
🍁Pertahankan apa yang kita miliki saat ini. Bertahanlah dalam keadaan apapun...jangan takut untuk menghadapi kenyataan...karena hidup ini benar2 hanya sekejap...🍁
Pagi pun tiba tapi kedua insan itu masih setia dalam tidurnya. Ya...setelah keduanya melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim, mereka kembali melanjutkan tidurnya karena keduanya terlalu lelah dengan aktifitas malam nya. Gustin seolah tak pernah sanggup menolak keinginan sang suami. Toh...itu juga merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan dan berpahala. Bagi Gustin memberikan pelayanan yang terbaik bagi sang suami adalah salah satu cara terbaik untuk menghindari adanya pelakor dalam rumah tangga nya. Dan tentu saja cara itu Gustin dapat dari sang kakak ipar serta ibu mertuanya yang sama mesumnya.
Sandy menggeliat dan mulai membuka matanya. Sungguh indah pemandangan di depannya, kini terlihat sosok berwajah cantik nan manis dengan hidung mancung bibir yang mungil dan tentu saja lesung pipi di saat ia tersenyum. Sandy sungguh teramat bersyukur karena Allah memberikan pasangan hidup yang selama ini ia cintai dan selalu di sebutnya dalam doa.
Sandy masih setia memandangj wajah Gustin sambil memberi kecupan kecupan kecil di seluruh wajahnya.
" Kenapa kau begitu menggemaskan sayang...sungguh aku adalah laki laki beruntung karena memiliki mu." Di belainya wajah sang istri. Dan kedua mata indah itupun terbuka sempurna.
"Selamat pagi suamiku...sudah puas bermain main dengan wajah cantik nan menggemaskan ini."
Sandy tersenyum mendengar ucapan sang istri.
"Kenapa istri kecilku ini jadi narsis seperti ini coba." Ucap Sandy sambil memberikan kecupan di wajah istrinya. Gustin menghela nafasnya mendengar ucapan Sandy.
" Bukankah sifat narsis ini Kak Sandy sendiri yang mengajarkan nya? apakah suamiku yang tampan ini lupa hah."
"Terimakasih sayang atas pujian nya. Wajarkan kalau suami mu ini narsis karena memang itu kenyataan nya."
Gustin tersenyum manis mendengar ucapan Sandy. Dibelainya wajah tampan Sandy.
__ADS_1
" Ya suamiku ini memang sangat tampan. Sudah tampan, pintar, soleh, kaya lagi gimana enggak cinta coba." ucap Gustin sambil memberi kecupan bertubi tubi pada wajah suaminya. Sandy merasa sangat bahagia mendapatkan perlakuan manis dari istri kecilnya. Di saat keduanya sedang tertawa bahagia terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya.
Tok
Tok
"Guatin...Sandy...kalian kenapa belum keluar kamar ini sudah hampir siang lho...cepat keluar dan sarapan sekaligus makan siang." Ucap Mama Sandy dari luar kamar. Cklek...pintu kamar terbuka.
"Iya Ma...bentar lagi Sandy dan gustin turun buat sarapan sekaligus makan siang...hehe..."
Ucap Sandy sambil mengecup kedua pipi sang mama.
"Ck...kamu tidak kasihan dengan istri mu hah..." ketus sang mama.
" Kamu sudah membuatnya lembur semalaman dan sampai sekarang kamu belum mengajaknya untuk sarapan. Kamu pikir istri kamu tidak kelaparan apa hah."
Gustin keluar kamar setelah selasai mengenakan gamis dan hijabnya.
Sang mertua pun segera meraih tangan Gustin.
" Wah....anak mama yang cantik sudah siap ya...ayo sekarang saatnya makan yang banyak agar tenaga kamu terisi kembali."
__ADS_1
" Ya...ma...Gustin juga sudah sangat lapar ma... "
" Ya sudah ayo ke ruang makan mama temenin ya..."
" Ayo ma..." Ucap gustin sambil melangkah kan kakinya bersama sang mama.
"Sayang apa kamu lupa dengan suami ini." Ucap Sandy yang berhasil menghentikan langkah kaki keduanya. Gustin dan mama pun berhenti dan membalik kan badannya.
"Kamu sudah besar Sandy...kamu bisa berjalan sendiri ke ruang makan kan? Dan itu juga sebagai hukuman karena kamu sudah membuat menantu mama kelelahan dan kelaparan." Ucap sang mama dan Sandy hanya bisa menghela nafasnya memdengar ucapan mama nya.
"Ayo nak...sekarang ke ruang makan." Ajak sang mama pada gustin.
"Tapi gustin juga mau makan sama kak Sandy ma..."
"Sudah lah nak...nanti dia biar menyusul setelah selesai bersiap, jangan pikirkan suami mesum mu itu oke sayang..."
"Mesum dengan istri sendiri itu tidak salah ma..." Ucap Sandy tak terima dengan ucapan sang mama. Gustin hanya tersenyum mendengar perdebatan sang mama dan suaminya. Sedangkan sang mama langsung mengajak menantu kesayangan nya untuk ke ruang makan.
" Bukankah aku ini anak kadung nya...tapi kenapa mama sekarang lebih mencintai istriku dari pada putra tampannya ini." Gerutu Sandy sambil menatap kepergian istri dan mamanya.
Maaf kan saya karena baru bisa up ya... terimakasih sudah mau membaca karya recah saya ini ...
__ADS_1
❤❤❤
Jangan lupa like komen dan vote ya... Terimakasih sudah mampir di karya ku...