
Mobil Sandy sudah tiba di depan rumah Gustin.Sandy melihat Gustin nampak sedang menunggunya dengan duduk di kursi teras depan rumahnya.lama Sandy memandang Gustin dari dalam mobilnya."Ya Allah jangan biar kan aku melukainya. izin kami bahagia bersama. akan seperti apa hidup ku tanpanya.aku takut dia akan meninggalkan ku." lama Sandy termenung dalam mobilnya.hingga
Rendi berdeham membuyarkan lamunan Sandy. "Maaf Pak.apa kita pulang saja."
"Tidak Ren kamu tunggu dulu di sini."
"Baik Pak."
Sandy turun dari mobilnya. Gustin berdiri dari tempat duduknya.Sandy berlari kecil menghampiri Gustin.Sandy mendekat menatap dalam wajah Gustin. Gustin merasa ada yang berbeda dengan tatapan Sandy.dari sorot matanya Gustin dapat melihat ada kesedihan di dalamnya. Gustin mendekat dan meraih tangan Sandy dan mengelus punggung tangan Sandy dengan lembut.
"Kenapa Kak. percayalah dengan kekuatan doa.berdoalah sebanyak yang Kak Sandy minta.jangan pernah takut akan apapun.meski terasa sakit ujian itu tapi percayalah Kak akan ada hal manis di dalam nya.hem." Sandy tidak menjawab ucapan Gustin.mendengar ucapan Gustin hati nya bertambah sakit. dengan segera Sandy merengkuh tubuh Gustin dan memeluknya.dada gustin tiba tiba sesak entah mengapa ada kesedihan yang mendalam yang Gustin rasa kan.air matanya tiba tiba mengalir tanpa bisa di tahan. Tangan Gustin terulur ke belakang punggung Sandy dan mencengkeram erat baju Sandy seolah menyalurkan kesedihan yang di rasa kan nya. Sandy yang merasakan cengkeraman tangan Gustin tahu jika Gustin pun merasakan kesedihan nya.Sandy mendengar isak tangis Gustin.
Sandy mengurai pelukannya pada Gustin tangannya terulur menyeka airmataGustin.kini Sandy melihat wajah mata dan hidung Gustin sudah memerah karena menangis.tapi percayalah Gustin masih saja terlihat cantik walau dalam keadaan menangis.
"Kenapa kamu menangis hem."tanya Sandy sambil mengusap lembut pipi Gustin.
"Entah karena apa aku sendiri tidak tahu Kak.tapi ketika aku melihat sorot mata Kak Sandy tiba tiba dada ku terasa sesak dan aku merasa sangat sedih.tapi aku tidak tahu karena apa."Sandy tersenyum mendengar ucapan Gustin.
"Ya Allah...aku sangat mencintai wanita di hadapan ku ini dan aku tahu dia juga mencintai ku.bahkan tanpa mengatakan apa apa padanya.hatinya bisa merasakan kesedihan ku.aku mohon ya Allah jangan pisahkan kami."gumam Sandy dalam hati sambil menatap Gustin.
"Kenapa malah menatap ku seperti itu."
"Karena aku sangat mencintai mu sayang."
"Aku tahu Kak.tanpa perlu di ucapkan pun aku tahu itu.tapi malam ini Kak Sandy menambah dosaku lagi."
"Kenapa."
"Kak Sandy baru saja memeluk ku.Astagfiruallah ampuni hamba ya Rabb."
"Iya maaf ya.tadi tidak sengaja."
__ADS_1
"Tidak sengaja dari mana nya coba."
"Iya iya maaf ya."
"ada masalah apa Kak.apa Kak Sandy tidak mau berbagi dengan ku."
"Tidak apa apa aku hanya merindukan mu."
"Itu kenapa pak Rendy tidak di ajak turun."
"Aku yang melarang nya.kalau dia ikut turun aku kasihan padanya."
"Kasihan kenapa."
"Jiwa jomblonya akan meronta ronta melihat kita."
