Terjebak Cinta Sang Pengusaha

Terjebak Cinta Sang Pengusaha
Bab 60


__ADS_3

Setelah kepergian Sisi, Gustin segera membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket. Gustin menghabiskan waktu selama dua puluh menit di dalam kamar mandi. Gustin segera menyambar baju yang sudah Sisi siapkan di atas ranjang nya tanpa memperhatikannya terlebih dahulu. Gustin segera berjalan masuk ke dalam kamar mandi lagi untuk memakai baju tidurnya. Dan betapa terkejutnya Gustin saat melihat baju pemberian sahabatnya itu. Lingerie warna merah maroon berbahan satin yang akan terlihat sangat seksi bila di pakai.


"Ya Allah...Sisi...apa ini enggak bikin aku masuk angin kalau aku pakai ini. Bisa bisanya dia kasih aku pakaian kayak gini. Gimana ini, aku sudah terlanjur berjanji untuk memakainya lagi." gumam Gustin.


Setelah lama Gustin menimang akhirnya lingerie dari Sisi di pakai olehnya. Gustin segera melaksanakan sholat isya' terlebih dahulu. Setelah selesai Gustin segera memakai cream malamnya dan segala macam perawatan yang biasa Gustin gunakan sebelum tidur. Setelah selesai dengan ritual malamnya Gustin segera duduk di sofa dan memainkan Hpnya. Gustin mengetik pesan pada Sisi.


"Si...ini beneran aku enggak papa pakai pakaian yang kamu kasih tadi. Apa nanti aku enggak masuk angin Si..."


Tring


"Sudah pakai saja Tin...Aku aja tiap malem pakai itu😂😂"


"Wah kenapa setelah menikah kamu jadi nakal sekali Si...😡"


Tring


"Salahkan saja pada saudara laki laki mu Tin...dia yang membuat ku nakal seperti ini. 😉😉"


"Kalian memang pasangan yang sangat serasi...😣😣"


Tring


"Terimakasih atas pujian nya sayang...Jangan ganggu lagi ya...Aku mau iya iya dulu sama suami aku...😂😂"


Gustin menghela nafasnya setelah membaca pesan dari Sisi.


"Baru tiga hari nikah aja kenapa kalian jadi mesum sekali sih..." Gerutu Gustin.


Setelah lama Gustin memainkan Hpnya mata Gustin lama lama menjadi berat dan akhirnya Gustin terlelap di sofa dengan posisi duduk. Hp Gustin terjatuh ke lantai tanpa Gustin sadari.


Sandy masih ditempat acara resepsi untuk menyapa para rekannya dan juga teman temannya di temani oleh Rendi. Tak lama para tamu undangan pun berangsur mulai pergi meninggalkan tempat acara. Setelah semua tamu undangan pulang kini hanya tersisa keluarga inti saja di tempat acara tersebut. Sandy duduk di salah satu tempat duduk bersama dengan Rendi untuk mengistirahatkan kakinya sejenak.

__ADS_1


Hufff Sandy menghela nafasnya lega.


"Akhirnya selesai juga ya Ren...Aku sangat lega sekaligus lelah hari ini."


"Istirahatlah Pak...Saya lihat Pak Sandy sangat lelah hari ini."


"Biar saja lelah Ren...Karena lelah ini telah membawa kebahagiaan yang sangat luar biasa."


"Semoga Pak Sandy dan Bu Gustin selalu bahagia dan cepat mendapatkan keturunan."


"Terimakasih untuk doa dan semua yang sudah kamu lakukan Ren. O ya Ren...apa sebelumnya kamu sudah tahu wanita yang di jodohkan oleh Papa dan Mama itu adalah Gustin."


"Sebelumya saya juga belum tahu Pak. Tapi saat di acara pernikahan putra Pak Riu saya baru mengetahuinya."


"Apa saat aku tak sadarkan diri waktu itu Ren."


"Ya Pak...Setelah saya meletakan Pak Sandy di dalam mobil saya masuk ke dalam tempat acara untuk memastikan. Dan benar saja wanita yang sedang menyanyi di atas panggung itu adalah Bu Gustin. Tadinya saya masih ragu Pak karena wanita itu menggunakan hijab saya juga takut kalau saya salah orang. Saya akhirnya yakin setelah bertanya pada orang yang memiliki Cafe tempat Bu Gustin dulu bekerja yang tak lain adalah orangtua Nona Sisi sahabat Bu Gustin."


"Kenapa kamu tidak menceritakannya setelah kamu mengetahuinya Ren."


"Ya Ren...Aku sangat bahagia dengan kejutannya. Terimakasih ya Ren...Sekarang beristirahatlah kamu pasti sangat lelah juga kan." Ucap Sandy sambil menepuk bahu Rendi dan beranjak dari tempat duduknya.


