Terjebak Cinta Sang Pengusaha

Terjebak Cinta Sang Pengusaha
Bab 40


__ADS_3

Nino berusaha keras untuk membawa Gustin ikut bersamanya ke Jepang.bagi Nino Gustin bukan hanya sekedar sahabat.Nino sangat menyayangi Gustin layaknya saudara.setelah mendengar kabar duka dari Gustin Nino berjanji pada dirinya sendiri kalau dia harus bisa melindungi Gustin dan menjaganya.karena Nino tahu Gustin sudah tidak punya siapa siapa lagi sekarang ini.dulu saat Nino merasa sepi dan sendirian karena sering di tinggal kedua orang tuanya ke luar Negri hanya ada Gustin dan kedua orangtua Gustin yang selalu ada untuknya.kedua orang tua Gustin sangat baik padanya.karena perhatian dan kasih sayang dari Gustin dan kedua orang tua Gustin lah Nino tidak pernah lagi merasa sedih karena kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua Nino.Nino selalu ingat nasehat Ayah Gustin"jangan kecewa atas apa yang kedua orangtua mu lakukan.mereka sudah berjuang keras untuk kehidupan mu di masa depan.mereka ingin hidup kamu terjamin.dan ini semua mereka lakukan untuk masa depan kamu nantinya.tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anak nya hanya saja setiap orang tua menunjukkan kasih sayang nya dengan cara yang berbeda beda.jangan pernah lelah untuk mendoakan mereka."Nino sedih membayangkan Gustin yang mungkin saat ini menangis sendirian. Nino keluar dari kamarnya dan ikut bergabung dengan Mama dan Papanya di ruang keluarga.


"Pa Ma...Nino minta izin pulang ke Indonesia ya."


"Memang ada apa sampai kamu harus pulang ke Indonesia."tanya Papa Nino


"Papa sama Mama masih ingat kan sama Gustin."


"Mana mungkin Papa sama Mama lupa No..dia kan sahabat kamu dari sejak SD.kenapa memang sama Gustin."


"Kedua orangtuanya meninggal karena kecelakaan satu minggu yang lalu Pa.rencananya Nino mau bawa Gustin ikut tinggal di sini bersama kita Pa. Nino sudah cari informasi tentang Universitas yang memberi beasiwa bagi anak yang cerdas seperti Gustin.dan Nino yakin Pa...Gustin pasti bisa masuk di salah satunya karena Gustin mempunyai kecerdasan yang luar biasa Pa. Papa sama Mama tidak keberatan kan."


"Kalau Mama sih terserah sama Papa kamu saja No.gimana menurut Papa.toh kita harus banyak berterima kasih kepada Gustin dan kedua orang tuanya kan Pa.berkat mereka Nino tidak merasa kesepian saat kita sering meninggalkan nya."


"Ya sudah tidak apa apa .lagian Mama kamu juga biar bisa merasakan gimana rasanya punya anak perempuan.kamu beneran cuma sahabatan sama Gustin enggak lebih gitu No."


"Papa kenapa bicara seperti itu.Gustin sudah Nino anggap seperti saudara sendiri.lagian Nino juga sudah punya cewek Pa."


"Beneran No...Orang Jepang juga."tanya Mama Nino antusias.


"Bukan Ma...dia orang Indonesia juga tapi kuliah di sini."


"Kapan kapan kenalin ke Mama ya."


"Ya Ma...Pa Ma makasih ya sudah mau ngizinin Gustin tinggal di sini.nanti Papa sama Mama pasti seneng kalau Gustin di sini.dia anak yang baik dan menyenangkan."


"Iya No...ya sudah Papa sama Mama ke kamar dulu ya."kedua orang tua Nino beranjak dari ruang keluarga menuju kamar untuk beristirahat.


Setelah Nino tinggal bersama kedua orang tuanya.hubungan Nino dan kedua orangtuanya semakin dekat.tidak seperti dulu.apa yang di katakan Ayah Gustin memang benar.kalau tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya. Nino merasa bahagia karena sebentar lagi Gustin akan menjadi bagian dari keluarganya.meski kedua orang tua Nino tidak selembut kedua orang tua Gustin tapi Nino yakin Papa dan Mamanya akan memperlakukan Gustin dengan baik.Nino meraih Hp nya dan menghubungi kekasih nya.


