Terjebak Cinta Sang Pengusaha

Terjebak Cinta Sang Pengusaha
Bab 14


__ADS_3

Pagi telah tiba. Gustin menyambut pagi dengan begitu semangat.karena hari ini adalah hari pertamanya bekerja di Cafe


"Kamu jadi kerja hari ini Nak..." Ayah bertanya.


"iya Yah.....Gustin seneng banget...Yah."


"Kamu jaga diri baik baik ya Nak."


"iya Yah.."


"kalau gitu Gustin berangkat dulu ya Yah..."


Gustin menyalami dan mencium punggung tangan kedua orang tua nya sebelum berangkat.


Sesampainya di Cafe Gustin langsung berganti pakaian.karena hari ini hari minggu Cafe terlihat ramai pegunjung.


"Bismillahhirahman nirahkhim semoga lancar ya Rabb."Doa Gustin mengawali pekerjaan nya.Gustin bergabung dengan pekerja yang lainnya sambil memperkenankan diri.


Gustin terlihat sibuk melayani para pengunjung.tanpa terasa hari sudah mulai sore."huf...akhirnya...selesai juga."Gustin istirahat sejenak di ruang ganti untuk para karyawan.setelah berganti pakaian Gustin segera ingin pulang.


"Gustin...kamu sudah selesai kerjanya?mau pulang sekarang?"tanya Sisi yang saat ini sedang di Cafe bersama Mamanya.


"Iya Si...aku mau langsung pulang takut keburu malam nanti."


"Di sini dulu sebentar..."Sisi menarik lengan Gustin agar ikut duduk di sampingnya.


"gimana pekerjaan kamu hari ini Gustin...capek ya..?"tanya Mama Sisi


"semuanya lancar Tante...kalau capek sih cuma sedikit kok Tante...soalnya Gustin senang bisa bekerja di sini."


"Okey kalau gitu Tante tinggal dulu ya." Mama Sisi berjalan menuju ruang kerjanya.


"Tin...mau Enggak nyumbang lagu ke depan sana"


"Enggak mau ah...malu.entar yang ada malah di ketawain lagi"


"Ya enggak lah suara kamu kan bagus banget.bisa maen gitar lagi."seloroh Sisi


Di Cafe milik Mama Sisi menyediakan beberapa jenis minuman kekinian,coffe.dan menyediakan beberapa jenis makanan.tempat yang nyaman untuk bersantai dengan keluarga.dan cocok untuk tempat nongkrong muda mudi.di sini juga ada pemain band sebagai hiburan untuk para pengunjung.


Sisi beranjak dari tempat duduknya.dan langsung menarik tangan Gustin.membawanya ke tempat para pemain band.


"Si kamu apa apaan sih...aku malu tahu enggak?"


"Udah kamu diem aja."balas Sisi.

__ADS_1


Sisi dan Gustin sudah di atas panggung.Sisi sudah memegang mic di tangannya.


"Mohon perhatian untuk para pengunjung,hari ini sahabat saya yang cantik ini akan menyumbang kan sebuah lagu.dengan suara indahnya."ujar Sisi pada para pengunjung.


Gustin tersenyum dan sedikit membungkuk kan badan kepada para pengunjung. Gustin


duduk di kursi yang tersedia di atas panggung.dan meminta gitar pada pemain band.


🌸🌸🌸


Kau, diam-diam aku jatuh cinta


Kepadamu


Ku bosan sudah ku menyimpan rasa


Kepadamu


Tapi tak mampu


Ku berkata didepanmu


Aku tak mudah mencintai


Tak mudah bilang cinta


Tapi mengapa kini denganmu


Aku jatuh cinta


Tuhan tolong dengarkanku


Tapi jika belum jodoh


Aku bisa apa


Ku bosan sudah ku menyimpan rasa


Kepadamu


Tapi tak mampu


Ku berkata didepanmu


Aku tak mudah mencintai

__ADS_1


Tak mudah bilang cinta


Tapi mengapa kini denganmu


Aku jatuh cinta


Tuhan tolong dengarkanku


Tapi jika belum jodoh


Aku bisa apa


Tak bisa ku paksakan dirimu


Tuk jadi kekasihku


Bila tak jodoh ku


Aku tak mudah


Mencintai


Tapi mengapa denganmu


Aku jatuh cinta


Aku tak mudah mencintai


Tak mudah bilang cinta


Tapi mengapa kini denganmu


Aku jatuh cinta


Tuhan tolong dengarkanku


Tapi jika belum jodoh


Aku bisa apa


Tapi jika belum jodoh


Aku bisa apa


Terdengar tepuk tangan yang meriah dari para pengunjung. Suara Gustin dan ketikan gitarnya seakan menghipnotis para pengunjung.

__ADS_1


"terimakasih untuk semua pengunjung yang sudah hadir di sini."Gustin segera turun dari atas panggung.


Tanpa Gustin sadari ada dua pasang mata yang menatapnya secara intens...


__ADS_2