Terjebak Cinta Sang Pengusaha

Terjebak Cinta Sang Pengusaha
Bab 22


__ADS_3

Sampai di depan rumah Gustin ingin segara beranjak tapi lagi lagi Sandy menahan nya.


"Kenapa buru buru sih.duduk disini dulu."


"Enggak ah. ngapain coba?"


"Lah.emang kamu enggak seneng gitu deket deket sama aku,berduaan gini sama aku?"


"Enggak biasa aja tu."


"Kok gitu.kamu cinta enggak sih sama aku."


"Menurut Kak Sandy bagaimana.."goda Gustin.


Gustin sengaja membuat Sandy kesal.karena bagi Gustin saat melihat Sandy kesal merupakan hiburan tersendiri baginya.


"Udah ah...jangan Ambekan gitu."


"Kamu kan yang sering bikin aku ngambek."


"Iya aku minta maaf ya."ucap Gustin sembari membelai wajah Sandy dengan tangan nya.


Sandy tersenyum saat tangan Gustin membelai wajah nya.ada rasa bahagia tersendiri yang Sandy rasa kan dalam hatinya."Apa kamu bahagia saat bersama ku." tanya Sandy dengan tatapan yang sangat dalam.


"Aku bahagia Kak.hanya dengan berada bersama mu seperti ini saja aku sudah cukup bahagia.aku tak berharap lebih dari ini.hanya seperti ini saja sudah cukup bagi ku."


"Kenapa kamu tidak mau berharap lebih dari ini.bahkan aku bisa membuat mu bahagia lebih dari ini."


"Tidak Kak.ini saja sudah cukup.sangat cukup.aku terlalu takut untuk berharap lebih dari ini.karena semakin tinggi harapanku.maka akan ada luka yang akan aku rasakan nantinya.aku hanya minta hal yang sederhana dari Kak Sandy,apa boleh?"

__ADS_1


"Kata kan."ucap Sandy dengan wajah sendu.


"Jika Kak Sandy tidak mampu membuat ku menjadi wanita yang paling bahagia,bisakah Kak Sandy tidak menoreh kan luka."


"Apa yang kamu kata kan?aku bisa membuat mu bahagia semampu yang aku bisa.jangan lagi meminta hal yang tidak akan pernah sanggup untuk aku melakukan nya.sungguh aku tak kan mampu melukai hati mu.aku hanya ingin mencintaimu dan berharap kamu selalu di samping ku.apa kamu meragukan ku."


"Aku tidak meragukan mu Kak.hanya saja aku yang terlalu takut.mungkin Kak Sandy tidak akan menyakiti ku.tapi aku tidak pernah tahu takdir seperti apa yang akan menguji cinta ku padamu.karena aku tahu Allah sudah menulis kan sesuatu untuk takdir ku."


"Tolong jangan terus kan ucapan mu.sungguh aku sudah tidak mampu lagi mendengar nya."ucap Sandy sambil meletak kan kepalanya di bahu Gustin.entah kenapa mendengar ucapan Gustin dada Sandy tiba tiba terasa sesak.ada ketakutan tersendiri dalam hati Sandy.


Gustin mengusap kepala Sandy pelan.memberi ketenangan untuk Sandy yang saat ini masih bersandar di bahu nya.Sandy mendongak menatap Gustin."percayalah padaku.aku sangat mencintai mu."ucap Sandy yang masih menyandarkan kepalanya di bahu Gustin.


Gustin tersenyum mendengar ucapan Sandy.


"Aku percaya Kak."jawab Gustin.


"Terimakasih karena kamu percaya padaku."


"Udah Kak nyender nya bahu aku pegel ni."ucap Gustin memecah keheningan. Sandy langsung mengangkat kepalanya."Maaf ya.habis bahu kamu nyaman banget jadi keenakan."ucap Sandy sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya udah aku turun ya Kak.Kak Sandy juga langsung pulang ya.biar bisa langsung istirahat."


"Oke.kamu juga langsung istirahat ya."


Gustin turun dari mobil Sandy.setelah itu Gustin segera berjalan masuk ke rumah.dan seperti biasa Sandy menatap punggung Gustin yang tertutup oleh rambut panjang nan indah dari arah belakang.karena Gustin memunggungi nya. Sandy tersenyum melihatnya."I love you."gumam Sandy.kemudian Sandy melajukan mobil nya.


