
Pagi pun tiba semua keluarga Sandy sedang sibuk dengan acara pernikahan Sandy Hari ini yang akan di laksanakan di Rumah Keluarga Pak Subrata. Semua anggota keluarga terlihat sudah bersiap. tinggal menunggu Sandy keluar dari kamar. setelah lama menunggu Sandy tak kunjung keluar dari kamar.akhirnya Ratna menyusul adik laki lakinya yang sedang berada di dalam kamarnya. Ratna membuka pintu kamar Sandy dengan hati hati.Sandy terlihat sudah siap dengan setelan jas yang melekat pada tubuhnya. Ratna mendekat ikut mendudukan diri di samping Sandy yang kini sedang duduk di ranjang nya.Ratna mengusap punggung Sandy pelan.seolah memberi ketenangan untuk Sandy.
"Kakak tahu ini tidak akan mudah buat kamu Dek.tapi sedikit bersabarlah dalam menjalani ini semua. Kakak yakin ini semua sudah menjadi rencana Allah."
"Aku tidak bisa meninggalkan wanita yang sangat aku cintai Kak."
"Kakak tahu.tapi kita bisa apa. percayalah kalau memang wanita yang kamu cintai itu adalah jodoh mu maka kelak kalian akan bertemu kembali di tempat dan waktu yang sudah Allah tentukan."
"Tapi aku selalu berdoa agar
dia menjadi satu satunya wanita yang akan menemani ku hingga akhir hidup ku nanti Kak.bukan Mira."
"Ya Kakak tahu.tapi acaranya tinggal 2 jam lagi.apa kamu tega membuat Papa dan Mama kecewa.tidak bisakah kamu mengorbankan perasaan mu untuk kedua orang tua kita. Kakak tahu ini sulit.cobalah untuk ikhlas sedikit saja Dek. Yakinlah jika Allah mendengar doa kita.kalau tidak sekarang suatu saat nanti pasti Allah akan mengabulkan doa kita di waktu yang tepat.sekarang ayo kita berangkat.semua sudah menunggu."ucap Ratna sambil menarik tangan Sandy agar beranjak dari duduknya. Sandy hanya diam dan mengikuti langkah Ratna.
Keluarga Pak Ahmad kini sudah sampai di kediaman Subrata. Semua orang sudah menunggu kedatangan Sandy beserta Keluarga besarnya. Sandy duduk bersama Keluarga besarnya. Hati dan pikiran Sandy sudah tidak karuan. Sandy masih berharap dan yakin kalau Rendi akan datang tepat waktu. Sandy berpikir untuk mengulur waktu sambil menunggu kedatangan Rendi.
Sandy beranjak dari duduknya dia mendekat pada kedua orang tua Mira yang duduk tak jauh darinya.
"Maaf Om dan Tante boleh saya menemui Mira sebentar.ada yang mau saya bicarakan dengan nya.sambil menunggu Penghulu datang."ucap Sandy pada Pak Subrata dan istrinya.
"O ya.tentu saja Nak Sandy.lagi pula Mira juga sudah selesai di rias.Mira ada di lantai dua sedang duduk di sofa depan kamarnya.
"Baik. terimakaaih." Sandy berlalu menuju lantai dua.sesampainya di lantai dua Sandy melihat Mira yang sedang duduk di sofa. Mira sudah siap dengan riasan dan pakaian pengantinnya. Sandy duduk di sebelah Mira.
"Apa kamu bahagia dengan pernikahan ini."ucap Sandy dengan datar.
"Ten...tentu saja."jawab Mira terbata bata.
__ADS_1
"Tapi aku tidak bahagia samasekali."
"Kenapa apa aku tidak terlihat cantik bagimu."
"Bukan karena itu.karena aku..."belum sempat Sandy meneruskan ucapannya Hp Sandy berdering.ternyata Rendi yang menghubunginya.
"Ya Ren ada apa.apa sudah kamu dapatkan semuanya dengan benar."
"Ya Pak sekarang saya sudah berada di kediaman keluarga Pak Subrata Pak."
"Baik kamu tunggu aku."Sandy mengakhiri panggilan nya.Sandy menoleh menatap Mira yang terlihat cemas.
"Kenapa.apa kamu gugup sekarang." ucap Sandy sambil meletakkan Hp nya di sofa.
