
Setelah mengantar Putri dan Gustin ke rumah masing masing.kini Sandy dan Rendi telah sampai di kediaman keluarga Pak Ahmad.
Sandy dan Rendi berjalan beriringan ada tanda tanya besar di benak keduanya. Sandy mencoba berpikir postif dan berkali kali mencoba menenangkan perasaannya yang sedari tadi merasa gelisah dan tak tenang. Rendi pun dapat menangkap kegelisahan yang saat ini di rasa kan Sandy.sesampainya di ruang keluarga terlihat kedua orang tua Sandy,Ratna beserta Suami nya sedang berbincang. Sandy semakin penasaran dengan adanya Ratna beserta suaminya yang datang. Sandy dan Rendi mendekat.
"Assalamualaikum semua."
"Walaikumsalam."jawab semua orang yang berada di ruang tamu.
"Kamu sudah datang Nak.segeralah bersiap kami tunggu di sini nanti kita berangkat bersama sama ke rumah sahabat Papa.kita semua makan malam di sana. Rendi kamu juga bersiaplah."
"Baik Pak."jawab Rendi yang segera berlalu menuju kamar tamu yang biasanya Rendi tempati ketika menginap di keluarga Pak Ahmad. sedangkan Sandy masih belum beranjak dari tempatnya.
"Pa ada acara apa sebenarnya ini tidak biasa nya Papa membawa ku dan Kakak berkunjung ke rumah sahabat Papa."
"Sudahlah Nak.nanti kamu akan tahu ketika sudah sudah sampai di sana."
"Tidak bisakah kita bicara kan ini dulu Pa.karena Sandy merasa ada yang Papa rencana kan di balik makan malam ini."
"Sekarang bersiaplah.jangan terlalu banyak berpikir.nanti kamu juga akan tahu."ucap pak Ahmad. Sandy segera berlalu.karena Sandy adalah anak yang jarang sekali membantah perintah kedua orang tuanya.apa lagi saat kedua orang tuanya sedang serius.
Kini keluarga Pak Ahmad sudah berada di perjalanan menuju ke kediaman keluarga Subrata sahabat Pak Ahmad. keduanya sudah bersahabat sejak di bangku SMA. Sandy berada di dalam mobil bersama Rendi dan Pak Ahmad serta sang Istri.sedangkan Ratna dan Galih memilih mengendarai mobilnya sendiri. Rendi sesekali melirik ke arah Sandy yang duduk di sampingnya. sangat terlihat jelas oleh Rendi kegelisahan yang saat ini tengah di rasa kan oleh Sandy.Rendi tetap diam dan fokus dengan kemudinya.setelah menempuh perjalanan selama 45 menit akhirnya keluarga Pak Ahmad sampai di kediaman Subrata.kedatangan keluarga Pak Ahmad di sambut hangat oleh keluarga Pak Subrata.setelah di persilahkan masuk akhirnya semua berkumpul di ruang tamu sambil memperkenal kan anggota keluarga masing masing.saat semua sedang berbincang tampak seorang gadis cantik bertubuh tinggi dan seksi dengan rambut sebahu turun dari tangga.semua menoleh menatap ke arah gadis tersebut.
__ADS_1
Sang gadis pun tersenyum hangat pada semuanya. Sandy hanya menatap sekilas dengan wajah datar nya.gadis itu menjabat tangan satu persatu keluarga Pak Ahmad dan memperkenal kan diri dengan sangat ramah dan santun.saat gadis itu menyapa dan mengulurkan tangan pada Sandy tak ada respon sama sekali. Sandy hanya diam menatap kosong pandangan di depan nya.seolah tak ada siapapun di hadapan nya.Sandy tiba tiba ingat ucapan Gustin yang mengatakan akan pergi meninggalkan nya dan tak akan pernah kembali jika Sandy memiliki wanita lain. Sandy tersadar dari lamunan nya saat mendengar dehaman dari Pak Subrata.
"Hem...Nak kenal kan ini anak semata wayang kami."ucap Pak Subrata.Sandy menatap uluran tangan gadis di depan nya.