"Assalamualaikum sayang..."


"Walaikumsalam ada apa No..."


"Tidak ada apa apa sayang.cuma mau kasih tahu saja kalau sahabat aku yang di Indonesia sebentar lagi akan tinggal di sini bersama ku."

__ADS_1


"Benarkah.kenapa aku merasa cemburu mendengar nya ya.kamu sungguh kejam pada ku No..."


"Hei...kenapa kamu bicara seperti itu dia adalah sahabat ku yang sudah aku anggap seperti saudara ku sendiri."


"Kalau begitu kenapa harus kamu ajak tinggal bareng.tidak ada persahabatan antara laki laki dan perempuan sedekat itu No..."


"Kalau aku mau sudah dari dulu aku menjadikan nya kekasih ku.dan aku yakin dia tidak akan menolak pesona ku.tapi aku benar benar hanya menyayanginya sebagai seorang sahabat dan saudara tidak lebih.dia aku ajak ke sini karena seminggu yang lalu kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan dan dia tidak punya siapa siapa lagi di sana.dan aku dapat membayangkan saat ini pasti dia sedang menangis sendirian tanpa ada yang menemaninya."


"Maaf kan aku No..."


"Tidak apa apa nanti kalau kamu ketemu sama dia aku yakin kamu pasti langsung menyukainya karena dia anak yang baik.meskipun dia tidak mudah akrab dengan orang lain.karena sifatnya itu dia tidak punya banyak teman sejak dulu.dia hanya dekat dengan ku dan sahabat perempuannya yang saat ini juga pergi keluar Negri untuk mengejar cita citanya."


"Benarkah.aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya."


"Sabar ya...lusa aku akan menjemputnya.ya sudah kamu istirahatlah dan jangan lupa memimpikan pangeran mu yang tampan ini."


"Kau terlalu percaya diri tuan."Sisi langsung mengakhiri panggilan nya.


selama ini Nino sudah sering menceritakan sahabat perempuannya itu.tapi Sisi tidak tahu kalau sahabat kekasihnya itu adalah Gustin yang merupakan sahabatnya juga.


Sedangkan saat ini Sandy dan Rendi sedang duduk di Cafe tempat Gustin bekerja dulu. Saat hari libur seperti ini Sandy sering mendatangi Cafe ini untuk melepas rindunya pada Gustin.karena tempat ini lah yang mengingatkan nya pada Gustin.masih jelas dalam ingatan Sandy saat Gustin menyanyikan sebuah lagu untuknya di tempat ini.Sandy beranjak dari duduknya.dan berjalan ke arah panggung kecil tempat para anak band bermain musik.Sandy meminta izin pada para anak band untuk menyumbangkan sebuah lagu.dan dengan senang hati para anak band memberi izin untuk Sandy.Sandy duduk di kursi yang sudah tersedia di atas panggung dengan gitar di tangan nya.


🎵🎵🎵🎵


Aku masih ada di sini


Masih dengan perasaanku yang dahulu


Tak berubah dan tak pernah berbeda


Aku masih yakin nanti milikmu


Aku masih di tempat ini


Masih dengan setia menunggu kabarmu

__ADS_1


Masih ingin mendengar suaramu


Cinta membuatku kuat begini


Aku merindu


Kuyakin kau tahu


Tanpa batas waktu


Kuterpaku


Aku meminta


Walau tanpa kata


Cinta berupaya


Engkau jauh di mata tapi dekat di doa


Aku merindukanmu


Aku masih di dunia ini


Melihatmu dari jauh bersama dia


Walau pasti kuterbakar cemburu


Tapi janganlah kau ke mana-mana


Aku merindu


Kuyakin kau tahu


Tanpa batas waktu

__ADS_1


Kuterpaku…


Tepuk tangan terdengar meriah di Cafe itu.lagu yang di bawa kan Sandy sangat menyentuh.banyak para pengunjung yang mengabadikan dan mengunggah video Sandy saat bernyanyi.Rendi menatap iba sandy karena Rendi tahu lagu yang di bawakan Sandy adalah ungkapan perasaan Sandy saat ini.


__ADS_2