
Dalam sekejap mata Ayu berada di tempat awal,bangunan besar tempatnya tinggal terpampang nyata di depannya.Berulanb kali ia menepuk pipinya memastikan ini nyata dan senyumnya merekah saat ia sedang tak bermimpi.Ia menoleh namun tak mendapati hewan menggemaskan yang tadi bersamanya,tak mau ambil pusing ia sedikit banyaknya sudah tau jika ini dua magic dan mulai memperhtikan sekelilingnya.
"Wah aku sudah kembali lagi."ucap Ayu senang,ia berjalan menyusuri taman tak jauh dari bangunan besar itu,berbagai jenis bunga begitu terawat dan tertata rapi tapi di antara semua tanaman itu ada jenis bunga yang lebih mendominasi dan di tempatkan khusus .Ya bunga melati itu tampak indah dengan aroma yang kuat,Ayu mendekati bunga-bunga itu namun seorang pelayan menghentikan gerakan tangannya dan menghardik agar menjauhi tanaman melati itu.
Ayu memegang tangannya yang di tepis kasar oleh seorang pelayan itu.
"Siapa kau? jangan pernah mendekati tanamam melati ini!"pelayan itu berdiri dengan berkecak pinggang.
"Aku hanya ingin menyentuhnya apa tidak boleh."
"Baginda tidak akan suka jika bunga kesayangannya di sentuh oleh sembarang orang.
"Tapi aku hanya..."
"Pengawal bawa wanita ini atau kalian yang akan terkena hukuman !"potong pelayan tadi dengan nada memerintah pada dua orang pemgawal.
Dua pengawal yang berdiri tak jauh dari Ayu saling tatap tanpa pergerakan sama sekali.
"Kami tak bisa Sambih ."ucap kedua pengawal itu membuat pelayan bernama Sambih itu melotot dan kesal.
"Heh memangnya siapa dia , aku ini pelayan kepercayaan nona Anggela dan aku bisa melaporkan kalian agar kalian berdua mendapatkan hukuman.
"Tapi nona ini berada di bawah naungan yang mulia raja jadi kami tak berani."ucap pengawal yang mengingat kejadian beberapa hari yang lalu mereka mendapatkan hukuman cambuk dengan lapisan api saat hendak menangkap gadia belia ini dan hendak memperbudaknya kembali.
Sambi yang mendengar itu semakin kesal dan bersiap untuk melaporkan hal ini pada nonanya.
__ADS_1
"Hei awa..."
"Kemana wanita itu?"Sambi yang hendak memberikan peringatan mengepalkan kedua tangannya saat gadis kecil itu sudah tak ada di tengah-tengah mereka.
"Kalian pergilah."ketus Sambih dan pergi dari taman bunga.
.....
Di lain tempat tampak seorang wanita dengan gaya elegannya tengah menikmati setiap pijatan di tubuh sintal berisinya.Para pelayan tampak mengelilinginya memberikan pelayanan pada setiap jengkal tubuh nonanya.Aroma wawangian begitu memabukan membuat siapapun merasa rilekx.
Senyum Anggela merekah kala membayangkan pria yang ia sukai akan semakin tergila-gila pada tubuhnya.
"Ck tidak ada yang melebihi kecantikamku di kerajaan ini dan siapa yang bisa menahan dari diriku."pikirnya sombong dan percaya diri.
Anggela juga tau Keenan adalah pria yang haus akan kepuasan jadi ia tak mempermasalahkan jika Keenan memliki banyak budak sebagai pelampiasan.
Segala khayalannya buyar saat pelayan setianya menerobos masuk dengan tergesa-gesa.
"Ck kau mengganggu, apa yang ingin kau sampaikan?"Sambi menunduk saat nonanya memberikan tatapan tajam menusuk.
"Ini soal budak manusia itu nona, dia..."
"Aku tak memiliki urusan dengan manusia rendahan seperti itu."potong Anggela kembali fokus dengan perawatan kukunya , ia sudah sering mendengarkan laporan mengenai budak-budak Keenan namun ia tak ambil pusing toh tak akan ada yang bisa meyainginya di sini, pikir Anggela.
"Tapi nona sepertinya kali ini budak itu berbeda."ucap Sambih.
__ADS_1
"Sambih aku tak mungkin kalah kan dengan seorang budak lagian yang mulia raja juga tak akan mungkin..Ck kau itu ada-ada saja."
"Kau keluarlah aku akan bersiap untuk menemui yang mulia."
....
"Jadi dia berhasil menjunakan Zigo?"
"Benar yang mulia,gadis itu kini telah kembali dan berhasil keluar dari hutan itu."
Sudut bibir pria itu tertarik,ia tak menyangka gadis kecil yang ia anggap lemah mampu menakhlukan hewan kesayangannya.
"Bagus dengan begitu aku bisa menggunakannya untuk memancingnya."
"Latih dia dan persiapkan segalanya!"
"Akan saya laksanakan baginda."pengawal bayangan itu pun menghilang dalam sekejap mata.
"Ck kelinci kecil,kau akan sangat berguna untuku."gumamnya.
.....
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
Salam Lucky.
__ADS_1