Terjebak Cinta Sang Pengusaha

Terjebak Cinta Sang Pengusaha
Bab 35


__ADS_3

Setelah Sandy sampai di tempat dimana semua orang berkumpul untuk melakukan ijab qobul dengan kasar Sandy menghempaskan tubuh Mira.hingga Mira jatuh tepat di pangkuan Pak Subrata.semua orang terkejut melihat apa yang Sandy lakukan. Pak Subrata segera mendudukkan Mira dan segara berdiri menghadap Sandy.


"Apa yang kamu lakukan terhadap anak saya."


Sandy tidak menjawab pertanyaan Pak Subrata.Sandy tersenyum sinis menatap Pak Subrata dan langsung melempar amplop berukuran besar berwarna coklat yang di dalamnya terdapat bukti kebusukan Mira dan keluarga nya.Pak Ahmad dan Istrinya berdiri mendekat ke arah Sandy.


"Ada apa ini Nak."ucap Mama Sandy.


"Pa...Sandy tidak bisa menikah dengan wanita itu Pa."ucap Sandy sambil menunjuk ke arah Mira.


"Kenapa.ada apa sebenarnya Nak.."


"Kita sudah di tipu oleh meraka Pa.pernikahan ini hanya akan di jadikan kedok untuk menutupi kehamilan putri semata wayangnya."Semua orang terkejut mendengar ucapan Sandy.


"Hamil. maksud kamu Mira saat ini sedang hamil."tanya Pak Ahmad.


"Ya Pa.dan tentunya Papa tahu bukan Sandy yang menghamilinya.dan laki laki yang seharusnya bertanggungjawab malah kabur entah kemana."


"Jadi kalian ingin menipu keluarga saya untuk menutupi aib keluarga kalian begitu."seru Pak Ahmad yang kini menatap tajam ke arah Pak Subrata beserta Anak dan Istrinya. Pak Ahmad kini tak kalah emosinya dengan Sandy.


"Aku tidak akan pernah sudi menikahkan Putri mu dengan Putra ku.walaupun kamu sahabat ku dan kamu pernah menolong ku di saat aku mengalami kesusahan.aku tidak menyangka kalian tega melakukan ini kepada keluarga saya."


"Maaf bukan maksud kami untuk menipu kalian.kami terpaksa melakukan ini semua."


ucap Pak Subrata membela diri. Pak Ahmad hanya diam mendengar ucapan Pak Subrata.


"Sudahlah Pa ayo kita pulang. semua bukti sudah ada di dalam amplop itu jika Papa masih tidak percaya."

__ADS_1


"Tentu saja Papa percaya Nak.tanpa harus membuka amplop itu.ayo kita pulang dan maaf kan Papa Nak."


"Sudahlah Pa...tidak Apa apa."


Semua orang sudah ingin membubarkan diri begitu juga dengan Keluarga Pak Ahmad.tapi langkah Sandy beserta keluarganya terhenti mendengar teriakan dari Mira.


"AKU TIDAK AKAN PERNAH LUPA CARA KALIAN MEMPERMALUKAN KELURGA KU.KALIAN TUNGGU SAJA.INI SEMUA BELUM BERAKHIR."ucap Mira dengan penuh amarah. Sandy segera berbalik menatap ke arah Mira.


"Apa kamu bilang. jadi kamu merasa kami mempermalukan Keluarga mu.bukankah kamu sendiri lah yang sudah mempermalukan kedua orangtua kamu sendiri.andai saja sebagai seorang wanita kamu pandai menjaga diri tidak mungkin kamu akan mengalami hal ini."


Mira terdiam mendengar ucapan Sandy.sedangkan Mama Mira sedari tadi hanya diam dan menangis di pelukan sang suami.


Sandy beserta Keluarganya segera pergi dari rumah Pak Subrata.Sandy berjalan menuju mobil yang akan di tumpangi Pak Ahmad beserta Istri,Ratna dan Suaminya.


"Maaf Pa..Sandy dan Rendy pergi sebentar ada urusan yang harus Sandy selesaikan."


"Ren..kita ke rumah Gustin dulu.ada yang harus aku selesaikan."


"Baik Pak."


"Terimakasih ya Ren...atas kerja kerasnya."


"Sama sama Pak.maaf ya Pak karena terlalu lama."


"Tidak apa apa Ren.aku bisa mengerti.kamu bisa mempercepat mobilnya Ren.entah kenapa perasaanku tidak enak Ren."


