
Sandy masih setia menemani Gustin. Sandy merasa sangat bahagia bisa melihat senyum dan tawa Gustin.semakin hari Sandy semakin mencintai Gustin.tak dapat Sandy bayang kan apa yang akan terjadi esok jika Gustin pergi meninggalkan nya.karena jauh dalam hati Sandy selalu merasa kalau suatu saat Gustin akan pergi meninggalkan nya.Sandy baru pertama kali merasakan cinta yang sebenarnya.tidak seperti cinta monyet nya yang dulu pernah Sandy rasakan saat masih SMA. sudah terlalu dalam perasaan nya pada seorang Gustin.gadis apa ada nya yang ceria dan terkadang keras kepala.gadis yang mampu membuat detak jantungnya berpacu lebih cepat gadis yang sudah masuk ke dalam hatinya yang paling dalam.gadis yang sekarang berada tepat di hadapan nya adalah seorang gadis yang tak pernah menuntut apa apa darinya. hanya satu pintanya jangan membuat hatinya terluka.dan Sandy akan berusaha semampunya untuk tidak menggoreskan luka untuk nya.Sandy larut dalam lamunan nya.dan Gustin baru menyadari jika laki laki yang berada di samping nya sedari tadi melamun dan tidak mendengarkan apa yang Gustin bicarakan.
"Kak Sandy sedang memikir kan apa.kenapa dari tadi hanya melamun saja."
Sandy tersadar dari lamunan nya.
"Tidak,Aku tidak sedang memikir kan apa apa.aku hanya merasa bahagia melihat senyum dari orang yang aku cintai."
"Benarkah,jangan membuatku melayang Kak."
"Kenapa begitu."
"Karena aku takut setelah Kak Sandy membuat ku melayang.nanti aku akan terjatuh.dan itu pasti akan sakit."
"Itu tidak akan terjadi.jika kamu selalu ada di samping ku dan menggenggam tangan ku.ku pastikan kamu tidak akan terjatuh.tapi kalau kamu pergi dari ku maka kamu dan aku akan sama sama terluka.karena tidak akan ada lagi tangan yang akan menggenggam tangan kita saat kita akan terjatuh."gumam Sandy..
"Kenapa Kak Sandy serius sekali.aku hanya bercanda."bukannya menjawab Sandy malah tersenyum sambil mengusap kepala Gustin.
"O ya Kak mau main gitar sambil bernyanyi enggak.dulu Kak Sandy pernah bilang kan kalau Kak Sandy mau bernyanyi buat aku."
"Baik lah.sekarang mana gitarnya.apapun akan ku lakukan untuk mu sayang."goda Sandy.
"Jangan berkata seperti itu Kak aku geli mendengarnya."Gustin beranjak dari tempat duduknya dan mengambil gitar yang dia simpan dalam kamarnya.
Gustin menyerahkan gitarnya kepada Sandy.
Sandy mencoba memainkan nya.karena sudah sangat lama Sandy tidak bermain gitar.setelah mencoba akhirnya Sandy berhasil memainkan nya dengan bagus.
"Wah...bagus Kak.sekarang sambil nyanyi ya."
"Mau aku nyanyikan lagu apa."
"Terserah Kak Sandy saja."
"Dengarkan baik baik ya.karena lagu ini mewakili perasaan ku."
"Oke.aku akan merekamnya Kak."
Sandy mulai memainkan kan gitar dan bernyanyi.
💝💝💝
Memenangkan hatiku bukanlah
Satu hal yang mudah
Kau berhasil membuat
'Ku tak bisa hidup tanpamu
Menjaga cinta itu bukanlah
Satu hal yang mudah
Namun sedetik pun tak pernah kau
Berpaling dariku
Beruntungnya aku
Dimiliki kamu
__ADS_1
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat kubernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Meruntuhkan egoku bukanlah
Satu hal yang mudah
Dengan kasih lembut kau pecahkan
Kerasnya hatiku
Beruntungnya aku
Dimiliki kamu
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat kubernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat kubernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Tolong kamu camkan itu
__ADS_1
Sandy mengakhiri lagu yang dia nyanyikan untuk Gustin dengan sangat indah. Gustin menatap Sandy dengan sangat dalam kedua matanya sudah berembun.hatinya tersentuh dengan lagu yang di nyanyikan oleh Sandy.sedang tangan Gustin masih memegang hp untuk merekam Sandy saat bernyanyi.
