
Ayah dan Ibu Gustin menyuruh Gustin mencoba salah satu gamis beserta hijab nya.Gustin segera masuk kamar dan mencoba salah satu gamis beserta hijab nya.setelah selesai Gustin keluar dari kamar untuk memperlihatkan pada Ayah dan Ibunya.
"Ayah Ibu gimana Gustin cantik enggak."
"Masyaallah kamu cantik banget Nak."kata Ibu sambil berdiri mendekat pada Gustin.berbeda dengan sang Ayah yang menatap Gustin takjub dengan air mata yang sudah menumpuk di kedua matanya.Gustin mendekat pada sang Ayah.
"Ayah...kenapa kok diam saja. Ayah kok sedih gitu sih."
"Ayah tidak sedih Nak.malah Ayah bahagia lihat kamu berpakaian seperti ini.kamu kelihatan sangat cantik Nak.terimakasih ya Nak.sudah mau mencobanya.Ayah seneng lihat nya."ucap Ayah sambil membelai kepala Gustin.
"Maafin Gustin ya Yah..."lirih Gustin yang langsung memeluk sang Ayah.Ibu Gustin tersenyum melihat kedua orang yang di cintainya.
"Nak malam ini kamu tidur sama Ayah dan Ibu ya..."kata Ibu.
"Kenapa Bu...kok tumben."
"Enggak papa Nak Ibu cuma pengen kita tidur bertiga malam ini."
"Ya sudah yuk kita siap siap tidur sudah malam."ajak Ayah.
__ADS_1
"Bentar deh Yah...kita foto bertiga dulu mupung Gustin lagi cantik."
"Lah kan memang anak Ayah tiap hari sudah cantik.kaya Ibu nya."
"Iya Yah...tapi ini kan beda."ketiganya pun akhirnya berfoto bersama dengan penuh keceriaan.
Setelah selesai acara berfoto ria.kini Gustin sudah berada di dalam kamar orang tuanya.ketiganya sudah berada di tempat tidur Gustin tidur di bagian sisi sebelah kanan Ibu berada di tengah dan Ayah berada di sisi sebelah kiri. Gustin memeluk sang Ibu dan menatap Ibu dan Ayahnya.
"Bu Yah..Gustin sayang banget sama Ibu dan Ayah."
"Kami juga sangat sayang sekali sama kamu Nak. Ibu harap kamu jadi wanita yang kuat.selalu tegar menghadapi apapun yang terjadi nantinya.jaga diri kamu baik baik ya Nak.jangan bersedih dan jangan merasa sendiri karena ada Allah yang tidak akan pernah meninggalkan hambanya.maaf kan Ayah dan Ibu jika suatu hari nanti tidak bisa menemani kamu melalui hari hari kamu nantinya.kami sangat menyayanginya mu Nak."
"Ayah dan Ibu tidak bisa selamanya ada di samping kamu Nak.kita tidak pernah tahu apa rencana Allah ke depannya.Ayah hanya berharap anak Ayah menjadi wanita salihah. wanita yang kuat yang mampu menghadapi segala ujian.bersabarlah dalam setiap cobaan.kejarlah impian mu dengan doa dan tekad yang kuat.jangan mudah menyerah.dan jika kamu meyakini seseorang dalam hati kamu jangan pernah ragu untuk selalu menunggu. yakinlah Nak...akan ada jawaban dari setiap doa yang kita panjat kan."
"Iya Yah...Gustin akan selalu ingat pesan Ayah dan juga Ibu."
"Sekarang kita tidur ya.besok Ayah dan Ibu akan pergi menghadiri acara di kantor Ayah. Selamat malam putri ku."ucap sang Ayah sambil memeluk kedua wanita yang sangat di cintainya.
"Malam Yah...Bu..."ucap Gustin.
