Terjebak Cinta Sang Pengusaha

Terjebak Cinta Sang Pengusaha
Bab 33


__ADS_3

Hari berganti hari.tanpa terasa hari pernikahan Sandy dengan Mira sudah depan mata. Rendi masih terus mencari dan mengumpulkan bukti tentang Mira dan segala rencananya.sudah ada titik terang tentang kenapa keluarga Mira meminta mempercepat pernikahan Sandy dengan Mira. Rendi hanya butuh satu lagi bukti untuk memastikan kebenaran tentang semua info yang dia dapat kan tentang Mira.


Sedangkan Sandy mulai merasa resah memikirkan pernikahan yang akan segera dia hadapi. Sandy takut Rendy datang di saat semua sudah terlambat.besok adalah hari pernikahan Sandy.hatinya sungguh tak tenang karena sampai sekarang Rendy belum menampak kan diri di hadapan nya.Sandy percaya kalau Rendy dapat menyelesaikan tugas nya dengan baik.terkesan lambat memang tapi itu semua di lakukan Rendi karena mencari informasi tentang Mira harus lah secara hati hati dan tidak gegabah.agar semua data dan bukti tentang kebusukan Mira dapat terbongkar tanpa bisa terelakkan lagi.


Semua keluarga Sandy sedang berkumpul di ruang keluarga. tetepi Sandy


memilih untuk tetap di kamarnya.pikiran Sandy saat ini teramat kacau. Sandy tidak tahu harus berbuat apa. Sandy hanya berharap Rendy besok datang di waktu yang tepat.bayangan Gustin selalu membayangi hati dan pikirannya.saat Sandy sedang termenung dalam lamunan nya Shandy merasakan sebuah usapan lembut di bahu nya. ternyata Ratna masuk ke dalam kamar Sandy dan sudah duduk di samping nya. Ratna tersenyum menatap adik laki lakinya.


"Kakak tahu.kamu tidak menginginkan pernikahan ini.dan Kakak tahu ada yang kamu pendam sendirian di hati kamu.apa salahnya kamu berbagi dengan Kakak Dek."


"Kak aku sungguh tidak menginginkan ini semua. aku tidak bisa Kak."


"Kakak tahu dek tapi ini sudah menjadi keputusan Papa.dan kamu tahu bukan alasan Papa melakukan ini."


"Kak aku tidak sanggup membuatnya terluka dan kecewa."


"Siapa yang kamu maksud.kamu mencintai seseorang."tanya Ratna dengan menangkup wajah Sandy dan menatapnya.


"Iya Kak.aku mencintai gadis lain.aku sangat mencintainya.aku tidak mau berpisah dengan nya.dan tidak mau membuatnya terluka.aku sungguh tidak sanggup Kak."


"Ya Allah dek kenapa kamu tidak pernah bilang sama Kakak."


"Sudahlah Kak.aku hanya bisa berdoa agar semua baik baik saja."


"Baiklah kalau begitu.Kakak selalu siap mendengar keluh kesah mu.jangan pernah memendamnya sendiri jika kamu tak mampu. Kakak doa kan yang terbaik buat kamu.bersabar dan selalu berdoalah. karena tidak ada yang sia sia dengan yang namanya kesabaran dan doa."ucap Ratna sambil beranjak dari kamar Sandy.


Setelah kepergian Ratna dari kamarnya.Sandy meraih Hp nya.dan segera menghubungi Gustin.


"Assalamualaikum."


"Walaikumsalam kenapa Kak."


"Sudah tidur belum."


"Belum Kak entah kenapa sedari tadi aku merasa gelisah dan perasaanku sungguh tidak enak Kak.makanya aku tidak mengantuk."


"Kenapa tidak mencoba menonton drakor favorit kamu.siapa tahu lama lama mengantuk."

__ADS_1


"Sudah aku coba Kak.tapi aku malah tidak bisa fokus menonton nya."


"Wah...apa mungkin kamu merindukan ku."


"Mungkin saja Kak."jawab Gustin lempeng.


"Benarkah.terimakasih sayang...karena Sudah merindukan ku."


"Kak."


"Hem."


"Apa Kak Sandy bisa ke sini sekarang."


"Kenapa apa kamu benar benar merindu kan kekasih tampan mu ini hah."


"Iya."Gustin langsung mengakhiri panggilannya. Gustin merasa malu dengan ucapan nya sendiri."Ada apa dengan ku.kenapa aku ingin sekali menatap wajahnya malam ini.ya Rabb...kenapa perasaan hamba tidak enak begini."gumam Gustin.


Sandy masih menatap Hp nya.Sandy masih tidak percaya kalau Gustin memintanya untuk bertemu karena Gustin merindukan dirinya. Sandy dengan segera menyambar kunci mobil nya dan segera mengendarai mobilnya menuju rumah Gustin.


