Terjebak Cinta Sang Pengusaha

Terjebak Cinta Sang Pengusaha
Bab 29


__ADS_3

2 bulan kemudian


Kebersamaan Gustin dan Sandy masih sama seperti hari hari lalu. Sandy yang masih dengan setia mengantar jemput Gustin seperti biasanya.dan Gustin masih seperti biasa selalu menolak bila di ajak pergi oleh Sandy.keduanya tak pernah pergi untuk jalan jalan atau bahkan hanya sekedar untuk pergi makan. Sandy tak pernah memaksa Gustin.Sandy sudah bahagia hanya dengan melihat Gustin setiap hari.dan semenjak Gustin di tinggal Sisi dan Nino. Gustin menjadi lebih dekat dengan Putri.teman kerja Gustin di Cafe.dan kedua sahabatnya yang kini berada di jepang selalu menghubungi nya 3 hari sekali.ada saja yang mereka bicarakan. Gustin tak pernah lupa untuk selalu mengucap syukur atas kebahagiaan yang dia miliki saat ini.baginya kebahagiaan nya saat ini sudah sangat cukup.


Sandy saat ini masih berada di kantornya.dan sedang bersiap untuk pulang.saat Sandy hendak beranjak dari ruang kerjanya.hp Sandy berdering.panggilan masuk itu ternyata dari Papanya.


"Assalamualaikum Pa...kenapa Pa."


"Sandy hari ini kamu jangan pergi kemana mana ya.nanti ada acara makan malam bersama sahabat Papa dan keluarganya."


"Kenapa mendadak sekali Pa."


"Tidak juga Nak. Papa sudah merencanakan jauh jauh hari sebelumnya.ya sudah Papa tunggu di rumah ya."


"Tidak masalah kan Pa.kalau Sandy mengajak Rendi untuk ikut makan malam."


"Ya.ajak saja.ya sudah Papa tunggu ya."


Sandy nampak berpikir sejenak setelah panggilan berakhir."Tidak biasanya Papa mengadakan makan malam bersama keluarga sahabatnya.kenapa perasaan ku tidak enak begini ya."gumam Sandy.


Sandy berjalan menuju ruang kerja Rendi.tampak Rendi sedang membereskan berkas berkas di meja kerjanya.


"Rendi kamu ikut aku pulang ke rumah ya.nanti ada acara makan malam.kamu ikut mobil aku saja.nanti kamu menginap di rumah saja."ucap Sandy pada Rendi.


"Baik Pak.mau pulang sekarang Pak."


"Iya.tapi kita ke cafe dulu ya.aku mau jemput seseorang dulu."


"Baik Pak." Sandy dan Rendy segera meninggal kan kantor. kini Sandy dan Rendy sudah dalam perjalanan menuju Cafe tempat Gustin bekerja.Sandy duduk disamping Rendi yang sedang mengemudikan mobilnya.Sandy masih nampak termenung memikirkan acara makan malam yang di adakan oleh Papanya.


"Maaf Pak.ada acara apa ya Pak.tumben sekali Pak Ahmad mengadakan makan malam bersama keluarga sahabat beliau."


"Aku sendiri saja bingung Ren...karena bukan kebiasaan Papa mengikut sertakan aku untuk bertemu dengan keluarga sahabatnya.kalau tidak ada hubungannya dengan masalah pekerjaan."

__ADS_1


"Bukankah ini terlihat seperti ada sesuatu yang Pak Ahmad rencanakan di balik acara makan malam ini Pak."ucap Rendi dengan penuh keyakinan.karena Rendi tahu betul kebiasaan dan sifat atasannya dan semua anggota keluarganya.


"Aku dari tadi juga sedang memikir kan itu Ren...perasaan ku sedari tadi sungguh tidak enak." keduanya pun memilih diam dengan pemikiran masing masing.dan tanpa terasa mobil Sandy sudah tiba di Cafe. Sandy segera turun dan menghampiri Gustin yang sudah menunggu di depan Cafe.tampak Gustin sedang berdiri bersama seorang wanita cantik yang tinggi badan nya di atas gustin.


Sandy mendekat kearah Gustin dan meraih tangan Gustin lalu menggenggam nya seperti biasanya."Sudah menunggu lama ya."


