Terjebak Cinta Sang Pengusaha

Terjebak Cinta Sang Pengusaha
Bab 23


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Hubungan Sandy dan Gustin masih berjalan baik.keduanya sama sama merasakan cinta yang semakin dalam dari hati keduanya. Hampir setiap hari Sandy mengantar dan menjemput Gustin saat bekerja. Sekalipun mereka belum pernah pergi berdua untuk jalan jalan atau sekedar makan makan,Karena Gustin selalu menolak. Gustin tidak terbiasa keluar rumah saat malam jadi Gustin menolak saat Sandy mengajaknya jalan jalan atau makan malam saat pulang dari tempatnya bekerja. Dan Sandy tak pernah merasa kecewa atas penolakan Gustin. Karena Sandy tahu hanya dengan sekedar mengantar dan menjemput saja bagi Gustin sudah sangat bahagia. Begitupun dengan Sandy yang selalu merasa bahagia hanya dengan melihat orang yang dia cintai.itu pun sudah cukup bagi Sandy.


Saat ini Sandy dan Gustin berada di dalam perjalanan. karena seperti biasa Sandy menjemput Gustin dari Cafe tempat Gustin bekerja.


"Kak kenapa Kak Sandy bisa jemput aku setiap hari?memang nya Kak Sandy tidak pernah kerja lembur atau pulang malam."


"kenapa aku harus kerja lembur.aku tidak masuk kerja saja tidak ada masalah."


"Kenapa bisa begitu.memangnya kalau Kak Sandy bolos kerja tidak di pecat dari tempat Kak Sandy bekerja?"


"Apa di pecat kata mu."


"Iya. kenapa ada yang salah sama kata kata aku."


"Oh...yang benar saja. Seorang Sandy di pecat dari tempat kerja? Justru aku lah yang sering memecat orang Sayang."


"Hah...kenapa bisa begitu.?"Gustin tidak mengerti maksud ucapan Sandy. Sandy terbahak mendengar pertanyaan Gustin.


"Apa Kamu tidak tahu kalau pria tampan yang duduk di samping mu ini adalah seorang pengusaha yang kaya dan juga keren."


"Apa pengusaha? yang benar saja."


"Kau tidak percaya.ayo lah sayang...kemana saja kamu selama ini.kamu tidak pernah melihat berita di Tv atau Surat kabar?"


"Tidak.aku memang jarang melihat berita di Tv atau di Surat kabar.aku hanya sibuk belajar,bekerja dan nonton drakor di hp ku"


Sandy ternganga mendengar ucapan Gustin.


"Jadi kamu benar benar tidak pernah melihat wajah tampan ku di Tv atau di Surat kabar.?"


Gustin menggeleng menjawab pertanyaan Sandy."Ya Allah. Aku ini seorang pengusaha muda yang cukup terkenal dan sukses di kota ini sayang."ucap Sandy. Gustin ternganga mendengar ucapan Sandy.


"Benarkah.Kak Sandy sedang tidak bercanda kan."

__ADS_1


"Tentu saja tidak.apa kamu tidak melihat penampilan ku yang menyerupai seorang pangeran.?"


"Wah...wah Aku tidak percaya ini. ternyata aku menjadi wanita beruntung karena mempunyai kekasih yang kaya dan tampan."


"Apa kamu baru menyadarinya"


"Tentu saja. Apa Kak Sandy tidak malu mempunyai kekasih seperti ku."


"Kenapa harus malu."


"Aku hanya orang biasa dan seorang pelayan Cafe Kak."


"Memangnya apa masalahnya kalau kamu hanya orang biasa dan pelayan Cafe?kamu juga manusia kan."


"Tentu saja aku manusia Kak.tapi apa aku pantas berada di samping mu Kak."


Sandy langsung menghentikan mobilnya saat mendengar ucapan Gustin.Sandy menatap Gustin.Sandy meraih tangan Gustin lalu megenggamnya.


"Apa aku pernah mempermasalahkan status sosial mu?apa cinta ku padamu tak cukup membuat mu berdiri tegak di samping ku.?"


"Aku hanya..."Gustin sudah tidak bisa meneruskan ucapnya.karena dadanya sudah terlalu sesak mendengar ucapan Sandy.air mata Gustin pun keluar dengan sendirinya. Sandy langsung menyeka airmata Gustin dengan ibu jarinya.


