
Happy Readingā¤
Diistana saat ini tengah terjadi persitengangan antar para menteri dan pejabat ,mereka berkumpul atas perintah tuan Berry yang memliki kuasa di bawah raja hingga saat ini di ruangangan luas dengan singgasana yang terlihat kosong mereka berdebat.
"Kami tidak setuju, Raja tidak mungkin berbuat seperti itu! Dan masalah peperangan kami yakin jika kemenangan ada di pihak yang mulia."ucap pria yang menjabat sebagai menteri tegas.
"Tapi semua bukti sudah ada dan itu mengarah pada yang mulia raja, sesuai peraturan raja bisa diganti jika melakukan kesalahan fatal."ucap pria yang juga menjabat sebagai menteri dengan percaya dirinya ,sedari tadi ia terus memprofokasi para pejabat istana juga bangsawan agar terpengaruh dengan ucapannya juga dokumen yang tentunya sudah dipalsukan sebelumnya.
"Bisa saja itu semua jebakan,apa kau lupa kerajaan kita bisa makmur itu akibat yang mulia raja dan kemenagan di setiap medan perang juga karna yang mulia raja."ucap bangsawan lainnya tak terima.
"Kalian semua tenanglah, kita disini untuk berunding baik-baik, saya juga tak percaya namun dengan bukti dan saksi ini kita tidak bisa mengelak begitu saja ,Aku kepercayaan raja bahkan raja terdahulu apa kalian meragukanku."ucap Berry tenang ,semua yang hadir tampak berfikir membuat pria paruh baya itu tersenyum samar . Sedikit lagi rencananya akan berhasil ,pikirnya.
Melihat situasi yang kembali mulai ricuh Berry kembali berucap. "Kalian tidak perlu berfikir keras aku mengusulkan ini hanya untuk sementara ,kalian semua tau jika yang mulia raja memerlukan waktu berbulan-bulan untuk peperangan dan untuk mengisi kekosongan singgasana saya mengajukan diri untuk itu."ucap Berry percaya diri.
Para antek-antek Berry merasa diatas awan dengan iming-iming jabatan tinggi mereka terbuai hingga berani untuk membelot melupakan semua kebaikan raja berbanding terbalik dengan para petinggi yang berpihak pada Keenan yang harus menahan emosi memghadapi para penghianat yang muncul serentak dan membuka kedok masing-masing tanpa di persilahkan.
__ADS_1
"Ck sampah seperti kalian tak pantas berada disini ."Panglima Yash maju menatap satu persatu para penjilat yang semakin menebalkan wajahnya walau mereka tak menampik jika rasa takut itu jelas ada mengingat kekejaman raja mereka yang sudah terkenal hingga kerajaan begitu disegani.
"Apa kalian lupa dengan semua kebaikan yang mulia raja selama ini ?"Menatap sinis para pendukung Berry . "Aku harap kalian tidak akan menyesal saat kepala kalian terpenggal nantinya."sarkasnya tajam.
"Heh panglima ..kau tidak lebih dari seorang penjilat yang selalu menunduk pada tuanmu,lihatlah dirimu kau tak ubahnya seorang pelayan."ucap si penghianat dengan iringan tawa mengejek terdengar di ruangan itu.
Panglima Yash mengepalkan erat tangannya . "Sialan tua bangka ini begitu licik ,aku harus menemukan cara untuk mengembalikan kekuatanku kembali."batinnya yang marah namun ia tak bisa berbuat banyak karna kekuatannya seakan disegel dengan mantra yang harusnya hanya diketahui oleh keturunan para raja namun Berry dengan segala akal liciknya hingga ia mendapatkan lontar berisi mantra itu.
Mereka yang beraa diruangan itu merasakan kekuatan yang ditarik paksa seakan mantra telah mengelilingi.
Beery memaksa tetua istana untuk melakukan upacara pengangkatan raja dengan pengendali raga yang dimilikinya.
"Lakukan sekarang juga!"titahnya pada pria sepuh denga uban di seluruh kepalanya.
Sesepuh itu awalnya menolak keras hingga ia merasakan keanehan pada tubuhnya yang seakan dikendalikan oleh orang lain.
__ADS_1
Sesembahan mulai dilakukan dengan tenang ,mereka sekan mati untuk berucap dan menggerakkan tubuh.
Upacara terus berlanjut hingga tiba pada ritual akhir yang harus melemparkan bunga lotus hitam pada api abadi.
"Impianku akan segera tercapai ."seringainya,Berry senang berfikir rencananya berhasil dan dapat menggeser posisi raja seepatnya.
"Selangkah lagi.."gumamnya ,kekuasaan yang berada tepat dimatanya semakin membuatnya silau dan tak sabar untuk menaiki tahta.
Mereka menatap geram ,raut cemas begitu terlihat .Mereka memejamkan mata tak sanggup untuk melihat upacara yang membawa petaka hingga api berubah membesar membuat mereka panik dan seketika itu juga tubuh mereka dapat bergerak bebas.
"Arghhhh...Siapa yang melakukan ini."Berry berteriak marah saat ritualnya di kacau.
"Keluar..!"namun tak ada tanda-tanda semakin membuat pria paruh baya itu naik pitam,panglima Yash melihat keadaan itu memusatkan kekuatannya dan mulai meringkus para penghianat,Berry terus meluapkan amarahnya tanpa memperdulikan antek-anteknya yang saat ini membutuhkan bantuannya.
...
__ADS_1
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!