Terjebak Cinta Sang Pengusaha

Terjebak Cinta Sang Pengusaha
Bab 27


__ADS_3

Pagi pun tiba seperti biasanya Gustin sehabis sholat Subuh membantu Ibu menyelesaikan pekerjaan rumah.tadinya Gustin ingin berangkat bekerja tapi di urungkan.karena hari ini merasa lelah dan hatinya sedang tak tenang.mengingat kalau hari ini adalah hari di mana kedua sahabatnya berangkat ke Jepang.sungguh hati Gustin merasa sangat berat melepaskan kedua sahabatnya.tapi apa mau di kata mencegah pun tidak mungkin baginya.semua demi mengejar cita cita dan harapan kedua sahabatnya.


Setelah selesai sarapan Gustin duduk di depan teras.tak berapa lama hp Gustin berdering tanda panggilan masuk.ternyata Sisi yang menghubunginya.


"Assalamualaikum...ya Si kenapa."


"Walaikumsalam...Tin Aku sudah di Bandara.aku berangkat dulu ya..."


Gustin terdiam mendengar ucapan Sisi.dadanya serasa sesak menahan tangis.


"Ya Si...hati hati ya.jangan lupakan aku.baik baik di sana ya."ucap Gustin sambil terbata.


"Ya Tin...aku Tidak akan melupakan mu.ingat jangan bersedih oke.aku berangkat ya..."


Gustin hanya diam tak mampu lagi menjawab.Gustin mengusap air matanya dengan kasar.tak lama hp Gustin kembali berdering.ternyata panggilan dari Nino.


"Assalamualaikum No..."


"Walaikumsalam....Tin Aku berangkat sekarang ya.kamu jaga diri baik baik.jangan lupa menghubungi ku oke."


"Hati hati."Gustin menjawab pendek.karena Gustin sudah tak dapat lagi membendung kesedihan nya.Gustin merosot dari tempat duduknya kepalanya menunduk di atas tumpuan kedua lututnya.kedua tangannya di lipat untuk menyembunyikan wajah sedihnya. air matanya sudah mengalir deras di kedua pipinya.saat sedang menangis Gustin merasa ada yang mengusap kepalanya dengan sangat lembut.Gustin mendongak kan kepalanya untuk melihat siapa mengusap kepalanya.


Ternyata orang yang mengusap kepalanya adalah Sandy.Sandy berjongkok di depan Gustin. menatap gustin sangat dalam.sambil berpikir apa yang membuat kekasihnya menangis.


"Kenapa menangis hah."tanya Sandi sambil menyeka airmata Gustin.mata Gustin terlihat merah dan sembab,hidung mancung nya pun ikut memerah.tapi Sandy heran.di saat Gustin sedang menangis kenapa wajahnya masih saja cantik.


"Tidak apa apa Kak.kenapa pagi pagi begini malah ke sini.kenapa tidak ke kantor."


"Aku pagi pagi ke sini karena merindukan mu sayang.aku mau ke kantor atau tidak.itu tidak masalah karena aku Bosnya.apa kau lupa."


"Tentu saja aku lupa.terkadang siapa nama Kak Sandy saja aku lupa."


"Wah...bahkan disaat kamu sedang menagis saja.kamu masih bisa mengucap kan kata kata kejam."


"Tentu saja."Jawab Gustin sambil berdiri dan duduk di kursi yang tadi Gustin duduki.


Sandy masih berjongkok.dan mendekat ke arah Gustin.Sandy meraih kedua tangan Gustin dan menggenggam nya.dengan posisi masih berjongkok di hadapan Gustin.


"Aku mohon jangan pernah menangis seperti ini lagi ya.sungguh melihat mu seperti tadi membuat dada terasa sesak dan sulit bernafas."ucap Sandy sambil menatap wajah Gustin.

__ADS_1


"Aku hanya merasa sedih Kak.jika menahan untuk tidak menangis maka dada ku serasa sesak dan setelah menangis rasanya sedikit lega."


"Tapi aku sungguh tak ingin melihat mu seperti tadi.jika ingin menangis maka menangis lah di bahu ku.aku ingin menjadi orang yang kamu ajak berbagi dalam tangis dan tawa mu.jangan menangis sendirian seperti tadi.oke."


