
Seperti biasanya setelah sholat Subuh Gustin membantu Ibu mengerjakan pekerjaan rumah dan membantu Ibu di dapur. Ibu dan Ayah Gustin sangat senang melihat perubahan Gustin sekarang ini.
Saat di dapur Gustin dan Ibu sedang sibuk memasak. Ayah tiba tiba ikut ke dapur hanya untuk melihat putri kesayangannya dan istrinya."Alhamdulillah...Anak Ayah rajin ya sekarang, sudah pintar memasak rupanya."kata sang Ayah sambil merangkul pundak putrinya.
"Iya dong Yah...Gustin kan mau meringankan pekerjaan Ibu. biar Ibu enggak kecapekan lagi."
"Ayah bahagia sekali Nak...karena Ayah memiliki putri seperti kamu.kamu enggak pernah ngeluh,enggak pernah minta aneh aneh,di sekolah juga kamu pinter.ya...meski kadang masih suka keras kepala tapi Ayah sama Ibu sayang banget sama kamu."
"Ayah ih...pagi pagi kenapa ngomong melow gini Gustin kan jadi sedih."Gustin langsung memeluk Ayahnya dengan erat dan tentu saja dengan air mata yang sudah menetes di pipinya. Ibu langsung mendekat dan ikut memeluk Suami dan Putrinya.
Setelah drama di dapur.sarapan sudah siap di meja makan. Ayah dan Gustin beserta Ibu.sarapan bersama. setelah selesai sarapan Ayah pamit berangkat kerja.dan Gustin sudah duduk di depan rumah menunggu Sandy.
Ibu keluar dari rumah dan melihat Gustin masih duduk di kursi depan rumah."lho...kamu belum berangkat Nak."
"Belum Bu...ini lagi nungguin Kak Sandy."
"oh...ya sudah Ibu mau ke mini market dulu ya.kamu hati hati ya Nak..."
"Iya Bu..."
Mobil Sandy sudah berhenti di depan rumah Gustin. Sandy keluar dari mobilnya. seperti biasa Sandy terlihat tampan dengan setelan jas dan kacamata hitamnya."Sudah lama ya nunggu nya."
"Belum Kak baru saja kok."
"Ya sudah yuk berangkat."Sandy langsung meraih tangan Gustin dan megenggam nya.jantung Gustin seperti mau loncat saat itu.Gustin hanya diam sambil mengontrol kegugupannya.
Dalam perjalanan Gustin dan Sandy saling tersenyum saat pandangan mereka bertemu.
"Nanti pulang kerja kamu tunggu aku di Cafe ya.nanti aku jemput kamu."
__ADS_1
"memang Kak Sandy enggak capek anter jemput Gustin?"
"Ya enggak lah, masa gitu aja capek.malah seneng tahu.bisa ketemu sama kamu lagi,dan lihat wajah kamu lagi."ucap Sandy dengan gemas sambil mengacak rambut Gustin.
"Ya kak.rambut aku jadi berantakan lagi ni."
"Biar aja.biar kamu enggak kelihatan cantik.biar enggak di lirik laki laki di luar sana."
"Lha emang Gustin dari lahir mah udah cantik makanya banyak laki laki yang suka sama Gustin.mau rambut acak acakan juga masih kelihatan cantik kan?"
"APA...jadi banyak laki laki di luar sana yang suka sama kamu."ucap Sandy dengan nada kesal.
Gustin mengangguk kan kepala sembari tersenyum. "Apa kamu pernah pacaran sebelumnya."tanya Sandy dengan nada kesalnya.
"Belum Kak."
"Pernah lah."
"APA..."teriak Sandy
"Aduh Kak kenapa pakek teriak sih."
"Jadi kamu juga cinta sama laki laki itu"
"Iya Kak."
"APA KAMU MASIH CINTA SAMA LAKI LAKI ITU." Sandy teriak lagi.
"Iya Kak meski Gustin takut tapi Gustin cinta sama dia Kak."
__ADS_1
"KATAKAN DI MANA DAN SIAPA LAKI LAKI ITU." Sandy sudah tidak bisa mengontrol emosinya saat mendengar jawaban dari Gustin.
"Laki laki itu ada di samping Gustin saat ini Kak."
Deg.hati Sandy seolah berhenti berdetak mendengar ucapan Gustin.Sandy menepikan mobilnya dan langsung menarik Gustin ke dalam pelukannya.
Gustin terhanyut dalam pelukan Sandy untuk sesaat.selang beberapa detik Gustin tersadar dan langsung melepaskan diri dari pelukan Sandy.
"Astagfiruallah...Kak Sandy kok peluk peluk sih." sungut Gustin setelah terlepas dari pelukan Sandy.
"Lah emang kenapa,itu kan karena aku sayang sama kamu."
"Besok besok jangan peluk peluk lagi. entar dosa Gustin tambah banyak gara gara Kak Sandy."
"Terus kapan dong boleh peluk peluknya."
"Entar kalau Gustin udah gede dan udah nikah sama Kak Sandy."
"Emang kamu mau nikah sama aku?"
"Iya tapi bukan sekarang, tunggu Gustin gede dulu."
"Ya.kalau nunggu kamu gede enggak bakalan nikah nikah dong."
"Kok gitu,emang kenapa?"
"Kamu enggak sadar kalau badan kamu enggak tumbuh tumbuh. Sampai aku ubanan juga badan kamu segini gini aja."goda Sandy.
"Ya sudah Kak Sandy tunggu saja sampai ubanan."ketus Gustin yang merasa kesal dengan godaan Sandy. Sandy tertawa melihat wajah Gustin yang sedang kesal.
__ADS_1