Terjebak Cinta Sang Pengusaha

Terjebak Cinta Sang Pengusaha
Bab 21


__ADS_3

Saat ini Gustin sudah sampai di parkiran Cafe tempatnya bekerja."Kak aku kerja dulu ya..."pamit Gustin pada Sandy.


"Tunggu sebentar."Sandy menahan Gustin,


"Mana sisir dan ikat rambut mu."


"Untuk apa Kak."


"Sudah jangan banyak tanya,mana sisir nya."


Gustin mengambil sisir dan ikat rambut nya yang ada dalam tas nya.


"Mau buat apa sih Kak.aku mau kerja."


"Cuma sebentar jangan banyak tanya. balik badan." titah Sandy pada Gustin.kemudian tanpa banyak tanya Gustin membalik kan badan nya menghadap keluar cendela mobil.dan posisi membelakangi Sandy.


Sandy menyisir rambut panjang Gustin dengan perlahan.menata rambut Gustin dengan rapi lalu mengikatnya agak ke atas. Sandy mengikat rambut Gustin dengan gaya kincir kuda.Gustin hanya diam tanpa protes saat Sandy mengikat rambut nya.


"Sudah beres."Sandy tersenyum puas melihat hasil nya. Gustin berbalik menghadap Sandy.


"Sekarang aku boleh keluar Kak."


"Berjanji lah untuk tidak memotong rambut panjang mu tanpa seizin ku."


"Kenapa harus begitu."


"Karena aku sangat terpesona ketika kamu berjalan membelakangi ku.dan melihat rambut mu yang menutupi pinggul.ditambah terpaan angin yang membuat rambut mu menari nari dengan indah nya."


"Baik lah...aku tidak akan memotong nya tanpa izin Kak Sandy."Gustin tersenyum.


Sandy mengusap kepala Gustin dengan lembut."Sekarang turun lah dan bekerja lah dengan baik.nanti sore aku akan menjemput mu."


Gustin turun dari mobil.dan melambaikan tangan sebelum beranjak. Sandy tersenyum melihat Gustin berjalan membelakangi nya dengan rambut panjang sampai pingugl yang terikat indah dari hasil ikatan nya."Sangat cantik."gumam Sandy.dan Sandy pun melajukan mobil nya menuju kantor.


Gustin mulai dengan pekerjaan nya.di sela sela bekerja Gustin bercanda dengan teman wanitanya yang bernama Putri.putri adalah wanita yang manis mempunyai tinggi badan yang tinggi dengan rambut sebahu.putri satu tahun lebih tua dari Gustin. Putri bekerja untuk tambahan biaya kuliah nya.karena Putri adalah calon perawat. Gustin selalu di bantu Putri jika ada yang tidak di mengerti saat bekerja.


"Put...kamu udah punya pacar?"


"Belum Tin...tapi pernah."


"Kamu kenapa bisa putus sama pacar kamu.


"Aku di tinggal nikah sama doi pas lagi sayang sayange Tin..."ucap Putri sambil tetkikik. "Widih...pasti sakitnya tu di sini ya Put." goda Gustin sambil menunjuk dada Putri."Iya Tin...sakit Tapi tak berdarah."keduanya tertawa bersamaan.


"Ya udah yuk kerja lagi."ajak Gustin.keduanya kembali meneruskan pekerjaan nya.


Tepat saat Gustin bersiap pulang. Sisi datang dari arah belakang dan mengejutkan Gustin.


"Dorrr...ayo LAGI ngapain." Gustin terlonjak kaget."Ya Allah Si...kaget tahu.kalau aku kena serangan jantung gimana coba?Aku masih muda dan belum nikah lho Si..."


"Maaf ya.. habis aku kangen banget sama kamu."ucap Sisi sambil merangkul bahu Gustin."Kamu udah mau pulang."tanya Sisi.


"Iya...kamu mau ikut pulang juga?"

__ADS_1


"Enggak lah kan aku baru datang.aku nemenin Mama sampai nanti Mama selesai sama kerjaan nya."


"Jangan pulang dulu ya Tin di sini sebentar temenin aku dulu." Gustin mengedarkan pandangannya mencari sosok yang berjanji akan menjemput nya.karena yang di cari belum datang jadi Gustin memilih duduk menemani sahabatnya.


"Tin...entar Aku mau nerusin kuliah di Jepang." Gustin terkejut mendengar ucapan Sisi. "kenapa harus ke Jepang Si...satu sahabat aku mau ke Jepang ninggalin aku.kenapa sekarang kamu ikut ikutan ninggalin aku sih Si...?"ucap Gustin dengan sendu.


"Jangan sedih dong Tin...kita masih bisa komunikasi lewat hp kan?aku janji sering sering ngabarin kamu.entar kalau kangen kan bisa V Call." Ucap Sisi sambil menepuk pelan punggung Gustin."Kamu jangan luapain aku ya Si...kamu harus sering kabarin aku."