Sandy melangkah menuju kamar hotel miliknya. Clikkk...pintu kamar pun terbuka. Sandy kembali menutup pintunya. Sandy mengedarkan pandangannya dan betapa terkejutnya Sandy saat melihat sang istri yang tertidur dengan posisi terduduk dan bersandar di sofa. Mulut Sandy menganga melihat penampilan Gustin saat ini. Gustin nampak cantik dan seksi dengan lingerie yang melekat pada tubuh indahnya. Rambut panjang Gustin tergerai indah di pundak sebelah kanannya. Sandy mendekat ke arah Istrinya dan mengambil Hp Gustin yang terjatuh ke lantai. Sandy tak sengaja melihat chat Gustin dan Sisi beberapa waktu yang lalu. Sandy pun terkekeh membacanya. Di letaknya Hp tersebut dan Sandy segera menatap Gustin dari atas sampai ke bawah tubuh Gustin. Sandy tak menyangka kalau di balik pakaian Gustin yang tertutup ternyata tubuh Gustin sangatlah indah dan sangat seksi. Sandy menelan ludah nya susah payah dan segara duduk di samping Gustin. Sandy mengecup kening pipi dan bibir ranum milik Gustin. Gustin nampak bergeming tak merasa terganggu sama sekali. Sandy segera berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah Sandy selesai membersihkan diri Sandy segera melaksanakan sholat isya'. Sandy bersimpuh dan berdoa pada Sang Pencipta.


"Ya Allah terimakasih Engkau telah mengabulkan doa doa ku selama ini. Terimakasih karena telah menjadikannya satu satunya wanita untuk menemani hari hari ku. Terimakasih atas kebahagiaan yang sangat luar biasa ini ya Allah." Lirih Sandy dalam doanya. Setelah Sandy selesai Sandy segera mendekat ke arah Gustin. Sandy segera mengangkat tubuh Gustin. Saat Gustin di letakkan di tempat tidur Gustin menggeliat dan membuka kedua matanya.


Gustin segara menarik selimut menutupi tubuhnya.


"Sayang kenapa harus di tutupi aku sudah melihatnya tadi."

__ADS_1


"Aku sangat malu Kak. Ini pakaian yang di berikan oleh Sisi dan aku sudah terlanjur berjanji untuk memakainya tanpa melihat dulu seperti apa bentuknya."


"Aku sangat bahagia melihat istriku dengan pakaian ini."


"Tapi aku sangat malu Kak."


Sandy terkekeh melihat tingkah istrinya. Sandy segera merebahkan tubuhnya di samping Gustin dan ikut masuk dalam selimut. Sandy memeluk erat tubuh Gustin. Sandy mengecup bahu Gustin. Gustin menegang saat Sandy mengecup bahunya.


Sandy membuka selimutnya dan menatap wajah Gustin. Gustin pun sama memandang lekat wajah Sandy. Keduanya saling pandang hingga Sandy mendekat kan wajahnya pada wajah Gustin. Sandy mencium dan ******* bibir Gustin setelah puas kini Sandy mencium cukup lama leher dan turun ke dada istrinya. Sandy kini sudah berada di atas tubuh Gustin. Sandy kembali mencium bibir Gustin dengan sangat lembut. Sandy mendongak menatap wajah Gustin.


"Apa aku boleh melakukannya sayang." Tanya Sandy begitu lembut pada Gustin. Gustin tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


Sandy dan Gustin membaca doa terlebih dahulu. "Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa."


Sandy segera melanjutkan aktifitasnya. Sandy membuka lingerie yang Gustin kenakan Sandy sangat takjub melihat keindahan tubuh Gustin. Sandy menikmati setiap inci tubuh Gustin. Keduanya pun saling menikmati kenikmatan satu sama lain. Dengan susah payah akhirnya keduanya kini menyatu.


"Ahh Kak sa...sakit..." Lirih Gustin sambil mencengkeram kuat punggung Sandy.


Sandy pun kembali mencium bibir Gustin memberi ketenangan padanya. Keduanya pun menikmati indahnya surga dunia.


Setelah Satu jam mereka pun akhirnya menyelesaikan aktifitasnya. Keduanya kembali melafalkan doa.


"Bismillah. Alhamdulillâhilladzî khala minal mâ’i basyarâ, faja‘lahû nasaban wa shahrâ, wa kâna rabbuka qadîrâ."


Sandy mengecup kening istrinya yang sudah basah oleh keringat.


"Terimakasih sayang..."


Gustin pun hanya mengangguk dan tersenyum.


❤❤❤

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote ya...


Terimakasih sudah mampir di karya ku...


__ADS_2