
Happy Reading
......
Dengan langkah tertatih Ayu memaksakan untuk menyeret kakinya , beberapa kali gadis itu terjatuh di dalam rimbunan pepohonan menjulang , semalaman ia berkeliling namun seperti labirin ilusi ia tak dapat menemukan jalan kelura , cehaya yang menjadi harapan ujung dari perjalanannya ternyara hanya semu , bisikan-bisikan bahkan suara auman membuat bulu kuduknya berdiri. Rasa was-was akan binatang buas yang bisa kapan saja menerjang tubuh mungilnya membuat wajah pucat itu semakin lemah terlebih bekal yang ia bawa sudah habis ia makan saat di perjalanan tadi.
Gerrrr...
Auuuuuu....
"Suara apa itu." Ayu berhenti sejenak namun suara-suara itu semakin mendekat hingga mengharuskannya untuk kembali berlari , memaksakan kaki lemahnya hingga batas kemampuan dan pada akhirnya ia hilang kesadaran dan ia tak tau lagi apa yang terjadi pada dirinya.
.........
Pria dengan manik tajam menatap seorang gadis lemah yang tengah berbaring tak sadarkan diri. Wajah gadis itu tampak pucat dengan luka-luka memar yang terlihat jelas.
"Siapa dia?" tanya pria itu yang tak lain panglima Yash.
"Dialah gadis yang namanya sudah tercatat sebagai tumbal perjanjuan itu tuan." ucap bawahan dengan menundukan kepalanya
"Dan kami menemukannya jatuh tak sdarkan diri di hutan dengan Zigo yang menemaninya disana." terang baahan itu lagi.
"Pergilah , setelah dia sadar maka persiapkan untuk dia melakukan pekerjaannya!" Panglima Yash pergi dengan wajah datarnya.
" Baik tuan."
__ADS_1
" Hei apa kau akan menempatkannya seperti para budak itu?"
"Entahlah mungkin dia akan ditugaskan untuk mengurus hewan kesayangan baginda."
Mendengar itu pelayan jadi bergidik membayangkan hewan buas milik rajanya yang sudah banyak menelan korban dalam satu kali terkam.
"Gadis yang malang , oh ya kapan baginda akan kembali?"
" Kau itu banyak bicara , apa kepalamu mau di pengal hah?"
Percakapan antar bawahan itu pun terhenti , mereka kembali melakukan pekerjaannya sebagaimana biasa.
Setelah beberapa saat Ayu mulai mengerjapkan matanya dan mengedarkan pandangannya kesekitar ruangan , asing itulah yang ada di otaknya.
"Dimana ini." melihat ruanagn dengan ukiran yang terlihat unik juga beberapa guci besar di dalamnya.
Pintu kamar terbuka dengan dua prajurit berwajah sangar menatap datar Ayu yang meringsek mundur apalagi saat melihat seutas tali rantai membuatnya semakin dilanda ketakutan.
"Si-siapa kalian?" tubuh mungil itu bergetar.
"Sudah waktunya kau menjalankan tugasmu!"
Dua prajurit itu memasangkan rantai di leher dan kaki dan menyeret tubuh Ayu yang terus berusaha meronta namun usahanya sia-sia bahkan tenggorokannya terasa sakit akibat terus berteriak meminta tolong.
........
__ADS_1
Terik matahari membuat keringat terus bercucuran walau Ayu berulang kali menyekanya. Saat ini ia tengah bekerja layaknya seorang budak bersama orang-orang yang juga bernasib sama dengannya.
Brukk....
Ayu terjatuh dengan bebatuan yang juga terlepas dari tangannya , gadis belia itu tampak pucat dengan goresan luka di telapak tangannya akibat mengangkat bebatuan kasar dan memindahkannya ke tempat lain tanpa adanya istirahat. Kegiatan ini sudah ia lakukan kurang lebih sepekan lamanya.
"Sshh..." desis Ayu seraya mengipaskan telapak tangannya yang semakin terluka dan terasa perih.
Tak ada yang berani menolongnya atau kepala mereka yang akan melayang , mereka juga terlihat seperti robot yang harus mematuhi setiap perintah tuannya.
Ctasss....
Ctass...
Bunyi cambukan yang begitu keras mengoyak tubuh Ayu.
" Siaapa yang menyuruhmu berhenti ?! Cepat kerja lagi!" Bentak perajurit berwajah sangar.
"Saya lelah tuan." ucap Ayu lemah menatap prajurit yang menatapnya bengis tanpa belas kasih.
Prajurit itu bukannya kasihan ia malah terus mencambuk hingga punggung dan baju gadis itu terkoyak dengan darah yang merembes keluar. Betis dan lengannya juga tak luput dari sasaran hingga bekas cambukan itu terlihat begitu jelas di tambah dengan luka yang kemarin didapatkannya masih menganga lebar.
"Cepat bangun atau kau mau mendapatkan hukuman yang lebih berat !" perajurit itu hendak melayangkan kembali cambukannya namum sebelum itu sebuah suara menghentikannya dan saat itu pula kesadaran Ayu kembali hilang.
.......
__ADS_1
Typo bertebarn harap bijak dalam membaca!
Salam Lucky