Terjerat Raja Kegelapan

Terjerat Raja Kegelapan
Kemiskinan dan Memulai Perjanjian


__ADS_3

Halo guys balik lagi di cerita author .


Happy Reading


.......


Di sebuah desa yang tampak asri dengan pepohonan dan hutan yang masih belum terjamah terdapat sebuah keluarga yang selalu menjadi bulan-bulanan dan selalu di kucilkn akibat kemiskinan yang di takutkan akan menular pada mereka .


Bruk...


"Eh Emi hutang kamu itu udah numpuk , enak aja kamu mau ngutang lagi ."bentak seorang ibu hingga memantik perhatian orang-orang di sana yang nelihat nya dengan tatapan mencemooh .


"Heh bu kalau gak mampu itu ya gak usah beli , miskin nyusahin lagi ."sambar ibu lain nya dan mereka mentertawakan ibu Emi yang hanya bisa menunduk , ia begitu malu saat ini tapi jika tak meminjam mau makan apa keluarga nya .


"Saya janji akan membayar nya bu ."ucap bu Emi namun hanya di balas senyum sinis oleh ibu penjual tadi .


"Mau bayar pake apa kamu , bisa makan aja udah syukur ."


"Pergi aja sana kamu dasar miskin , ntar bisa-bisa kita ketularan blangsak lagi ."


Banyak cemoohan yang di terima oleh keluarga pak Sugi karna kemiskinan mereka seakan di kucilkan oleh para tetangga .


..................


" Bu , ibu sudah pulang."Pak Sugi melihat istrinya dengan muka lusuh nya .


"Ibu tidak bisa menghutang pak , mereka malah menghina ibu ."ucap bu Emi .


"Ibu sudah gak kuat dengan kemiskinan ini pak , ibu pengen jadi orang kaya biar gak di injek-injek sama mereka ."keluh bu Emi , rasa nya ia sudah tam sanggup menghadapi masalah kemiskinan ini .


"Bapa juga udah cari kerja tapi gak ada yang mau ngasih bapak kerjaan dan tanaman di kebun kita juga di serang babi hutan ." ucap Pak Sugi lesu .


"Pak ibu beneran dah gak kuat hidup miskin , pokok nya bapak harus cari cara supaya kita bisa kaya pak . Apa bapak gak kasihan lihat Ayu selalu di kucilkan sama temen-temen nya ."bu Emi merasa kasihan melihat anak satu-satu nya harus hidup dalam kemiskinan walaupun sifat Ayu yang ceria mampu menutupi segala nya .


Pak Sugi terdiam ia saat ini memikirkan sebuah cara agar bisa terbebas dari kemiskinan ini apapun cara nya .


...........................


Di sebuah bangunan megah dengan segala kemewahan terlihat seorang prajurit yang seperti biasa melapor pada tangan kanan Raja sebagai pimpinan terkuat di keeajaan AVALOR .


"Hormat hamba panglima Yash ."ucap prajurit dengan membubgkukkan badan nya.


Pria dengan tubuh tegap dan tatapan datar nya menatap prajurit di depan nya , "Ada apa?" tanya nya.

__ADS_1


"Di pintu gerbang bagian selatan seperti biasa ada yang akan melakukan perjanjian dengan bangsa kita tuan."ucap prajurit masih dengan membungkukkan tubuh nya.


Panglima Yash menganggukan kepalanya , sudah biasa bagi kaum manusia mendatangi gerbang bagian selatan untuk meminta kekayaan ataupun kejayaan , namun semua harus ada pengorbanan untuk mendapatkan apa yang mereka mau.


" Hmm , berikan apa yang mereka mau."ucap panglima Yash.


"Baik tuan."


Prajurit itu pun pergi menjalankan tugas sebagaimana biasa.


"Ck dasar manusia pemalas , kalian akan menjadi budak kaum kami."ucap panglima Yash tersenyum sinis.


Panglima Yash bergegas pergi karna tugas yang menumpuk sedari raja mereka keluar untuk memantau keadaan kerajaan nya yang membutuhkan waktu berminggu-minggu.


Kerajaan Avalor merupakan kerajaan terkuat di bawah pimpinan raja Keenan.


......


"Bu ibu..!" seru pak Sugi memamggil istri nya dari luar.


Bu Emi yang mendengar teriakan suami nya pun bergegas keluar dan melihat suami nya yang terlihat tergesa-gesa memasuki rumah dan menguncinya dari dalam.


"Bapak kenapa ? apa yang terjadi ?" tanya bu Emi beruntun pada suaminya yang masih mengatur laju nafas nya.


"Bu kita ..kita akan kaya buk kita akan kaya."ucap pak Sugi menguncang lengan istri nya senang.


