Terjebak Cinta Sang Pengusaha

Terjebak Cinta Sang Pengusaha
Bab 70


__ADS_3

Hari hari telah berlalu begitu cepat. Semua orang di sibuk kan dengan aktivitasnya masing masing . Kini Gustin sedang sibuk memasak di dapur untuk membuatkan Sandy makan siang. Gustin memasak dengan perasaan bahagia dan penuh dengan cinta kasih. Semua keperluan Sandy Gustin sendirilah yang turun tangan. Dari mulai menyiapkan makan hingga pakaian Sandy, Gustin sendiri lah yang mengurusnya. Padahal Sandy sering mengatakan" Aku bisa sendiri mengerjakan nya sayang " tapi tak pernah Gustin mendengarnya. Gustin hanya ingin memberikan yang terbaik untuk sang suami. Ya...cinta nya dan kasih sayang nya begitu besar untuk orang orang yang ia cintai dan kasihi.


Selasai memasak Gustin lansung saja ke kantor Sandy. Gustin turun dari mobilnya. Senyum manis dan lesung pipi yang tak pernah luntur dari wajah ayunya. Gustin membalas sapaan para karyawan dengan senyum manisnya. Para karyawan sangat menghormati dan segan padanya. Sampai di depan ruangan Sandy, Gustin mendekat kemeja Vera.


"Assalamualaikum...Bapak ada Ver..."


"Walaikumsalam Bu...Bapak ada di ruangan nya bersama pak Rendy Bu...."


"Oh...ya...saya masuk dulu ya Ver jangan lupa makan siang."


"Pasti Bu..."


Gustin langsung masuk ke ruang kerja Sandy.


"Assalamualaikum..."


"Walaikumsalam sayang...baru samapai ya?"


Sandy langsung bangun dari duduknya. Gustin langsung mendekat dan mencium punggung tangan suaminya. Tak lupa satu kecupan mendarat di dahi Gustin dari sang suami tercinta. Rendy berdeham,


"Hem...maaf Pak Buk... saya permisi dulu kalau begitu."


"Mau kemana Pak Rendy...mari makan siang bersama sekalian. Saya bawa makan nya banyak lho..." Kata Gustin.


"Tidak usah Bu...saya merasa tidak nyaman makan bersama di sini."


"Kenapa tidak nyaman?" tanya Gustin


" Tentu saja tidak nyaman Bu...jiwa jomblo saya selalu saja meronta ronta lihat Pak Sandy yang selalu makan di suapi Bu Gustin." Ujar Rendy dengan wajah di tekuk.


"bhhahahhaha....salah sendiri kamu jomblo makanya sana cari pasangan biar gak Jones."


terang Sandy sambil terbahak.


"Kak jangan mengolok Pak Rendy seperti itu. Kak Sandy pikir cari pasangan itu gampang?" Ucap Gustin dengan tatapan tajamnya.


"Maaf sayang tadi hanya bercanda saja." Kata Sandy sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bu...jangan lah panggil saya dengan panggilan Pak...saya jadi semakin ngenes saja Bu..." ucap Rendy dengan wajah yang di buat buat sedih.


"Kok gitu? memang ada yang salah ya?" Tanya nya dengan wajah polosnya.


"Tidak ada yang salah sih Bu. Tapi saya berasa tua aja kalau Bu Gustin panggil saya dengan embel embel Pak. Panggil Rendy aja Bu! Sudah lah saya di olok olok Jones di tambah pula Bu Gustin panggil saya Pak. Apa itu tidak terlalu mengenaskan buat saya?"

__ADS_1


Gustin nampak berpikir dan menatap Rendy dengan iba.


"Baik lah saya ganti jadi Kak Rendy aja gimana? Kak Rendy setuju kan?"


Wajah Rendy langsung saja sumringah memdengar ucapan Gustin.


"Itu jauh lebih baik Bu...terimakasih ya Bu...kalau gitu saya permisi dulu."


"Gak ikut makan siang di sini saja Kak?"


"Lain kali saja Bu...silahkan Bu Gustin urus bayi besar Bu Gustin saja." Ucap Rendy sambil berlari dari ruangan Sandy.