"Iya."jawab Mira yang bertambah gugup.
"Apa maksud mu."
"Sebentar lagi kamu akan tahu.kamu cukup duduk sini dan menunggu ku."seru Sandy.dan segera beranjak dari duduknya.Sandy berlalu dan melupakan Hp miliknya yang tertinggal di sofa.
Gustin dan kedua orang tuanya sedang bersiap siap untuk berangkat ke Jogja.saat ini Gustin sedang duduk di teras depan rumah.Gustin termenung mengingat Sandy dan juga dirinya yang sering menghabiskan waktu di tempat ini."Biar saja aku dan kamu terpisah oleh jarak Kak.kamu pasti banyak uang kan.mudah bagi mu untuk menemui ku nanti jika kita sama sama merasa rindu.bukankah itu terlihat romantis."gumam Gustin pada dirinya sendiri. Gustin teringat kalau dia belum mengabari Sandy tentang kepindahannya ke Jogja bersama keluarganya.segara Gustin meraih Hpnya dan menghubungi Sandy.
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam."
Deg.jantung Gustin tiba tiba berdetak tak beraturan mendengar jawaban dari panggilan telfonnya.
__ADS_1
"Ma..maaf ini dengan siapa ya."tanya Gustin dengan terbata bata.
"Saya Mira calon istri Mas Sandy."
"Apa calon istri."
"Ya...saya calon istri Mas Sandy kami akan melangsungkan pernikahan beberapa menit lagi. tinggal menunggu kedatangan penghulu saja.saat ini Mas Sandy sedang menemui teman nya.apa ada hal yang penting."
"Tidak ada.maaf sudah mengganggu."Gusti segera mengakhiri panggilan nya. Hp Gustin jatuh ke lantai tubuh Gustin pun ikut meluruh ke lantai. dadanya mulai sesak untuknya bernafas.hatinya begitu sakit mendengar kenyataan bahwa Sandy Hari ini akan menikah.dunianya seolah gelap.air matanya sudah mengalir tanpa bisa di cegah.inilah yang selama ini Gustin takut kan."Kenapa ya Rabb...harus seperti ini.ampuni hamba ya Rabb yang terlalu bangga dengan kebahagiaan yang hamba dapatkan.hingga Engkau mengambil salah satu kebahagiaan hamba.ampuni hamba ya Rabb...hamba ikhlas ya Rabb...kuat kan hati hamba untuk menjalani ini semua ya Rabb...jaga dia ya Rabb...limpahkan kebahagiaan untuknya."lirih Gustin di sela tangis nya. Gustin memukul dadanya yang terasa sesak.dengan segera Gustin menenangkan diri dan hatinya. Gustin tidak mau kedua orang tuanya mengetahui apa yang baru saja Gustin alami.segera Gustin beranjak dari duduknya dan segera masuk ke dalam kamarnya.
Sandy yang sudah selesai bicara dengan Rendi segera meraba sakunya dan mencari Hp miliknya.Sandy yang tersadar kalau Hpnya tertinggal di sofa saat tadi berbicara dengan Mira.dengan segera Sandy berlari dan melihat Hp miliknya saat ini ada di tangan Mira.Sandy menatap Mira dengan tajam.
"Apa yang kamu lakukan dengan Hp saya."
"Maaf tadi ada yang menelfon.jadi saya angkat takut ada hal yang penting."
"Lancang sekali kamu."ucap Sandy dengan nada tinggi.segera Sandy merebut Hp miliknya dari tangan Mira.dan betapa terkejutnya Sandy melihat riwayat panggilan masuk. Sandy menatap Mira penuh dengan kemarahan.
"APA YANG KAMU KATAKAN PADANYA HAH."
tanya Sandy dengan nada tinggi nya.
"Maaf tadi aku hanya bilang kalau aku adalah calon istri kamu dan kita akan melangsungkan pernikahan beberapa menit lagi."jawab Mira tanpa menatap Sandy.karena Mira sudah ketakutan melihat amarah Sandy.
Sandy segera menarik paksa tangan Mira dan membawanya ke tempat di mana semua orang berkumpul untuk melangsungkan pernikahannya.
❤❤❤
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote ya....Terimakasih Sudah mau mampir di karya ku.