"Kenapa menatap ku seperti itu Sayang."
"Tidak apa apa Kak.terimakasih untuk lagunya.aku akan selalu mengingatnya."
"Jika kamu merindukan ku kamu ingat saja lagu ini.maka kamu akan merasa aku ada di dekat mu."
"Benarkah. tapi apa aku akan merindukan mu Kak.kalau setiap hari saja Kak Sandy menemui ku."
"Sekrang memang kamu tidak merindukan ku.tapi nanti kamu akan sangat merindu kan ku.dan jangan menangis untuk itu."
"Aku tidak mau merindukan mu kalau begitu Kak."
"Memang kenapa."
"Kalau aku merindukan mu berarti Kak Sandy berada jauh dari ku untuk waktu yang lama. aku tidak mau seperti itu."
"Berarti kamu sangat mencintai ku."
"Sedikit Kak."
"Aku tahu kamu akan menjawab seperti itu.kenapa bilang cinta saja pelit sekali sih."
"Wani piro."Goda Gustin.dan keduanya pun tertawa.
"Jangan pernah Engkau ambil kebahagiaan ini ya Rabb.hamba hanya minta seperti ini.bahagia dan tertawa bersamanya."gumam Gustin dalam hati.
Sedangkan Sisi saat ini sedang berada di di dalam Pesawat. Sisi baru saja duduk.dan Sisi mendapat tempat duduk di dekat jendela Pesawat.sedang kursi di di sebelah nya masih kosong.mungkin pemilik tempat duduk itu belum masuk ke dalam Pesawat.Sisi menatap keluar jendela Pesawat.ingatan nya masih mengingat suara Gustin yang terisak saat tadi Sisi menelpon nya.jelas sekali kalau Gustin merasa kehilangan dirinya.karena Sisi tahu Gustin hanya mempunyai dua sahabat yang sangat dekat dan sangat di sayanginya. Sisi juga sedih harus meninggalkan Gustin untuk waktu lama.kalau kedua orang tua Sisi merindukan Sisi maka keduanya bisa dengan mudah mengunjunginya ke Jepang.tapi tidak bagi Gustin.tanpa terasa Air mata Sisi menetes saat teringat sahabatnya.tepat di hadapannya ada sapu tangan yang disodorkan untuknya.
"Kamu hapus air mata kamu.hem."
Sisi menoleh dan menatap orang yang memberikan sapu tangan.dan betapa terkejutnya Sisi saat melihat orang yang sudah duduk di sampingnya dan memberikan sapu tangannya.ya laki laki yang ada di sampingnya tak lain adalah laki laki yang di tabrak Sisi saat akan masuk ke ruang tunggu tadi.
"Maaf sejak kapan kamu duduk di situ"ucap Sisi dengan gugup karena malu bertemu lagi dengan laki laki ini lagi.
"Sejak kamu melamun tadi."
"Kenapa kamu duduk di situ."
"Karena ini memang tempat duduk ku."
"Kenapa kamu menangis.apa karena kamu pergi jauh dari orang tua mu.atau kekasih mu."
"Tidak.aku hanya teringat sahabatku yang tadi menangis saat aku akan pergi."
"Kenapa kamu menangisi sahabat mu dan bukan orang tua mu.
"Karena kedua orang tua ku bisa kapan saja mengunjungi ku saat aku merindukan mereka.tapi tidak untuk sahabat ku."
"Kamu sangat menyayanginya."
"Ya.karena dia adalah sahabatku satu satunya."
"O ya.siapa namamu."ucap laki laki itu sambil mengulurkan tangan nya.dan Sisi menyambut uluran tangan nya.
"Aku Prisiliya.panggil saja Sisi."
"Aku Elnino.panggil saja Nino."
Dan di dalam Pesawat yang kini sudah berada di atas awan keduanya saling berbincang.untuk mengusir kejenuhan sepanjang penerbangan.
__ADS_1