Terjerat Raja Kegelapan

Terjerat Raja Kegelapan
Tiga Puluh Satu


__ADS_3

Happ Readingā¤


Tak lama setelah pria itu keluar Ayu membuka matanya perlahan dan mengelus dada masih dengan keterkejutannya.Gadis itu masih terbaring dengan kedua mata yang masih terjaga memikirkan langkah selanjutnya.


"Aku harus bisa dan setelah itu aku bebas."gumamnya memberikan semangat pada dirinya,ia teringat dengan permintaan yang akan dikabulkan jika ia berhasil.


"Huftt...ayolah kenapa aku tak bisa memejamkan mata."


"Kurasa Wilson tak semenakutkan itu tak seperti ....."dengusnya jika membayangkan wajah tampan tuannya.


Ayu dengan perlahan membuka setiap laci dengan pemantik yang digunakan sebagai penerang,setelah cukup lama ia masih tak menemukan apa yang ia cari.


"Ayolah berfikir pasti dia menyimpan benda berharga itu tak jauh dari dirinya...emm apa mungkin dia selalu membawanya."gumamnya dengan mengetukkan jari telunjuk pada dagunya.


"Berfikir cukup keras membuatku lelah..hoammm."Ayu menguap dan merebahkan tubuh letihnya diatas ranjang dan terlelap.


....


" Kenapa?Apa kau tak suka dengan makanannya?"Tanya Wilson.


Saat ini keduanya tengah menikmati sarapan pagi mereka.


"Tidak tidak semua makanan ini terlihat enak aku akan memakannya."potongnya dengan mengambil potongan daging dan mulai memakannya.


Wilson tersenyum kecil. "Makanlah yang banyak kau tau tubuhmu terlihat kurus.Apa kau tak dikis makan selama ini ."ucapnya mengambilkan lauk pauk di atas piring gadis itu.

__ADS_1


Ayu mencebik mendengrnya lalu menatap tubuhnya yang menurutnya sudah bagus dan ideal. "Kau tau tubuhku ini sudah sangat pas dan apa katamu tadi kurus ck."ia berbicra dengan mulut terisi penuh makanan hingga terlihat imut dengan bibir mengerucutnya yang sedari tadi menyita perhatian Wilson.


"Jangan seperti itu,kau membuatku ingin memakannya."ucapnya pada Ayu.


"Makan apa,bukankah kita memang sedang makan.?tanyanya tak mengerti.


"Eh lupakan,oh ya aku masih menunggu jawabanmu.Kemana kau menghilang begitu saja dan sekarang kau muncul begitu tiba-tiba?"Ayu seakan kesulitan untuk menelan makannanya apalagi tatapan intimidasi itu.


"Aiss kenapa dia masih mengingatnya sih."batinnya.


"Kenapa kau menatapku seperti itu bukankah aku sudah memberitahu jika aku tingga di sebuah rumah di desa dan sekarang aku kenbali tersesat."jelasnya dengan mata tertuju pada makanan di depannya tanpa mengindahkan pria yang menatapnya.


Wilson menganggukan kepalanya mendengar penjelasan Ayu. "Hmm kau pandai mencari alasan."Wilson tersenyum samar tanpa disadari oleh gadis itu yang terlihat gugup takut Wilson tak mempercayai ucapannya.


"Yah kau suka sekali tersesat dan aku akan mengawasimu agar kau tak menghilng kembali."ucap pri itu.


"Baiklah gadis kecilku cepat habiskan makananmu hmm."mengacak kecil rambut Ayu.


Ayu tersenyum,ia merasa pria ini begitu hangat dan peduli padanya.


Setelah makan keduanya tampak berdiri menatap air terjun,hawa sejuk begitu terasa membuat siapapun betah berlama-lama ditambah pemandangan disekitarnya yang ditumbuhi bunga-bunga cantik.


"Aku tak tau di hutan ini ada tempat sebagus ini.Kakiku rasanya mau patahjalan sejauh itu."ucap Ayu merentangkan kedua tangannya membiarkan gemercik air menerpa tubuhnya dengan bebas.


"Maaf..tapi kau suka kan gadis kecil?"Ayu menoleh menatap Wilson.

__ADS_1


"Hais kenapa kau selalau menyebutku gadis kecil,kau itu yang terlalu besr dan..."dumelnya.


"Dan apa?"Wilson mengerutkan keningnya.


"Tua."ucapnya singkat.


Wilson tertawa kecil mendengar kata tua yang keluar dari bibir mungil itu tapi memang benar adanya jika usianya jauh diatas gadis itu.


"Aku belum cukup tua nona,apa kau tau banyak gadis yang terpesona saat melihatku."ucap Wilson membuat Ayu memutar bola matanya jengah mendengar pria di sampingnya dengan pedenya memuji dirinya sendiri.


"Kau itu ternyata narsis juga ya,emm ...kau cukup tampan tapi kenapa kau masih sendiri."Ayu menatap intens garis wajah tampan dengan bentuk tubuh yang hot dan ia mengelilingi seakan tengah memberikan penilaian.


"Hei apa yang kau lakukan hmm..mungkin aku akan menunggumu untuk menjadi pendampingku."Wilson mengedipkan sebelah matanya pada Ayu yang terbengong . "Astaga sepertinya otakmu sedang tidak beres,tapi lumayan juga mempunyai pria tampan, aku bisa bergonta-ganti."gumamnya dengan kekehan kecil yang langsung mendapatkan sentilan di dahinya.


"Jangan pernah berfikir untuk menjadikanku pajangan hmm.Atau kau mau ..."Wilson mendekatkan tubuhnya sedang Ayu mulai gugup dengan jarak yang semakin terkikis.


"Kau ini menyebalkan juga ya.Aku mau mandi saja."gadis itu berjalan dan mulai mencelupkan kakinya.


"Wah airnya sejuk sekali."guamamnya senang dan sesekali mencipratkan air pada Wilson yang ikut senang melihat gadis kecilnya tertawa lepas tanpa beban.


"Hei tuan tampan kemarilah!"serunya.


Wilson memalingkan wajahnya saat gadis yang dengan santainya bermain disana tanpa menyadari jika pakaiannya basah dan membuat pakaiannya terlihat menerawang.


"Dasar gadis ceroboh."Wilson berjalan menjauh dan membiarkan gdis itu bermain sepuasnya.

__ADS_1


.....


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


__ADS_2