Pak sugi duduk di kursi nya lalu mulai menceritakan semua yang dia lakukan untuk mendapatkan kekayaan cepat dan dapat terbebas dari belenggu kemiskinan.


Bu Emi terkejut mendengar cerita suami nya , "Apa ? bapak serius mau ngelakuin itu?"


Pak Sugi menceritakan awal saat mendengar cerita yang berhembus jika ingin menjadi kaya dengan cara pintas.


"Iya buk , kita bisa jadi orang kaya di kampung ini dan gak akan ada lagi yang memandang rendah keluarga kita buk."ucap pak Sugi meyakinkan istrinya yang terlihat berfikir namun sesaat kemudian bu Emi menganggukan kepal nya menyetujui ide suami nya.


"Yaudah pak , ibu setuju .Tapi pak , pasti ada yang harus di korbankan .


Pak Sugi menganggukan kepala nya , "Iya buk , kita akan melakukan perjanjian untuk itu , dan bapak sudah pergi ke hutan bagian selatan dengan membawa tanah kubur gadis yang masih perawan."terang pak Sugi.


"Perjanjian apa pak?" bu Emi menatap suami nya yang terdiam.


"Kita harus memberikan tumbal dan itu akan di tentukan dari mereka buk dan bapak menyetujuinya ."ucap pak Sugi.


"Yaudah pak kalo begitu sebaik nya cepat kita lakukan ritual itu pak."ucap bu Emi yang di angguki oleh pak Sugi yang juga sudah tak sabar .

__ADS_1


Mereka begitu antusia tanpa tau apa akibat dari perbuatan mereka nanti nya.


.....


Pak Sugi dan Bu Emi keluar saat semua orang sudah tertidur , mereka akan melakukan ritual pesugihan di hutan bagian selatan dengan beberapa persembahan yang telah mereka siapkan sebelum nya. Mereka sebelum nya sudah mendapatkan wewejangan dari juru kunci agar dapat melakukan ritual dan dapat berkomunikasi dengan makhluk gaib.


Suara hewan yang ada di hutan gelap dan suasana malam mencekam begitu terasa oleh sepasang manusia yang segera mengesampingkan rasa takut nya demi sebuah kekayaan di depan mata.


Lolongan serigal dan hewan buas lain nya bersahutan hingga langkah kaki mereka tiba pada tempat mereka akan melakukan ritual.


Tepat di sebuah pohon besar dengan aroma kemenyan yang menyengat , mereka memulai ritual dengan duduk sila seraya membaca mantra yang terus di ulang-ulang.


Saat mereka masih bertapa munculah sosok mengerikan dengan perawakan menyeramkan membuat bu Emi ketakutan dan bersembunyi di balik tubuh suami nya.


"Pulanglah , kalian akan mendapatkan kekayaan yang berlimpah setelah ini." ucap makhluk menyeramkan itu pada dua manusia yang duduk bersimpuh dengan tubuh gemeteran.


"Terima kasih , teria kasih."ucap pak Sugi dengan menundukan kepala nya tepat di bawah makhluk menyeramkan itu yang tertawa akan sanjungan yang mereka berikan.


"Ingatlah kalian harus terus memberi persembahan setiap malam selasa dan jumat kliwon."ucap makhluk itu dengan bayangan yang perlahan memudar .


"Pak ayo kita pulang."seru bu Emi yang merinding jika berlama-lama berada di tempat menyeramkan dengan berbagai nampan pemujaan yang tertata rapi di bawah pohon besar dan tinggi itu.


"Iya buk ayo."


........


Pagi menjelang dengan sinar mentari yang mulai menyinari kegiatan setiap makhluk hidup yang melakukan rutinitas sebagai mana biasa nya.


Ayu , gadis manis itu juga nampak melakukan kegiatan pagi nya dengan membersihkan seisi rumah juga menyiapkan sarapan untuk keluarga nya.


"Pak Buk , kalian dari mana aja? kenapa baju bapak dan ibu kotor begini?" tanya Ayu pada kedua orang tua nya yang baru saja memasuki rumah.


pak Sugi dan istrinya saling pandang bingung akan mehelaskan apa pada putri satu-satu nya ini.


Ayu mengerutkan kening nya melihat gelagat aneh dari kedua orang tua nya.


" Emm nak ka-kami tadi habis dari kebun."ucap bu Emi.


"Iya nak , oh ya apa yang kamu masak perut bapak dah laper ini."ucap pak Sugi mengalihkan perhatian putri nya.


.......


Mohon dukungan nya ya manteman

__ADS_1


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


Salam Lucky


__ADS_2