
Setelah selesai acara kelulusan para Siswa saling memberi ucapan selamat dan salam perpisahan. sebagian siswa melakukan selfi bersama teman dan para Guru.semua nampak bahagia.walau ada sedikit kesedihan dalam hati para siswa karena harus berpisah dengan Guru dan teman mereka. Sedangkan Sisi dan Gustin saat ini sedang berfoto bersama kedua orang tua Gustin dan Sisi. nampak Gustin dan Sisi melakukan selfi beberapa kali."Udahan ya Si foto nya.pulang yuk tu kasihan Ayah Ibu dan Mama Papa kamu. Udah nunggu dari tadi."ucap Gustin yang sudah merasa lelah dan gerah dengan kebaya yang di pakai."Ya udah ayo pulang.besok kamu enggak usah kerja!besok aku ajak kamu jalan jalan soalnya lusa aku udah berangkat ke Jepang." ujar Sisi dengan raut wajah sedihnya. karena tidak mudah bagi Sisi untuk berpisah dengan Gustin. Tiga tahun bersahabat dengan Gustin dan selama tiga tahun itu pula mereka selalu satu kelas dan satu bangku.walaupun berat tapi Sisi harus mengejar cita cita dan harapan nya.
"Ya udah besok aku enggak kerja deh.apa sih yang enggak buat sahabat kesayangan ku ini."canda Gustin menutupi kesedihan nya.karena dalam hati Gustin juga merasa sangat berat melepaskan Sisi.tapi Gustin juga bahagia jika Sisi bisa mewujudkan cita citanya.dan Gustin akan selalu mendukung dan mendoakan sahabat nya.
"Terimakasih ya Tin...besok aku jemput oke."
"Oke Si..."
"Oh ya aku lupa, kamu kapan mau kenalin aku sama cowok kamu."
"Dia sibuk Si..."
"Ya sayang sekali padahal aku penasaran seperti apa cowok yang sudah bisa bikin hati sahabat aku meleleh."goda Sisi.
"Jangan lebay Si. kamu belum dapet gebetan baru.tumben betah jadi jomblo?"
"Belum ada yang cocok.tapi jangan salah biar kata aku jomblo.tapi aku menyandang status jomblo bermartabat mu sekarang."Keduanya terbahak mendengar ucapan Sisi.
Sisi sudah pulang dengan kedua orang tuanya.sedangkan Gustin masih menunggu Taksi online yang sudah di pesan.tanpa di sangka tepat saat Taksi pesanan nya datang. saat itu juga sebuah mobil datang dan turunlah seorang pria tampan dengan setelan jas yang melekat di tubuhnya.dan jangan lupa kaca mata hitam yang menambah pesona nya.pria tampan itu tak lain adalah Sandy yang sengaja datang untuk memberi kejutan.
Sandy mendekat ke arah Gustin dan orang tua Gustin. Sandy mengucap salam dan menjabat tangan kedua orang tua Gustin. Ayah dan Ibu Gustin tersenyum ramah.
"Mari Om Tante Sandy anter pulang saja."
"Tidak usah Nak Sandy ini Taksi nya sudah datang kami naik Taksi saja. kalau Gustin mau biar Gustin saja yang ikut mobil Nak Sandy."usul sang Ayah.
"Bagaimana Nak...kamu Tidak apa apakan pulang sama Nak Sandy.kasihan lho.sudah repot repot datang ke sini."ucap Ibu.
"Ya sudah Bu. Gustin ikut Kak Sandy saja."
"Ya sudah Ayah dan Ibu pulang dulu ya."
"Hati hati ya Yah Bu."
Setelah kepergian kedua orang tuanya Sandy menatap Gustin yang terlihat cantik hari ini.
"Selamat ya...untuk kelulusannya."
"Iya Kak. Kenapa Kak Sandy repot repot datang ke sini."
"Wah...kenapa kata kata mu terdengar sangat kejam sayang."
"Bukan begitu hanya saja aku cukup kaget tadi. karena Kak Sandy tiba tiba datang."
__ADS_1
"Aku ingin melihat kebahagiaan wanita yang aku cintai. bagaimana kalau kita foto dulu."
"Apa foto? Kita berdua foto?"
"Ya kenapa kamu tidak mau"
"Oke."
Kemudian Gustin meminta tolong Satpam yang sedang berdiri di pintu gerbang untuk mengambil foto mereka berdua.
"Sebentar ya kamu tunggu di sini dulu."