"Bukan kah dari dalam mobil dia bisa melihat kita Kak."ketus Gustin.Sandy hanya tersenyum mendengar ucapan Gustin.
Keduanya duduk di lantai dengan posisi kaki sama sama lurus ke depan.kepala Sandy sudah bersandar di bahu Gustin.Sandy memejamkan matanya menikmati kebersamaan bersama orang yang sangat di cintanya.sedangkan Rendy di dalam mobil hanya menatap sedih pada keduanya."Entah apa yang akan terjadi esok hari pada kisah mereka .aku hanya khawatir mereka akan sama sama terluka nantinya.semoga hanya akan ada kebahagian untuk mereka berdua."gumam Rendi.
"Entah lah Ma.sebenarnya Papa juga ragu tapi mau bagaimana lagi. Subrata sendiri yang meminta pada Papa untuk mempercepat pernikahan ini.kalau mau membatalkan itu tidak mungkin Ma.Mama tahu sendiri kan kalau dulu Subrata lah yang membantu kita saat perusahaan kita hampir gulung tikar.Papa tidak bisa menolak permintaan nya Ma."sang Istri hanya diam mendengarkan ucapan Suaminya.karena apa yang di kata kan Suami nya memang benar adanya.
Sedangkan Sandy masih belum mau beranjak dari rumah Gustin.Sandy seolah enggan pulang ke rumahnya.
"Kak ini sudah malam.pulang dan istirahat lah.hari ini Kak Sandy terlihat lelah sekali.pulang ya."
"Aku masih ingin seperti ini."ucap Sandy yang masih merasa nyaman menyandarkan kepalanya di bahu Gustin.
"Wah apa semalaman Kak Sandy mau bersandar seperti ini."
"Ya.jika kamu menginginkan nya."
__ADS_1
"Kak Sandy mau menyiksa ku ya.bahu sudah pegal Kak."dan dengan segera Sandy mengangkat kepalanya dari bahu Gustin.
"Maaf ya."
"Iya Kak."
"Sayang."
"Hem."
"Apa kamu sangat mencintaiku."
"Apa aku harus mengatakan nya.apa Kak. Sandy tidak bisa merasakan nya."
"Iya aku tahu dan dapat merasakan kalau kamu sangat mencintaiku."
"Kenapa Kak Sandy menanyakan tentang itu.kenapa aku merasa Kak Sandy akan pergi dari ku."
"Jangan bicara seperti itu.kalau pun aku meninggalkan mu itu terjadi bukan karena keinginan ku."
"Apa Kak Sandy sedang menyembunyikan sesuatu dari ku."
"Tidak aku hanya..."belum sempat meneruskan kalimat nya Gustin sudah memotong pembicaraan Sandy.
"Jangan kata kan apa pun Kak.memang aku tidak tahu apa masalah Kak Sandy.tapi aku tahu ada sesuatu yang Kak Sandy sembunyikan dariku.dan aku tidak akan memaksa Kak Sandy untuk mengatakan nya.sekarang pulang lah Kak."
"Baik aku pulang dulu ya.I love you sayang."
Gustin tersenyum malu mendengar ucapan Sandy. Gustin menatap punggung Sandy.ada perasaan sedih saat menatapnya."Ya Rabb hamba berserah kepada Mu atas apa yang akan terjadi dalam kehidupan ku.hamba tahu cinta nya begitu besar untuk ku.tapi hamba merasa dengan cintanya yang begitu besar akan membuatnya terluka nantinya.jangan biar kan hal itu terjadi ya Rabb."gumam Gustin dalam hati.
Sandy sudah berada dalam mobil nya.sebelum mobil berjalan Sandy menoleh menatap Gustin dari dalam mobil."Maaf aku sudah tidak jujur pada mu.Aku hanya tidak ingin membuat mu terluka.akan aku pastikan semua baik baik saja. aku hanya mau melihat tawa bahagia mu.bukan air mata kesedihan kerena luka dalam hatimu."gumam Sandy dalam hati.
__ADS_1
❤❤❤
Jangan lupa like komen dan vote ya....Terimakasih Sudah mau mampir di karya ku.