
Gustin berada di dalam kamarnya. Gustin duduk di meja riasnya. Sambil menatap bayangan dirinya dalam cermin. Gustin memegang liontin kalung nya lalu menatap dalam cermin."Ya Allah terimakasih atas kebahagiaan yang Engkau beri untuk hamba.tapi entah kenapa rasa takut dalam hati hamba tak juga hilang ya Rabb.seolah akan ada kesedihan yang akan hamba hadapi nanti nya. hamba mohon lapang kan hati hamba untuk bisa menghadapi apa yang Engkau tentukan nantinya."gumam Gustin. tanpa di sadari air mata Gustin sudah menetes di pipinya.
Pagi ini Gustin tidak bekerja sesuai permintaan Sisi kemarin. Gustin saat ini sedang duduk di teras depan di temani sang Ibu.tak berapa lama nampak sebuah mobil berhenti di depan rumah Gustin.Gustin tersenyum melihat siapa yang datang.ya tamu itu yang tak lain adalah Nino sahabat nya."Assalamualaikum."ucap Nino.
"Walaikumsalam. Nino tumben pagi pagi udah ke sini."tanya Gustin.
"Ayo Nak Nino masuk ke dalam dulu."Ajak Ibu.
"Tidak usah Bu.enakan di luar seger."
"Ya udah Ibu bikin minum dulu ya."
"Jangan Bu. Nino cuma sebentar kok Bu."
"Ya udah kalau begitu. Ibu tinggal ke dalam dulu ya."
"Iya Bu."
Gustin dan Nino duduk berdua di teras depan.
mereka saling mengucap kan selamat atas kelulusan mereka kemarin.
"O ya. gimana hasil UN kemarin.dapat peringkat berapa kamu No."tanya Gustin
"Aku dapat peringkat 2 Tin.kamu sendiri gimana."
"Aku dapat peringkat 1 No ."
"Alhamdulillah...kamu Memang anak pintar."
ucap Nino sambil mengelus kepala Gustin.
"Kalau aku tidak pintar. aku tidak akan bisa menjadi murid di sekolahan ku.kamu tidak lupa kan kalau aku bisa sekolah di sana karena beasiwa dan itu berkat otak ku yang pintar ini.dan tentu saja berkat doa Ayah dan Ibu." ucap Gustin sambil tersenyum.
"Iya.mana mungkin aku lupa. tapi kenapa kamu terlihat sombong." canda Nino.
"Memang nya kenapa.bukan kah itu kenyataan nya. harus nya kamu memberi ku hadiah tadi." goda Gustin.
"Aku lupa Tin..."
"Kebiasaan." Jawab Gustin dan Nino langsung tertawa mendengar nya.
"Tin..besok Aku berangkat ke Jepang. Kamu baik baik ya di sini."
"Kamu yakin akan tinggal di sana nanti."
"Yakin tidak yakin aku harus ada di sana Tin."
"Apa nanti kamu akan melupakan ku."
__ADS_1
"Tidak akan Tin. jaga diri kamu baik baik.nurut sama Ayah dan Ibu.dan jangan sedih oke."
"Lalu nanti aku harus ke mana saat aku butuh sahabat."ucap Gustin sendu.
"Kamu bisa menghubungi ku.aku akan selalu mendengar cerita mu saat kamu bahagia atau saat kamu sedih."
"Apa saat nanti aku membutuhkan mu kamu bisa datang menemui."
"Aku akan berusaha semampu ku."
"Jangan pernah lupakan persahabatan kita."
"Percayalah Tin...itu Tidak akan mungkin."
"Terimakasih untuk semua waktu nya dan segala perhatian mu selama ini. Aku doa kan semoga kebaikan selalu menyertaimu."ucap Gustin.
"Aku juga doa kan semoga cita cita dan segala harapan mu akan terwujud.ingat jangan pernah memendam kesedihan mu sendirian.jangan pernah merasa sendiri saat kamu sedang sedih atau kesepian Oke."
"Iya.kamu jaga diri baik baik di sana.ingat cari cewek yang bener oke."Canda Gustin menutupi kesedihan nya.
"Oke.aku pulang dulu ya." pamit Nino sambil mengusap kepala Gustin.
Setelah berpamitan dengan Gustin.Nino juga menemui Ibu Gustin dan berpamitan.
Jam 11.00 siang Sisi sudah datang menjemput Gustin.hari ini Sisi ingin mengajak Gustin pergi ke Mall.setelah menempuh perjalanan hampir satu jam keduanya sampai di tempat yang mereka tuju. mereka berjalan mengelilingi Mall tersebut. Keduanya terlihat tertawa di sela sela obrolan mereka.