"Baik Pak."jawab Rendi sambil menambah kecepatan mobilnya.dan di sepanjang perjalanan Sandy sangat gelisah.pikirannya di penuhi oleh bayangan Gustin."Maaf kan aku sayang."gumam Sandy dalam hati.

__ADS_1


Sesampainya di depan rumah Gustin.Sandy langsung turun dan berlari menuju rumah Gustin.berkali kali Sandy mengetuk pintu rumah Gustin tapi tak kunjung ada yang membukanya.hati Sandy bertambah gelisah.setelah beberapa saat Sandy duduk di kursi yang ada di teras. Saat Sandy sedang duduk seorang wanita paruh baya mendekat ke arah Sandy.


"Maaf Ibu siapa ya."tanya Sandy.


"Saya tetangga sebelah mbk Gustin Mas.maaf mas ini temennya mbk Gustin ya."


"Iya Bu.ada apa ya."


"Ini mas tadi sebelum mbk Gustin dan keluarganya pergi. Mbk Gustin menitipkan ini pada saya Mas."ucap wanita paruh baya itu pada Sandy sambil menyerahkan amplop.


"Maaf Bu.kalau boleh saya tahu memangnya Gustin dan keluarganya pergi kemana ya bu."


"Saya sendiri juga kurang tahu Mas.yang saya tahu keluarga ini pindah dari sini dan mulai besok rumah ini sudah di huni oleh orang yang mengontrak rumah ini Mas."ucap wanita paruh baya itu dan segera berlalu.


Deg.jantung Sandy terasa berhenti berdetak.dadanya sudah terasa sesak untuk bernafas.Sandy menekan dadanya yang terasa sesak. Sandy kembali duduk dan dengan perlahan Sandy membuka amplop yang berisi surat dari Gustin.


Dear Sandy


Assalamualaikum Kak.mungkin saat kak Sandy membaca surat ini aku sudah tidak ada lagi di rumah ini.maaf karena aku sudah tidak bisa untuk tetap di sisi mu.maaf karena aku harus pergi meninggalkan mu Kak.selamat untuk pernikahan mu Kak.aku akan selalu mendoakan kebahagiaan mu.tetaplah bahagia Kak.cintai Istrimu Kak jangan sakit dia.aku tahu Kak Sandy sangat mencintaiku.dan aku tak tahu alasan apa sehingga Kak Sandy menikah dengan wanita lain.yang aku tahu hanya aku wanita yang kamu cintai.dan untuk itu belajarlah untuk mencintai Istrimu Kak.aku sangat mencintaimu Kak.kamu adalah laki laki pertama yang aku cintai.maaf jika aku tak pernah mengatakan cinta secara langsung pada mu.tapi aku yakin Kak Sandy bisa merasakannya.aku sangat terkejut Kak mendengar hari ini kamu menikah.dadaku terasa sesak dan sangat sulit untuk ku bernafas.hatiku sakit mendengarnya Kak.sangat sakit.luka yang selama ini aku takut kan ternyata terjadi.tapi tak apa Kak


luka ini tak seberapa dengan cinta yang ada di hatiku untuk mu.aku akan selalu mencintaimu.aku akan merindukan mu Kak.namamu akan selalu aku sebut dalam doaku.jaga dirimu baik baik Kak.jangan merasa bersalah Kak karena mungkin ini sudah jalannya.aku tak pernah menyesali semua ini Kak. terimaksih atas cinta yang sudah kamu berikan untuk ku Kak.terimakasih untuk semua waktu yang sudah kita jalani bersama...


Tubuh Sandy seolah tak sanggup lagi untuk berdiri. Sandy meremas surat dari Gustin.hatinya terlalu sakit untuk menerima semua kenyataan ini.kini wanita yang sangat dia cintai telah pergi meninggalkan nya.


"Ya Allah sekarang aku sudah kehilangan nya.aku terlambat untuk datang menjelaskan nya.aku sudah menggores kan luka dalam hatinya.ampuni aku ya Allah...lindungi dia ya Allah.izin kan aku memilikinya. izin kan aku menyembuhkan lukanya.jadikan lah dia wanita yang menemani ku hingga akhir waktu ku ya Allah."gumam Sandy dengan air mata yang tanpa dia sadari sudah menetes tanpa bisa di cegah.


❤❤❤

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote ya....Terimakasih Sudah mau mampir di karya ku.


__ADS_2