Terjerat Raja Kegelapan

Terjerat Raja Kegelapan
Dua Puluh Dua


__ADS_3

"Sial ! Dimana kamu ."


Seorang pria mengepalkan tangannya kuat saat masih belum menemukan gadis kecil yang tadi mengajaknya berkuda di hutan ini namun kini gadis itu bagai di telan bumi dan menghikang tanpa jejak.


"Aku rasa ada yang aneh, pasti sesuatu telah terjadi sesuatu dengannya."


"Aku juga tak merasakan keberadaannya disekitar sini."gumamnya.


"Horsen kita kembali keistana."Kuda hitam itu seakan merespon perintah tuannya dan berbalik arah menuju istana setelah cukup lama tak menemukan gadis itu ia memnutuskan kembali dan meminta prajurit mencari keberadaannya.


.....


Wilson samapi di istana dan langsung menuju tempat pekerja budak berada,ia menanyakan soal budak yang di pesannya namun belum samapi hingga kini.


"Kenapa budak-budak itu belum samapi juga?"


Anak buah yang mendengar suara dingin itu tau jika saat ini suasana hati rajanya sedang tidak baik membuatnya takut saat akan menyampaikan informasi pada tuannya.


"Maaf tuan, sepertinya mereka tak akan mengirim budak lagi dan juga....para prajurit kita habis di bantai di perbatasan wilayah oleh panglima kerajaan..."


"Brengsekkk!"


Wilson mengeraskan rahangnya saat lagi dan lagi ia mendengar orang-orangnya di habisi begitu saja membuatnya semakin bertekad untuk segera melakukan peperangan dan membalaskan dendamnya pada raja angkuh penguasa Avalor itu.


"Tuanku hamba menemukan ini di hutan."seorang prajurit yang tadi di perintahkan untuk mencari keberadaan Ayu menyerahkan sebuah jepit pada rajanya.


Wilson menerimanya dan menatap jepit itu dengan intens. "Ini kan milik Ayu."gumamnya,pria itu pergi keruangannya dengan jepit di tangnnya.


"Kita akan bertemu lagi gadis manis dan saat itu aku tak akan melepaskanmu."bayangan saat gadis itu tersenyum membuatnya merasa tenang dan dengan gadis itu ia seperti merasakan kembali kehangatan sebuah keluarga yang sudah lama tak ia dapatkan.


.......


Krekk...


Ayu melongokkan kepalanya menatap ruangan yang kini akan menjadi kamarnya,berbeda dari kamar sebelumnya yang memiliki ukuran kecil namun kini kamarnya terlihat luas dengan kasur empuk yang melambai ingin disentuh.


Ayu berlari kearah balkon dan ia senang dapat melihat pemandangan dari atas. "Disini nyaman berbeda dengan kamar sebelumnya yang sudah terlihat seperti gudang."gumamnya.


"Ah aku lapar."Ayu mengusap perut ratanya yang mulai berbunyi nyaring.


"Baiklah mari kita lihat apa yang bisa kita makan."


Gadis cantik itu melangkah dan sesekali berlari kecil menyapa semua yang di lewatinya bahkan tumbuhan pun tak luput disapanya.

__ADS_1


"Hai ."


"Wah kau tumbuh dengan baik ya padahal kemarin masih kecil."Ayu berbicara pada tanaman kaktus yang diam tak menyahut .


Senyumnya merekah saat memasuki tempat produksi makanan,para pelayan terlihat sibuk menyiapkan hidangan makan malam seperti biasa.Aroma harum masakan begitu menyeruak di indra penciuman.


"Nona anda mau apa?"tanya salah seorang pelayan yang melihat Ayu memegang spatula di tangannya.


"Oh..aku juga mau masak."ucapnya polos.


"Eh tidak perlu nona,biarkan kami saja yang memasakkan makanan untukmu,mm makanan apa yang anda sukai?"


Ayu tampak berfikir,selama ini ia selalu diharuskan untuk memakan bermacam jenis tumbuhan dan ia jenuh rasanya.Ayu memikirkan makanan dengan olahan daging yang di masak dengan saus yang lumer.


"Ughh itu pasti enak."gumamnya seolah makanan itu ada di hadapannya.


"Emm aku ingin makan daging sapi saus asam manis."ucao Ayu antusias.


"Emm nona maaf tapi bukankan anda tak dibolehkan untuk memakan makanan yang berdaging."


Ayu mendemgus mendengarnya, sudah ia duga. "Is kalian pikir aku ini kambing apa harus makan sayur terus,aku juga ingin makan daging.Ah sudahlah jika kalian tak mau memasakannya untuku akan ku lakukan sendiri."ucap Ayu lalu mulai bersiap dengan alat tempurnya sesaat setelah ia menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan.


Dua puluh menit berlalu dan Ayu tampak puas menatap berbagai jenis olahan berbahan dasar daging yang telah siap untuk disantap.


"Wah akhirnya matang juga,aku tak sabar untuk menikmati kalian."


"Emm kalau kalian mau kalian boleh mencicipinya."ucap Ayu pada para pelayan yang terliht tertarik pada masakannya.


"Terima kasih nona tapi kami tak bisa memakan itu."


"Kenapa?ini enak loh."ucap Ayu memyupkan potongan daging kedalam mulutnya yang terus mengunyah.


Gadis itu tampak lahap dan tak membutuhkan waktu lama semua makanan itu habis tak bersisa dan gadis itu duduk bersandar karna perut yang terasa mau meledak.


"Ya ampun aku makan banyak sekali, bisa dipastikan kalo aku tak akan makan untuk dua hari kedepan."gumamnya menatap perutnya yang membusung dan ia juga menghela nafas karna rasanya tak kuat untuk berjalan.