Gustin tersenyum dan mengangguk.mendengar ucapan Sandy.


Gustin merasa bahagia dengan adanya Sandy saat ini bersamanya. ada sedikit kelegaan dalam hatinya.


"Kak Sandy tidak bekerja."


"Tidak.aku mau menemanimu saja hari ini."


"Tidak perlu Kak.ayo bangun Kak."kata Gustin sambil menarik lengan Sandy agar bangun dari posisi jongkoknya.


"Hei kamu lupa.aku yang punya kantor.tidak akan ada yang berani memecat ku jika aku tidak ke kantor hari ini."


"Sombong."


"Bukan sombong sayang.itu kenyataan."


"Sama saja."


"Tentu saja berbeda Sayang."


"Tidak untuk hari ini sayang.aku ingin menemani mu hari ini.apa tidak boleh."


"Baik lah.untuk hari ini saja Kak Sandy bolos kerja tidak dengan hari hari berikutnya."


"Aku tidak bisa berjanji sayang."


"Tahu ah..."ucap Gustin sambil mengacak rambutnya.karena frustasi tidak bisa menang melawan ucapan Sandy.


"Hei...kenapa Kamu mengacak ngacak rambut mu.jadi berantakan kan."


"Biar kan saja."


"Sekarang masuk kedalam kamu ambil ikat rambut dan sisir mu."titah Sandy.


"Tidak mau."

__ADS_1


"Kalau kau tidak mau aku akan memeluk dan mencium mu saat ini juga.biar dosa mu bertambah banyak sekalian." Tanpa membantah Gustin segera lari dan masuk ke dalam rumah.Sandy terkekeh melihat kelakuan Gustin.Sandy tahu Gustin adalah gadis baik yang mampu menjaga dirinya.


Gustin sudah berada di teras lagi dengan membawa sisir dan ikat rambut di tangan nya.


"Ini Kak sisir dan ikat rambutnya."


"Anak pintar."Ucap Sandy sambil mengusap kepala Gustin.


"Kak Sandy baru tahu kalau aku pintar.kalau aku tidak pintar mana mungkin aku menjadi peringkat pertama UN di sekolah ku Kak."


"Sombong."


"Itu kenyataan sayang."ucap Gustin meniru gaya bicara Sandy.Sandy tersenyum mendengar ucapan Gustin.


"Sudah kamu sekarang duduk di lantai.aku duduk di kursi.biar aku ikat rambut mu."


Gustin duduk di lantai membelakangi Sandy.sedang kan Sandy duduk di kursi belakang Gustin.dengan pelan Sandy menyisir rambut Gustin dan mengumpulkan rambut Gustin dalam genggaman tangan nya.dan Sandy sudah berhasil mengikat rambut Gustin dengan sangat rapi.


"Sudah selesai.sekarang duduk lah di kursi.o ya Ibu tidak di rumah ya.kok dari tadi aku enggak lihat."


"Ibu ikut Ayah ke kantor.karena ada acara di kantor Ayah bekerja."Sandy manggut manggut mendengar jawaban Gustin.


"Sayang apa kamu tidak menawari ku minum."


"Apa Kak Sandy haus."


"Kamu terlalu kejam sayang." goda Sandy.


"Air putih saja ya.biar cepat."


"Apa itu tidak terlalu pelit sayang."


"Tentu saja tidak."ucap Gustin yang sudah berdiri dari duduknya.Sandy hanya geleng geleng kepala mendengar perkataan Gustin.


Di Bandara. Saat ini Sisi sedang berjalan terburu buru masuk ke dalam ruang tunggu keberangkatan. dan Brukk.....Sisi menabrak punggung seseorang yang ada di depan nya.


"Maaf aku tidak sengaja."ucap Sisi sambil mengelus dahi nya.


"Tidak apa apa.lain kali hati hati ya."

__ADS_1


"Baik.terimakasih. sekali lagi saya minta maaf."


"Sudah lupa kan saja.saya duluan ya."ucap pria tampan dan tinggi yang di tabrak Sisi.Sisi masih berdiri di tempatnya menatap punggung laki laki yang berjalan menjauh dari pandangan nya. "Jangan sampai aku bertemu dengannya lagi.akan sangat memalukan jika kembali bertemu lagi."gumam Sisi.


__ADS_2