Terjerat Raja Kegelapan

Terjerat Raja Kegelapan
Tujuh belas


__ADS_3

Happy Reading


.....


"Ayolah aku mohon,aku ingin kesana."Ayu berulang kali memohon pada pelayan yang menatapnya serba salah.


"Ya ya ya plisss ...gak lama kok."Ayu mengatupkan kedua tangannya dengan wajah menggemaskan, gadis itu sedari tadi begitu gencar merayu namun mereka begitu terlihat takut.


"Iss kalian tidak perlu takut aku juga kan sudah menyelesaikan latihanku,anggap saja ini sebagai liburanku sebelum ada perintah lainnya."ucapnya lagi.


Ya , gadis itu telah menyelesaikan sesi latihannya, tampilannya juga nampak anggun namun tak menghilangkan sifat aslinya yang pecicilan juga kalem.


"Nona jika ra..eh maksud saya tuan tau pasti kami akan di hukum."jelas pelayan yang hampir kelepasan mengungkapkam identitas rajanya yang masih belum di ketahui oleh gadis ini.


Selama latihan berlangsung pria yang suka memerintah itu selalu hadir tiba-tiba dan sering mengusili budak kecilnya,membuat mereka yang mengetahui itu semakin segan dan takut jika sampai menyinggung Ayu di depan penguasa itu . Banyak yang mengatakan jika Ayu itu pemanis atau simpanan raja mereka namun tak ada yang berani memgucapkannya langsung pada gadis itu terkecuali mereka yang memang tak menyukai gadis itu sejak awal kedatangannya.


"Haiss... kalian tenang saja,aku dengar dia sedang tak ada di istana dan juga raja pun katanya sedang ada urusan di luar."ucap Ayu menenangkan mereka dari ketakutan itu.


"Mereka kompakan ya." ucap Ayu lagi yang tersadar jika kedua pria itu selalu pergi di saat yang bersamaan.


"Tuan yang kau maksud itu ya raja itu sendiri nona."batin mereka menghela nafas berat. Susah memang jika tak segera dituruti karna Ayu akan terus mengoceh membuat telinga mereka berdengung.


" Iya tapi panglima Yash pati tidak akan mengijinkannya nona, dan kami tak berani tolong mengertilah nona."


Ayu mencebikkan bibirnya kesal . "Pria berambut putih itu sama datarnya sepertinya." gumam Ayu kesal karna kembali teringat akan Keenan yang menyebalkan.


" Huh kalian pergilah aku ingin sendiri."


Para pelayan saling menatap dan pergi dari sana dengan perasaan lega meninggalkan nonanya yang tengah berdiri membelakanginya.


Perasaan jenuh dan bosan menghampiri gadis itu hingga ingatannya kembali pada saat ia tengah berada di hampran padang luas juga ia ingin sekali bermain dengan hewan menggemaskan itu,jadi selagi ada celah ia berusaha agar bisa kesana namun sayang tak ada yang akan mengajaknya keluar dengan satu alasan yang sama, mereka selalu mengatakan takut takut dan takut membuatnya semakin ingin bertemu dengan sosok raja itu. Tak jarang cibiran pedas dari para pelayan yang mengatainya sebagai wanita binal membuatnya sakit karna sebelumnya tak ada yang pernah mengatainya seperti itu dan di sana ia sering mendengar dan ia tau jika mereka yang mengatakan itu merupakan para pelayan nona Anggela yang di ketahui sebagai calon ratu mereka.


"Kaya ada yang aku lupakan ya? Apa iya dulunya aku kaya gitu."kesal saat tak bisa mengingat kehidupannya di masa lalu.

__ADS_1


"Iss hubungannya apa coba,ketemu sama raja aja gak , ngomong seenaknya, coba aja aku juga punya kekuatan magic aku pengen ketemu Zizi dan liat padang luas itu lagi."gumam Ayu ia melihat kalung yang sampai saat ini menempel di leher nya dan mengelus permata itu , kilauan cahaya membuat mata Ayu sialau dan menutupnya secara spontan.


Sringgg..


