Terjebak Cinta Sang Pengusaha

Terjebak Cinta Sang Pengusaha
Bab 61


__ADS_3

Di tengah malam saat kedua insan masih saling berpelukan dalam tidurnya terdengar sayup sayup suara isakan yang sangat memilukan. Keringat dingin sudah bercucuran di dahinya, tidur nyenyak yang baru saja dia rasakan kini terusik.


"Tolong lepaskan aku. Jangan menyentuh ku aku mohon. Tolong aku...pergi pergi..." Gumamnya dengan kedua mata yang masih terpejam. Rintihanya pun telah membangun kan orang yang kini memeluknya dengan sangat erat di samping nya. Air matanya pun menetes di kedua sudut matanya.


"Sayang...bangunlah...Jangan takut lagi aku ada di sini aku sangat mencintai mu. Aku akan selalu melindungi mu. Maafkan aku...Maafkan aku."


Wanita dalam pelukannya langsung terbangun dari mimpinya. Airmata nya sudah membasahi wajah ayu nya. Dengan segera dia memeluk erat laki laki yang ada di sampingnya.


"Mereka muncul lagi dalam mimpiku Kak...mereka menyentuh ku. Dan memukul ku serta melukai ku..." Dengan segera dia bangun dan berlari ke dalam kamar mandi. Sandy pun ikut masuk ke dalam kamar mandi. Hati Sandy seperti di sayat saat menyaksikan apa yang terjadi dengan wanita yang di cintainya.


Gustin menangis meraung raung sambil menggosok tubuhnya dengan sangat kasar di bawah guyuran air shower. Sandy mendekat dan langsung membawa Gustin dalam pelukannya


"Lepas Kak...Aku sangat jijik dengan tubuh ku Kak...mereka menyentuh nya. Maafkan aku Kak...karena tubuhku pernah di grayangi para berandal itu." Ucap Gustin sambil terus memberontak dari pelukan Sandy.


"Sayang...lihat aku." Ucap Sandy sambil menangkup wajah Gustin. Gustin menatap wajah Sandy di iringi isak tangisnya.


"Kamu adalah gadis baik baik. Tubuh mu masih suci dan kamu tidak perlu jijik dengan tubuh mu. Kamu masih suci sayang aku sudah membuktikannya sendiri. Jangan seperti ini. Aku sangat mencintai kamu. Jangan kamu ingat pada masa lalu mu. Hanya ingatlah aku yang sangat mencintai mu. Cobalah untuk tidak mengingatnya."


"Tapi mereka sangat jahat Kak. Mereka selalu hadir dalam mimpi ku. Aku harus apa, aku sangat takut Kak."


Sandy kembali memeluk erat tubuh Gustin.


"Ya Allah...seperti inikah yang dia alami selama ini. Sungguh hamba tak sanggup membayangkan bagaimana selama ini dia menjalani ini semua seorang diri. Dia sangat rapuh, Maafkan aku sayang...yang dulu tak bisa berada di sisih mu." Gumam Sandy dalam hati sambil mengeratkan pelukannya.


Setelah Gustin tenang Sandy membawa Gustin duduk di sofa. Dengan sangat telaten Sandy mengganti pakaian Gustin dan mengeringkan rambut panjang Gustin. Setelah selesai Sandy membawa Gustin ke tempat tidur dan ikut berbaring di samping Gustin. Pelukan Sandy membuat Gustin merasa nyaman dan tenang. Bila biasanya setelah bermimpi buruk Gustin tak bisa kembali tidur lagi lain hal nya dengan hari ini. Karena pelukan suaminya kini Gustin kembali tertidur. Sandy menatap dalam wajah istrinya hingga tak lama Sandy pun ikut tertidur sambil memeluk tubuh istri yang sangat di cintainya.

__ADS_1


Gustin menggeliat dan membuka kedua matanya. Gustin menatap dalam wajah tampan suaminya. Kini hati Gustin jauh lebih tenang. Di belainya wajah laki laki yang sangat di cintainya. Gustin merasa sangat bersyukur karena Gustin bisa kembali bersama orang yang selama ini di cintainya. Gustin pun tersenyum menatap wajah suaminya.


"Terimakasih kak...Aku sangat bersyukur karena memiliki mu. Aku sangat mencintai mu." Gumam Gustin.


"Sudah puas sayang...menatap wajah tampan ku ini."


Gustin langsung menarik tangannya dari wajah Sandy. Wajah Gustin merona karena malu pada suaminya.