__ADS_1
Setelah berapa saat kedua orang tua Gustin sudah nampak tertidur dengan tenang. Gustin memiringkan tubuh nya menatap lekat ke dua orang tuanya yang sudah tidur terlelap.Gustin menghela nafasnya pelan.tangan Gustin menekan dadanya yang terasa sesak."Hamba merindukan nya ya Rabb...sakit sekali ya Rabb.sedang apa dia di sana.apakah dia juga bisa merasakan nya.mungkin tidak karena hamba yakin saat ini ada wanita yang sudah ada di sampingnya.berilah kebahagiaan bagi nya ya Rabb.maafkan hamba yang belum bisa melupakannya."gumam Gustin dalam hati.air matanya sudah menetes dan dengan segera Gustin menyeka nya karena takut Ayah atau Ibu melihat nya.
Sedang kan Sandy yang tadi nya tertidur tiba tiba terbangun dari tidurnya.setelah Sandy merasa Gustin memanggil nama nya dan mengatakan rindu padanya."Aku juga merindukan mu sayang.aku akan selalu menunggu mu.aku yakin kamu akan kembali ke sisi ku suatu hari nanti.aku mencintaimu."
gumam Sandy.
Pagi pun tiba.Ayah dan Ibu Gustin sudah bersiap untuk pergi ke acara yang di adakan di kantor tempat Ayah Gustin bekerja.Gustin mengantar keduanya sampai di depan rumah.
"Ayah dan Ibu pergi dulu ya Nak. kamu baik baik ya dirumah.jaga diri kamu ya Nak.ingat pesan Ayah dan Ibu tadi malam ya."
"Iya Yah...Ayah dan Ibu hati hati ya.sekalian setelah ini Gustin pamit ya Yah..Bu..Gustin mau ke toko buku cari buku."
"Ya Nak...kamu juga hati hati ya."ucap Ibu
Setelah Ayah dan Ibu pergi.Gustin segera bersiap untuk pergi.Gustin berjalan ke arah jalan raya untuk mencari angkot.tidak lama angkot yang ditunggu pun sudah datang.Gustin segera naik kedalam angkot tersebut.di tengah perjalanan angkot tersebut berhenti.Gustin melihat banyak kendaraan yang berhenti di depan angkot yang ditumpanginya.terlihat banyak orang berkerumun.mendadak perasaan Gustin tidak enak.
"Itu di depan ada apa ya Pak.kok pada berhenti semua kendaraan nya."tanya Gustin pada sang sopir.
"Itu mbak sepertinya ada kecelakaan di depan sana mbak."jawab sang sopir.entah dorongan dari mana yang membuat Gustin beranjak dari duduknya dan segera turun dari angkot dan berlari ke arah kerumunan.hati Gustin semakin tak karuan. Gustin segera mendekat dan melihat ada dua orang yang sudah terbaring bersimpah darah.kedua orang tersebut seolah tidak asing bagi Gustin.Gustin semakin mendekat setelah dekat badan Gustin menjadi lemas kaki Gustin seolah tak mampu lagi menopang tubuhnya Gustin mendekap kedua tubuh yang tak berdaya di depan matanya.tangisnya pecah melihat Ayah dan Ibu nya bersimpah darah.di lihat nya sang Ibu sudah memejamkan kedua matanya Gustin mendekap tubuh sang Ibu.
__ADS_1
"Ibu bangun Bu...jangan seperti ini Bu...jangan tinggalin Gustin Bu...bangun Bu."Gustin mengguncang tubuh sang Ibu dan berharap Ibu akan terbangun.tapi tubuh sang Ibu sudah tak berdaya.dengan hati hati Gustin meletak kan kepala sang Ibu dari pangkuan nya.kemudian Gustin meraih tubuh sang Ayah dan memeluknya."Ayah Gustin mohon jangan tinggalin Gustin.Ayah bangun Yah...Gustin takut Yah...bangun Yah."pekik Gustin.sesaat kedua mata sang Ayah terbuka.tangan Ayah terangkat pelan dan menyeka air mata Gustin kepala Ayah menggeleng pelan.seolah memberi tanda agar Gustin tidak menangis.kemudian mata Ayah tertutup rapat .kedua orang tua Gustin meninggal di tempat kejadian tersebut.Gustin menangis meraung raung di tengah kerumunan orang orang."Ya Allah...ya Allah."teriak Gustin kemudian tak sadarkan diri.