
Happy Readingā¤
"Aku ingin bertanya pada kalian.Apa sebelumnya kita pernah mengenal?"Ayu menatap intens kedua budak yang masih menundukan wajahnya tak berani menatap langsung wajah kedua junjungan mereka.
"Maaf Ratu,mungkin itu hanya perasaan anda saja,kami tak pernah mengenal anda sebelumnya."jawaban yang keluar dari bibir pria paruh baya dengan suara gemetar sedang si wanita tersenyum getir mendengar jawaban suaminya. Memang semua terjadi akibat ketamakan mereka hingga putri mereka ikut terjerumus bahkan mereka herus menerima bahwa putrinya tak lagi mengenali mereka sebagai orang tuanya.
"Tapi aku meaasa tak asing dan itu sangat menggaguku?"Ayu belum puas dengan jawaban itu,matanya menyipit namun ia berdecak saat tak bisa menggunakan kekuatannya untuk menembus masa lalu itu.
"Sayang sudah kukatakan,mereka hanya budak dan lagi jangan memikirkan hal yang tidak-tidak! Aku tidak ingin kau dan anak kita kenapa-napa nantinya."Keen yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka angkat bicara mearasa istri kecilnya ini begitu banyak bertanya.
"Tapi aku belum selesai dan jika kau tak ingin menemaniku disini aku tak masalah."
Tamat sudah riwayat Keen yang saat ini menerima pelototan tajam dari istrinya.Bisa-bisa ia tak di ijinkan menengok calon anaknya nanti.
"Huh,bahkan calon anaku selalu membuatku terpojok."batin Keen yang tak bisa berkutik.
Ayu kembali menatap kedua pasangan paruh baya itu. "Katakan sesuatu! Apa kepala kalian tidak sakit terus menunduk sedari tadi?"
"Kami tidak berani ratu."
Ayu menatap jengah merasa keduanya sengaja bungkam atau mungkin seseorang yang membuat mereka agar tak banyak bicara?
__ADS_1
Melihah keduanya entah apa yang membut Ayu merasa iba,lebam di sekujur tubuh begitu nampak membuatnya ngilu.Perasaan asing yang tiba-tiba menjalar di hatinya membuatnya tak bisa mengabaikan keduanya.
"Baiklah aku ingin kalian bekerja denganku!"Kedua pasang mata itu saling lirik,dalam hati mereka senang itu berarti mereka tidak lagi merasakan penyiksaan dari para prajurit tak punya hati itu, namun satu hal yang membuat mereka ragu yaitu singa jantan di sebelah ratu Ayunda.
Mengerti atas kehawatiran keduanya Ayu melirik suaminya yang mengiyakan saja permintaan istrinya.
"Hmm kau boleh menjadikan mereka pelayanmu."suara dingin Keen terdengar.
"Kalian dengar suamiku sudah mengijinkan."ucap Ayu tersenyum manis pada kedunya.
Setelah itu Keen mengajak istrinya untuk beristirahat mengingat seusai pesta bukannya istirahat Ayu malah ngotot ingin bertemu dengan kedua budak yang nota benenya sebagai orang tuanya semasa dulu.
Keen tak ingin Ayu kelelahan ,dengan sabar pria itu membantu membaringkan tubuh istrinya dan menyelimutinya hingga mata bulat itu terpejam dengan wajah damai menjemput mimpi.
"Dulu aku hanya menginginkan penerus darimu namun saat ini aku tak ingin kehilanganmu."gumam Keen yang masih setia memandang wajah cantik Ayu.
"Sayang tidurlah, tak akan kubiarkan kau pergi dari hidup kami ."Keen berdiri melangkah menuju balkon,rembulan begitu terang malam hari ini dengan lolongan hewan buas yang pastinya tengah mencari mangsa.
"Kakek Bima,aku harus menemuinya."batin Keen mengibaskan jubahnya hingga dalam sekejap tubuh tegap pria itu menghilang.
Seorang pria terlihat duduk bersila dengan mata terpejam.
__ADS_1
Suara tapak kaki membuat sesepuh itu membuka matanya,ia bisa merasakan aura dari pemimpinnya yang saat ini tengah berkunjung di kediamannya.
"Yang mulia Raja."
Keen mengangguk dan duduk di sebuah kursi lalu di susul oleh Kakek Bima yang duduk tepat di hadapan pria tampan itu.
"Apa kedatangan baginda saat ini berkaiatan dengan Ratu?"Pria dengan rambut putih itu seolah tau akan keresahan yang terpancar di kedua mata junjungannya ini.
"Benar, aku ingin kakek menemukan cara untuk mematahkan sihir itu,aku tak ingin ratu pergi."Keen berbicara langsung.
Kakek Bima mengangguk,ia sudah menduga dan untuk itu pria sepuh itu bertapa meminta petunjuk pada dewa-dewa kegelapan dan mulai mendapatkan titik terang.
"Untuk saat ini ada dua cara yang mulia,tapu keduanya juga beresiko untuk keselamatan ratu."Kakek Bima menjeda ucapannya melihat raut wajah Keen yang terlihat semakin dingin. "
"Temukan cara yang tidak membahayakan keselamatan istruku! Para Roh itu sudah pasti meminta istriku sebagai tumbal dan kelahiran penerusku tak lama lagi."
"Aku akan melawan mereka jika saja berani menyentuhnya."kital kemarahan begitu terlihat di mata Keen dengan rahang mengetat dan kedua tangan mengepal erat.
"Baik yang mulia."Kakek Bima menunduk hormat ,Keen pergi dari kediaman menuju tempat dimana roh para leluhur berada.Bagi pria itu tak ada yang bisa menghalanginya walau melewati alam roh merupakan pelanggaran namun Keen tak perduli.
....
__ADS_1
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!