Terjebak Cinta Sang Pengusaha

Terjebak Cinta Sang Pengusaha
Bab 32


__ADS_3

2 minggu kemudian


Sandy sedang berada di ruang kerjanya.hari ini Sandy merasa lelah.entah apa yang harus di lakukan Sandy saat ini.setelah Sandy tahu alasan kenapa Pak Ahmad memutuskan untuk menjodohkannya dengan anak Sahabat Papanya. Sandy merasa sudah tidak bisa lagi membantah keputusan Papanya.dan sampai saat ini Sandy masih belum menceritakan pada Gustin.bukan maksud Sandy ingin membohongi Gustin.Sandy hanya takut akan melukai hati Gustin.bayangan Gustin akan pergi meninggalnya seolah membuat Sandy susah bernapas.lama Sandy termenung dalam lamunan nya.Sandy meraih gagang telepon di depan nya dan segera menghubungi Rendi yang sedang berada di ruangan nya.setelah Sandy menutup telpon nya.tak berselang lama Rendi sudah masuk dalam ruangan nya.


"Ada apa Pak. Anda membutuhkan sesuatu."


"Ren..cari tahu data lengkap tentang Mira siapa saja yang dekat dengan nya.dan segala sesuatu mengenai kehidupan nya.aku merasa ada yang dia rencanakan.sepertinya ada sesuatu yang dia sembunyikan di balik perjodohan ini."


"Baik Pak akan segara saya lakukan."


"Ingat Ren jangan terlalu lama.2 minggu lagi acara pernikahan saya.saya mau sebelum acara itu berlansung kita sudah mendapat informasinya. agar rencana pernikahan ini bisa di batalkan."


"Baik."Rendi segera pergi meninggalkan ruangan Sandy.setelah Rendi keluar Sandy menyandarkan tubuh di sofa yang berada di ruang kerjanya.


Bukan tanpa alasan Sandy menyuruh Rendi mencari informasi tentang Mira.pasalnya dari awal pertemuan,Sandy merasa ada yang aneh dengan keputusan perjodohannya. Sandy merasa aneh dengan keinginan Pak Subrata yang menginginkan Sandy menikahi Mira secepatnya dengan alasan terkesan di buat buat. Pak Subrata juga menginginkan agar acara pernikahannya di lakukan sederhana saja tanpa adanya pesta yang meriah dan hanya di hadiri orang orang terdekat saja.padahal Mira adalah anak semata wayangnya dan keluarga Pak Subrata termasuk orang dari kalangan atas.jadi bukankah aneh jika ia meminta pernikahan yang sederhana tanpa adanya pesta.Sandy menghela nafasnya. kepalanya terlalu berat harus memikirkan masalahnya.


Sedangkan Gustin merasa sangat lelah hari ini.hari ini Cafe tempatnya bekerja sangat ramai pengunjung. semua pekerja menjadi kuwalahan.setelah sepi pengunjung akhirnya Gustin bisa mengistirahatkan badannya.saat sedang duduk hp Gustin berdering panggilan masuk itu ternyata dari sahabatnya Nino.


"Assalamualaikum No."


"Walaikumsalam.kamu masih kerja apa sudah di rumah."


"Masih di tempat kerja No.bentar lagi aku pulang kok."


"Tin kamu tahu enggak.aku sekarang udah jadian sama cewek yang nabrak aku di Bandara.itu yang dulu aku ceritain sama kamu.kamu inget kan.?"


"Iya tentu saja aku mengingatnya.kamu sudah berulang kali menceritakannya pada ku."


"Bagus kalau kamu ingat.dia berbeda dengan cewek lain Tin."


"Benarkah.kamu yakin kalau dia berbeda."


"Tentu saja.dia bukan cewek manja tidak cerewet tidak cengeng dan juga tidak gila sophing."


"Benarkah.kenapa kamu bisa menemukan perempuan seperti itu.apa dia tidak salah pilih mau menjadi kekasih mu."


"Hei...kenapa kata kata mu selalu saja kejam pada ku.siapa yang mampu menolak pesona sahabat mu ini hah."

__ADS_1


"Hei...tuan Nino yang tampan dan mempesona apa kamu lupa pernah di tolak cewek saat kita masih duduk di bangku SMP hah."


"Hais itu masa lalu.kenapa kamu masih saja mengingatnya."


"Tentu saja aku selalu mengingat nya.itu adalah senjata ku untuk merobohkan tingkat kepercayaan dirimu yang terlalu tinggi."


"Baiklah sudah jangan di lanjutkan lagi.kamu sungguh sahabat ku yang tidak pengertian tidak bisakah kamu memuji ku sekali saja."