"Saya Sandy."ucap Sandy datar.
"Nama saya Mira."ucap Mira sambil tersenyum manis menatap Sandy.
"Baiklah karena semua sudah berkumpul mari kita makan malam dulu."ucap Istri Pak Subrata.semua berjalan menuju ruang makan.banyak sekali menu makanan yang di sajikan di meja makan tersebut.semua duduk dan makan dengan sangat tenang.setelah semua menyelesaikan makan malamnya. semau kembali berkumpul di ruang tamu.sesekali Mira mencuri pandang menatap Sandy.Sandy yang menyadari kalau Mira menatapnya bersikap acuh dan tak perduli.
Pak Ahmad memulai pembicaraan nya.
"Pak Subrata kini keluarga kita dan anak anak sudah saling mengenal.dan saya rasa anak saya Sandy dan Nak Mira sudah sama sama dewasa.jadi tidak perlu lagi ada istilah pacaran seperti Anak muda di luar sana.keduanya pun terlihat serasi jadi saya tidak mau membuang waktu lagi.kita akan segera melangsungkan pertunangan sekaligus pernikahan bulan depan sesuai permintaan Pak Subrata."ucap Pak Ahmad.
Semua yang ada di ruang tamu hanya diam menyimak ucapan Pak Ahmad. Mira dan orang tuanya terlihat begitu senang.
"Maaf sebelumnya tapi saya tidak setuju dengan keputusan ini.ini terlalu cepat dan mendadak.kami juga baru saja saling mengenal."sanggah Sandy. semua menatap ke arah Sandy.sang Mama tahu betul kalau anak nya terlihat kecewa dengan keputusan sang suami."Kamu bukan Anak kecil lagi Nak.tidak perlu terlalu lama mengenal.cinta akan tumbuh dengan sendirinya.lagi pula ini sudah menjadi keputusan Papa.Papa harap kamu menghargai keputusan Papa.ini yang terbaik buat kamu Nak."ucap Pak Ahmad dengan nada tegasnya. Sandy hanya bisa diam.tak lagi mampu membantah keputusan sang Papa. Mama dan Kakak Sandy melihat kekecewaan yang terpancar dari mata Sandy.tapi siapa yang berani membantah keputusan sang Papa.
Sandy beranjak dari tempat duduknya.
"Baiklah kalau itu keputusan Papa. semua Sandy serahkan pada kalian.karena pendapat saya sudah tidak di butuh kan lagi saya pamit undur diri.karena ada masalah yang harus saya selesai kan. Rendi ayo ikut saya."ucap Sandy sambil berlalu dari tempat duduknya yang di ikuti Rendi dari belakang.semua yang ada di ruangan itu diam menatap kepergian Sandy.
__ADS_1
"Kita mau ke mana Pak. mau langsung pulang Pak."tanya Rendi hati hati.Rendi tahu saat ini hati dan pikiran Sandy sedang kacau.lama Sandy terdiam."Antar aku ke rumah Gustin Ren.kita ke sana dulu."
"Baik pak."
Sandy mengambil hp dari sakunya.dan langsung menelpon Gustin.
"Assalamualaikum sayang.sudah tidur."
"Walaikumsalam Kak.belum,ini baru selesai makan.sudah selesai acaranya."jawab Gustin dari seberang sana.
"Sudah.ini aku sedang menuju rumah kamu kamu tunggu aku ya.sebentar lagi aku sampai."
"Kenapa mau ke sini. Kak Sandy pulang saja pasti capek kan."
"Tidak mau.aku mau ke rumah mu dan bertemu dengan mu."
"Ada apa bukan nya tadi kita sudah ketemu Kak."
"Karena aku sangat merindukan mu."ucap Sandy langsung mengakhiri panggilan nya.Sandy menatap ke luar jendela mobilnya.pikirannya terlalu penuh dan dadanya terlalu sesak. saat ini Sandy hanya ingin datang dan melihat orang yang sangat dia cintai agar sesak di dadanya sedikit berkurang.
❤❤❤
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote ya....Terimakasih Sudah mau mampir di karya ku.