"Awaasssss...kamu Ren....gaji kamu akan saya potong bulan ini." Teriak Sandy yang tidak di gubris sama sekali oleh Rendy. Karena Rendy tahu bosnya hanya mengancam saja.


"Udah lah Kak...jangan marah marah. Kak Sandy mau nanti cepet tua?"


"Gak mau lah." Jawab cepat Sandy.


"Makanya jangan suka marah marah. Yuk makan nanti keburu dingin."


"Suapin ya sayang..."


"Sesuai permintaan bayi besar ku..." Kata Gustin sambil tertawa geli.


"Sudah mulai nakal lagi kamu ya..." Ucap Sandy sambil memeluk dan menghujani banyak kecupan di wajah Gustin.


"Makannya jangan nakal lagi."


"Iya iya gak lagi kok. Ayo makan dulu ya"


Dengan penuh cinta Gustin menyuapi Sandy sambil tersenyum manis memandang wajah tampan yang ada di hadapan nya. Gustin tak pernah bosan menatap wajah pria yang sangat ia cintai yang kini ada di hadapannya.


"Enak Kak?"


"Tentu sayang apapun masak kan mu pasti enek apa lagi kalau makan nya di suapin kayak gini tambah nikmat."


"Dih...gombal..."


"Beneran kok."


"Masak???"


"Mau di buktiin?"

__ADS_1


"Gak usah Kak, bukti apaan? nanti yang ada aku di habisin sama Kak Sandy di sini."


"Kok tahu..."


"Sudah hapal sama pikiran mesum suami aku ini." Kata Gustin dengan gemasnya dan segera mendekat ke wajah Sandy menghujani banyak kecupan di wajah tampan nya.


"Tadi aja ngataiin mesum sekarang siapa coba yang suka mesum?"


"Siapa yang mesum Kak orang Gustin gak mesum kok."


"Kalau gak mesum apa coba namanya?cium cium sana sini."


"Itu gak mesum Kak. cuma gemes aja lihat wajah tampan suami aku."


Sandy segera mendekat dan meraih tubuh Gustin. Sandy menyadarkan kepala di bahu Gustin sambil memeluknya dari samping. Sandy mendongak menatap wajah sang istri. Gustin menatap dalam wajah Sandy. Keduanya tersenyum. Tangan Sandy terulur membelai wajah ayu sang istri.


"Aku tampan ya sayang?"


"Banget Kak." Kata Gustin dengan senyumnya.


"Kamu cinta gak sama aku?"


"Banget dong..."


"Jangan pernah tinggalin aku ya sayang." Ucap Sandy.


"Tidak akan pernah Kak." Jawab Gustin dengan penuh keyakinan. Sandy mempererat pelukannya mendusel duselkan wajahnya di dada sang istri mengendus bau tubuh sang istri yang selalu di rindunya. Ya...perpisahan keduanya dulu sangatlah menyakitkan memendam rindu dan cinta mereka dalam untaian doa. Rindu dan cinta yang hanya dalam qolbu, tanpa memandang mendengar dan bertemu. Sakit yang tak akan mereka lupakan. Dan kini rasa sakit itu telah sembuh dengan penawar pertemuan dan penyatuan. Saling mendekap dan menggenggam. Apapun akan meraka lalui bersama. Asal tidak dengan perpisahan. Hanya Rabb nya saja yang akan memisahkan tidak dengan yang lain nya. Cukup sekali mereka terpisah tapi tidak untuk yang kedua ataupun ke tiga. Keduanya akan selalu merayu Rabb nya agar terus di persatukan.


Asal ada saling percaya cinta doa dan kasih sayang tidak akan ada yang bisa merenggangkan genggaman kedua nya.


"Kamu tahu sesak nya,sakitnya saat aku terpisah dari mu Kak?"


"Aku sangat tahu sayang karena aku pun merasakan nya lebih dari mu."


"Aku tidak ingin dan tidak akan pernah melepaskan apa yang sudah menjadi milik ku Kak. Cukup sekali Kak."


"Tentu sayang. aku pun tak akan pernah melepaskan mu." Ujar Sandy


"Harus Kak."


"Pasti sayang." jawab Sandy sambil mempererat pelukannya.


❤❤❤

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir di karya ku...


Jangan lupa like komen dan vote ya..


__ADS_2