Sesampainya di dalam rumah Gustin melihat Ayah dan Ibu sedang duduk bersama di ruang tamu."Assalamualaikum Ayah Ibu." Kedua orang tua Gustin tersenyum melihat Anak semata wayang nya."Walaikumsalam Nak...baru pulang?" tanya Ayah.


"Iya Yah."

__ADS_1


"Naik apa tadi pulangnya?"tanya Ibu


"Di anterin Kak Sandy Bu..."ucap Gustin dengan malu malu.Kedua orang tua Gustin geleng geleng kepala sambil tersenyum melihat putrinya tersipu malu.


"Kenapa muka kamu jadi merah gitu Nak"tanya Ayah."Ayah ih."balas Gustin yang semakin malu dengan pertanyaan sang Ayah.


"Ayah sudah jangan di godain gitu Anaknya."lerai Ibu.karena Ibu tahu kalau suaminya sengaja menggoda putrinya.


"Udah ah. Gustin mau ke kamar dulu ya Yah, Bu."Gustin segera menuju kamarnya. Gustin ingin segera mandi dan sholat Maghrib.


Setelah selesai sholat Gustin tak langsung beranjak. Gustin menadahkan kedua tangannya meminta pada sang Pencipta.


"Ya Allah....ampunilah dosa dosa hamba dan kedua orang tua hamba,serta orang orang terdekat hamba. sayangilah kedua orang tua hamba,berilah keduanya kesehatan kebahagian serta umur yang panjang. Ya Rabb hamba mohon selalu ingat kan hamba agar tidak terlalu berharap pada salah satu mahkluk Mu. ingat kan hamba saat hamba terlena dengan kebahagiaan yang sesaat.beri hamba hati yang lapang saat Engkau menguji hamba. mampukan hamba menghadapi takdir yang Engkau tulis kan.jagalah orang orang yang hamba sayangi ya Rabb.ampuni hamba yang belum bisa menjalankan kewajiban hamba sebagai wanita muslim ya Rabb.terimakasih ya Rabb atas kebahagiaan yang telah Engkau beri."


Setelah Gustin selesai sholat dan makan malam Gustin dan kedua orang tuanya duduk di ruang tengah.di ruang tengah rumah Gustin adalah tempat keluarganya untuk bersantai dan nonton tv. tidak ada sofa mahal di ruangan tersebut.karena di ruangan tersebut hanya ada karpet berbulu halus.sofa yang hanya dapat di duduki tiga orang.ya rumah Gustin memang tidak terlalu besar.tapi cukup nyaman dan indah bila di pandang.


Gustin sedang tiduran di atas karpet dan seperti biasa kepala Gustin selalu berada di pangkuan sang Ibu.dan Ayah duduk di sofa.


"Anak Ibu sedang bahagia ya."ucap Ibu memulai obrolan sambil mengusap kepala Gustin.


"Kamu bahagia Nak dengan Nak Sandy."


tanya Ayah ikut menimpali.


"Ayah Ibu Gustin memang bahagia untuk saat ini.tapi gustin tidak mau berharap lebih dari ini. Gustin sudah sangat bersyukur untuk apa yang sudah Allah berikan buat Gustin saat ini."


"Ayah bahagia Nak jika kamu bahagia.kamu harus ingat Nak...jangan berharap pada sesama mahkluk agar kamu tidak kecewa nantinya. gantung kan semua harapan dan cinta kamu dengan Sang Pencipta. bahagialah seperlunya. cintailah sekadarnya.agar kamu tidak terluka.karena dalam mencintai tidaklah harus memiliki.kalaupun kamu mencintai dan bisa memiliki itu adalah bonus dari Allah yang harus kamu syukuri.jangan merasa terluka nantinya jika orang yang kamu cintai tidak ada di samping kamu.doa kan saja untuk kebahagiaan nya.maka itu akan mengurangi lukanya."ucap Ayah yang sudah meraih tubuh putrinya dan membawa dalam pelukan nya.


"Terimakasih ya Yah. Gustin sayang banget sama Ayah dan Ibu."ucap Gustin sembari mencium pipi Ayah dan Ibunya.

__ADS_1


"Terimakasih ya Rabb,Engkau telah memberi hamba orang tua yang luar biasa ini."gumam Gustin dalam hati.


__ADS_2