
Hari ini Gustin pergi mengurus segala keperluannya untuk kepergian nya ke Jepang.karena banyak yang harus Gustin urus hingga membuat Gustin pulang lewat jam 8 malam.Gustin berjalan kaki menuju rumahnya setelah ia turun dari angkot.Jalan yang Gustin lalui terlihat sepi. Hingga Gustin mempercepat langkah kakinya.sebelumnya Gustin tak pernah keluar rumah di saat malam hari seperti ini.hingga menjadikan Gustin merasa takut berjalan sendiri di gelap nya malam dan jalan yang sepi.Gustin merasa ada yang sedang mengikutinya dari belakang.tapi Gustin tidak berani menoleh ke belakang untuk memastikan nya.Gustin mempercepat langkah kakinya dan sedikit berlari."Lindungi hamba ya Rabb.jauh kan hamba dari segala keburukan ya Rabb."doa Gustin dengan lirih. tangan Gustin di cekal dan di tarik dari arah belakang.terlihat dua orang laki laki yang bertubuh tinggi besar di depan nya.Gustin semakin ketakutan ketika kedua laki laki itu menarik Gustin dengan paksa dan membawa Gustin ke gang sempit dan gelap.
"Gadis cantik kau dari mana.wah..lihat lah kalung yang kamu pakai itu.bukan kah itu terlihat sangat indah dan mahal.apakah kau bisa melepasnya untuk kami."kata salah satu pria yang mencekal Gustin.
"Tidak jangan kalung ini sangat berarti bagiku.ku mohon lepaskan aku."ucap Gustin sambil menggenggam erat liontin berbentuk S pada kalung nya. Kedua Laki laki itu tertawa mendengar ucapan Gustin.dan dengan tidak sopan nya keduanya memegang punggung Gustin dan merabanya hingga ke pinggul Gustin.Gustin semakin ketakutan Gustin berteriak dan meronta berusaha sekuat tenaga agar bisa terlepas dari kukungan kedua laki laki itu.salah satu dari laki laki itu menjambak rambut panjang Gustin hingga kepala Gustin mendongak.Gustin membenturkan kening nya pada laki laki itu saat berusaha mencium nya.kening Gustin pun memar.kedua laki laki itu semakin brutal hingga tamparan dan pukulan mereka layang kan pada wajah dan tubuh kecil Gustin.tubuh Gustin bergetar hebat saat lengan baju gusti di tarik paksa hingga robek.Gustin menjerit meminta tolong hingga terdengar langkah kaki seseorang berlari ke arah nya.seorang pemuda bertubuh tinngi menghajar kedua laki laki tersebut.hingga tak lama kemudian pertolongan pun datang dari beberapa warga sekitar yang ikut membantu meringkus kedua berandal tersebut.Pemuda itu mendekat ke arah Gustin.Tubuh Gustin bergetar hebat wajah Gustin tertutup oleh rambut Gustin yang berantakan.Di sibaknya rambut Gustin hingga terlihatlah wajah Gustin yang penuh luka dan dan lebab. Pemuda itu namapak terkejut saat melihat wajah Gustin. Air mata nya jatuh tak bisa di bendung lagi saat melihat keadaan Gustin.hatinya sakit melihat sahabat yang sangat dia sayangi dan ingin dia lindungi dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Pemuda itu tak lain adalah Nino yang baru saja datang dari Jepang.di raihnya tubuh Gustin ke dalam dekapan nya seketika tangis Gustin pecah saat menyadari kalau pemuda yang kini mendekapnya adalah Nino.
"Maaf kan aku Tin...yang sedikit terlambat datang menemui mu.aku janji akan selalu menjaga dan melindungi mu.jangan takut lagi ya."
"Me..mereka jahat No....tubuh ku di pegang oleh mereka dengan tidak sopan nya."ucap Gustin di sela isak tangisnya. Dan tak lama kemudian Gustin tak sadarkan diri. Nino segera mengangkat Gustin dan membawa nya ke Rumah Sakit.
Saat ini Gustin sedang berada di ruang perawatan di Rumah sakit yang berada tak jauh dari Rumah Gustin.Nino duduk di samping Gustin yang saat ini terbaring dengan selang infus menancap di tangannya.Nino menatap wajah Gustin dengan perasaan sedih."Bagaimana jadinya jika aku tidak datang hari ini.kenapa kamu harus mengalami ini Tin...semoga akan ada banyak kebahagiaan setelah ini Tin...sekarang kamu tidak akan sendiri lagi."gumam Nino lirih.tak lama setelah itu Gustin tersadar. Saat Gustin membuka mata bayangan kejadian yang dia alami terlintas lagi. Airmata Gustin menetes Nino segera menyeka nya. Gustin menoleh menatap wajah sahabatnya. Gustin menangis meraung raung.
