Terjebak Cinta Sang Pengusaha

Terjebak Cinta Sang Pengusaha
Bab 66


__ADS_3

Tidak akan pernah ada seorang pun, yang tidak merasa sakit ketika orang yang kita cintai berada di dalam pelukan wanita lain. Sepandai dan sekuat apapun Gustin berusaha biasa biasa saja di depan orang lain termasuk Sandy. Tapi tetap saja saat Gustin sedang bersimpuh pada yang Kuasa Gustin tak dapat lagi menahan sesak di dadanya yang sedari tadi ia tahan. Air matanya terus saja mengalir dalam doanya.


"Ya Rabb maaf kan hamba, ampuni hamba jika hamba menjadi pemarah. Ampuni hamba jika hamba menjadi terlalu keras ya Rabb. Hamba hanya berusaha menjaga dan mempertahan kan milik hamba. Hamba mohon jadikan hamba wanita yang kuat dalam menghadapi apapun nanti. Biarkan hanya di hadapan Mu hamba menjadi lemah. Hanya kepada Mu hamba memohon dan meminta. Jagalah suami hamba dari segala keburukan serta godaan. Berkahilah rumah tangga kami."


Setelah selesai berdoa Gustin merebah kan tubuhnya di atas sajadah. Air matanya mengalir mengingat kejadian di kantor Sandy tadi. "Biar kan hamba menjadi lemah hanya di hadapan Mu ya Rabb. Tidak di depan yang lain nya. Hamba tidak akan menyerah, hamba akan selalu berdiri dengan tegap di sisi suami hamba. Hamba tidak sanggup jika harus berpisah lagi dengan nya." Selang beberapa menit Gustin tertidur.


Di dalam kantor Sandy sedang membereskan pekerjaan nya. Sandy ingin segera pulang dan menemui Gustin. Karena sedari tadi Sandy tampak gelisah memikir kan Gustin. Sandy yakin istrinya saat ini sedang tidak baik baik saja. Sandy tahu betul istri tercintanya sangat pandai menyimpan kesedihan nya sendiri. Tapi Sandy selalu saja bisa merasakan apa yang Gustin pendam tanpa harus mengatakan nya. Bagaimana pun Sandy sangat mengerti jika Gustin akan terluka, karena di depan matanya sendiri ia melihat Sandy sedang berpelukan dangan wanita lain. Sandy segera saja beranjak dari tempat duduknya. Sandy keluar dari ruangannya dan masuk dalam ruangan Rendi.


" Ren apa sudah selesai semuanya. Kalau sudah ayo pulang sekarang."


"Ya pak saya sudah selesai. Mari pak." jawab Rendi. Keduanya pun segera pulang bersama seperti biasanya.


"Maaf Pak. Karena sekarang Pak Sandy sudah menikah dengan Bu Gustin, apa saya boleh tinggal kembali di apartement saya Pak." Ucap Rendi memecah keheningan saat keduanya berada di dalam mobil.


"Tentu saja boleh Ren aku sangat tidak keberatan." Jawab Sandy sambil tersenyum sinis pada Rendi.


"Wah...Terima kasih ya pak. Saya sangat senang sekali pak."


"Kamu boleh saja kembali ke apartemen kamu kalau nanti kamu sudah menikah."


"Ya Pak...kenapa bisa begitu."


"Tentu saja bisa Ren. Aku kan bosnya di sini. Makanya jangan jomblo terus. Memangnya kamu gak pengen apa punya istri kayak aku."


"Tentu saja saya ingin pak. Tapi kan belum ada yang cocok mau bagaimana lagi Pak."


"Banyak gaya kamu Ren. ingat umur kamu sudah tidak muda lagi lho Ren."

__ADS_1


Rendi hanya tersenyum menanggapi ucapan Sandy.


"Ya Allah...sendirinya lupa apa ya? Kalau sudah tidak muda lagi. Dulu juga betah banget jadi jomblo. Baru nikah beberapa bulan aja udah sombong. Untung ketemu lagi sama Bu Gustin kalau tidak mungkin sampai sekarang juga masih jomblo ngenes." Gerutu Rendi dalam hati.


Sesampainya di rumah Sandy dan Rendi segera masuk ke kamar masing masing.