Sandy sedikit berlari menuju mobilnya.kemudian kembali lagi dengan membawa buket bunga mawar putih di tangan nya.Gustin tersenyum melihatnya.
"Sekali lagi selamat ya.ini untuk mu sayang."
"Terimakasih Kak."
"Ya sudah Ayo kita foto."
Foto pertama terlihat Sandy berdiri di samping Gustin dan merangkul bahu Gustin,sedangkan tangan Gustin memegang buket bunga mawar putih pemberian Sandy.
Foto kedua,Gustin terlihat melingkar kan tangan nya pada lengan Sandy dan satu tangan Gustin masih memegang buket bunga mawar putihnya.keduanya tersenyum bahagia. Setelah selesai dengan sesi fotonya Sandy dan Gustin segera masuk ke dalam mobil. Sandy langsung melajukan mobilnya.
"Kita makan dulu ya. aku lapar sekali.tadi belum sempat makan siang."
"Maka nya kita makan dulu ya."
"Apa tidak apa apa aku berpakaian seperti ini."
"Tidak masalah. Kamu terlihat cantik kok."
"Apa Kak Sandy baru menyadari nya." canda Gustin.
"Tentu saja tidak. Karena dari pertama kali aku melihat mu.memang sudah terlihat cantik."
"Sudah Kak jangan bicara lagi.aku takut jadi besar kepala mendengar gombalan mu."
Sandy tersenyum mendengar ucapan Gustin
Setelah sampai di sebuah Restaurant Sandy langsung mengajak Gustin duduk di meja yang sudah di pesan oleh Sandy sebelumnya.
Setelah pesanan makanan mereka datang keduanya makan dengan tenang tanpa ada pembicaraan dari keduanya.
__ADS_1
Acara makan mereka telah selesai dan Gustin sudah merengek minta pulang.
"Ayo Kak pulang sekarang."
"Kenapa buru buru sih."
"Aku sudah tidak nyaman dengan kebaya ini Kak.aku merasa sangat gerah."
Tanpa meminta persetujuan Gustin.Sandy langsung menarik tangan Gustin dan membawa masuk Gustin ke dalam Butik yang berada di sebelah Restaurant tersebut."Kak kita ngapain masuk ke sini." Sandy tidak menjawab pertanyaan Gustin.
"Kamu duduk di sini dulu."ucap Sandy.Gustin diam dan langsung duduk di salah satu sofa yang ada di butik tersebut.setelah lima belas menit Sandy menghampiri Gustin dengan membawa sebuah dres berwarna coklat susu.
"Ini kamu cepetan ganti baju kamu di ruang ganti yang ada di sana."
"Tapi Kak."
"Sudah jangan membantah." Sandy memotong ucapan Gustin.dengan segera Gustin menuju ruang Ganti. Setelah selesai mengganti pakaiannya Gustin segera keluar dari ruang ganti. Sandy tersenyum bahagia melihat Gustin yang nampak cantik dengan dres dengan lengan yang panjangnya sampai siku. dan panjang dres di bawah lutut Gustin.
"Sudah Kak ayo pulang."
"Ya sudah Ayo."
Setengah jam kemudian keduanya sudah sampai di depan rumah Gustin.Gustin ingin segera turun tapi Sandy menahan pergelangan tangan Gustin."tunggu sebentar."ucapSandy.terlihat Sandy mengeluarkan sebuah kotak kecil.
"Apa itu Kak."
"Tutup mata kamu." Gustin menurut. Sandy mendekat ke arah Gustin dan memakai kan sebuah kalung dengan liontin kecil berbentuk huruf S dengan permata kecil di tengah hurufnya.
"Cantik."kata Sandy.Gustin membuka matanya.dan terkejut melihat kalung yang sangat indah yang sudah ada di lehernya.
"Kenapa Kak Sandy kasih ini.ini pasti mahal kan."
"Itu sebagai hadiah kelulusan mu sayang.itu tidak mahal percayalah.dan sangat cocok untukmu."
"Ini berlebihan Kak."
"Tidak sama sekali.sudah jangan banyak protes dan ingat jangan pernah melepasnya tanpa seizin ku."
"Baiklah Kak.terimakasih untuk semuanya.tapi lain kali jangan berlebihan seperti ini."ucap Gustin
"Iya.sudah sekarang turunlah sayang."
"Wah..Kak Sandy mengusir ku."
__ADS_1
"Tentu saja. Apa kamu tidak mau turun dan mau ikut aku pulang ke rumah."
"Tentu saja tidak."Gustin menjawab dengan cepat.dan segera turun dari mobil Sandy.