Dengan perlahan Ayu membuka kedua matanya yang terpejam, untuk sesaat ia terpaku saat melihat sekelilingnya yang di penuhi dengan ilalang.


"Ini gak mimpi kan."Ayu menepuk-nepuk pipinya hingga sadar ini bukan mimpi gadis itu berteriak kegirangan dan berlari kesana kemari layaknya anak kecil yang di beri banyak permen.


"Aaaaaaaa.... Aku bebas."Ayu berteriak sekencang kencangnya dan kedua tangan yang di rentangkan, sudut bibirnya tertarik saat menyadari jika kalung yang selalu menempel di lehernya ini yang membuatnya berpindah hingga ia sampai di padang rumput ini.


"Kayaknya ini bukan kalung sembarangan, tapi bagus deh aku jadi bisa cuci mata dan bebas dari penjara emas ."gumam Ayu.


"Oh iya Zizi kok gak keliatan,dimana hewan itu ?"


Sejak awal pertemuannya gadis itu telah menamainya dengan panggilan Zizi yang dirasa cocok dengan rupanya yang menggemaskan.


Sudah cukup lama Ayu menunggu namun temannya tak kunjung terlihat membuatnya memutuskan untuk berkeliling mencarinya. Luasnya padang rumput menjadi daya tarik tersendiri dengan pepohonan hutan yang mengelilinginya.


"Aku datang!"


Sedari tadi gadis itu terus saja memanggil-manggil hewan berbulu lebat itu namun tak kunjung terlihat batang hidungnya.


Ayu berjalan menatap sekeliling hingga melihat pemandangan indah, hamparan bunga tulip yang tersebar luas menarik langkahnya untuk mendekati mereka.


Ayu yang asik sendiri dengan bunga cantik itu tak menyadari jika seorang pria tengah menatapnya dan seulas senyum tipis terbit melihat tingkah gadis kecil yang sudah lancang memasuki batas wilayah kerajaannya dan dengan santainya memetik bunga-bunga itu.


"Gadis yang manis." gumamnya.


"Tuan apa anda ingin saya memberi pelajaran pada wanita itu?"seorang pria tampan dengan sisik di sebagian wajahnya menatap pimpinannya yang sedari tadi menatap gadis kecil yang tengah memetik bunga dengan riangnya.


"Tunggu!" Pria tampan itu mengangkat tangannya pertanda jika pengawalnya tak boleh mendekti gadis kecil itu.


"Jangan menganggu calon ratumu Enzi!"

__ADS_1


Pria bernama Enzi itu terkejut dengan ucapan pimpinannya.Pasalnya selama ia mengabdi tak pernah sekalipun tuannya ini memberi toleran pada siapapun yang sudah berani memasuki wilayah kekuasaannya dan tuannya ini juga begitu acuh pada lawan jenisnya tapi ..


"Tuan ...anda."


"Apa ada yang salah? aku menyukainya."ucapnya lagi.


"Tapi dia bukan dari bangsa kita yang mulia."


"Ya dan aku tertarik dengan gadis itu."


"Kau pergilah,aku akan membawanya keistana!"


Enzi mengangguk patuh dan meninggalkan tuannya yang terus menatap gadis kecil yang di klaim akan menjadi ratunya itu.


"Wah bunganya cantik-cantik,kok kemarin aku gak lihat ya ada bunga di sini."


"Bodo amatlah sama tuan,bosen banget di istana gak ada hiburan bisanya cuma perintah ini perintah itu. Itu juga kenapa perempuan itu suka sekali cari masalah denganku."


Ayu terua saja ngedumel jika mengingat semua kejadian di istana, mereka yang tak senang akan mencari celah jika Ayu sedang sendiri dan mulai menyerangnya,untung saja ia sudah di bekali ilmu bela diri jadi itu dapat membantunya di saat terdesak.


"Selamat datang permaisuriku."Suara dari arah belang mengejutkan Ayu yang tadi asik dengan dunianya sendiri hingga tak menyadari jika ada yang mendekat ke arahnya.


"Siapa kau?"


"Calon suamimu."


......


Jempolnya jangan lupa ya guys.


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


Salam Lucky.

__ADS_1


__ADS_2