Setelah tiba di depan rumah Gustin Sandy segera turun dari mobilnya.Sandy melihat Gustin berlari kecil menghampiri nya.dan tanpa di duga oleh Sandy Gustin langsung memeluknya dengan sangat erat.bukannya bahagia karena Gustin memeluknya tapi Sandy malah merasakan kesedihan dalam hatinya. Sandy merasa akan kehilangan wanita yang kini ada di pelukannya."Perasaan apa ini ya Allah."gumam Sandy dalam hati.


"Apa kamu sangat merindukan ku sayang."


Gustin menundukkan wajahnya karena malu dengan kelakuannya sendiri. Gustin tidak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya sendiri. Gustin hanya ingin melihat wajah Sandy dan memeluknya.


"Kenapa diam saja...hah."


"Ya Kak aku memang sedang merindu kan mu."lirih Gustin dengan mengusap wajah Sandy dengan lembut.


Deg.jantung Sandy seolah berhenti berdetak dengan usapan lembut Gustin."Apa ini kenapa hatiku sedih dan dadaku terasa sakit begini.aku merasa dia akan meninggalkan ku. tidak ini hanya perasaanku saja."batin Sandy.


"Ayo Kak kita duduk di sana." Gustin langsung menggandeng tangan Sandy menuju kursi yang ada di teras depan rumah Gustin.


Sandy menggeser tempat duduknya agar lebih dekat dengan Gustin.Sandy menyandarkan kepalanya di bahu Gustin. tangan Gustin terulur mengusap kepala Sandy pelan.


"Apa Kak Sandy sangat mencintai ku."

__ADS_1


"Tentu saja."


"Apa Kak Sandy akan merindukan ku jika kita terpisah oleh jarak dan waktu."Bukan nya menjawab Sandy langsung mendongak menatap Gustin.


"Kenapa kamu bicara seperti itu.apa kamu akan meninggalkan ku."


"Entah lah Kak.perasaan ku sungguh sedang tidak baik baik saja. tapi aku sendiri tidak tahu karena apa."ucap Gustin.Sandy meraih tangan Gustin dan megenggam nya ."Ya Allah aku tahu dia sangat mencintai ku tanpa harus dia mengatakannya.bahkan kegelisahan dalam hatiku pun dia juga bisa merasakan nya."batin Sandy.


"Jangan pergi dariku apapun yang terjadi nanti.jangan pernah pergi tanpa mendengar penjelasan dari ku.di manapun kamu berada aku akan selalu mencintai dan merindukan mu.aku akan selalu mendoakan untuk kebahagiaan mu.kamu akan selalu menjadi satu satunya wanita yang akan selalu ada di hati ku setelah Ibu ku."


"Aku bisa merasakannya Kak tanpa harus Kak Sandy mengatakannya."


"Ya sudah aku pulang ya.sudah malam kamu juga harus tidur kan."


"Iya Kak.terimakasih sudah mau datang.hati hati ya."Sandy tersenyum dan mengusap wajah Gustin.


"I love you sayang."ucap Sandy sebelum masuk ke dalam mobilnya.Gustin masih menatap mobil Sandy hingga tidak nampak lagi.Gustin segera masuk ke dalam rumah.saat Gustin duduk di ruang tamu Ayah dan Ibunya keluar dari kamar dan menghampiri Gustin.


"Belum tidur Nak."ucap Ayah


"Belum Yah.tadi Kak Sandy ke sini Yah tapi hanya sebentar."


"Kenapa tidak di ajak masuk."


"Tidak Yah kerena cuma sebentar lagian ini sudah malam.tumben Ayah dan Ibu belum tidur."


"Nak...ada yang mau Ayah sampaikan."


"Ada apa Yah."


"Begini Nak besok siang kita harus segera pulang ke Jogja. Ayah di tugaskan di sana dan menatap di sana.kamu tidak keberatan kan Nak kalau kita pindah ke sana besok."


"Tidak Yah.kemanapun Ayah dan Ibu pergi Gustin akan selalu ikut."


"Ya sudah kalau begitu sekarang kita berkemas setelah kita di Jogja rumah ini akan Ayah kontrakkan.kamu jangan lupa kabari Nak Sandy kalau kita akan pindah ke Jogja."


"Iya Yah.sekarang Gustin masuk kamar dulu ya."kedua orang tua Gustin mengangguk. gustin segera mengemas barang barangnya.hingga Gustin lupa harus mengabari Sandy tentang kepindahannya ke Jogja.

__ADS_1


❤❤❤


Jangan lupa like komen dan vote ya....Terimakasih Sudah mau mampir di karya ku.


__ADS_2