Saat masuk ke dalam kamar Sandy melihat istri tercintanya tengah tertidur di atas sajadah. Sandi menatap lekat wajah wanita yang sangat ia cintai.


Deg. Hati Sandy seolah teriris saat Sandy melihat dengan jelas wajah sang istri. Hidung dan bibir Gustin nampak merah dan masih ada jejak air mata di wajah Gustin. Sandy segera membersih kan sisa air mata Gustin dengan ibu jarinya.


"Maaf kan aku sayang." Dada Sandy selalu saja terasa sesak jika melihat Gustin menangis karena dirinya.


Gustin terbangun ketika merasa wajahnya di sentuh oleh seseorang. Ketika membuka matanya Gustin lansung tersenyum melihat suami tercintanya. Gustin segera bangun dan duduk.


"Baru pulang ya Kak, maaf tadi aku ketiduran."


"Maafkan aku sayang, aku telah membuat mu bersedih dengan kejadian tadi. Maafkan aku."


Gustin hanya diam dan membalas pelukan Sandy dengan sangat erat. Setelah keduanya melepaskan pelukannya. Gustin menatap wajah Sandy dengan senyum yang selalu mengembang di wajahnya.


"Untuk apa Kak Sandy minta maaf. Aku enggak papa kok. Aku selalu percaya sama Kak Sandy dan tidak akan kalah dengan wanita mana pun yang berniat merebut milik ku. Aku bukan wanita lemah yang akan menyerah ketika ada yang mengusik ku. Aku akan selalu berdiri tegap di samping Kak Sandy, aku tidak akan pernah pergi kecuali Kak Sandy sendiri yang memintanya."


"Dan aku tidak akan pernah meminta mu pergi walau kau memaksanya. Kalaupun kamu berniat untuk pergi aku akan selalu membuat mu kembali dengan cara apapun. Cukup sekali aku tersiksa karena kehilangan mu sayang tapi tidak untuk yang kedua kali. Tidak akan pernah."


"Benarkah? apa Kak Sandy sangat mencintaiku?"


"Tentu saja sayang apa kamu masih meragukan nya?"

__ADS_1


"Kalau begitu lain kali jangan peluk peluk wanita lain selain aku. Aku sangat tidak suka melihat milik ku di peluk wanita lain selain aku."


"Wah...istri kecil ku sedang cemburu rupanya ya?"


"Tentu saja aku cemburu. Apa kak Sandy akan baik baik saja jika aku di peluk laki laki lain hah."


"Tentu saja aku tidak akan baik baik saja."


"Bagus kalau kak Sandy tahu. Sekarang ayo kita makan aku sudah sangat lapar kak."


"Baik tuan putri. Tapi sebelum makan suami mu yang tampan ini mau mandi dulu ya."


"Wah...ternyata kenarsisan suami ku makin jadi ya." Ucap Gustin sambil geleng geleng kepala mendengar ucapan Sandy.


Sedangkan di sebuah rumah nampak Mira sedang marah marah di dalam kamarnya.


"Sial sial...ternyata istri Sandy tidak bisa aku anggap sepele. Aku harus cari cara lain. Aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku akan membuat keduanya berpisah apa pun caranya." Ucap Mira sambil tersenyum sinis.


Mira sebenarnya bukan orang jahat, dia hanya tidak terima kalau saat ini Sandy sudah menikah. Sedangkan Mira masih saja sendiri dan belum menemukan Ayah dari anak yang kini telah berusia empat tahun lebih. Jauh di dalam lubuk hatinya Mira masih sangat mencintai laki laki yang kini telah pergi meninggalkan nya. Mira masih sedikit menyimpan harapan kelak laki laki itu akan datang menemuinya dan buah hatinya. Meskipun Mira sendiri tak tahu kapan waktu itu akan tiba.


💗Maaf sebelumnya...Karena lama banget gak up. Suami di rumah selama hampir dua bulan . Dan setiap suami di rumah harus fokus sama suami, karena LDR an itu bikin rindu. Dan kalian pasti tahu kan kalau rindu itu berat. Mohon maaf atas semua kekurangan dan kesalahan dalam karya receh yang saya buat.💗


❤❤❤


Jangan lupa like komen dan vote ya...


Terimakasih sudah mampir di karya ku.

__ADS_1


__ADS_2