Gustin hanya menganggukan kepala sebagai jawaban nya. Gustin terenyuh mendengar ucapan Sandy.Gustin masih tidak percaya pada kenyataan yang ada di depan nya.bagaimana bisa laki laki tampan dan kaya seperti Sandy bisa mencintai Gustin dengan begitu tulus.sedang Gustin hanya seorang gadis biasa dari keluarga yang sederhana.


"Sudah jangan memikirkan sesuatu yang tidak penting lagi.oke."


"Iya Kak."ucap Gustin.Sandy kembali menjalankan mobilnya.


"Kak Sandy mau mampir ke rumah untuk makan malam." tanya Gustin.


"Tentu saja.dari kemarin kemarin aku menunggu tawaran seperti ini.kamu sungguh tidak pengertian sayang.bahkan setelah aku mengantar kamu pulang.tak pernah sekalipun kamu menawariku hanya untuk sekedar mampir ke rumah mu.bukan kah itu terlalu kejam untuk ku."


"Maafkan aku Kak.aku hanya malu saja sama Ayah dan Ibu."


"Wah..wah Aku tidak percaya ini.ada seorang gadis yang malu mengakui ku sebagai kekasih di depan orang tuanya?ini adalah pertama kalinya aku di perlakukan dengan kejam oleh seorang gadis."

__ADS_1


"Bukankah kata kata mu itu terlalu berlebihan Kak.?"


"Sayang.kamu harusnya bangga memperkenalkan aku pada Ayah dan Ibu mu. lihatlah aku terlalu keren kan untuk itu."


"Kamu terlalu percaya diri Kak."


"Karena kenyataannya seperti itu Sayang."


Gustin hanya tersenyum mendengar ucapan Sandy. Gustin memang sekarang sudah terbiasa dengan semua sifat Sandy.termasuk dengan sifat narsis Sandy yang terkadang membuatnya geleng geleng kepala.


Sandy dan Gustin sudah sampai di rumah Gustin.keduanya sudah masuk ke dalam rumah. Ayah dan Ibu terlihat sedang duduk di sofa depan Tv."Assalamualaikum. Ayah Ibu."


kedua orang tua Gustin menoleh.lalu keduanya tersenyum."Walaikumsalam Nak.eh...ada tamu toh."ucap Ayah saat melihat Sandy berdiri di samping Gustin."Iya Om."jawab Sandy sambil menjabat tangan Ayah dan Ibu Gustin. Ayah dan Ibu tersenyum ramah pada Sandy.


"Oh..ya...mari Nak Sandy kita duduk di ruang tamu."ajak Ayah.


"Iya om."Sandy mengikuti Ayah Gustin yang berjalan ke arah ruang tamu.


"Mari silahkan duduk."


"Iya Om.terimakasih."


"Ibu bikinin minum dulu ya."ucap Ibu.yang hanya di jawab senyuman oleh Sandy.


"Yah. Gustin ke kamar dulu ya."


"O ya.Nak Sandy sudah sholat Maghrib belum?kalau belum lebih baik sholat dulu ya."


"Iya Om.boleh tolong tunjuk kan tempat wudhu dan sholat nya Om.?"


"Mari saya antar."


Setelah Sandy selesai sholat. Sandy kembali duduk di ruang tamu dan berbincang dengan Ayah dan Ibu Gustin.sedangkan Gustin masih belum keluar kamar.


"Nak Sandy Bapak ucapkan terimakasih banyak sudah mau repot repot mengantar dan menjemput Putri kami."ucap Ayah

__ADS_1


"Tidak apa apa Om. Sandy malah merasa senang melakukan nya. Saya sama sekali tidak merasa di repot kan."


Setelah berbincang bincang.tak berselang lama Gustin keluar dari kamar dan ikut duduk di ruang tamu.Sandy menatap Gustin takjub.melihat penampilan Gustin.bagaimana tidak. Gustin saat ini sedang mengenakan baju tidur bergambar Hello kitty berlengan pendek dengan setelan celana panjang. Rambut panjangnya di biarkan tergerai dan menggunakan bando di kepalanya.sederhana memang tapi sangat cantik dan manis.


__ADS_2