"Tidak Kak baru lima menit kok.o ya Kak kenalin teman kerja aku Putri."terlihat putri mengulurkan tangannya pada Sandy dan di sambut Sandy dengan wajah datar.karena Sandy hanya tersenyum ramah dan bersikap hangat hanya pada orang orang terdekatnya saja.


"O ya Kak hari ini biar Putri ikut pulang bareng ya.tadi motor Putri mogok. enggak apa apa kan."


"Ya sudah Ayo ."ketiganya segara menuju mobil dan Gustin nampak sedikit terkejut dengan adanya Rendi yang sudah duduk di kursi kemudi.karena Sandy jarang sekali membawa Rendi saat mengantar atau menjemputnya.


"Sudah ayo masuk."Sandy menarik tangan Gustin untuk duduk di belakang bersamanya.dan Putri duduk di depan bersama Rendi.


"Apa kabar Nona.perkenalkan nama saya Rendi."ucap Rendi sambil mengulurkan tangan nya pada Gustin.Gustin pun membalas uluran tangan Rendi.


"Kabar saya baik Pak Rendi.panggil saya Gustin saja.dan ini teman saya Putri."kata Gustin sambil menunjuk Putri.


"Kenalkan nama saya Rendy."


"Saya Putri."balas putri sambil tersenyum dan membalas uluran tangan Rendi."Cantik juga."gumam Rendi dalam hati.


"Sudah Ren jalan kan mobilnya.kamu boleh melanjutkan nya nanti."


"Baik Pak." Rendi tersenyum kikuk mendengar ucapan Sandy.


"Sudah Kak biarkan saja Pak Rendi berlama lama menatap Putri.dia masih jomblo kok Kak calon perawat cantik lagi."ucap Gustin sambil melirik Putri dan Rendi dengan senyum penuh arti.


"Tapi kita memang harus cepat pulang sayang. karena setelah aku mengantar mu.aku harus segera menghadiri acara makan malam."


"Benar kah. makan malam dengan siapa. jangan bilang Kak Sandy punya wanita lain."


"Tentu saja.kamu pikir kekasih tampan mu ini hanya punya satu wanita hah."

__ADS_1


"Wah hebat sekali ya Kak.Kak Sandy jangan salah karena aku juga punya kekasih lain di luar sana yang jauh lebih tampan."balas Gustin tak mau kalah.


"APA.kamu berani sekali ya."


"Kenapa.Kak Sandy pikir tidak ada yang mau dengan ku selain Kak Sandy hah."


"Aku tahu itu kenapa kamu tega sekali."ucap Sandy dengan wajah sendu. Gustin terbahak mendengar ucapan Sandy.


"KENAPA TERTAWA.KAMU PIKIR INI LUCU HAH."ucap Sandy dengan nada tinggi.


"Wah...sebegitu besarnya Kak Sandy mencintai ku. sampai begitu takut aku meninggalkan mu."


"Apa kamu baru menyadarinya.kalau aku sangat mencintai mu.tadi aku hanya pura pura.aku akan makan malam bersama Rendi dam keluarga ku.bukan dengan wanita lain."


Gustin tersenyum sambil mengusap punggung tangan Sandy dengan lembut.


"Aku juga hanya bercanda Kak."


"Benarkah.jadi tadi kamu hanya pura pura juga."


"Tentu saja.tapi ingat kalau aku sampai tahu Kak Sandy punya wanita lain.aku akan pergi dan tak akan pernah kembali. Kak Sandy ingat itu."


"Itu tidak mungkin karena hanya kamu wanita ku satu satunya.kamu percaya kan."Gustin hanya tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan Sandy.sedangkan Sandy mengarah kan tangannya ke pucuk kepala Gustin dan mengusap nya dengan lembut.


Sedangkan kedua penumpang yang berada di depan hanya tersenyum mendengar percakapan Sandy dan Gustin.


"Kenapa Pak Sandy bisa terlihat bodoh di depan gadis ini.selama aku bekerja dengan nya baru kali ini aku melihat Pak Sandy begitu lembut dengan seorang wanita dan sangat terlihat kalau kedua nya saling mencintai.tapi kenapa tidak kelihatan romantis."gumam Rendi dalam hati.


"Memang tidak ada kata kata romantis dari mereka berdua tapi aku tahu ada cinta yang sangat besar dari keduanya."gumam Putri dalam hati.


❤❤❤


Jangan lupa like komen dan vote ya....Terimakasih Sudah mau mampir di karya ku.

__ADS_1


__ADS_2