"Tin main ke TIME ZONE atau mau Nonton."
"Oke."
Hampir dua jam Gustin dan Sisi mencoba semua permainan yang ada di area tersebut.keduanya tampak sudah kelelahan.
"Udah ya Tin...udah capek aku."
"Iya aku juga. Kita makan yuk udah laper ni."
Gustin dan Sisi segara meninggalkan area tersebut dan berjalan menuju tempat makan yang mereka ingin kan.
"Mau makan apa Tin."
"Makan Pizza aja yuk."
"Baik Ndhoro." goda Sisi.yang di sambut gelak tawa oleh Gustin.
Gustin dan Sisi sudah berada di tempat makan yang di tuju. Mereka sedang menikmati makanan mereka dengan sangat lahap.setelah selesai makan mereka masih berada di tempat tersebut untuk istirahat sejenak sambil berbincang.
"Tin...besok aku berangkat ya.kamu jaga diri baik baik ya.nanti aku sering sering kabarin kamu.cari teman yang banyak saat kamu kuliah nanti ya."Sisi berbicara dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Kamu juga jaga diri kamu baik baik.jangan pergi saat malam dan tidak ada yang nemenin kamu.jaga kesehatan,dan jangan lupa kan aku.oke."
__ADS_1
"Iya Tin...kamu jangan sedih ya,nanti kalau aku pergi.aku akan selalu mengingat mu.dan semua yang sudah kita lalui bersama.aku sayang banget sama kamu Tin.kamu harus selalu bahagia dan kejar cita cita kamu."
Gustin langsung memeluk Sisi.keduanya saling menumpahkan air mata.sedih memang tapi ini semau demi meraih impian mereka.setelah saling melepaskan pelukan. Gustin menyeka air mata Sisi dan Sisi menyeka air mata Gustin.
"Kamu jangan nangis lagi jelek tahu."goda Gustin
"Kamu juga jangan nangis lagi ya saat aku pergi nanti.aku sangat iri pada mu tahu."
"Iri kenapa."
"Karena kamu masih saja terlihat cantik meski kamu sedang menangis."canda Sisi.keduanya pun tertawa dan sejenak melupakan kesedihan mereka.
Jam 5 sore akhir nya mereka sampai di rumah Gustin. Sisi ikut masuk ke dalam rumah Gustin karena Sisi ingin berpamitan dengan kedua orang tua Gustin.setelah selesai berpamitan Sisi segera pulang.
Gustin telah bersiap untuk tidur karena hari ini adalah hari yang melemah kan baginya.sekaligus hari yang menyedihkan.bagaimana tidak.pada hari yang sama Gustin harus melepaskan kedua sahabat terbaiknya secara bersamaan.saat mata Gustin mulai terpejam hp Gustin berdering.ternyata panggilan masuk dari Sandy.
"Assalamualaikum Kak kenapa."Jawab Gustin dengan suara berat karena sudah sangat mengantuk.
"Waalaikumsalam.kamu seharian ke mana saja."
"Aku pergi jalan jalan sama sahabat aku Kak.kenapa."
"Kenapa kamu bilang.kamu seharian enggak kasih kabar sama aku.kamu bilang kenapa."ucap Sandy dengan nada tinggi.
"Wah...kenapa nada bicara Kak Sandy merdu sekali.sampai sakit telinga ku mendengar nya."sindir Gustin.
"Kamu hanya sakit telinga saja sudah protes.aku sedang sakit hati saat ini apa kamu tahu."
"Kenapa bisa begitu Kak."
"Tentu saja bisa.bagaimana aku tidak sakit hati seharian ini kamu tidak memberi ku kabar dan kamu malah pergi jalan jalan dengan sahabat kamu.itu sangat menyakitkan sayang."
"Benarkah sangat menyakit kan?bagaimana bisa."
"Ya pasti sakit lah.aku seharian tidak melihat mu dan tidak mendengar suara mu.kamu pikir aku akan baik baik saja huh.."
"Kak Sandy merindukan ku."
"Tentu saja."
"Kenapa bilang rindu saja harus pakai drama Kak."Gustin terkekeh.
"Kenapa tertawa. apa ada yang lucu."
"Kak Sandy memang sangat lucu."
"Wah kamu sungguh tidak berperasaan sayang.apa kamu tidak rindu pada ku."
"Sangat sayang."
__ADS_1
"Benar kah."
"Eh...tapi bohong."Gustin tertawa puas sudah menggoda Sandy dan langsung mengakhiri panggilan nya.