Matahari tenggelam tergantikan dengan gelapnya malam,Ayu yang tengah asik berbaring di kamar harus di ganggu dengan ketukan pintu yang terus berbunyi membuatnya mau tak mau berjalan menghampiri dan melihat siapa yang mengganggunya malam-malam begini.


"Ada apa?"


"Nona kami diminta untuk memanggil anda ke jamuan makan malam oleh raja."ucap pelayan menunduk.


"Hah,untuk apa raja memintaku ke jamuan makan malam."

__ADS_1


"Saya juga tidak tau nona,kalau begitu saya permisi."


Ayu menutup pintu kamarnya dan menyandarnkan tubuhnya pada pintu kamarnya "Duh tumben banget nih,kayaknya gak ada salahnya juga aku bisa liat rupa raja dan juga sekalian ku laporin semua sikap tuan balok es itu."Ayu tersenyum memikirkan itu.


.....


Dimeja makan semua sudah menempati kursinya masing-masing juga pria dengan wajah dingin itu yang sudah menempati kursinya di ujung meja dan juga Anggela yang berada di dekatnya dan senang sekali memamerkan pada semua yang ada di sana jika ia begitu dekat dengan sang raja walau Keenan sendiri tak merespon dan terlihat acuh.


"Yang mulia bisa kita mulai jamuan makannya,apa ada yang anda tunggu?"Anggela menatap Keenan yang sedari tadi diam dengan sorot mata menajam menatap kearah pintu masuk.Sedang Anggela yang sudah merasa bosan menunggu juga perutnya yang terasa lapar.


Anggela semakin kesal saat Keenan tak mengindahkan ucapannya dan ia merasa malu pada semua orang yang ada disana. "Sial !Aku sudah seperti pengemis dihadapannya tapi dia tak juga melihatku."rutuknya namun ia masih mempertahankan senyumnya menutupi rasa malu karna ada beberapa nona bangsawan yang terlihat mentertawakan di balik tangannya.


Tak lama seorang gadis manis masuk kedalam ruangan membuat mereka menatapnya seakan dia adalah bintang malam ini,Ayu tersenyum manis pada mereka semua membuat mereka terpaku dengan wajah ayu yang dibalut riasan natural .Tampilan gadis itu tampak simpel namun berkelas membuat rasa iri muncul di hati para nona bangsawan yang menatapnya dari kaki hingga ujung kepala.


"Silahkan nona."Seorang pelayan mengarahkan Ayu untuk duduk di kursi kanan dekat dengan Keenan dan berhadapan dengan Anggela yang menatapnya penuh rasa amarah.


Ayu menatap semua orang yang kini menundukan pandangannya namun ia seperti tak menemukan sosok yang dicarinya di jamuan makan malam ini. "Mana,katanya ada raja disini tapi kok gak ada.Gak mungkin mereka kan rajanya ih matanya aja genit gitu."pikir Ayu yang menatap beberapa pejabat istana memandanganya tak berkedip dan semyum menyebalkan yang membuatnya ingin muntah.


"Ehmm.."Sura deheman seorang pria mengalihkan perhatian mereka semua dan mereka mulai menyantap makan malam dengan hening.Anggela tampak melayani Keenan yang diam juga tak menolak namun mata elang itu bersitatap dengan mata bulat yang menatapnya seakan terkejut melihat keberadaan pria itu.


"Kok aku baru nyadar ya ada dia,duh makin dingin aja ni malam.Lagian mereka kenapa coba liatin aku kaya gitu ."Ayu menatap Keenan dan Anggela yang menatapnya dengan tatapan berbeda.


"Eh,maaf aku tidak makan."Ayu menahan tangan seorang pelayan yang hendak menuangkan makanan keatas piringnya.


Ucapan Ayu kembali menarik perhatian merek semua dan gadis itu tersenyum kikuk, "Maksudku aku sudah makan jadi ..."


"Makan!"


Satu kata keluar dari bibir pria dingin itu membuat mereka kembali fokus dengan makanannya namun Ayu terlihat enggan untuk menyentuh makanan yang memiliki porsi lebih banyak dari yang lain dan sudah seperti gunung di piringnya. "Kenapa hari ini aku sial sekali,ini pasti ulah pria itu dan astaga ...bagaimana aku bisa memakannya aku saja masih terasa sangat kenyang ."Ayu kesal namun ia begitu terkejut saat sendok berisikan maknan berada tepat di depan mulutnya ,ia menatap tangan itu dan kembali tatapan mata mereka beradu semakin menambah suasana panas di meja makan.


"A-aku bisa sendiri."ucap Ayu terbata-bata.


"Cepat makan!"


Mau tak mau Ayu membuka mulutnya dan menerima setiap suapan yang di berikan padanya kadang ia tersedak saat maknan sebanyak itu masuk kemulutnya sekaligus . "Dasar pria gila,apa dia ingin membuatku mati."gumam Ayu menatap Keena yang terlihat senyum kecil dibirnya.


Keenam terus menyuapi membuat Anggela semakin panas dan mengepalkan tangannya di bawah meja,namun sebuah tangan lainnya mencoba menahan agar wanita itu tak berbuat nekat hingga menghancurkan hidupnya sendiri.


Ayu merasakan perutnya yang sudah mau meledak namun sendok berisi makanan terus saja di sodorkan. "Meledak-meledak deh ini perut.Terus aja terus."gumam Ayu sedang Keenan terlihat tersenyum puas menatap gadia di depannya yang kepayahan ia tak menghiraukan tatapan penuh tanda tanya dari mereka yang ada di sana.


"Rasakan, kau suka mengutuku kan budak kecil."


.....

__ADS_1


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


Salam lucky.


__ADS_2