"Tidak bisa No..."


"Sudah saatnya serius oke.Tin apa kamu tidak mau kuliah di sini saja."


"Kamu pikir aku anak orang kaya seperti mu No."


"Bukan begitu.nanti aku carikan info tentang beasiswa untuk murid berotak pintar seperti kamu di salah Universitas di sini.bagaimana apa kamu mau."


"Memang itu bisa No."


"Nanti aku coba cari tahu oke."


"Aku tidak terlalu berharap No.bisa masuk Universitas Negri di sini saja aku sudah sangat bersyukur.aku tidak mau membebani Ayah dan Ibu."


"Baiklah akan aku pikirkan dulu."


"Baiklah kalau begitu.aku tutup dulu ya."


Gustin segera bersiap untuk pulang setelah Nino mengakhiri panggilannya.


Saat keluar dari Cafe Gustin sudah melihat mobil Sandy berada di depan Cafe.Sandy pun turun menghampiri Gustin.dan seperti biasa Sandy menggandeng tangan Gustin.keduanya pun masuk ke dalam mobil.


Gustin yang berada di samping Sandy menatap ke arah Sandy yang tengah fokus mengemudikan mobilnya.akhir akhir ini Gustin merasa ada masalah yang Sandy sembunyikan darinya.tapi Gustin tidak mau menanyakan nya.ada yang berbeda dari tatapan Sandy kepadanya. Gustin bisa melihatnya dan merasakannya.kalau hari hari lalu Sandy menatap penuh cinta dan kebahagiaan tapi sekarang tidak lagi.tatapan itu kini berubah menjadi sebuah kesedihan dan kecemasan yang Gustin sendiri tidak tahu karena apa. "Sudahlah mungkin ini hanya perasaanku saja."batin Gustin


Sandy yang menyadari kalau Gustin menatapnya langsung menghentikan mobilnya.


"Kenapa berhenti di sini Kak."


"Karena kamu mantap ku dari tadi.jadi aku tidak bisa menyetir dengan baik."

__ADS_1


"Apa ada pengaruh nya aku menatap Kak Sandy dengan menyetir."


"Tentu ada sayang."


"Kenapa bisa begitu."


"Setiap kamu menatap ku seperti tadi jantung menjadi berdetak tak beraturan tahu.dan itu sangat mengganggu ku."


"Benarkah seperti itu.wah...aku jadi penasaran."seru Gustin sambil mengulurkan tangannya ke dada Sandy.dan betapa terkejutnya Gustin yang bisa merasakan debaran jantung Sandy yang sangat cepat.


"Wah benar Kak.kenapa jantungnya bisa berdebar cepat.hanya karena aku menatap mu Kak.apa Kak Sandy punya penyakit jantung."


"Astagfiruallah sayang.kamu mendoakan aku kena penyakit jantung hah."


"Bukan begitu Kak aku hanya bingung saja kenapa jantung Kak Sandy bisa seperti ini."


"Kamu benar benar tidak tahu kenapa jantungku bisa begini hah."


"Aku tidak tahu Kak."seru Gustin.Sandy menghela nafas mendengar ucapan Gustin.


"Itu karena aku sangat mencintai kamu."


mata Gustin sudah berkaca kaca mendengar ucapan Sandy.ada rasa syukur karena bisa di cintai laki laki seperti Sandy.Gustin bisa merasakan cinta Sandy yang begitu besar untuknya. Gustin masih terdiam menatap Sandy.


"Hei kenapa kamu sedih begitu."


"Jangan terlalu besar mencintai ku Kak.aku takut Kak Sandy akan terluka nantinya.karena cinta ku tak sebesar cinta mu Kak."


"Aku tulus mencintai kamu.aku tak pernah berharap kamu membalasnya dengan mencintai ku sebesar aku mencintaimu.cukup kamu mencintai ku dan tidak pernah pergi dari sisiku."


"Kenapa Kak Sandy selalu meminta ku untuk tidak pergi.bukannya aku tidak pernah kemana mana bahkan setiap hari kita bertemu."


"Karena aku selalu merasa suatu hari nanti kamu akan pergi dari ku untuk waktu yang lama.dan aku tak sanggup membayangkan nya kalau itu terjadi."ucap Sandy dengan wajah sendu.


Deg.jantung Gustin seolah berhenti berdetak saat mendengar ucapan Sandy."Ada apa ini ya Rabb.kenapa aku merasa itu akan terjadi...hati ku sakit ya Rabb.tolong jaga cinta kami ya Rabb."batin Gustin.


❤❤❤

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote ya....Terimakasih Sudah mau mampir di karya ku


__ADS_2