"Mana mungkin aku lupa sama sahabat aku yang mungil dan cantik ini."goda Sisi sambil mencubit gemas pipi Gustin."Jangan nyubit pipi aku sakit tahu."ucap Gustin sambil mengelus pipinya."habis gemes banget aku sama si mungil ku ini."Sisi dengan gemas memeluk tubuh Gustin.yang di peluk hanya diam dan tersenyum.


Gustin mengedarkan pandangan nya lagi mencari sosok yang di nanti.tapi yang di nanti nanti belum juga menampakan diri."kamu kenapa Tin...dari tadi aku perhatiin kamu kaya gelisah gitu.kamu lagi nungguin seseorang ya?"Gustin tersenyum mendengar pertanyaan Sisi.


"Wah...wah...ternyata julukan jomblo bermartabat sudah tidak di sandang sahabat aku yang mungil ini ya?"goda Sisi sambil merangkul Gustin."kenapa kamu enggak ngomong sama aku kalau kamu sudah menanggalkan gelar jomblo bermartabat kamu?"tanya Sisi.


"Jangan di bahas Si.aku malu tahu."


"Ya sudah yang penting kamu bahagia.aku juga ikut bahagia."


"Trimakasih ya Si..."Gustin memeluk Sisi


"Iya.dah yuk naik ke panggung kamu nyanyi di sana aku kangen suara kamu dan petikan gitar kamu."Sisi sudah menarik tangan Gustin.


Saat berada di atas panggung Gustin melihat sosok yang sedari tadi di nanti. Sandy masih berdiri menatap Gustin dan melambaikan tangan nya.Gustin tersenyum dan mengangguk kan kepalanya. Gustin duduk dengan gitar yang sudah ada di tangannya.


"Selamat sore semua, di sini saya akan menyanyikan satu lagu yang khusus untuk orang yang sedang duduk menunggu saya."ucap Gustin yang di sambut tepuk tangan dari para pengunjung.Gustin menatap ke arah Sandy yang sudah duduk dengan melipat kedua tangannya di dada. Sandy tersenyum menatap Gustin.


Suara gitar mengalun indah.


Terdalam yang pernah kurasa


Hasratku hanyalah untukmu


Terukir manis dalam relungku


Jiwamu jiwaku menyatu


Biarkanlah kurasakan


Hangatnya sentuhan kasihmu


Bawa daku penuhiku


Berilah diriku kasih putih


Di hatiku (kudatang padamu kekasihku)


Kucurahkan isi jiwaku


Hanyutkan daku dalam air hidup


Kau bawa selamanya diriku


Biarkanlah kurasakan

__ADS_1


Hangatnya sentuhan kasihmu


Bawa daku penuhiku


Berilah diriku kasih putih


Di hatiku (bawa daku kekasihku taburiku dengan cinta oh)


Biarkanlah kurasakan


Hangatnya sentuhan kasihmu


Bawa daku penuhiku


Berilah diriku kasihmu…


Gustin berdiri dan membungkukkan badan pada para pengunjung setelah selesai bernyanyi.di sambut tepukan tangan yang meriah dari para pengunjung."Trimakasih semua."ucap Gustin.


Sisi mendekat dan merangkul Gustin.


"Keren banget kamu Tin..."aku bakalan kangen suara kamu nanti.ya udah aku mau susul Mama dulu ya.kamu hati hati di jalan."Sisi segera berlalu karena sedari tadi Mama nya sudah menghubungi berkali kali.sampai Sisi lupa ingin melihat dan berkenalan dengan Sandy.


Gustin berjalan ke arah Sandy dengan senyum di wajahnya.setelah sampai di hadapan Sandy.dengan segera Sandy meraih tangan Gustin dan megenggam nya.


"Pulang sekarang,atau mau makan dulu."


"Pulang saja Kak.ini tangan nya lepasin dulu.malu tahu di lihat banyak orang."


Bukan nya melepas tapi Sandy malah mempererat genggaman tangan nya.dan membawa Gustin keluar dari Cafe menuju tempat di mana mobil nya terparkir.


Keduanya sudah duduk dalam mobil.


"Kamu enggak mau jalan jalan dulu."


"Enggak Kak,langsung pulang aja deh.udah mau gelap.entar Ayah sama Ibu kawatir.kalau aku pulang malam." Sandy mengangguk.


"Kamu tadi nyanyi buat aku, dalam banget lagunya."


"Kenapa Kak Sandy baper ya..."goda Gustin


"Iya lah."


"Ih..jujur banget jawabnya."


"Suara kamu bagus banget.oh..ya ngomong ngomong kamu bisa pintar main gitar gitu belajar dari mana."


"Sahabat aku yang ajarin Kak.Kak Sandy bisa main gitar."


"Bisa lah dikit dikit."


"Kalau Kak Sandy bisa main gitar.kapan kapan aku mau dengerin Kak Sandy main gitar sambil nyanyi. oke."


"Oke sayang..."ucap Sandy.Gustin yang mendengar panggilan sayang dari Sandy menjadi salah tingkah.

__ADS_1


__ADS_2