanmu sesaat sayang. Kau akan berubah pikiran saat hatimu sudah tenang nanti. Kau mohon selama itu, kau tidak boleh pergi kemanapun." Ucap Frans mengatupkan kedua tangannya di dada.


" Aku tidak akan mengubah keputusanku ataupun berubah pikiran. Aku lelah menghadapi sikapmu yang selalu saja seperti ini. Berulah, meminta maaf, lalu berulah lagi, meminta maaf lagi. Itulah yang selalu kau lakukan selama ini Frans. Aku ingin menenangkan diriku sejenak untuk memikirkan apakah aku akan memaafkanmu atau tidak. Jika terbayang dengan apa yang aku lihat semalam, hatiku rasanya sangat sakit Frans. Kau mencumbu wanita di depan mataku sendiri. Bagaimana perasaanmu jika kau berada di posisiku? Sangat sakit Frans.. Sangat sakit melebihi sakitnya saat aku melihatmu dengan Sinta dulu." Ujar Alexa.


Frans menggenggam tangan Alexa, ia menatap Alexa dengan sendu.


" Aku tidak bisa hidup tanpamu Alexa. Aku mohon jangan keras kepala! Tetaplah bersamaku selamanya. Aku tidak apa apa jika kau marah padaku, kau membenciku atau bahkan kau ingin memukulku asalkan kau tetap bersamaku dan tidak meninggalkan aku sendirian. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu sayang." Ucap Frans mencium punggung tangan Alexa.


Alexa menarik tangannya, ia kembali fokus pada kedua putranya. Tak lama suara familiar seseorang membuatnya menoleh ke asal suara.


" Sayang Papa datang." Ucap Arian menghampiri kedua putranya.


" Mas Arian, kenapa pulang nggak memberi kabar dulu?" Tanya Alexa menatap Arian.


" Kasih kejutan di donk buat anak anak Papa." Sahut Arian.


Aksa mendekati Arian.


" Papa." Aksa memeluk Arian dengan erat. Mungkin ia merindukan sosok papa yang sudah tiga bulan ini tidak terlihat.


" Anaknya Papa, lagi makan ya. Makan yang banyak biar cepat besar, besok kalau besar mau jadi apa?" Tanya Arian memangku Aksa.

__ADS_1


" Dokter." Sahut Aksa.


" Dokter? Wah hebatnya anak Papa mau jadi dokter. Kalau Aska mau jadi apa?" Tanya Arian menatap Aska yang sedang di suapi oleh Alexa.


" Emmm." Aska nampak sedang berpikir.


" Aska mau jadi seperti Papi." Sahut Aska khas suara anak anak.


" Oh mau jadi pengusaha." Ujar Arian.


Arian menatap Alexa dan Frans yang nampak sedang diam diaman.


" Kalian baik baik saja?" Tanya Arian menatap Alexa dan Frans bergantian.


" Hmm." Gumam Alexa menganggukkan kepalanya.


" Syukurlah, aku pikir kalian sedang ada masalah makanya diam diaman gitu." Ucap Arian.


Arian mengedarkan pandangannya sampai tertuju pada koper.


" Kenapa ada koper di sini? Apa kalian mau pergi berlibur?" Tanya Arian mengerutkan keningnya.


" Alexa mau meninggalkan aku! Aku butuh bantuanmu untuk menjelaskan kepada Alexa dan membuatnya mengerti. Karena jika dia pergi bukan hanya aku yang menderita tapi anak anak juga." Sahut Frans.


" Aku tidak tahu masalah apa yang sedang kalian hadapi, tapi aku sarankan berpikirlah dengan tenang! Bicarakan semuanya baik baik! Karena kehilangan adalah suatu rasa yang sangat menyakitkan." Ucap Arian.


" Dua kali aku kehilangan seseorang yang aku cintai. Dan aku berharap hanya aku saja yang merasakannya." Sambung Arian.


Arian mentap Alex begitupun sebaliknya.


" Alexa, pikirkan baik baik keputusanmu! Kau tidak boleh egois! Semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Ingatlah Alexa! Di balik keputusanmu ada nasib kedua putramu yang masih sangat membutuhkan kasih sayang lengkap kedua orang tuanya. Jika kasih sayang dari salah satu kita cukup, aku pasti akan merawat Aksa sendiri. Aku tidak akan membiarkan Aksa bersama kalian." Ucap Arian.


" Apa yang mas Arian katakan semuanya benar. Aku harus memikirkan nasib anak anakku ketimbang memikirkan diriku sendiri." Batin Alexa.


Nah loh...


Bimbang kan???


Jangan lupa tekan like untuk mensuport author.


Terima kasih...

__ADS_1


TBC...


__ADS_2