"Aku hanya ingin membuang semut yang tadi ada di wajah mu Kak."


"Benarkah...Kamu tidak sedang berbohongkan? Padahal tadi aku mendengar dengan jelas ada yang mengatakan cinta pada ku."


"Sudahlah Kak aku mau mandi dulu dan segera sholat subuh." Ucap Gustin sambil beranjak dari tempat tidurnya.


"Kita mandi berdua ya sayang..."


"Kenapa...Aku hanya ingin mandi berdua agar tidak ketinggalan sholat subuh ini akan mempersingkat waktu kan."


"Kak aku malu jika harus mandi berdua."


"Malu kata mu bukan kah tadi malam aku sudah melihatnya semua bahkan aku sudah merasakan semuanya."


Blussss...Wajah Gustin langsung merona saat mendengar ucapan Sandy. Gustin tak bisa menjawabnya dan lansung masuk ke kamar mandi. Sandy segera menyusul masuk ke kamar mandi dan akhirnya keduanya pun mandi bersama.(Benar benar hanya mandi ya.)


Setelah selesai mandi dan shalat subuh kini keduanya kembali ke tempat tidur dan saling berpelukan dalam selimut.

__ADS_1


"Sayang...apa setiap malam kamu selalu bermimpi buruk seperti tadi malam."


"Ya Kak...mimipi itu selalu saja datang dalam tidur ku dan biasanya setelah bermimpi aku tidak akan bisa tidur lagi. Tapi entah kenapa saat Kak Sandy memeluk ku aku merasa nyaman dan kembali tidur."


Sandy menghela nafasnya saat mendengar ucapan Gustin.


"Mulai sekarang jangan memikirkan hal itu lagi. Buang jauh jauh semua yang membuat mu tidak nyaman. Aku akan selalu ada di sisi mu. Berjanjilah kalau kamu tidak akan mengingat kejadian buruk itu lagi. Aku yakin kamu pasti bisa melakukannya. Dan perlahan lahan mimpi buruk itu tidak akan datang lagi."


"Aku akan berusaha Kak. Aku mau Kak Sandy selalu ada di samping ku dan memeluk ku saat aku merasa gelisah dalam tidur ku. Jangan pernah tinggalkan aku Kak."


"Tidak akan, Aku akan selalu berusaha untuk selalu ada buat kamu." Ucap Sandy Sambil menatap wajah Gustin. Gustin mendongak menatap wajah Sandy, Keduanya pun saling menatap. Kini wajah keduanya semakin dekat dan semakin dekat Sandy pun mencium lembut bibir Gustin. Gustin pun menyambut ciuman Sandy meski masih kaku. Kedua tangan Gustin melingkar di leher Sandy. Ciuman yang tadinya lembut kini berubah menjadi gairah yang luar biasa dari keduanya.


Sandy dan Gustin membaca doa terlebih dahulu dan kembali melanjutkan aktifitas mereka. Tangan Sandy sudah membuka satu persatu pakaian yang melekat pada tubuh istrinya. Gustin mengigit bibir bawahnya saat menahan sesuatu yang bergejolak dalam tubuh nya. Sentuhan dan kecupan lembut dari Sandy membuat Gustin mendesah dan hal itu membuat Sandy semakin bergairah. Keduanya pun menuju kenikmatan surga dunia untuk yang kedua kalinya.


Sandy dan Gustin kembali tertidur setelah menyelesaikan aktifitasnya. Hingga keduanya melewatkan sarapan paginya. Semua keluarga nampak kesal menunggu kedua pengantin baru yang tak kunjung datang untuk sarapan pagi bersama.


"Pa sebaiknya kita mulai saja sarapannya. Tidak perlu menunggu Gustin dan Sandy. Mereka pasti sedang kelelahan saat ini." Ucap Nino yang di sambut gelak tawa dari semua anggota keluarga Nino dan Sandy.


"Kamu juga pasti kelelahan juga kan No. makanya kamu mau cepat cepat sarapan untuk mengisi tenaga mu yang sudah kamu habis kan tadi malam." Ucap Galih(Suami Ratna)


"Kamu memang benar Kak. Bahkan aku sampai merasa lemas karena sudah tak bertenaga lagi." Ucap Nino yang lansung mendapat cubitan dari Sisi.


❤❤❤


Jangan lupa like komen dan vote ya

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir di karya ku...


__ADS_2