"Tenang lah Tin...jangan menangis lagi.ada aku disini semua baik baik saja.kamu harus kuat Tin..."
"Mereka jahat No...tubuh ku kotor No...mereka menyentuh ku.di sini dan disini."ucap Gustin sambil menyentuh pinggul paha dan dadanya. Nino menatap iba Gustin.Nino tahu selama ini Gustin menjaga dirinya dengan baik.tak heran jika saat ini Gustin merasa jijik atas apa yang para berandal itu lakukan pada tubuh Gustin.
"Tenang lah Tin...mereka sudah di aman kan Polisi.kamu tidak perlu takut lagi.lupakan kejadian ini ya."
__ADS_1
"AKU JIJIK NO... DENGAN TUBUH KU SENDIRI.MEREKA SUDAH MENYENTUH KU NO." Teriak Gustin dengan histeris. Nino segera menekan tombol darurat untuk memanggil Dokter dan Perawat.tak lama Dokter dan Perawat pun datang. Gustin terlihat tenang dan kembali memejamkan matanya setelah Dokter menyuntikkan obat penenang ke dalam infusnya. Nino bernafas lega. Nino mendaratkan tubuhnya di sofa yang ada di dalam kamar rawat Gustin.tubuh Nino terasa lelah karena sedari tadi belum sempat beristirahat.saat mata Nino hampir terpejam Hp Nino berdering panggilan masuk itu ternyata dari kekasihnya.
"Assalamualaikum sayang...."
"Walaikumsalam...kamu Sudah sampai di Jogja."
"Sudah sayang.kamu belum tidur."
"Belum aku kepikiran kamu terus.kamu sedang apa sekarang."
"Aku sedang di Rumah sakit.tadi saat aku sedang di jalan menuju rumah sahabat ku aku melihat dua preman sedang melakukan tidakan keji pada seorang gadis.mereka hampir saja memperkosa gadis itu.dan yang paling membuat ku terkejut ternyata gadis itu adalah sahabat ku.saat ini sahabat ku sedang di rawat di Rumah sakit."
"Ya...saat ini wajah dan sebagian tubuhnya banyak luka kecil dan memar.dia terlihat sangat syok.aku tak tega melihat keadaanya."
"Kenapa sahabat mu mengalami kejadian mengerikan seperti itu No...di saat dia sedang berduka karena kehilangan orang tuanya.kamu harus menguatkan nya.ini tidak akan mudah baginya.setelah kesehatan nya membaik segeralah bawa dia kemari.aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya."
"Baiklah...aku istirahat dulu ya.hari ini aku sangat lelah."
__ADS_1
"Ya...kamu jaga diri kamu dan sahabat mu dengan baik ya...Aku merindukan mu."
"Aku juga sayang."
Setelah panggil berakhir tak lama Nino sudah terlelap di sofa.
Sandy dan Rendy saat ini sedang menyelesaikan perkerjaan nya di ruang kerja yang berada di kediamannya.hari hari Sandy sekarang memang hanya di habiskan untuk bekerja dan bekerja.Sandy tak pernah sendiri karena selalu ada Rendi yang menemaninya.setelah Sandy menyelesaikan pekerjaan nya Sandy segera beranjak dari tempat duduknya.baru beberapa langkah Sandy berjalan tiba tiba tubuhnya ambruk dan terduduk lemah di lantai. Rendy segera mendekat.
"Anda kenapa Pak.saya panggilkan Dokter ya Pak."
"Jangan Ren...dada ku hanya terasa sesak saja Ren...ini sudah biasa akhir akhir ini.mungkin Gustin saat ini sedang sedih hingga dadaku terasa sesak.hati ku pun terasa nyeri Ren."
"Bagaimana jika Pak Sandy sedang sakit.jangan menyepelekan nya Pak."
"Tidak Ren...aku bisa merasakan nya kalau saat ini dia sedang tidak baik baik saja Ren."
Sandy segera berdiri dengan di bantu oleh Rendi.Sandy duduk kembali di kursi kerjanya. Sandy menetap langit langit di ruang kerjanya."Apa yang terjadi padanya ya Allah.jaga kan dia untuk ku ya Allah.di mana lagi aku harus mencarinya. Aku sangat merindukannya Ya Allah." gumam Sandy dalam hati. Airmata nya pun menetes di sudut matanya.
__ADS_1
❤❤❤
Jangan lupa like komen dan vote ya.Terima kasih sudah mampir di karya ku.